Write Without Boundaries

Posts tagged “google.pic

Si Lucu = Sahrul Khan

Si Lucu   = Sahrul Khan

Kamis lalu aku menemani Icha bobo, ternyata di salah satu chanel TV lagi acara  Ipin Upin setelah itu Icha berseru “India Ibu abis ini, ada si Lucu.”  

“Si Lucu, siapa lagi nih….?”

Setelah TV main ternyata Icha mulai ketawa-ketiwi, itu ibu si Lucu, ternyata si Lucu adalah bintang filmIndiayang ganteng si Shrul Khan. Sebentar saja Sahrul Khan nggak nongol Icha nyariiin…”Mana si Lucu…mana si Lucu…”

“Ya sabar tho Mbak,kanlagi iklan atau kalau pas bintang lain yang nonggol aku bilang sabarkan si Lucu masih kemping juga kaya kita.”

Kebisaan terbaru bila aku pulang dari kantor dan Icha minta ditemani tidur ada acara kemping-kemping dulu, acara kemping ala Icha adalah selimut Spong Bob-nya dikaitakan dengan pinggir tempat tidur terus di tarik ditindihin bantal jadilah rumah-rumahan, terus kita masuk deh.

Tetap dalam kemping dia mencari “Yuks lihat si Lucu”, oalalala Sahrul Khan ternyata lucu di mata Icha, padahal kalau di mata emaknya sih ganteng wkwkwkwk :D


Humor BB (4) – Juice Intermezzo ;)

JUICE INTERMEAZZO :

ENTHONG

Di daerah rawa bokor cengkareng ada  ibu Entin yang punya anak laki 10 orang, tp yang uniknya semua anaknya itu dinamain sama semua, Entong. Suatu ketika bu Entin di wawancarain wartawan.

Wartawan: Bu, maaf saya mau tanya kenapa ibu namain anaknya sama semua yak?

Bu Entin : Yah biar gampang aje Pak. Kalo saya ngebangunin cukup tereak, Entong! Bangun! Nah sepuluh-sepuluh pade bangun deh. Entong! Mandi! Nah pade mandi deh semuanye. Entong! Makan sono! Nah pada makan deh tuh. Gampang kan Pak?

Wartawan : Iya ya, bener juga ya?! (Sambil garuk-garuk kepala). Emm,tapi itukan kalau mau manggil semuanya Bu, pegimana kalo Ibu mau manggil satu-satu?

Bu Entin : Jiaaah pak Wan (wartawan maksudnya), kalo ntu mah gampang bangat dah…..tinggal aye panggilin aje nama bapaknya satu-satu…..

Perbedaan Dokter vs Sinshe :

Karena sering jajan. Si Alex kena penyakit kelamin.Kelaminnya bentol-bentol, merah, gatal, berair dan sakit sekali. Karena gak tahan Alex pergi ke dokter spesialis kulit kelamin. Setelah diperiksa, dokternya bilang.. ”Waduh Pak ini penyakit berbahaya satu-satunya cara supaya bapak bisa selamat, kelamin bapak musti di amputasi supaya tidak menjalar kemana-mana.  Mendengar vonis dokter, Alex pun langsung lemas dan nyaris putus asa.. dia minta waktu untuk berpikir.

Saat pulang.. Alex melewati praktek sinshe tradisional.. lalu Alex masuk ke sana.. Setelah melihat penyakitnya.. sinshe nya bilang.. “Waa.. ini emang penyakit belbahaya dan langka loe dah pigi ke doktel..??”

Alex jawab dengan sedih.. “Iya koh.. kata dokter musti di amputasi”

si Sinshe bilang.. “Haiyaa.,dasal doktel zaman cekalang mata luitan.. Sikit-dikit opelasi, sikit-sikit amputasi, mau luit saja, ini tilak pellu li amputasi..laa!!”

Mendengar itu Alex pun menarik napas lega..dan merasa sangat gembira. “Jadi kelamin saya  gak perlu diamputasi??”

Sinshenya bilang.. “Minum lamuan ini, tilak pelu. Li potong , tunggu tika hali juga copot sendili ..!!!”

SIKECIL

Di suatu obrolan..Mas, Mas  maaf kalo mau merokok di ruang merokok dong.  ini si kecil terganggu dan jadi bangun” Ujar si ibu muda yang lagi menyusui bayinya.

“Ya Mbak… maaf juga… mbak kalo mau nyusuin di ruang menyusui juga dong,  ini si kecil saya juga terganggu dan ikut bangun.

NAMA ISTRI

Mau tau Nama2 istri di HP suaminya

Baru menikah (*) MY LOVE.

1 thn menikah (*) MY WIFE.

5 thn menikah (*) HOME

10 thn menikah (*) KANTOR PUSAT

20 thn menikah (*) WRONG NUMBER.

30 thn menikah (*)WONG EDAN :D

GENTAYANGAN

Halo kak…

boleh kenaLan gak?

namaku Meisa

umurku 5tahun

rambutku panjaaang banget

waktu uLtahku yang ke5 keluargaku dibantai

Papa digantung

Mama dibakar

aq dikubur hidup2

Kak main yuk?

aq yang hitung ya

123

aq sekarang di.sebelah kakak

Setiap sore dan malam kita main ya kak!

kalau pagi sama siang aq bobo. ok !

Kak aku jemput ya ikut ke aLamku,ok!

Kirim k.16 Teman mU kalau tidak, dia akan mengajakmu main tiap malam. Malam ini dan seterusnya. Ini nyata (ada 1 anak kediri yang hilang sampai sekarang entah kemana ,karena tidak menghiraukan bbm ni)!!!

Maaf saya hanya cari aman.

KONSER

Hari ini’ Di senayan ada konser COKELAT, ANANG sama GIGI. Tapi katanya si ANANG ngambek ngga mau manggung! Panitia jadi resah kenapa Anang jadi Plin Plan n Belagu. Selidik punya selidik. Ga taunya Anang ngambek karen di Spanduk tertulis : SAKSIKAN…!! GIGI ANANG COKELAT……:D

Rayuan Gombal of The Year 

Co : “maaf mbak,,jangan terlalu lama duduk di kursi itu,,pindah sini dekat saya aja.”

Ce : “loh kenapa?”

Co: “takut dikerubung semut,,soalnya mbak manis.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : “mbak,,orangtuanya pengrajin bantal ya?”

Ce : “hah?! Bukan,,kenapa? “

Co : “kok kalo deket mbak rasanya nyaman.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : “kamu itu seperti sendok.”

Ce : “kenapa?”

Co : “karena kamu mengaduk-aduk perasaanku.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : “mbak punya uang koin? boleh minta?”

Ce : “buat apa?”

Co : “aku udah janji sama ibu kalau aku akan menelepon dia kalo aku jatuh cinta.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Ce : “say, kalo mama kamu & aku tenggelam barengan,,siapa yang kamu tolong?”

Co : “ya mamaku lah,,emang kamu yang lahirin aku?”

Ce : “ih kamuuu.”

Co : “iyaa,,tapi habis selamatin mamaku,,aku akan tenggelam bersama kamu.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : “hmm,,maaf yaaa,,belakangan ini tanganku agak kasar.”

Ce : “ahh,,gpp kookk,,emangnya kenapa?”

Co : “soalnya tiap hari aku jadi kuli.”

Ce : “yang bener kamu,,dimanaaa? “

Co : “di hati kamu,,aku sedang buatin istana cinta buat kita berdua.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : “sayaaanngggg, ,papa kamu astronaut yaaa,,,.”

Ce : “nggak kookk,,.”

Co : “kalo gitu pasti kakek kamu.”

Ce : “nggak jugaa,,.”

Co : “trus yang astronaut siapaa,,?”

Ce : “nggak adaaa,,.”

Co : “tapi koq ada berjuta2 bintang di mata kamuuuu,,.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : “neng,,kamu capek gaakkk,,.”

Ce : “haaahhh,,,. “

Co : “soalnya eneng berlari2 terus di pikiran abang,,.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : Bpk kmu tukang kebun ya?

Ce : bukaan … knp emanknya?

Co : di hati kmu byk bunganya

DARAH

Tolong bantu doa ya! :( Td aku check up ke dokter, kt dokter aku ada ”kelainan darah”. Udah dicek di lab, aku kaget :/ hasilnya positif (+). Ternyata aku berdarah ningrat & lebih parahnya lagi aku terkena penyakit ”Cutelity”. Ini semacam penyakit makin lama makin keren dan mempesona gitu lho! :D Gak nular sich, tp gak bisa sembuh aja. 

Judul Lagu

KD : “Pilihlah Aku”

Anang : “Jangan Memilih Aku”

Syahrini : “Kau Yang Memilih Aku”

Next Ashanty : “Aku Yang Dipilih”

Tukang CD MangDu : “Yaa dipilih dipilih dipilih dipilih”  

DEMAM MD

Demam MD membuat orang jadi kreatif ttg Puting…#:-s >:/ …..ini beberapa contoh :O zoom out (.Y.) zoom in ((( o Y o )))

(  .♓.  ) puting yang terikat

( •)(• ) puting juling

(*)(   o  )  puting besar sebelah

(( z ))(( z )) puting bergetar

( + )( – ) puting baterai

( )( ) puting yang hilang

(#)(#) puting yang terluk

(O)(O) puting yang merekah 

(@)(@) puting crop circle

(☐ )( ☐) puting berkoyo

(?)(?) puting yang bingung

(¤)(¤) puting Beliung

(0)(o) puting yang tertukar

(.)(‘) puting musuhan

( | )( | ) puting horny

(¬) (¬) Puting kayang

(。)( ) puting copot satu

(♥)(♥) puting I’m in love

(x)(x) puting hardcore

(  •  )(  x  ) puting pecah sblh

( ; )( ; ) puting gandaCampuran

(▲)(▲) puting d’balik bikini

(o)(o.) puting bertahi lalat

(✆)(✆) putingpon umum

(!!!) (!!!) puting yang pemarah

( 8 )( 8 ) satu boobie dua puting

(©)(®) puting terregistrasi

( . ) ( • ) puting juling

()() puting Blackberry

(Δ)(Δ) puting piramid

(~)(~) puting gembyor

(☀)(☀) dipelototin puting

ː̗̀(☉)ː̖́ ː̗̀(☉)ː̖́ puting glow in the dar

pic : google

Sent from my BlackBerry®

powered by Sinyal Kuat INDOSAT


Menuju Sehat Dengan Konsumsi Makanan Mentah

Share from :  “Sri Yani Ekawati” sri_yani@wikarealty.co.id

Date:    Tue, May 10, 2011 11:45 am

Pengalaman Menjalani Raw Food: Sebuah Awal Pencarian

Oleh: Victoria Boutenko

Kami dulu bergurau bahwa kami beruntung karena sekeluarga bisa sakit bersama-sama. Tapi pada tahun 1993, masalah kesehatan kami bukanlah gurauan lagi karena saya, suami, dan kedua anak saya sekarat.

Saya, 38 tahun, didiagnosa penyakit yg sama dgn ayah saya, arrythmia, yaitu detak jantung yang tidak biasa. Kaki saya terus menerus terasa sakit karena edema, berat badan saya 140 kilogram, dan masih terus bertambah. Lengan kanan saya mati rasa pada malam hari, dan saya khawatir bila sayameninggal dan anak-anak saya jadi yatim piatu. Saya terus menerus merasa capai dan depresi. Akhirnya, dokter saya angkat tangan dan menyuruh saya untuk berdoa.

Suami saya, Igor, sakit-sakitan semenjak kecil. Sampai usia 17 tahun dia sudah menjalani operasi sebanyak sembilan kali. Dia menderita hipertiroid progresif dan rematoid artritis kronis, pada usia 38 tahun kesehatannya sudah rusak total. Denyut jantungnya hampir selalu 140+, matanya selalu berair pada siang hari, dan tangannya gemetar. Seluruh badannya terasa sakit. Dokternya berkata bahwa dia harus bersiap untuk menghabiskan sisa hidupnya di atas kursi roda.

Anak perempuan kami Valya terlahir dengan asma dan alergi. Mukanya pucat, dan hidupnya banyak duduk karena dia akan batuk dan tersedak bila berlari atau melompat. Tahun 1993, pada usia 8 tahun, hampir setiap malam dia bangun karena batuk yang terus menerus.

Anak laki kami, Sergei, didiagnosa menderita diabetes pada usia 9 tahun. Kami menghabiskan 2 sampai 4 ribu dollas AS dalam sebulan untuk membayar pengobatan, asuransi, pertemuan-pertemuan dengan dokter dan obat-obatan. September 1993 dokter memberitahu kami bahwa Sergei harus diberi insulin.

Igor dan saya sangat terpukul. Nenek saya yg menderita diabetes belum lama meninggal karena overdosis insulin. Saya tidak dapat membayangkan bahwa Sergei harus menerima obat yang kekuatannya begitu besar. Saya bertekad tidak akan memberikan insulin. Saya mencari informasi ttg insulin di perpustakaan. Semua buku yang saya baca menjelaskan bahwa suntikan insulin dapat menyebabkan melemahnya fungsi mata dan gagal ginjal.Ketakutan saya terhadap insulin semakin menguat. Saya bertanya kepada semua orang, dan akhirnya bertanya hanya kepada orang yang tampak sehat mengenai alternatif pengobatan lain untuk diabetes.

Dua bulan kemudian, keajaiban terjadi! Dalam antrian bank yang letaknya hanya dua blok dari rumah, saya melihat seorang wanita dan langsung mengerti apa yang dikatakan orang tentang ‘kulit yang bersinar’.

Dia, yang bernama Elisabeth, terlihat sangat sehat. Saya (S) bertanya kepadanya: “Menurut Anda, apakah diabetes bisa disembuhkan secara alami?”

Elisabeth (E): “Tentu saja!”

S: “Mengapa Anda begitu yakin?”

E: “Karena saya sembuh dari kanker usus stadium 4, 20 tahun yang lalu.”

S: “Tetapi itu tidak sama dengan diabetes.”

E: “Semuanya sama.”

S: “Bolehkah saya membelikan anda makan siang dan kita bisa mengobrol?”

E: “Terima kasih, tetapi saya tidak akan makan makanan Anda.

Saya dengan senang hati akan menjawab pertanyaan Anda.”

Saya dan Elisabeth duduk di luar bank dan dia bercerita tentang. makanan mentah.

Awalnya, saya sangat kecewa. Saya mencari jawaban yang lebih serius.Saya akan bekerja keras dan membayar berapapun untuk ramuan obat yang mujarab. Makanan mentah terdengar terlalu simpel.Saya pernah mendengar tentang makanan mentah dan saya tidak senaif itu untuk percaya.Saya bertanya ke Elisabeth, “Apakah Anda percaya bahwa manusia bisa hidup hanya dengan buah, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian, mentah?!”

Elisabeth menjawab dengan 3 hal:

1. Hewan tidak memasak makanan mereka.

2. Saya makan hanya makanan mentah selama 20 tahun dan sembuh dari kanker usus.

3. Anda tidak datang ke dunia ini dengan kompor menempel di perut Anda.

Jawaban yang jauh dari ilmiah, tetapi saya tidak dapat membantahnya. Selain itu, saya sangat terkesan dengan ppenampilan Elisabeth yang terlihat sangat muda, dan saya sangat ingin kesehatan anggota keluarga saya menjadi lebih baik. Saya ingin mencoba makanan mentah, dan demi anak lelaki saya, saya mengajak suami saya untuk mencoba makanan mentah selama beberapa minggu.

Suami saya marah, “Saya orang Rusia, tidak bisa hidup dengan makanan kelinci. Saya bekerja fisik.Saya menyukai borscht Rusia dengan babi. Makanan menyatukan keluarga. Kamu mau kita duduk bersama mengelilingi batang wortel?! Coba pikir lagi. Seseorang harus belajar selama 14 tahun untuk menjadi dokter. Pemerintah telah mengeluarkan bilyunan dollar untuk penelitian medis. Apakah menurutmu mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan? Kalau menjadi sehat segampang itu, para dokter sudah melakukannya sejak dulu.”

Saya kecewa, namun saya mencoba untuk membicarakannya lagi di waktu yang lebih tepat. Suatu hari suami saya bangun dengan rasa sakit yang paling buruk.Dia merasakan sakit di tenggorokan, tidak dapat berbicara. Saya membawanya ke rumah sakit. Setelah melihat hasil tes darah, dokter menyuruhnya operasi, karena tiroidnya sudah tidak bagus lagi dan harus diambil.

Igor protes, “Saya sudah menjalani 9 kali operasi. Tidak satupun membantu, dan saya telah memutuskan untuk tidak akan menjalani operasi lagi sepanjang hidup saya.”

“Operasi ini tidak bisa dihindari,” kata dokter.

“Bagaimana bila saya menolak?” tanya Igor.

“Anda akan mati,” jawab dokter.

Igor bertanya “Berapa lama lagi?”

Dokter memperkirakan,

“Mungkin kurang dari dua bulan.”

“Saya akan menjalani pola makan makanan mentah!” kata Igor.

Kami pergi dan hari itu, 21 Januari 1994 adalah titik balik dalam sejarah kesehatan keluarga kami. Semenjak itu seluruh keluarga menjalankan pola makan makanan mentah. Kami pulang dari rumah sakit dengan belum mengetahui takdir kami dan sepakat untuk menjalankan pola makan makanan mentah selama dua minggu dan melihat apakah ada perbaikan dalam kesehatan kami.

Beberapa jam kemudian, Igor pergi bekerja, saya ke dapur. Saya menyadari bahwa ini bisa menjadi satu-satunya kesempatan dalam hidup untuk melakukan perubahan besar. Saya memeriksa makanan di kulkas dan di lemari dan menemukan bahwa hampir tidak ada makanan mentah di rumah kami. Semuanya harus menyingkir!

Saya mengambil kantong sampah besar dan membuang semua makaroni, sereal,nasi, makanan kecil, es lilin, busa krim kental, roti, saus, keju, dan tuna kaleng.

Selanjutnya menyingkirkan mesin pembuat kopi, pemanggang roti, dan mesin pembuat pasta. Saya mematikan lampu kompor dan menutup kompor dengan sebuah talenan besar.

Yang tertinggal hanyalah sebuah microwave yang besar dan mahal. Saya teringat akan roti lapis dengan keju meleleh, tarcis, dan semua ‘keajaiban’ yang telah saya buat dengannya.

Lalu, saya berpikir tentang Sergei dan diabetesnya. Dari semua hal di dunia, saya tidak ingin dia memakai insulin. Jadi saya mengambil palu, memecahkan pintu kaca microwave itu, dan memindahkannya ke garasi.

Saya keluarkan semua panci dan wajan baru saya ke pinggir jalan, yang lenyap beberapa menit kemudian.

Lalu saya segera pergi ke supermarket. Saat itu saya tidak pernah tahu tentang menu makanan mentah. Saya tidak tahu apa saja yang dimakan para penganut pola makan mentah, dantidak pernah mengenal mereka, hanya Elizabeth, yang makan dengan sederhana.

Saya belum pernah mendengar tentang kraker flaxseed yg dikeringkan, susukacang, keju biji-bijian, atau kue mentah. Saya pikir makanan mentah adalah salad. Sejauh ini, saya berasal dari Rusia, dimana buah dan sayur segar hanya ada pada musim panas. Makanan kami adalah kentang, daging, makaroni, banyak produk susu, dan buah kadang-kadang. Kami tidak biasa makan salad dan keluarga saya tidak suka sayuran. Maka, saya menuju ke bagian buah- buahan.Mengacu pada dana, kami biasanya hanya beli apel washington, jeruk naval, dan pisang. Saya penuhi keranjang dengan tiga macam buah ini.

Saat anak-anak pulang sekolah dan Igor pulang kerja, mereka bertanya,

“Apa makan malamnya?”

Saya minta mereka lihat ke kulkas. Anak-anak tidak percaya apa yang mereka lihat.

“Dimana camilan untuk nonton TV? Kemana semua es krim?”

Sergei berkata, “Lebih baik saya disuntik insulin seumur hidup daripada harus ikut pola makan gila ini.”

Mereka menolak untuk makan dan pergi ke kamar.

Igor makan 2 buah pisang dan protes, katanya membuat semakin lapar.

Kami punya banyak waktu hari itu. Saya ingat, kami berjalan dari ruang satu ke ruang lainnya sambil terus melihat jam.

Itulah saat awal saya menyadari betapa banyak waktu yang selama ini sayahabiskan untuk memikirkan, merencana, menyiapkan makanan, makan, dan membersihkannya.Kami merasa lapar, tidak nyaman, aneh, dan tersesat. Kami mencoba nonton TV, tapi iklan ayam panggang sangat tak tertahankan. Sangat sulit menunggu hingga pukul sembilan. Tidak bisa tidur karena lapar, saya mendengar langkah kaki di dapur dan suara laci dibuka dan ditutup.

Esoknya, tidak seperti biasanya, kami bangun awal dan berkumpul di dapur.Saya melihat banyak kulit pisang dan kulit jeruk di pojok.Valya bercerita bahwa dia tidak batuk malam itu.Saya ingat, saya berkata kepadanya,”Itu hanya kebetulan, pola makan ini tidak bekerja secepat itu.”Sergei memeriksa gula darahnya.Masih tinggi, tapi lebih rendah daripada beberapa pekan terakhir. Igor dansaya merasakan penambahan energi, dan secara umum, merasa lebih ringan dan positif.

Kami juga merasa sangat lapar.Saya tidak pernah mengatakan bahwa beralih ke pola makan mentah itu mudah. Itu sangat berat bagi kami berempat. Tubuh kami meminta makanan yang biasa kami makan.Dari hari pertama, dan sampai beberapa minggu sesudahnya, menit demi menit,saya melamun membayangkan makan bagel dengan krim keju, sup panas, cokelat,dan terakhir, bermacam-macam keripik.

Malam hari, saya mencari french fries di bawah bantal saya.Saya mengambil dua dollar dari uang belanja dan menyimpannya.aya berencana, suatu hari, saya akan lari sendirian ke restoran dan belisepotong pizza keju panas, memakannya cepat-cepat tanpa terlihat, lari ulang, dan meneruskan pola makan mentah.

Untungnya, kesempatan itu tidak pernah ada.

Sementara itu, terlihat perubahan positif yang cepat.Batuk Valya di malam hari berhenti, dan dia tidak pernah mendapat serangan asma lagi. Gula darah Sergei mulai stabil dengan teratur. Tenggorokan Igor berangsur normal kembali. Denyutnya menurun, dan gejala hipertiroidnya berkurang dari hari ke hari. Baju-baju saya terasa longgar, bahkan pada saat baju-baju tersebut keluar dari pengering.

Tidak pernah terjadi sebelumnya.

Saya sangat gembira!

Setiap pagi, saya berlari ke ke cermin dan memeriksa wajah saya, menghitung kerutan-kerutan yang hilang.Wajah saya jelas terlihat lebih bagus dan lebih muda dengan hari-hari makanan mentah.

Setelah sebulan dengan makanan mentah, Sergei bertanya mengapa dia harus mencek gula darahnya setiap tiga jam karena sekarang sudah konsisten dalam skala normal. Saya berkata padanya untuk mencek sekali saja di pagi hari. Denyut Igor turun jadi 90, yang tidak pernah dicapai bertahun-tahun.Valya sekarang bisa berlari seperempat mil di sekolah, tanpa batuk. Saya turun limabelas pon (7-8 kg). Kami semua merasa sangat berenergi.

Saya sendiri merasa sangat berenergi sehingga saya tidak bisa berjalan lagi–saya selalu berlari!Saya berlari dari tempat parkir ke toko dan di lorong dan naik turun tangga di rumah kami.

Kami harus melakukan olahraga untuk menyalurkan energi ekstra yang kami punyai sekarang.

Saya pernah membaca bahwa lari adalah keharusan bagi penderita diabetes.Si pengarang buku menjelaskan bahwa saat berolahraga, otot memproduksi tambahan insulin. Kami memutuskan untuk berlari bersama sekeluarga. Secara berkala, gula darah Sergei menjadi stabil dengan pola makan barunya dan jogging teratur. Sejak memulai pola makan mentah sampai sekarang, dia tidak pernah lagi merasakan gejala-gejala diabetes.

Agar anak-anak saya bersemangat jogging, saya mendaftarkan keluarga sayadalam sebuah lomba. Karena kami tidak pernah lari sebelumnya, saya memilih jarak terpendek, yaitu ‘Tiny Trot’, lari jarak satu kilometer, di Denver’s Washington Park. Saat kami datang saat lomba, kami berlomba dengan anak-anak kecil, tapi Sergei dan Valya tidak memperhatikannya. Kami semua berusaha mencapai garis finish. Kami disemangati oleh para orang tua, dan masing-masing mendapatkan medali’Juara Pertama Kelompok Usia Muda’–penghargaan atletik pertama dalam hidup kami. Anak-anak saya sangat gembira. Mereka tidak mau melepas medali itu selama seminggu; bahkan membawanya tidur.Mereka memohon untuk didaftarkan lomba lagi, dan saya lakukan itu.

Semenjak itu, kami mengikuti lomba hampir setiap akhir minggu.

Pada Memorial Day tahun itu, empat bulan sesudah kami berpola makan mentah, kami mengikuti Bolder Boulder Race, lari sepuluh kilometer bersama empatpuluh ribu pelari lainnya.Berlari di antara orang-orang yang tampak sehat, dimana banyak diantara mereka adalah pelari berpengalaman, sangat sulit bagi kami untuk membayangkan bahwa empat bulan sebelumnya, kami semua sakit dengan tidak ada harapan. Kami semua mencapai garis finish dengan catatan waktu yang memuaskan, dan kami tidak merasa lelah. Setelah selesai lomba, kami mendaki gunung. Tidak ada keraguan bahwa kesehatan kami berhubungan dengan pola makan, dan saya tahu bahwa saya tidak lagi sekarat karena bagaimana saya bisa berlari sepuluh kilometer jika saya sedang sekarat? Kami sangat menghargai bahwa kesehatan kami membaik dengan cepat bahkan lebih sehat dari sebelumnya.

ilustrasi : diunduh dari google

 

 

Cernak : Ketika Adhe Fay Hadir

Ketika Adhe Fay Hadir Cernak : Ketika Adhe Fay Hadir

|  5 May 2011- 09:17.WIB | Cerpen | Views: 5 | no comments | Edit Post

Icha kesal sejak ada Adhe Fay, bunda lebih sayang ke adhe bayi baru yang sebulan ini membuat rumah menjadi berisik dengan tangisanya.

“Bunda kenapa sih Adhe nangis terus ? Mbak Icha jadi tidak bisa tidur siang nih.” Gerutu Icha yang hampir 30 menit hanya bolak-balik badannya.

“Bundaaa suruh Adhe Fay diam dong, Mbak Icha ngantuk! kalau gak nangis! ngerengek! sebel deh ada Adhe baru!” Teraik-teriak Icha.

“Iya sabar, Adhe Fay kan masih bayi jadi kalau kepingin apa-apa ya dengan tangisan Sayang.” Terang bunda sambil mengelus Icha.

Pada awal kedatangan Adhe Fay dari Rumah Sakit, Icha bahagia karena Adhe Fay akan seperti Aisah boneka kesayangan-nya yang bisa diajak ngobrol dan bermain.

Tetapi ternyata Adhe Fay hanya bisa menangis dan menangis, mengganggu tidur dan merebut Bunda dari sisinya.

Icha jadi be te karena hadirnya  Adhe Fay, bunda jadi jarang menemani Icha tidur sambil bercerita karena Adhe Fay selalu minum ASI, sehingga Icha harus tidur tanpa dongeng bunda yang menarik.

Icha merasa semua orang sudah tidak menyayanginya lagi, semua orang disekeliling selalu lebih memperhatikan Adhe Fay, Icha merasa tidak berguna.

Sore hari setelah Bunda memandikan Adhe Fay,”Mbak Icha tolong ambilin bedak dan minyak telon ya…”.

Dengan bersungut Icha berjalan dan mengambilkan bedak dan minyak  telon di kamar tengah.

Masih cemberut dan  bersungut Icha terus duduk di samping Bunda dan Adhe Fay.

“Wah makasih Mbak Icha, tuh Adhe… Mbak Icha yang ambilin bedak dan minyak telon lho, ternyata mbak sayang ama Adhe…” Kata Bunda lanjut.

Icha memperhatikan bundanya membaluri minyak telon,tiba-tiba dia tertarik untuk melakukan.

“Mbak Icha aja Bunda yang kasih bedak,” pintanya.

“Boleh, boleh.” Bunda memberikan bedak yang mau diberikan.

Pelan-pelan Mbak Icha membedaki Adhe Fay,”Wah asyik juga ya Bun, Aisah habis ini juga mau Mbak bedakin kaya Adhe.” Kata Mbak Icha sambil tersenyum dan asik.

“Emang Aisah sudah dimandiin Mbak.”Kata Bunda .

“Udah sih Bunda, tapi kayanya asyik mendingan mandiin Adhe Fay ya Bun.”Celoteh Mbak Icha.

“Iya makanya, Mbak Icha harus sayang sama Adhe ya, nanti Adhe akan jadi teman bermain yang baik.” Nasehat Bunda.

Icha mengangguk-angguk, Bunda berharap gadis kecilnya akan bisa menerima kehadiran adiknya dengan proses yang terlewati.

Cerita lain :

2.http://dumalana.com/2011/04/07/cernak-sepatu-sepatu-fay/#more-3920

3.http://dumalana.com/2011/04/06/cernak-shine-yang-durhaka/#more-3904

Write without boundaries
Noorhani Laksmi

Noorhani Laksmi

FENOMENA SERANGAN ULAT BULU

Sharing from Chusnul via BB

ALLAH Swt akan mendirikan istana di surga bagi orang yang mendirikan 12 rakaat shalat sunat (2 rakaat sebelum subuh,4 rakaat sebelum dzuhur,2 rakaat setelah dzuhur,2 rakaat setelah magrib,2 rakaat setelah isya),1 hari puasa sunat karena Allah akan menjauhkan muka seorang hamba dari neraka selama 70 musim.

Benarkah serangan ulat bulu di negeri kita hanya fenomena kehidupan semata? 

Cek QS Al’araf : 133                  

                                               بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ
فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ

Maka kami kirimkan kepada mereka(orang-orang yang jauh dari Allah) angin toufan, belalang, kutu (ulat atau hama), katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

Ini semua pernah terjadi di negeri kita. Tapi tetep saja kita sombong dengan tidak mau mendekatkan  diri kepada Allah dengan dosa dosa yang tetep kita kerjakan.

Na’udzubillah……


Puisi (HOKI 34) : D I A M

Diam
Oleh : Noorhani Dyani Laksmi | 04-Mei-2011, 09:01:47 WIB

Aku tidak bisa berkata
diam ini suatu perwujudan
habis sudah
energi terkuras
dalam kesakitan
banyak kata
ingin tercurah
banyak pembelaan
ingin dimengerti

Tapi mulut kaku
lisan hambar
tidak ada lagi
kalimat-kalimat itu

Aku memilih
hanya hati bicara
tuk ungkapan kepedihan ini

Pancoran, 03 Mei 2010, ke tujuh tahun di SEIN, nothing!
Ilustrasi : dearwebdiary.blogspot.com


Cernak : Payung Raksasa Fay

Cernak http://dumalana.com/2011/05/04/cernak-payung-raksasa-fay/#more-5733 : Payung Raksasa Fay

PAYUNG RAKSASA FAY
Sekilas dari dalam kelas Fay melihat hujan di luar masih turun deras, sementara ibu guru Sicilia masih menerangkan tentang deskriptif dan narasi dalam pelajaran mengarang. Fay paling suka pelajaran Bahasa Indonesia dengan ibu guru Sicilia.

Pukul 15.00 pelajaran selesai, Fay segera merapikan buku-buku dan ingin segera ikut berhamburan dengan murid-murid lain ke luar kelas.

Tetapi, sesaat Fay melihat ibu Sicilia sedang memasukan buku-bukunya ke dalam tas plastik.

“Ibu pulang sendiri atau dijemput, di luar hujan deras?” Sapa Fay, sambil membantu menutup beberapa buku yang masih terbuka dan menyatukan dalam kantong plastik.

“Ibu di jemput Ito, anak ibu. Tuh ada di ruang depan.”Jawab ibu Sicilia.

“Fay rumah kamu di mana?” Ibu Sicilia balik bertanya.

“Deket di belakang sekolah, ya sudah Bu saya keluar dulu ya.” Fay pamit.

“Hati-hati Fay.”

“Ibu juga hati-hati, selamat sore.”

Fay kagum dengan ibu guru Sicilia bukan hanya karena Fay suka pelajaran Bahasa Indonesia, tapi ibu Sicilia dengan kondisi fisiknya yang tidak sempurna karena polio yang menyerang salah satu kakinya selalu disiplin ke sekolah dengan sepeda jengkinya.

Sempat terbayang bagaiamana susahnya ibu Sicilia harus belajar naik sepeda dengan kondisinya, diam-diam Fay mengidolakan ibu guru yang ramah dan penuh semangat walau cacat disandangnya.

Hujan turun masih deras, Fay membawa payung besar.
Payung yang sebenarnya Fay tidak terlalu suka, karena buatnya payung itu adalah sebuah payung raksasa yang merepotkan.

Payung raksasa terlalu besar buat badan kecil Fay. Fay beberapa kali minta dibelikan payung kecil yang lucu-lucu, tapi ayahnya selalu bilang “Lebih baik pakai yang ada, selama masih bisa dipakai dan bermanfaat tidak usah membeli yang lain,” selalu begitu jawaban ayah bila Fay merajuk untuk dibelikan payung berenda bunga yang lucu seperti milik Kania. Rasanya asyik ketika hujan berpayung cantik dan jalan ramai-ramai bersama teman-temannya.

“Ah Ayah memang tidak pengertian, tidak tau model.” Gerutu Fay.

Walau Fay benci payung raksasa nya, tetapi Fay tetap membawa ke sekolah, dipikir daripada sakit kehujanan.Apalagi cuaca sungguh ekstrim akhir-akhir ini, walaupun rumah Fay tidak terlalu jauh dari sekolah tanpa payung raksasa yang selalu menemaninya mungkin Fay sudah jatuh sakit.

Ternyata ibu Sicilia masih menunggu hujan reda, di samping ibu Sicilia, berdiri seorang lelaki berseragama SMP, garis wajahnya mirip ibu Sicilia.

“Pasti ini Ito,” pikir Fay.

“Ibu kok belum pulang?”

“Belum Fay, Ito jemput Ibu tapi lupa nggak bawa payung. Jadi kami tunggu hujan reda dulu.”

“Oh,ibu pakai payung saya saja. Rumah Ibu masih jauh kalau saya dekat saya bisa berlari cepat dan sampai rumah.” Tawar Fay.

“Tidak usah Fay, Ibu tunggu saja sebentar lagi hujan juga reda. Kamu pulanglah sebentar lagi sore, Ibu juga ditemani Ito.”

“Tapi Bu, Ayah sendirian masih sakit,dan kita sudah janji mau mengantar ayah ke dokter “tiba-tiba Ito berucap.

Fay menatap Ito.

“Ibu sudah pakai payung saya saja, payung raksasa ini bisa untuk berdua. Saya bisa bareng Alil tuh anaknya.” Fay menunjuk Alil teman sekelas yang bertetangga sebelah dengannya.

“Bawa saja Ibu, kasihan suami ibu menunggu untuk ditemani ke dokter.” Tanpa menunggu lebih lanjut Fay menyerahkan payung raksasa ke ibu Sicilia dan berlari mengejar Alil.

“Alil tunggu aku nebeng!” teriak Fay.

“Ah ternyata payung raksasa Ayah ada manfaat buat ibu guru Sicilia juga!” Fay tersenyum senang.

Ilustrasi : dok.pribadi dan google.pic

Tulisan Cernak lainnya :

1.http://dumalana.com/2011/04/08/cernak-pakain-baru-sang-raja/

2.http://dumalana.com/2011/04/07/cernak-sepatu-sepatu-fay/#more-3920