Write Without Boundaries

EVEN “SAY NO TO TATTOO”

by De Lizta on Saturday, June 16, 2012 at 1:25pm ·

Kebahagiaan itu sementara begitu juga dengan hidup di dunia. Nyawa, harta, fasilitas merupakan pinjaman dari Tuhan Yang Maha Esa suatu hari pasti akan diambil kembali. Pernahkah kalian melihat atau mendengar orang-orang di maya maupun nyata. Seorang artis, pejabat, orang awam, atau teman kita sendiri yang bergambar permanent alias BERTATTOO?

Suatu ketika saya melihat acara HITAM PUTIH yang di Host-kan oleh Deddy Corbuzer, nah bintang tamunya Kirana Larasati dan Nikita Mirzani. Dunia artis yang terlihat glamor dan penuh hiburan ternyata di balik kehidupan nyata mereka, tersimpan kisah yang sangat menyedihkan. Contohnya, Kirana Larasati sewaktu kecil, Ayah tirinya rela berpura-pura terserempet mobil demi mendapatkan uang ganti rugi untuk membeli susu anaknya dan juga Nikita Mirzani yang kehidupan keluarganya tidak harmonis, kurang perhatian dari Ayahnya. Demi melampiaskan kesedihannya itu mereka men-tattoo tubuhnya. Selain biar terlihat wanita yang kuat mereka juga merasa bahwa kesedihannya bisa berkurang.

Namun sekarang mereka menyesal. Dengan bertahap satu persatu hiasan di tubuhnya itu dihapus menggunakan laser. Meski sakitnya lebih terasa dbandingkan dengan pembuatannya tapi mereka tidak mundur dengan niatnya. Selain usia yang mendewasakan mereka, bahwasannya ber-tattoo tidak menjamin kebahagiaan batin. Dengan butiran air mata dari kedua artis tersebut, Nikita Mirzani bilang, ”Jika Mamanya masih hidup pasti beliau akan bahagia melihat perubahan dari anaknya yang sudah membaik dari pakaian dan juga salatnya.”*Kurang lebih begitu.

Begitu juga dengan Kirana Larasati yang awalnya mendapatkan penolakan dari keluarganya dengan cara penampilannya yang berubah lebih baik tapi insya Allah sekarang sudah diterima dengan baik. Ada orang yang dulunya tidak baik tapi berubah untuk lebih baik, tapi malah dibilang munafik yah itulah manusia.

Hidup tak perlu ber-tattoo, ahh … agar terlihat sangar.

************

Masih bingung nggak dengan petikan cerita di atas? Saya mau mengadakan even lomba ngonoh, loh ….

Baca persyaratannya:

Tema: SAY NO TO TATOO

  1. Judul bebas: Berupa cerpen ataupun Flash True Story (FTS) Tidak mengandung sara dan pornografi.
  2. Times New Roman 12 spasi 1,5 margin 3333 panjang naskah 4-6 halaman. Perhatikan EYD.
  3. Buat pengumuman lomba di FB kamu lalu sebarkan info lomba ini kepada 15 teman di FB dan berteman dengan Anung D’Lizta/De Lizta.
  4. Naskah di terima paling lambat tgl 1 Agustus 2012 pukul 00:00 WIB
  5. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu naskah terbaiknya. Kirim ke email: anungdel1627@gmail.com dengan SUBJEK: SAY NO TO TATTOO-Nama Penulis. Sertakan biodata narasi mak 80 kata juga cantumkan (No HP-Alamat-Nama FB) di bagian akhir naskah, jangan dipisah. Naskah file: Judul-Nama Penulis.
  6. 25 naskah terpilih akan dibukukan.

Persayaratan naskah yang lolos:

1. Invest Rp 50,000 mendapatkan 1 buku terbit

2. Mendapatkan royalti

3. 3 Naskah terbaik mendapatkan pulsa Rp 50,000

Bagi yang tidak mau invest:

1. Mendapatkan 1 buku terbit (hanya membayar ongkos kirim)

2. Tidak dapat royalti.

3. Jika masuk naskah terbaik tidak mendapatkan pulsa.

Nah, sudah jelas belum? kalau kurang paham bisa ditanyakan.

*Semoga ini adalah salah satu kampanye anak Indonesia untuk bersih dari ber-tattoo.

*Ber-tattoo bukan berarti hatinya tidak baik, namun *Red (Muslim) bukankah menghalangi jalannya air wudhuk dan salat kita tidak sah.

*Semoga kisah dua artis di atas mendapatkan dukungan dari masyarakat luas.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s