Write Without Boundaries

Catatan Harian

Yuk Ngabuburit On Line Bincang Novel Bareng Nenny Makmun

Ngabuburit On Line

Ngabuburit dengan Nenny Makmun

Yuk ngabuburit bareng JPIN, ikuti Bincang Kepenulisan Online “Asyiknya Menulis Novel” bersama Nenny Makmun (penulis novel “Ketika Mulai Mencintai”, “Di Sudut Hati”, “Karena Aku Memilihmu”, “Cinta Tanpa Batas”, “Forgotten Angel”, “Pupus”)

Dapatkan tips-tips menarik menulis novel, mengatasi hambatan menulis, dan masih banyak ilmu lainnya melalui Bincang Kepenulisan Online ini. Insya Allah akan dilaksanakan pada,

Hari : Minggu
Tanggal : 20 Juli 2014
Jam : 16:00 (bakda Ashar) s.d selesai (waktu buka)

*Bonus 1 eks buku untuk peserta teraktif


From Concert Day_Jibar Jibur and Black Nastar

Happy Cooking Black Nastar

happy cooking_black nastar 2

Bahagiaku Bersamamu … Beginning from piano concert home day until happy cooking …

Mengikuti kegiatan anak-anak sepertinya tidak ada habisnya, hari ini Mbak Icha ada performance piano di Gedung Sudirman Taman Wiladatika.

Jadi dari pagi kita sudah sibuk bangun pagi persiapan segala sesuatu.

Mbak Icha sangat pemalu sepertinya nurunin emaknya yang lebih suka di balik layar untuk apapun, kalau giliran maju di depan orang langsung grogi.

Aduh mau tampil mbak Icha sempat nervous dan nangis tapi untung teacher-nya baik sekali membimbingnya dan aku berusaha menenangkan kalau ini seperti bermain-main saja.

happy cooking_black nastar 5

Syukurlah mbak Icha mau tampil duet dengan teacher-nya menyanyikan : Concert DaySong.  Alhamdulillah ikutan lega.

Dan sore hari dia ingin bermain dengan teman-temannya, alhasil aku gelar kolam kecil karena berencana berenang sari sabtu hujan terus.

Dan lihatlah mereka asyik bermain air. Aku awasi karena takut licin juga.

happy cooking_black nastar 4

Mangikuti anak benar tidak ada capainya, hampir satu jam bermain air pas 16.30 minta buat kue.

“Ayoo Ibu happy cooking school,” Rengek mereka kompak.

Dan paling gak bisa nolak kalau udah anak-anak yang minta, padahal badan rasanya capai tapi Alhamdulillah malah jadi bugar lagi ngikutin mereka. Walau pada ujungngnya aku kecapaian dan keasikan membersihkan ruangan yang acak-acakan.

happy cooking_black nastar 3

Kelupaan dua loyang masih di oven alhasil agak gosong! Bukannya Nastar cantik menjadi “Black Nastar.”

Tapi anak-anak dan suami “Tetap enaaaak katanya!”

Nah berhubung gak ada nenas, ini nastar asal-asal banget untuk pakai Pondan kali ya jadi tetap renyah.

Berbagi resepnya :

Bahan :

-          Dua kuning telur

-          Butter 125 gr lumerkan

-          Margarin 125 gr lumerkan

Cara :

-          Kocok margarin, butter dan kuning telur selama kurang lebih dua menit. Kemudian masukan Pondan Tepung Kue Nastar Siap Pakai, aduk ringan sampai adonan merata dengan soletan (Jangan aduk kuat-kuat)

-          Ambil adonan sedikit demi sedikit, pipihkan seharusnya isi dengan selai nenas tapi berhubung nggak ada ya langsung dibentuk anak-anak sesuka mereka.bAda yang bentuk olaf boneka salju Frozen, bunga, love, bintang. Lalu taruh di loyang yang diolesi margarin. Sampai adonan habis

-          Panggang pada suhu 140 derajat celcius. Setelah kue dipanggang kurang lebih 30 menit (3/4 matang) plus kue nastar dengan cairan kuning telur (kocok lepas 2 kuning telur 1 sdt gula alus). Panggang lagi hingga matang kurang lebih 15 menit.

Sayangnya keasikan bebenah kayanya kelebihan lima belas menit alhasil jadilah Black Nastar.

happy cooking_black nastar 1

Tapi meskipun black nastar tetap nikmat lho di cemil dengan novel-novel karyaku. Tetap ya sambil promo Novelku Dears ….


Little Kartini Bahagia Bersamamu …

Bahagiaku Bersamamu

my littke kartini

Dan lihatlah para Kartini cilik melenggang di panggung mini dengan beraneka ragam busana daerah. Wajah-wajah anak Indonesia yang masih lugu dengan binar mata menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini bersemangat.

21 April merayakan hari Kartini menjadi hari istimewa karena dua puteriku juga melakukan aktivitas yang sama dengan teman-teman lainnya di TK Gardenia Bukit Golf.my littke kartini 2

Icha dan Fay bangun mereka sudah memilih baju yang akan dipakai di Kartinian.

Icha dengan baju kebaya pink Jawa sementara adik Fay memakai baju hijau kuning Betawi.

Icha sudah sibuk ikutan mendadani Fay, tapi adik ternyata milih-milih juga mana yang di mau.

Fay maunya hanya bedakan, eyes shadow dan blash on. Sementara lipstik dan maskara tidak mau.

Dan mbak Icha lengkap, berhubung Kartini modern rambut dikepang saja dan bukan kondean karena emaknya juga nggak bisa ngonde.

Acara Fay lebih pagi pukul 07.30 jadi anter Fay dulu. Sampai di sekolah banyak teman-teman Fay yang lucu-lucu beraneka ragam Bhineka Tungggal Ika.

Tetep saja udah cantik Fay memilih main-main yang tomboy, lihatlah dia sibuk main umpat di kolong tong besi, lalu menyeberang  jembatan besi dan ayunan kencang.

Acara Fay kelarsetelah maju di panggung untung nggak pakai acara nangis ya dhe! Good job deh Sayang!

Pulang bawa goody bag dan piala. Asiiikkk …

Dan mbak Icha acara pukul 10.00 dan setelah siap menjemput sahabatnya Naura lalu ke sekolah untuk melakukan hal yang sama dengan Fay.

Mbak Icha juga alhamdulillah tampil dengan sedikit malu-malu, yang penting sudah tampil dan berani ya mbak Sayang, good!

Dan hari ini tambah koleksi pialanya di rak. Alhamdulillah.

Kebahagiaan sederhanaku saat bersama kalian bisa menulis buku-buku ini Sayang ….

happy cooking_truffle 4

Semoga Ibu tetap terus berkarya dengan tetap di samping kalian … karena bahagiaanku bersamamu ….


Ulasan About Me Dari Bunda Anisae

Link :

http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html

go to Ritz Carlton_4

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf


Kebahagiaanku Bersamamu

Dan The Bay Bali Menyatukan…

the bay bali

 

“Ibu lihat ada Brown di sini…” Icha tampak girang melihat segerombolan kelinci yang ada di kandang dan beberapa ekor lepas.

“Wah iya kenapa Brown ada di sini ya Dhe ?” Kataku menanggapi puteri kecilku yang tengah girang menemukan seekor kelinci berwarna coklat seperti yang dimiliki Naura sahabatnya di kompleks Bukit Golf Jakarta.

Selanjutnya aku menyaksikan pemandangan begitu bahagianya puteriku melihat kelinci-kelinci lain yang merupakan teman-teman Brown.

Dengan girang dia memberikan satu persatu nama,”Wah itu Black! Gold! Polkadot! Snow White! Olaf!” nama-nama asing yang kerap di dengar dari buku cerita yang aku bacakan menjelang tidur malam atau film yang baru saja populer di Desember 2013 kemarin Frozzen dengan tokoh boneka salju bernama Olaf.

Setelah puas bermain-main dengan kelinci berlari dan dipeluknya, dia mulai memperhatikan anak-anak sebayanya yang tengah asik menggambar di bawah pohon rindang. Seorang petugas menyapanya dan langsung membimbing untuk menggambar.the bay bali_2

 Aku duduk agak menjauh menikmati keramahan sekeliling di Sunday Market yang sebelumnya tidak pernah aku rencanakan sama sekali.

Setelah 9.3 tahun aku bekerja mencoba mengaplikasikan ilmu S2 yang aku peroleh dengan kerja keras. Aku menempuh S2 sambil bekerja pada sebuah perusahaan farmasi sebagai seorang detailer. Senin sampai Jumat aku bekerja dengan target-target bertemu dokter untuk menerangkan obat-obat ethical yang aku pegang dan tentu saja satu paket dengan target omset yang kadang membuat aku stres kalau tidak tercapai.

Hari Sabtu dari pagi sampai malam aku kuliah Magister Manajemen di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Aku berusaha keras merampungkan kuliah dengan tepat waktu. Dan berhasil satu setengah tahun aku kelar meraih gelar S2.

Aku mulai loncat mencari pekerjaan lain dan aku diterima di sebuah perusahaan elektronik multinasional sebagai Sales Support.

Dua tahun bekerja aku menemukan jodohku dan menikah. Setahun kemudian aku memiliki seorang puteri Icha. Bukan hal yang mudah memiliki bayi dan bekerja kantoran. Kadang ada perasaan tidak tenang karena Icha hanya dengan bibi di rumah.

Tidak ada pilihan kami berdua harus bekerja demi kelangsungan hidup di kota Jakarta yang serba mahal dalam segala hal.

Dan waktu berjalan bagitu saja sepertinya banyak yang aku lewatkan begitu saja pertumbuhan puteriku yang semakin beranjak besar.

Acara sekolah play group sesekali bisa aku ikuti bila dapat ijin dari pihak kantor yang juga menuntut tinggi akan kehadiran aku di kantor.

Kadang hanya bisa melihat dari foto-foto yang dikirim ibu teman balitaku yang berbaik hati memotret Icha dalam suatu kegiatan sekolah.

Sedih saat dia mulai suka protes,”Kenapa anak-anak lain di antar ibunya, sementara Icha hanya di antar bibi dan mang Dawi (tukang ojek langganan).”

Aku hanya bisa menjawab,”Sabar ya Sayang, Ibu juga ingin selalu dekat denganmu tapi sabar ya suatu saat nanti pasti Ibu pulang ke rumah dan selalu menunggui kamu. Sekarang Ibu kerja dulu mengumpulkan uang untuk biaya sekolah Icha sampai besar.”

***

Dan waktu berjalan hingga tidak terasa suami yang bertugas di luar Jakarta meminta untuk aku mengundurkan diri. Sebuah kesepakatan yang maju satu tahun dari rencana.

Suami mulai keberatan karena load kerjaan aku di Jakarta meninggalkan puteriku, sementara beliau juga tidak bisa dekat kami berdua merasa khawatir akan perkembangan Icha yang dipegang bibi.

Tentu saja bukan keputusan yang mudah 9.3 tahun aku bekerja mencoba mengejar karir tiba-tiba harus mengundurkan diri.

Tapi demi melihat perkembangan buah hati kami dan tidak keurus, apalagi bibi semakin tua sementara Icha juga mulai suka ikut les-les maka tidak ada pilihan atau sebenarnya pilihan terbaik untuk aku kembali ke rumah.

Sejenak mengabaikan S2-ku, karirku semata menjadi ibu rumah tangga utuh untuk keluargaku.

***

Hanya ikhlas yang bisa aku lakukan, aku seorang ibu dan kewajiban utamaku memang mengurus rumah dan menjaga amanat suami.

Untuk mengisi hari-hari di rumah aku kembali menulis agar otak tetap bekerja dan tidak merasa terpuruk.

Nyatanya perlahan aku mulai menikmati menjadi seorang ibu Rumah Tangga apalagi 9.3 tahun tidak mengurus rumah banyak sekali yang harus dibenahi.

Dan saat aku menulis ini setengah tahun aku menjadi Full Time Mother nyatanya kebahagian sederhana adalah bisa selalu dekat dengan puteriku. Mengetahui perkembangan dia menit demi menit, mendengar celoteh dia saat menjemput sekolah dengan kejadian-kejadian yang di alami di kelas.

Saat aku menunggu dia di gerbang sekolah jelang pulang sekolah, kerap tanpa sengaja aku jadi memperhatikan anak-anak lain yang menunggu jemputan. Mata anak-anak balita itu begitu bening dan binar mata mereka berbeda saat yang menjemput ibunya sendiri dengan hanya pembantu.

Binar mata anak yang dijemput ibunya terlihat sangat ceria dan sepertinya banyak hal yang ingin segera diceritakan tetapi sebaliknya kalau yang jemput tukang ojeknya, mbak atau bibi mereka hanya terdiam dan sinar matanya tampak redup.

Aku menjadi trenyuh, kemarin-kemarin Icha mengalami hal seperti itu,”Maafkan Ibu ya Nak, tapi Ibu janji tidak akan meninggalkan kamu lagi. Ibu akan bekerja semampu Ibu di dekatmu. Ibu mungkin hanya menjadi penulis biasa dan mungkin saja tidak memperoleh secara materi lebih seperti waktu Ibu bekerja di perusahaan multinasional tapi Ibu bahagia masih diberi kesempatan mendampingimu di masa emasmu.”

***

Sunday market kuhirup udara segar dan semilir angin di Nusadua Bali dalam kenyaman perut yang terisi makanan dengan bumbu nusantara The Bay Bali bagai surga dunia kurasakan.the bay bali_5

 Aku mengajak puteri kecilku berlibur membayar hampir lima tahun aku tidak mendampinginya karena kesibukan kantor. Hasil kerja 9,3 tahun dengan ijin suami aku alokasikan untuk berlibur bersamanya karena suami tidak bisa ikut beliau harus tetap dinas. Dan memang aku hanya ingin berdua saja dengan puteri kecilku yang sekarang tengah berlari mendekatiku sambil membawa hasil gambarnya.

“Lihat Ibu gambarku, keren-kan ?” katamu percaya diri.

 “Kereeen sekali Nak.”

Dan memang aku terharu akan gambar puteriku, sebuah coretan seorang ibu dan anak perempuannya bergandengan tangan lalu di bingkai dalam gambar love. Di bawahnya bertuliskan” I Love You Mom.”

Aku masih saja terharu dan tiba-tiba Icha sudah menarik aku sambil berteriak,”Ayo Ibu sekarang kita main istana pasir! Lihat pantainya sangat indah dan bersih! Dan lihat Ibu itu sepertinya ada kura-kura! Kereeeeen sekali Ibu! Kapan-kapan kita harus ajak Ayah kemari ya Ibu!”

“Tentu Sayang … Ayahmu harus sesekali disuruh berlibur dan kita bisa bersama-sama menikmati kebersamaan di The Bay Bali yang amazing ini!”

 The Bay Bali dengan segala keindahan dan fasilitas yang ramah membantu aku menyatukan hati dengan Icha yang bertahun-tahun sebelum bangun tidur aku tinggal berangkat kantor dan malam saat pulang dari kantor yang selalu macet dari tol ke tol sudah tidur terlelap.

Makanan di berbagai restoran yang luar biasa. Layanan di pantai, yang fantastis, termasuk buah-buahan segar eksotis yang dibawa dengan es minuman.

Klub anak-anak yang fantastis. Kami mengunjungi dekat candi dan pasar. Staf yang sangat ramah dan orang yang menjalankan hotel adalah orang yang hebat. Untuk kemewahan dan indulgensi, termasuk fab spa, itu adalah untuk tidak boleh dilewatkan.

Dan aku mengejar Icha yang sudah ingin melepas kegembiraannya di pantai Pirates Bay dengan aktivitas yang menyenangkan.

the bay bali_4

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Proyek Menulis Letters of Happiness: Share your happiness with The Bay Bali & Get discovered! www.thebaybali.com 


Side of Just Me : When I Try to Share …

Ketika Harus Bicara …

ts_arsip kino (8)

Jujur hal yang aku hindari adalah ketika harus banyak bicara di depan orang banyak. Aku tidak terlalu percaya diri makanya dari dulu aku memilih apa-apa di balik layar.

Bukan nggak mau share tapi entah kenapa grogi kalu sudah di depan orang banyak, makanya lebih suka ngobrol on line.

Dan pada suatu waktu harus talk show dan membuat beberapa hari waktu talk show  22 Febuari 2014 tidur nggak nyenyak, kepikiran aja. Pokoknya udah minta bantu sana-sini dan doa.

Tapi aku coba untuk meyakinkna diri kalau aku harus berbagi dengan cara apapun termasuk talk show dan aku coba apa adanya saja.

Bersyukur dipandu mbak Riri Ansar dan mas Novanka Raja juga dari pihak Gramedia MC nya mas Rully yang komunikatif juga.

Kereen deh melihat bertiga bisa bicara lepas. Maybe someday bisa ya …

ts_arsip kino (10)

Dan untungnya aku ada teman sesama penulis mas Petra Shandi yang asik banget deh kerja sama dalam jawab pertanyaan, jadi bisa ada jeda napas bila sulit pertanyaannya.

Rada bingung waktu ditanya masalah menciptakan konflik yang bagus bagaimana ? dan cara menentukan karakter yang kuat gimana nemunya ?

Aku jawab konflik yang bagus dan seberapa tajam konflik itu kembali ke personal juga si, karena bisa saja kita ciptakan masalah dan sudah dianggap paling meruncing dan ribet tapi belum tentu anggapan orang lain. Dan biasanya memang aku share dengan orang lain kalau buat cerita. Apakah konflik ini sudah cukup menarik bila ada tanggapan balik sebagai masukan itu bisa jadi materi untuk meneruskan tulisan kita.

Bang Petra juga menyarankan banyak membaca dan banyak menggali akan bermacam-macam konflik dari berbagai sumber bisa lagu, membaca, menonton atau jalan-jalan. Ini juga akan membangunkan inspirasi menciptakan konflik. Pokoknya keren penjelasan Bang Petra Shandi.

Sama-sama kita jadi bertukar pikiran. Dan kebanyakan anak-anak ABG yang datang. Gak apa-apa pencintanya Anak Baru Gedhe. Lucu dan imut masih …serasa jadi muda lagi.

Sementara karakter biasanya memang ngebayangin orang-orang yang kenal atau diam-diam tahu tapi bisa juga saran Bang Petra dari tokoh-tokoh terkenal artis.

Tentu saja secara pribadi saya mengucapkan terima kasih pada Kinomedia Writer Akademik buat kesempatan untuk bisa share fun dan warm.

Masih banyak dan liputan terlengkap ada di : http://kinomediawriter.co.id/kinomedia-goes-to-tb-gramedia-grha-cijantung-jakarta-pebruari-2014/

Keterangan :

Foto-foto : milik Kinomedia Writer Akademik


Penggalangan Buku Antologi Untuk Sinabung

Doa Untuk Sinabung #Pray For Sinabung

Bersabarlah Tanah Karo

Sinabungpun memuntahkan lahar

Bagai protes alam yang menyadarkan

Betapa kita adalah kecil dan tak berdaya

Ketika Sinabung meletus meluapkan awas panas

Tangisan dan jeritan ketakutan

Lenyap dengan dentuman

Korbanpun berjatuhan

Duka pun tak terelakan

Hanya doa-doa dan harapan

Memohon pengampunan dan kebaikan

Sang Khalik pencipta alam untuk

Meredakan bencana ini

Bersabarlah tanah Karo

Kita akan selalu bersama

Satu negeri yang berduka

Cimanggis Bukit Golf_14022014 22:04

Sumber link : https://www.facebook.com/groups/1401962033392032/

Menghimbau kepada saudara sekalian yang telah menyatakan bergabung dalam Persatuan Penyair Peduli Bencana, yang karyanya telah siap untuk segera dikirimkan ke Rose Marry St, dan mentransfer donasi sumbangan yang telah disepakati ke rekening mbak Seyhan Zuleha. Sebab buku episode 1 akan segera diproses. Kita targetkan maksimal tanggal 20 Februari sudah mulai bisa disusun.

Selain itu, karya-karya juga diperlukan untuk dibacakan saat acara Ngamen Sastra Keliling Kota. Jjadi semisal karyanya belum genap 5 bisa dikirim dulu sedapatnya agar bisa digunakan ngamen.

Jadwal ngamen yang telah terlaksana kemarin Minggu 9 Februari di kota Malang, diikuti mbak Seyhan Zuleha dari CRTV Malang, Bpk Bambang Eka Prasetya dari Magelang, Andry Pituin dari Cianjur, Dll.

Jadwal ngamen berikutnya:
1. 16 Februari di Kota Trenggalek, yang telah memberi konfirmasi kehadiran: Ummi Salma Pacitan, Seyhan Zuleha, Ary Nurdiana Ponorogo, Tulus Setyadi Madiun, St Sri Emyani Trenggalek, Koko Prianto Trenggalek dan beberapa lain dari kota Trenggalek, Tulungagung dan sekitarnya.

2. Tgl 2 Maret di Kota Ponorogo.

Bagi rekan lain yang berada di Indonesia, dapat berkoordinasi untuk jadwal kegiatan ngamen berikutnya di kota masing-masing.

Salam Peduli Bencana.