Write Without Boundaries

Secret Admirer

Short Story

Secret Admirer

Kembali Vanya memperoleh sebuket bunga di bangkunya, “Suiit-suitt” siulan usil teman-temannya membuat pipi Vanya merona merah.

Bunga lily putih kesukaannya tergeletak manis dengan pita merah di kotakan meja,  tempat Vanya biasa menyimpan tasnya.

Ini sudah ke 3 kalinya disetiap hari Jumat selalu ada pengirim bunga lily putih misterius.

“Rom gua bingung, siapa sih yang kirim-kirim bunga lily putih ini ya?” Tanya Vanya ke Romy.

“Sepertinya orang ini ngerti banget kalau aku suka sekali bunga lily putih, hmmm tapi buat apa sih susah-susah ngirim bunga kalo akunya tidak kenal,” sungut Vanya.

Romi sahabat Vanya dari pertama masuk SMU, hanya senyum simpul.

”Pastinya Van, cowo itu pengagum berat kamu,” ucap Romy perlahan dengan tetap membaca comic kesayangannya.

“Tapi benar banget nih kata zodiac KAWANKU kalau minggu ini  ada pengagum setia tapi masih malu-malu mengutarakannya. Wah pas banget nih! persis yang aku alam,ya Rom!” Celoteh Vanya yang juga asik dengan majalah kesayangannya.

Romy  hanya membalas dengan senyum manis.

 “Iiiih kamu kayanya senang banget kalo aku dibuat penasaran.” Vanya tanpa sadar memukul punggung Romy bertubi-tubi.

“Duh wanginya cowo ini,” gumam Vanya yang tanpa sengaja mencium wangi macho seragam putih Romy, tidak perduli Romy yang mengaduh-aduh kesakitan.

”Aduh gila lu, cewe apa cowo sakit niy !” Gusar Romy bercanda.

Vanya tahu pasti Romy takan pernah bisa marah, meskipun dia mau bertingkah apa saja bahkan kadang menyuruh Romy semau-maunya.

Apalagi kalo pas pelajaran matematika dan kimia, pasti yang nolongin membuat  tugas-tugas Romy.

Pernah Vanya marah besar, ketika tahu ternyata Romy tidak satu kelompok dengannya saat pelajaran Kimia, malah sebaliknya dia satu kelompok dengan Tania musuh bebuyutan Vanya dalam ektra kulikuler cheers leader.

Tania pernah memfitnah Vanya dengan keji.

Tania menyebarkan omong kosongnya, bahwa terpilihnya Vanya menjadi ketua tim  Merah Putih Cheers Leader karena menyogok pelatih dengan uang.

Tentu saja Vanya tidak terima atas tuduhan tersebut.

Kembali Romy tempat Vanya curcor kekesalannya  akan tingkah laku Tania yang tengil.

 “Yang benar aja gua nyogok-nyogok Capten! (panggilan pelatih cheers leader) hanya untuk jadi ketua tim Merah Putih. Konyol banget Tania nuduh tanpa bukti! Bibir Vanya udah monyong ke kanan kiri.

“Ah sudahlah si Tania itukaniri, biarin saja.”

“Yang penting buktiin dong dengan kamu jadi ketua cheers leader di perlombaan bulan depan, bisa mebawa piala buat sekolah kita,” hibur Romy.

“ Iya aku akan buktiin!” Janji Vanya.

Dan Jumat berikutnya…

Kembali coklat dan seikat bunga lilly putih kembali hadir, Vanya hanya menggeleng-geleng kepala, ”Hmm bener-bener gak gentle nih cowo, tapi tunggu…..”

“ Ijinkan aku untuk selalu menjadi pengagum seorang Vanya “ from SA.

Secarik ucapan manis terselip di antara bunga-bunga lily tersebut.

“ SA pasti singkatan dari Secret Admirer! “ Tebak Vanya dalam hati.

“Aha!” Tiba-tiba Vanya mempunyai ide untuk mendatangi florist yang melabelkan alamat dan no telponnya.

Catch you!” pikir Vanya senyum-senyum.

 Hari Jumat ini ternyata Romy tidak masuk sekolah.

”Ah sepi juga tanpa Romy, makan siang sendiri nih, ternyata baru aku baru sadar Romy sebenarnya sudah banyak banget membantu, menemaniku disaat aku be te juga di saat aku senang. Yah coklat dari  Secret Admirer rasanya jadi gak asyik dimakan sendiri.” Vanya mengeluh dalam hati.

Ternyata sampai Jumat berikutnya Romy masih belum masuk, Vanya sudah mencoba menghubungi handphone nya tapi tidak pernah aktif, terbesit mau menyambangi  rumahnya,tapi malu.

Selama ini dia belum pernah sekalipun berkunjung ke rumah cowo yang sudah banyak mengisi hari-harinya.

Mau minta tolong Dinda untuk menemani ke rumah Romy, tapi Vanya nggak tega karena lagi banyak tugas-tugas.

Dan buket bunga tetap hadir di Jumat pagi Vanya, setelah seminggu Romy tidak masuk sekolah.

“ Aku ingin selalu hadir di hati seorang Vanya .“ From SA.

Semakin membuat Vanya penasaran.

Vanya sudah membulatkan tekad untuk mencari siapa sebenarnya Secret Admirer tersebut.

Siang itu sepulang sekolah.

Vanya sampe juga ke toko bunga yang namanya masih terlabel di buket bunga lily.

“Siang Tante. Kalau boleh tahu saya mau tanya, hari ini pemesanan bunga lily buat Vanya atas nama siapa ya?”

“  Pasti ini Vanya ya?” Kata wanita yang sudah berumur tapi cantik.

“ Kok Tante tau sih?.”

“ Iya, pantesan keponakan Tante suka banget, ternyata memang Vanya cantik ya,” kembali tante tersebut berkomentar.

Vanya yang masih kebingungan,  terperangah,”Keponakan? Maksud Tante inisial SA ,Secret Admirer?“

“Vanya  kenalin, Miranda.” Sapa wanita tersebut ramah.

 “Romy itu keponakan Tante yang paling ganteng, dia sebenarnya sudah suka kamu dari masuk SMU, tapi menurut dia kamu tuh orangnya yang super cuek. Jadi ya gitu deh! Romy bilang cuma bisa mengagumi Vanya dari jauh saja.”

“Karena Tante anggap wanita itu selalu menyukai bunga, maka Tante kasih saran dia untuk kirim bunga-bunga lily di setiap hari Jumat. Romy pernah bilang  Vanya suka bunga lily putih .” Jelas Tante Miranda.

“Ooo, ternyata selama ini si Secret Admirer gak pernah jauh dari diriku, pantesan tahu sekali kesukaan aku bunga Lily dan coklat.” Gumam Vanya pipinyabersemu merah.

“Tapi Romy kemana ya Tan? sudah seminggu ini dia gak masuk.” Tanya Vanya jadi khawatir.

“ Iya Romy lagi sibuk ngusrus pasor dan segala macem persyaratan study-nay. Dia akan terbang ke London, ada tawaran bea siswa dari kantor papanya. Bulan depan dia akan berangkat.” Terang Tante Miranda.

Vanya mendadak lemas, ternyata hatinya selama ini tidak salah.

Romy lebih dari sahabat kata hati kecilnya, selama ini dia terlalu cuek dan tidak pernah menyambut perhatian dan kebaikannya. Disaat Vanya tersadar tapi kenapa secepat ini dia juga harus berpisah dengannya. OMG Jakarta- London.

(Nenny)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s