Write Without Boundaries

Posts tagged “google.pic

Si Lucu = Sahrul Khan

Si Lucu   = Sahrul Khan

Kamis lalu aku menemani Icha bobo, ternyata di salah satu chanel TV lagi acara  Ipin Upin setelah itu Icha berseru “India Ibu abis ini, ada si Lucu.”  

“Si Lucu, siapa lagi nih….?”

Setelah TV main ternyata Icha mulai ketawa-ketiwi, itu ibu si Lucu, ternyata si Lucu adalah bintang filmIndiayang ganteng si Shrul Khan. Sebentar saja Sahrul Khan nggak nongol Icha nyariiin…”Mana si Lucu…mana si Lucu…”

“Ya sabar tho Mbak,kanlagi iklan atau kalau pas bintang lain yang nonggol aku bilang sabarkan si Lucu masih kemping juga kaya kita.”

Kebisaan terbaru bila aku pulang dari kantor dan Icha minta ditemani tidur ada acara kemping-kemping dulu, acara kemping ala Icha adalah selimut Spong Bob-nya dikaitakan dengan pinggir tempat tidur terus di tarik ditindihin bantal jadilah rumah-rumahan, terus kita masuk deh.

Tetap dalam kemping dia mencari “Yuks lihat si Lucu”, oalalala Sahrul Khan ternyata lucu di mata Icha, padahal kalau di mata emaknya sih ganteng wkwkwkwk :D


Humor BB (4) – Juice Intermezzo ;)

JUICE INTERMEAZZO :

ENTHONG

Di daerah rawa bokor cengkareng ada  ibu Entin yang punya anak laki 10 orang, tp yang uniknya semua anaknya itu dinamain sama semua, Entong. Suatu ketika bu Entin di wawancarain wartawan.

Wartawan: Bu, maaf saya mau tanya kenapa ibu namain anaknya sama semua yak?

Bu Entin : Yah biar gampang aje Pak. Kalo saya ngebangunin cukup tereak, Entong! Bangun! Nah sepuluh-sepuluh pade bangun deh. Entong! Mandi! Nah pade mandi deh semuanye. Entong! Makan sono! Nah pada makan deh tuh. Gampang kan Pak?

Wartawan : Iya ya, bener juga ya?! (Sambil garuk-garuk kepala). Emm,tapi itukan kalau mau manggil semuanya Bu, pegimana kalo Ibu mau manggil satu-satu?

Bu Entin : Jiaaah pak Wan (wartawan maksudnya), kalo ntu mah gampang bangat dah…..tinggal aye panggilin aje nama bapaknya satu-satu…..

Perbedaan Dokter vs Sinshe :

Karena sering jajan. Si Alex kena penyakit kelamin.Kelaminnya bentol-bentol, merah, gatal, berair dan sakit sekali. Karena gak tahan Alex pergi ke dokter spesialis kulit kelamin. Setelah diperiksa, dokternya bilang.. ”Waduh Pak ini penyakit berbahaya satu-satunya cara supaya bapak bisa selamat, kelamin bapak musti di amputasi supaya tidak menjalar kemana-mana.  Mendengar vonis dokter, Alex pun langsung lemas dan nyaris putus asa.. dia minta waktu untuk berpikir.

Saat pulang.. Alex melewati praktek sinshe tradisional.. lalu Alex masuk ke sana.. Setelah melihat penyakitnya.. sinshe nya bilang.. “Waa.. ini emang penyakit belbahaya dan langka loe dah pigi ke doktel..??”

Alex jawab dengan sedih.. “Iya koh.. kata dokter musti di amputasi”

si Sinshe bilang.. “Haiyaa.,dasal doktel zaman cekalang mata luitan.. Sikit-dikit opelasi, sikit-sikit amputasi, mau luit saja, ini tilak pellu li amputasi..laa!!”

Mendengar itu Alex pun menarik napas lega..dan merasa sangat gembira. “Jadi kelamin saya  gak perlu diamputasi??”

Sinshenya bilang.. “Minum lamuan ini, tilak pelu. Li potong , tunggu tika hali juga copot sendili ..!!!”

SIKECIL

Di suatu obrolan..Mas, Mas  maaf kalo mau merokok di ruang merokok dong.  ini si kecil terganggu dan jadi bangun” Ujar si ibu muda yang lagi menyusui bayinya.

“Ya Mbak… maaf juga… mbak kalo mau nyusuin di ruang menyusui juga dong,  ini si kecil saya juga terganggu dan ikut bangun.

NAMA ISTRI

Mau tau Nama2 istri di HP suaminya

Baru menikah (*) MY LOVE.

1 thn menikah (*) MY WIFE.

5 thn menikah (*) HOME

10 thn menikah (*) KANTOR PUSAT

20 thn menikah (*) WRONG NUMBER.

30 thn menikah (*)WONG EDAN :D

GENTAYANGAN

Halo kak…

boleh kenaLan gak?

namaku Meisa

umurku 5tahun

rambutku panjaaang banget

waktu uLtahku yang ke5 keluargaku dibantai

Papa digantung

Mama dibakar

aq dikubur hidup2

Kak main yuk?

aq yang hitung ya

123

aq sekarang di.sebelah kakak

Setiap sore dan malam kita main ya kak!

kalau pagi sama siang aq bobo. ok !

Kak aku jemput ya ikut ke aLamku,ok!

Kirim k.16 Teman mU kalau tidak, dia akan mengajakmu main tiap malam. Malam ini dan seterusnya. Ini nyata (ada 1 anak kediri yang hilang sampai sekarang entah kemana ,karena tidak menghiraukan bbm ni)!!!

Maaf saya hanya cari aman.

KONSER

Hari ini’ Di senayan ada konser COKELAT, ANANG sama GIGI. Tapi katanya si ANANG ngambek ngga mau manggung! Panitia jadi resah kenapa Anang jadi Plin Plan n Belagu. Selidik punya selidik. Ga taunya Anang ngambek karen di Spanduk tertulis : SAKSIKAN…!! GIGI ANANG COKELAT……:D

Rayuan Gombal of The Year 

Co : “maaf mbak,,jangan terlalu lama duduk di kursi itu,,pindah sini dekat saya aja.”

Ce : “loh kenapa?”

Co: “takut dikerubung semut,,soalnya mbak manis.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : “mbak,,orangtuanya pengrajin bantal ya?”

Ce : “hah?! Bukan,,kenapa? “

Co : “kok kalo deket mbak rasanya nyaman.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : “kamu itu seperti sendok.”

Ce : “kenapa?”

Co : “karena kamu mengaduk-aduk perasaanku.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : “mbak punya uang koin? boleh minta?”

Ce : “buat apa?”

Co : “aku udah janji sama ibu kalau aku akan menelepon dia kalo aku jatuh cinta.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Ce : “say, kalo mama kamu & aku tenggelam barengan,,siapa yang kamu tolong?”

Co : “ya mamaku lah,,emang kamu yang lahirin aku?”

Ce : “ih kamuuu.”

Co : “iyaa,,tapi habis selamatin mamaku,,aku akan tenggelam bersama kamu.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : “hmm,,maaf yaaa,,belakangan ini tanganku agak kasar.”

Ce : “ahh,,gpp kookk,,emangnya kenapa?”

Co : “soalnya tiap hari aku jadi kuli.”

Ce : “yang bener kamu,,dimanaaa? “

Co : “di hati kamu,,aku sedang buatin istana cinta buat kita berdua.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : “sayaaanngggg, ,papa kamu astronaut yaaa,,,.”

Ce : “nggak kookk,,.”

Co : “kalo gitu pasti kakek kamu.”

Ce : “nggak jugaa,,.”

Co : “trus yang astronaut siapaa,,?”

Ce : “nggak adaaa,,.”

Co : “tapi koq ada berjuta2 bintang di mata kamuuuu,,.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : “neng,,kamu capek gaakkk,,.”

Ce : “haaahhh,,,. “

Co : “soalnya eneng berlari2 terus di pikiran abang,,.”

○ ♂ ♀ ♪ ☉ ☏

Co : Bpk kmu tukang kebun ya?

Ce : bukaan … knp emanknya?

Co : di hati kmu byk bunganya

DARAH

Tolong bantu doa ya! :( Td aku check up ke dokter, kt dokter aku ada ”kelainan darah”. Udah dicek di lab, aku kaget :/ hasilnya positif (+). Ternyata aku berdarah ningrat & lebih parahnya lagi aku terkena penyakit ”Cutelity”. Ini semacam penyakit makin lama makin keren dan mempesona gitu lho! :D Gak nular sich, tp gak bisa sembuh aja. 

Judul Lagu

KD : “Pilihlah Aku”

Anang : “Jangan Memilih Aku”

Syahrini : “Kau Yang Memilih Aku”

Next Ashanty : “Aku Yang Dipilih”

Tukang CD MangDu : “Yaa dipilih dipilih dipilih dipilih”  

DEMAM MD

Demam MD membuat orang jadi kreatif ttg Puting…#:-s >:/ …..ini beberapa contoh :O zoom out (.Y.) zoom in ((( o Y o )))

(  .♓.  ) puting yang terikat

( •)(• ) puting juling

(*)(   o  )  puting besar sebelah

(( z ))(( z )) puting bergetar

( + )( – ) puting baterai

( )( ) puting yang hilang

(#)(#) puting yang terluk

(O)(O) puting yang merekah 

(@)(@) puting crop circle

(☐ )( ☐) puting berkoyo

(?)(?) puting yang bingung

(¤)(¤) puting Beliung

(0)(o) puting yang tertukar

(.)(‘) puting musuhan

( | )( | ) puting horny

(¬) (¬) Puting kayang

(。)( ) puting copot satu

(♥)(♥) puting I’m in love

(x)(x) puting hardcore

(  •  )(  x  ) puting pecah sblh

( ; )( ; ) puting gandaCampuran

(▲)(▲) puting d’balik bikini

(o)(o.) puting bertahi lalat

(✆)(✆) putingpon umum

(!!!) (!!!) puting yang pemarah

( 8 )( 8 ) satu boobie dua puting

(©)(®) puting terregistrasi

( . ) ( • ) puting juling

()() puting Blackberry

(Δ)(Δ) puting piramid

(~)(~) puting gembyor

(☀)(☀) dipelototin puting

ː̗̀(☉)ː̖́ ː̗̀(☉)ː̖́ puting glow in the dar

pic : google

Sent from my BlackBerry®

powered by Sinyal Kuat INDOSAT


Menuju Sehat Dengan Konsumsi Makanan Mentah

Share from :  “Sri Yani Ekawati” sri_yani@wikarealty.co.id

Date:    Tue, May 10, 2011 11:45 am

Pengalaman Menjalani Raw Food: Sebuah Awal Pencarian

Oleh: Victoria Boutenko

Kami dulu bergurau bahwa kami beruntung karena sekeluarga bisa sakit bersama-sama. Tapi pada tahun 1993, masalah kesehatan kami bukanlah gurauan lagi karena saya, suami, dan kedua anak saya sekarat.

Saya, 38 tahun, didiagnosa penyakit yg sama dgn ayah saya, arrythmia, yaitu detak jantung yang tidak biasa. Kaki saya terus menerus terasa sakit karena edema, berat badan saya 140 kilogram, dan masih terus bertambah. Lengan kanan saya mati rasa pada malam hari, dan saya khawatir bila sayameninggal dan anak-anak saya jadi yatim piatu. Saya terus menerus merasa capai dan depresi. Akhirnya, dokter saya angkat tangan dan menyuruh saya untuk berdoa.

Suami saya, Igor, sakit-sakitan semenjak kecil. Sampai usia 17 tahun dia sudah menjalani operasi sebanyak sembilan kali. Dia menderita hipertiroid progresif dan rematoid artritis kronis, pada usia 38 tahun kesehatannya sudah rusak total. Denyut jantungnya hampir selalu 140+, matanya selalu berair pada siang hari, dan tangannya gemetar. Seluruh badannya terasa sakit. Dokternya berkata bahwa dia harus bersiap untuk menghabiskan sisa hidupnya di atas kursi roda.

Anak perempuan kami Valya terlahir dengan asma dan alergi. Mukanya pucat, dan hidupnya banyak duduk karena dia akan batuk dan tersedak bila berlari atau melompat. Tahun 1993, pada usia 8 tahun, hampir setiap malam dia bangun karena batuk yang terus menerus.

Anak laki kami, Sergei, didiagnosa menderita diabetes pada usia 9 tahun. Kami menghabiskan 2 sampai 4 ribu dollas AS dalam sebulan untuk membayar pengobatan, asuransi, pertemuan-pertemuan dengan dokter dan obat-obatan. September 1993 dokter memberitahu kami bahwa Sergei harus diberi insulin.

Igor dan saya sangat terpukul. Nenek saya yg menderita diabetes belum lama meninggal karena overdosis insulin. Saya tidak dapat membayangkan bahwa Sergei harus menerima obat yang kekuatannya begitu besar. Saya bertekad tidak akan memberikan insulin. Saya mencari informasi ttg insulin di perpustakaan. Semua buku yang saya baca menjelaskan bahwa suntikan insulin dapat menyebabkan melemahnya fungsi mata dan gagal ginjal.Ketakutan saya terhadap insulin semakin menguat. Saya bertanya kepada semua orang, dan akhirnya bertanya hanya kepada orang yang tampak sehat mengenai alternatif pengobatan lain untuk diabetes.

Dua bulan kemudian, keajaiban terjadi! Dalam antrian bank yang letaknya hanya dua blok dari rumah, saya melihat seorang wanita dan langsung mengerti apa yang dikatakan orang tentang ‘kulit yang bersinar’.

Dia, yang bernama Elisabeth, terlihat sangat sehat. Saya (S) bertanya kepadanya: “Menurut Anda, apakah diabetes bisa disembuhkan secara alami?”

Elisabeth (E): “Tentu saja!”

S: “Mengapa Anda begitu yakin?”

E: “Karena saya sembuh dari kanker usus stadium 4, 20 tahun yang lalu.”

S: “Tetapi itu tidak sama dengan diabetes.”

E: “Semuanya sama.”

S: “Bolehkah saya membelikan anda makan siang dan kita bisa mengobrol?”

E: “Terima kasih, tetapi saya tidak akan makan makanan Anda.

Saya dengan senang hati akan menjawab pertanyaan Anda.”

Saya dan Elisabeth duduk di luar bank dan dia bercerita tentang. makanan mentah.

Awalnya, saya sangat kecewa. Saya mencari jawaban yang lebih serius.Saya akan bekerja keras dan membayar berapapun untuk ramuan obat yang mujarab. Makanan mentah terdengar terlalu simpel.Saya pernah mendengar tentang makanan mentah dan saya tidak senaif itu untuk percaya.Saya bertanya ke Elisabeth, “Apakah Anda percaya bahwa manusia bisa hidup hanya dengan buah, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian, mentah?!”

Elisabeth menjawab dengan 3 hal:

1. Hewan tidak memasak makanan mereka.

2. Saya makan hanya makanan mentah selama 20 tahun dan sembuh dari kanker usus.

3. Anda tidak datang ke dunia ini dengan kompor menempel di perut Anda.

Jawaban yang jauh dari ilmiah, tetapi saya tidak dapat membantahnya. Selain itu, saya sangat terkesan dengan ppenampilan Elisabeth yang terlihat sangat muda, dan saya sangat ingin kesehatan anggota keluarga saya menjadi lebih baik. Saya ingin mencoba makanan mentah, dan demi anak lelaki saya, saya mengajak suami saya untuk mencoba makanan mentah selama beberapa minggu.

Suami saya marah, “Saya orang Rusia, tidak bisa hidup dengan makanan kelinci. Saya bekerja fisik.Saya menyukai borscht Rusia dengan babi. Makanan menyatukan keluarga. Kamu mau kita duduk bersama mengelilingi batang wortel?! Coba pikir lagi. Seseorang harus belajar selama 14 tahun untuk menjadi dokter. Pemerintah telah mengeluarkan bilyunan dollar untuk penelitian medis. Apakah menurutmu mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan? Kalau menjadi sehat segampang itu, para dokter sudah melakukannya sejak dulu.”

Saya kecewa, namun saya mencoba untuk membicarakannya lagi di waktu yang lebih tepat. Suatu hari suami saya bangun dengan rasa sakit yang paling buruk.Dia merasakan sakit di tenggorokan, tidak dapat berbicara. Saya membawanya ke rumah sakit. Setelah melihat hasil tes darah, dokter menyuruhnya operasi, karena tiroidnya sudah tidak bagus lagi dan harus diambil.

Igor protes, “Saya sudah menjalani 9 kali operasi. Tidak satupun membantu, dan saya telah memutuskan untuk tidak akan menjalani operasi lagi sepanjang hidup saya.”

“Operasi ini tidak bisa dihindari,” kata dokter.

“Bagaimana bila saya menolak?” tanya Igor.

“Anda akan mati,” jawab dokter.

Igor bertanya “Berapa lama lagi?”

Dokter memperkirakan,

“Mungkin kurang dari dua bulan.”

“Saya akan menjalani pola makan makanan mentah!” kata Igor.

Kami pergi dan hari itu, 21 Januari 1994 adalah titik balik dalam sejarah kesehatan keluarga kami. Semenjak itu seluruh keluarga menjalankan pola makan makanan mentah. Kami pulang dari rumah sakit dengan belum mengetahui takdir kami dan sepakat untuk menjalankan pola makan makanan mentah selama dua minggu dan melihat apakah ada perbaikan dalam kesehatan kami.

Beberapa jam kemudian, Igor pergi bekerja, saya ke dapur. Saya menyadari bahwa ini bisa menjadi satu-satunya kesempatan dalam hidup untuk melakukan perubahan besar. Saya memeriksa makanan di kulkas dan di lemari dan menemukan bahwa hampir tidak ada makanan mentah di rumah kami. Semuanya harus menyingkir!

Saya mengambil kantong sampah besar dan membuang semua makaroni, sereal,nasi, makanan kecil, es lilin, busa krim kental, roti, saus, keju, dan tuna kaleng.

Selanjutnya menyingkirkan mesin pembuat kopi, pemanggang roti, dan mesin pembuat pasta. Saya mematikan lampu kompor dan menutup kompor dengan sebuah talenan besar.

Yang tertinggal hanyalah sebuah microwave yang besar dan mahal. Saya teringat akan roti lapis dengan keju meleleh, tarcis, dan semua ‘keajaiban’ yang telah saya buat dengannya.

Lalu, saya berpikir tentang Sergei dan diabetesnya. Dari semua hal di dunia, saya tidak ingin dia memakai insulin. Jadi saya mengambil palu, memecahkan pintu kaca microwave itu, dan memindahkannya ke garasi.

Saya keluarkan semua panci dan wajan baru saya ke pinggir jalan, yang lenyap beberapa menit kemudian.

Lalu saya segera pergi ke supermarket. Saat itu saya tidak pernah tahu tentang menu makanan mentah. Saya tidak tahu apa saja yang dimakan para penganut pola makan mentah, dantidak pernah mengenal mereka, hanya Elizabeth, yang makan dengan sederhana.

Saya belum pernah mendengar tentang kraker flaxseed yg dikeringkan, susukacang, keju biji-bijian, atau kue mentah. Saya pikir makanan mentah adalah salad. Sejauh ini, saya berasal dari Rusia, dimana buah dan sayur segar hanya ada pada musim panas. Makanan kami adalah kentang, daging, makaroni, banyak produk susu, dan buah kadang-kadang. Kami tidak biasa makan salad dan keluarga saya tidak suka sayuran. Maka, saya menuju ke bagian buah- buahan.Mengacu pada dana, kami biasanya hanya beli apel washington, jeruk naval, dan pisang. Saya penuhi keranjang dengan tiga macam buah ini.

Saat anak-anak pulang sekolah dan Igor pulang kerja, mereka bertanya,

“Apa makan malamnya?”

Saya minta mereka lihat ke kulkas. Anak-anak tidak percaya apa yang mereka lihat.

“Dimana camilan untuk nonton TV? Kemana semua es krim?”

Sergei berkata, “Lebih baik saya disuntik insulin seumur hidup daripada harus ikut pola makan gila ini.”

Mereka menolak untuk makan dan pergi ke kamar.

Igor makan 2 buah pisang dan protes, katanya membuat semakin lapar.

Kami punya banyak waktu hari itu. Saya ingat, kami berjalan dari ruang satu ke ruang lainnya sambil terus melihat jam.

Itulah saat awal saya menyadari betapa banyak waktu yang selama ini sayahabiskan untuk memikirkan, merencana, menyiapkan makanan, makan, dan membersihkannya.Kami merasa lapar, tidak nyaman, aneh, dan tersesat. Kami mencoba nonton TV, tapi iklan ayam panggang sangat tak tertahankan. Sangat sulit menunggu hingga pukul sembilan. Tidak bisa tidur karena lapar, saya mendengar langkah kaki di dapur dan suara laci dibuka dan ditutup.

Esoknya, tidak seperti biasanya, kami bangun awal dan berkumpul di dapur.Saya melihat banyak kulit pisang dan kulit jeruk di pojok.Valya bercerita bahwa dia tidak batuk malam itu.Saya ingat, saya berkata kepadanya,”Itu hanya kebetulan, pola makan ini tidak bekerja secepat itu.”Sergei memeriksa gula darahnya.Masih tinggi, tapi lebih rendah daripada beberapa pekan terakhir. Igor dansaya merasakan penambahan energi, dan secara umum, merasa lebih ringan dan positif.

Kami juga merasa sangat lapar.Saya tidak pernah mengatakan bahwa beralih ke pola makan mentah itu mudah. Itu sangat berat bagi kami berempat. Tubuh kami meminta makanan yang biasa kami makan.Dari hari pertama, dan sampai beberapa minggu sesudahnya, menit demi menit,saya melamun membayangkan makan bagel dengan krim keju, sup panas, cokelat,dan terakhir, bermacam-macam keripik.

Malam hari, saya mencari french fries di bawah bantal saya.Saya mengambil dua dollar dari uang belanja dan menyimpannya.aya berencana, suatu hari, saya akan lari sendirian ke restoran dan belisepotong pizza keju panas, memakannya cepat-cepat tanpa terlihat, lari ulang, dan meneruskan pola makan mentah.

Untungnya, kesempatan itu tidak pernah ada.

Sementara itu, terlihat perubahan positif yang cepat.Batuk Valya di malam hari berhenti, dan dia tidak pernah mendapat serangan asma lagi. Gula darah Sergei mulai stabil dengan teratur. Tenggorokan Igor berangsur normal kembali. Denyutnya menurun, dan gejala hipertiroidnya berkurang dari hari ke hari. Baju-baju saya terasa longgar, bahkan pada saat baju-baju tersebut keluar dari pengering.

Tidak pernah terjadi sebelumnya.

Saya sangat gembira!

Setiap pagi, saya berlari ke ke cermin dan memeriksa wajah saya, menghitung kerutan-kerutan yang hilang.Wajah saya jelas terlihat lebih bagus dan lebih muda dengan hari-hari makanan mentah.

Setelah sebulan dengan makanan mentah, Sergei bertanya mengapa dia harus mencek gula darahnya setiap tiga jam karena sekarang sudah konsisten dalam skala normal. Saya berkata padanya untuk mencek sekali saja di pagi hari. Denyut Igor turun jadi 90, yang tidak pernah dicapai bertahun-tahun.Valya sekarang bisa berlari seperempat mil di sekolah, tanpa batuk. Saya turun limabelas pon (7-8 kg). Kami semua merasa sangat berenergi.

Saya sendiri merasa sangat berenergi sehingga saya tidak bisa berjalan lagi–saya selalu berlari!Saya berlari dari tempat parkir ke toko dan di lorong dan naik turun tangga di rumah kami.

Kami harus melakukan olahraga untuk menyalurkan energi ekstra yang kami punyai sekarang.

Saya pernah membaca bahwa lari adalah keharusan bagi penderita diabetes.Si pengarang buku menjelaskan bahwa saat berolahraga, otot memproduksi tambahan insulin. Kami memutuskan untuk berlari bersama sekeluarga. Secara berkala, gula darah Sergei menjadi stabil dengan pola makan barunya dan jogging teratur. Sejak memulai pola makan mentah sampai sekarang, dia tidak pernah lagi merasakan gejala-gejala diabetes.

Agar anak-anak saya bersemangat jogging, saya mendaftarkan keluarga sayadalam sebuah lomba. Karena kami tidak pernah lari sebelumnya, saya memilih jarak terpendek, yaitu ‘Tiny Trot’, lari jarak satu kilometer, di Denver’s Washington Park. Saat kami datang saat lomba, kami berlomba dengan anak-anak kecil, tapi Sergei dan Valya tidak memperhatikannya. Kami semua berusaha mencapai garis finish. Kami disemangati oleh para orang tua, dan masing-masing mendapatkan medali’Juara Pertama Kelompok Usia Muda’–penghargaan atletik pertama dalam hidup kami. Anak-anak saya sangat gembira. Mereka tidak mau melepas medali itu selama seminggu; bahkan membawanya tidur.Mereka memohon untuk didaftarkan lomba lagi, dan saya lakukan itu.

Semenjak itu, kami mengikuti lomba hampir setiap akhir minggu.

Pada Memorial Day tahun itu, empat bulan sesudah kami berpola makan mentah, kami mengikuti Bolder Boulder Race, lari sepuluh kilometer bersama empatpuluh ribu pelari lainnya.Berlari di antara orang-orang yang tampak sehat, dimana banyak diantara mereka adalah pelari berpengalaman, sangat sulit bagi kami untuk membayangkan bahwa empat bulan sebelumnya, kami semua sakit dengan tidak ada harapan. Kami semua mencapai garis finish dengan catatan waktu yang memuaskan, dan kami tidak merasa lelah. Setelah selesai lomba, kami mendaki gunung. Tidak ada keraguan bahwa kesehatan kami berhubungan dengan pola makan, dan saya tahu bahwa saya tidak lagi sekarat karena bagaimana saya bisa berlari sepuluh kilometer jika saya sedang sekarat? Kami sangat menghargai bahwa kesehatan kami membaik dengan cepat bahkan lebih sehat dari sebelumnya.

ilustrasi : diunduh dari google

 

 

Cernak : Ketika Adhe Fay Hadir

Ketika Adhe Fay Hadir Cernak : Ketika Adhe Fay Hadir

|  5 May 2011- 09:17.WIB | Cerpen | Views: 5 | no comments | Edit Post

Icha kesal sejak ada Adhe Fay, bunda lebih sayang ke adhe bayi baru yang sebulan ini membuat rumah menjadi berisik dengan tangisanya.

“Bunda kenapa sih Adhe nangis terus ? Mbak Icha jadi tidak bisa tidur siang nih.” Gerutu Icha yang hampir 30 menit hanya bolak-balik badannya.

“Bundaaa suruh Adhe Fay diam dong, Mbak Icha ngantuk! kalau gak nangis! ngerengek! sebel deh ada Adhe baru!” Teraik-teriak Icha.

“Iya sabar, Adhe Fay kan masih bayi jadi kalau kepingin apa-apa ya dengan tangisan Sayang.” Terang bunda sambil mengelus Icha.

Pada awal kedatangan Adhe Fay dari Rumah Sakit, Icha bahagia karena Adhe Fay akan seperti Aisah boneka kesayangan-nya yang bisa diajak ngobrol dan bermain.

Tetapi ternyata Adhe Fay hanya bisa menangis dan menangis, mengganggu tidur dan merebut Bunda dari sisinya.

Icha jadi be te karena hadirnya  Adhe Fay, bunda jadi jarang menemani Icha tidur sambil bercerita karena Adhe Fay selalu minum ASI, sehingga Icha harus tidur tanpa dongeng bunda yang menarik.

Icha merasa semua orang sudah tidak menyayanginya lagi, semua orang disekeliling selalu lebih memperhatikan Adhe Fay, Icha merasa tidak berguna.

Sore hari setelah Bunda memandikan Adhe Fay,”Mbak Icha tolong ambilin bedak dan minyak telon ya…”.

Dengan bersungut Icha berjalan dan mengambilkan bedak dan minyak  telon di kamar tengah.

Masih cemberut dan  bersungut Icha terus duduk di samping Bunda dan Adhe Fay.

“Wah makasih Mbak Icha, tuh Adhe… Mbak Icha yang ambilin bedak dan minyak telon lho, ternyata mbak sayang ama Adhe…” Kata Bunda lanjut.

Icha memperhatikan bundanya membaluri minyak telon,tiba-tiba dia tertarik untuk melakukan.

“Mbak Icha aja Bunda yang kasih bedak,” pintanya.

“Boleh, boleh.” Bunda memberikan bedak yang mau diberikan.

Pelan-pelan Mbak Icha membedaki Adhe Fay,”Wah asyik juga ya Bun, Aisah habis ini juga mau Mbak bedakin kaya Adhe.” Kata Mbak Icha sambil tersenyum dan asik.

“Emang Aisah sudah dimandiin Mbak.”Kata Bunda .

“Udah sih Bunda, tapi kayanya asyik mendingan mandiin Adhe Fay ya Bun.”Celoteh Mbak Icha.

“Iya makanya, Mbak Icha harus sayang sama Adhe ya, nanti Adhe akan jadi teman bermain yang baik.” Nasehat Bunda.

Icha mengangguk-angguk, Bunda berharap gadis kecilnya akan bisa menerima kehadiran adiknya dengan proses yang terlewati.

Cerita lain :

2.http://dumalana.com/2011/04/07/cernak-sepatu-sepatu-fay/#more-3920

3.http://dumalana.com/2011/04/06/cernak-shine-yang-durhaka/#more-3904

Write without boundaries
Noorhani Laksmi

Noorhani Laksmi

FENOMENA SERANGAN ULAT BULU

Sharing from Chusnul via BB

ALLAH Swt akan mendirikan istana di surga bagi orang yang mendirikan 12 rakaat shalat sunat (2 rakaat sebelum subuh,4 rakaat sebelum dzuhur,2 rakaat setelah dzuhur,2 rakaat setelah magrib,2 rakaat setelah isya),1 hari puasa sunat karena Allah akan menjauhkan muka seorang hamba dari neraka selama 70 musim.

Benarkah serangan ulat bulu di negeri kita hanya fenomena kehidupan semata? 

Cek QS Al’araf : 133                  

                                               بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمَِ
فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُفَصَّلاتٍ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ

Maka kami kirimkan kepada mereka(orang-orang yang jauh dari Allah) angin toufan, belalang, kutu (ulat atau hama), katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

Ini semua pernah terjadi di negeri kita. Tapi tetep saja kita sombong dengan tidak mau mendekatkan  diri kepada Allah dengan dosa dosa yang tetep kita kerjakan.

Na’udzubillah……


Puisi (HOKI 34) : D I A M

Diam
Oleh : Noorhani Dyani Laksmi | 04-Mei-2011, 09:01:47 WIB

Aku tidak bisa berkata
diam ini suatu perwujudan
habis sudah
energi terkuras
dalam kesakitan
banyak kata
ingin tercurah
banyak pembelaan
ingin dimengerti

Tapi mulut kaku
lisan hambar
tidak ada lagi
kalimat-kalimat itu

Aku memilih
hanya hati bicara
tuk ungkapan kepedihan ini

Pancoran, 03 Mei 2010, ke tujuh tahun di SEIN, nothing!
Ilustrasi : dearwebdiary.blogspot.com


Cernak : Payung Raksasa Fay

Cernak http://dumalana.com/2011/05/04/cernak-payung-raksasa-fay/#more-5733 : Payung Raksasa Fay

PAYUNG RAKSASA FAY
Sekilas dari dalam kelas Fay melihat hujan di luar masih turun deras, sementara ibu guru Sicilia masih menerangkan tentang deskriptif dan narasi dalam pelajaran mengarang. Fay paling suka pelajaran Bahasa Indonesia dengan ibu guru Sicilia.

Pukul 15.00 pelajaran selesai, Fay segera merapikan buku-buku dan ingin segera ikut berhamburan dengan murid-murid lain ke luar kelas.

Tetapi, sesaat Fay melihat ibu Sicilia sedang memasukan buku-bukunya ke dalam tas plastik.

“Ibu pulang sendiri atau dijemput, di luar hujan deras?” Sapa Fay, sambil membantu menutup beberapa buku yang masih terbuka dan menyatukan dalam kantong plastik.

“Ibu di jemput Ito, anak ibu. Tuh ada di ruang depan.”Jawab ibu Sicilia.

“Fay rumah kamu di mana?” Ibu Sicilia balik bertanya.

“Deket di belakang sekolah, ya sudah Bu saya keluar dulu ya.” Fay pamit.

“Hati-hati Fay.”

“Ibu juga hati-hati, selamat sore.”

Fay kagum dengan ibu guru Sicilia bukan hanya karena Fay suka pelajaran Bahasa Indonesia, tapi ibu Sicilia dengan kondisi fisiknya yang tidak sempurna karena polio yang menyerang salah satu kakinya selalu disiplin ke sekolah dengan sepeda jengkinya.

Sempat terbayang bagaiamana susahnya ibu Sicilia harus belajar naik sepeda dengan kondisinya, diam-diam Fay mengidolakan ibu guru yang ramah dan penuh semangat walau cacat disandangnya.

Hujan turun masih deras, Fay membawa payung besar.
Payung yang sebenarnya Fay tidak terlalu suka, karena buatnya payung itu adalah sebuah payung raksasa yang merepotkan.

Payung raksasa terlalu besar buat badan kecil Fay. Fay beberapa kali minta dibelikan payung kecil yang lucu-lucu, tapi ayahnya selalu bilang “Lebih baik pakai yang ada, selama masih bisa dipakai dan bermanfaat tidak usah membeli yang lain,” selalu begitu jawaban ayah bila Fay merajuk untuk dibelikan payung berenda bunga yang lucu seperti milik Kania. Rasanya asyik ketika hujan berpayung cantik dan jalan ramai-ramai bersama teman-temannya.

“Ah Ayah memang tidak pengertian, tidak tau model.” Gerutu Fay.

Walau Fay benci payung raksasa nya, tetapi Fay tetap membawa ke sekolah, dipikir daripada sakit kehujanan.Apalagi cuaca sungguh ekstrim akhir-akhir ini, walaupun rumah Fay tidak terlalu jauh dari sekolah tanpa payung raksasa yang selalu menemaninya mungkin Fay sudah jatuh sakit.

Ternyata ibu Sicilia masih menunggu hujan reda, di samping ibu Sicilia, berdiri seorang lelaki berseragama SMP, garis wajahnya mirip ibu Sicilia.

“Pasti ini Ito,” pikir Fay.

“Ibu kok belum pulang?”

“Belum Fay, Ito jemput Ibu tapi lupa nggak bawa payung. Jadi kami tunggu hujan reda dulu.”

“Oh,ibu pakai payung saya saja. Rumah Ibu masih jauh kalau saya dekat saya bisa berlari cepat dan sampai rumah.” Tawar Fay.

“Tidak usah Fay, Ibu tunggu saja sebentar lagi hujan juga reda. Kamu pulanglah sebentar lagi sore, Ibu juga ditemani Ito.”

“Tapi Bu, Ayah sendirian masih sakit,dan kita sudah janji mau mengantar ayah ke dokter “tiba-tiba Ito berucap.

Fay menatap Ito.

“Ibu sudah pakai payung saya saja, payung raksasa ini bisa untuk berdua. Saya bisa bareng Alil tuh anaknya.” Fay menunjuk Alil teman sekelas yang bertetangga sebelah dengannya.

“Bawa saja Ibu, kasihan suami ibu menunggu untuk ditemani ke dokter.” Tanpa menunggu lebih lanjut Fay menyerahkan payung raksasa ke ibu Sicilia dan berlari mengejar Alil.

“Alil tunggu aku nebeng!” teriak Fay.

“Ah ternyata payung raksasa Ayah ada manfaat buat ibu guru Sicilia juga!” Fay tersenyum senang.

Ilustrasi : dok.pribadi dan google.pic

Tulisan Cernak lainnya :

1.http://dumalana.com/2011/04/08/cernak-pakain-baru-sang-raja/

2.http://dumalana.com/2011/04/07/cernak-sepatu-sepatu-fay/#more-3920


Secret Admirer

Short Story

Secret Admirer

Kembali Vanya memperoleh sebuket bunga di bangkunya, “Suiit-suitt” siulan usil teman-temannya membuat pipi Vanya merona merah.

Bunga lily putih kesukaannya tergeletak manis dengan pita merah di kotakan meja,  tempat Vanya biasa menyimpan tasnya.

Ini sudah ke 3 kalinya disetiap hari Jumat selalu ada pengirim bunga lily putih misterius.

“Rom gua bingung, siapa sih yang kirim-kirim bunga lily putih ini ya?” Tanya Vanya ke Romy.

“Sepertinya orang ini ngerti banget kalau aku suka sekali bunga lily putih, hmmm tapi buat apa sih susah-susah ngirim bunga kalo akunya tidak kenal,” sungut Vanya.

Romi sahabat Vanya dari pertama masuk SMU, hanya senyum simpul.

”Pastinya Van, cowo itu pengagum berat kamu,” ucap Romy perlahan dengan tetap membaca comic kesayangannya.

“Tapi benar banget nih kata zodiac KAWANKU kalau minggu ini  ada pengagum setia tapi masih malu-malu mengutarakannya. Wah pas banget nih! persis yang aku alam,ya Rom!” Celoteh Vanya yang juga asik dengan majalah kesayangannya.

Romy  hanya membalas dengan senyum manis.

 “Iiiih kamu kayanya senang banget kalo aku dibuat penasaran.” Vanya tanpa sadar memukul punggung Romy bertubi-tubi.

“Duh wanginya cowo ini,” gumam Vanya yang tanpa sengaja mencium wangi macho seragam putih Romy, tidak perduli Romy yang mengaduh-aduh kesakitan.

”Aduh gila lu, cewe apa cowo sakit niy !” Gusar Romy bercanda.

Vanya tahu pasti Romy takan pernah bisa marah, meskipun dia mau bertingkah apa saja bahkan kadang menyuruh Romy semau-maunya.

Apalagi kalo pas pelajaran matematika dan kimia, pasti yang nolongin membuat  tugas-tugas Romy.

Pernah Vanya marah besar, ketika tahu ternyata Romy tidak satu kelompok dengannya saat pelajaran Kimia, malah sebaliknya dia satu kelompok dengan Tania musuh bebuyutan Vanya dalam ektra kulikuler cheers leader.

Tania pernah memfitnah Vanya dengan keji.

Tania menyebarkan omong kosongnya, bahwa terpilihnya Vanya menjadi ketua tim  Merah Putih Cheers Leader karena menyogok pelatih dengan uang.

Tentu saja Vanya tidak terima atas tuduhan tersebut.

Kembali Romy tempat Vanya curcor kekesalannya  akan tingkah laku Tania yang tengil.

 “Yang benar aja gua nyogok-nyogok Capten! (panggilan pelatih cheers leader) hanya untuk jadi ketua tim Merah Putih. Konyol banget Tania nuduh tanpa bukti! Bibir Vanya udah monyong ke kanan kiri.

“Ah sudahlah si Tania itukaniri, biarin saja.”

“Yang penting buktiin dong dengan kamu jadi ketua cheers leader di perlombaan bulan depan, bisa mebawa piala buat sekolah kita,” hibur Romy.

“ Iya aku akan buktiin!” Janji Vanya.

Dan Jumat berikutnya…

Kembali coklat dan seikat bunga lilly putih kembali hadir, Vanya hanya menggeleng-geleng kepala, ”Hmm bener-bener gak gentle nih cowo, tapi tunggu…..”

“ Ijinkan aku untuk selalu menjadi pengagum seorang Vanya “ from SA.

Secarik ucapan manis terselip di antara bunga-bunga lily tersebut.

“ SA pasti singkatan dari Secret Admirer! “ Tebak Vanya dalam hati.

“Aha!” Tiba-tiba Vanya mempunyai ide untuk mendatangi florist yang melabelkan alamat dan no telponnya.

Catch you!” pikir Vanya senyum-senyum.

 Hari Jumat ini ternyata Romy tidak masuk sekolah.

”Ah sepi juga tanpa Romy, makan siang sendiri nih, ternyata baru aku baru sadar Romy sebenarnya sudah banyak banget membantu, menemaniku disaat aku be te juga di saat aku senang. Yah coklat dari  Secret Admirer rasanya jadi gak asyik dimakan sendiri.” Vanya mengeluh dalam hati.

Ternyata sampai Jumat berikutnya Romy masih belum masuk, Vanya sudah mencoba menghubungi handphone nya tapi tidak pernah aktif, terbesit mau menyambangi  rumahnya,tapi malu.

Selama ini dia belum pernah sekalipun berkunjung ke rumah cowo yang sudah banyak mengisi hari-harinya.

Mau minta tolong Dinda untuk menemani ke rumah Romy, tapi Vanya nggak tega karena lagi banyak tugas-tugas.

Dan buket bunga tetap hadir di Jumat pagi Vanya, setelah seminggu Romy tidak masuk sekolah.

“ Aku ingin selalu hadir di hati seorang Vanya .“ From SA.

Semakin membuat Vanya penasaran.

Vanya sudah membulatkan tekad untuk mencari siapa sebenarnya Secret Admirer tersebut.

Siang itu sepulang sekolah.

Vanya sampe juga ke toko bunga yang namanya masih terlabel di buket bunga lily.

“Siang Tante. Kalau boleh tahu saya mau tanya, hari ini pemesanan bunga lily buat Vanya atas nama siapa ya?”

“  Pasti ini Vanya ya?” Kata wanita yang sudah berumur tapi cantik.

“ Kok Tante tau sih?.”

“ Iya, pantesan keponakan Tante suka banget, ternyata memang Vanya cantik ya,” kembali tante tersebut berkomentar.

Vanya yang masih kebingungan,  terperangah,”Keponakan? Maksud Tante inisial SA ,Secret Admirer?“

“Vanya  kenalin, Miranda.” Sapa wanita tersebut ramah.

 “Romy itu keponakan Tante yang paling ganteng, dia sebenarnya sudah suka kamu dari masuk SMU, tapi menurut dia kamu tuh orangnya yang super cuek. Jadi ya gitu deh! Romy bilang cuma bisa mengagumi Vanya dari jauh saja.”

“Karena Tante anggap wanita itu selalu menyukai bunga, maka Tante kasih saran dia untuk kirim bunga-bunga lily di setiap hari Jumat. Romy pernah bilang  Vanya suka bunga lily putih .” Jelas Tante Miranda.

“Ooo, ternyata selama ini si Secret Admirer gak pernah jauh dari diriku, pantesan tahu sekali kesukaan aku bunga Lily dan coklat.” Gumam Vanya pipinyabersemu merah.

“Tapi Romy kemana ya Tan? sudah seminggu ini dia gak masuk.” Tanya Vanya jadi khawatir.

“ Iya Romy lagi sibuk ngusrus pasor dan segala macem persyaratan study-nay. Dia akan terbang ke London, ada tawaran bea siswa dari kantor papanya. Bulan depan dia akan berangkat.” Terang Tante Miranda.

Vanya mendadak lemas, ternyata hatinya selama ini tidak salah.

Romy lebih dari sahabat kata hati kecilnya, selama ini dia terlalu cuek dan tidak pernah menyambut perhatian dan kebaikannya. Disaat Vanya tersadar tapi kenapa secepat ini dia juga harus berpisah dengannya. OMG Jakarta- London.

(Nenny)


Kebablasan

“ Aku hamil Jok…” isak Ratmi.

“Trus, apa karepmu*  mu ? “ sentak Joko geram

“Ini anak kamu…, aku ingin kita menikah!  Aku ndak mau ini jadi anak haram…”

“Euenak banget! Trus istriku mau di kemanain? Aku nggak yakin anak di perut kamu itu adalah darah daging aku…”

Ratmi tambah mewek* …”Iyo aku memang bukan gadis baik-baik, tapi sumpah aku sudah gak man sama siapa-siapa selain kamu…”

“ Wah, aku tetap gak percaya karena kamu itu memang hobby gonta-ganti lanangan*, giliran kamu hamil aku yang kamu tunjuk tanggung jawab…nggak bisa!” Joko marah-marah.

Sebenarnya dalam hati terdalam Joko resah kalau-kalau itu memang darah dagingnya, tapi Joko takut! Takut dengan status yang sekarang di sandangnnya berubah 180 derajat. Bagaimana tidak? Orang tua Joko di kenal panutan masyarakat, dia sendiri sarjana yang baru 1 tahun ini menikmati jadi pegawai negeri. Lha ada aturannya tho, kalau pegawai negeri tidak boleh mempunyai istri lebih dari 1 ? bisa-bisa dipecat.

Wening istrinya dan si-genduk  mau dikasih makan apa? Kalau tiba-tiba dirinya dipecat ? dipecat tanpa hormat lagi! Duh…

“Jadi kamu nggak mau bertanggung jawab sama perbuatan kita…” parau Ratmi memohon.

“Ya jelas ra sudi! * kamu kira aku lelaki bodoh, aku sudah punya istri dan anak, trus kamu harus tahu peraturan kantor ? Tidak diijinkan punya lebih 1 istri, kamu mau enak nya saja minta di kawin…yang ada aku dipecat…, sudah sekarang kamu nurut aku saja..” Joko diam sesaat, jidatnya berkerut-kerut, hatinya gundah gulana, takut kalau ada yang tahu masalah ini.

“Kita ke tukang urut saja, aku tahu ada dukun urut yang biasa ngurut perut buat ngeluarin bayi…” bujuk Joko.

“ Di gugurin ?  aku takut Mas…tapi aku juga takut aib kita di ketahui orang-orang kampung…” ucap Ratmi.

“Makanya kita cari amannya saja ya, … percaya! Aku tidak akan meninggalkankamu malah sebaliknya aku akan tambah sayang kalau kamu nurut aku…” rayu Joko.

Ratmi antara takut dan bingung, ngangguk-ngangguk saja menuruti kemauan Joko.

****

Sore dari pulang kerja,  Joko langsung nyambangin Ratmi di jembatan biasa kencan, trus werrr mobilnya melaju ke suatu perkampungan.

“ Jadi Nyai…saya minta dibuang saja kandungan nya si Ratmi, kita belum siap…masalah pembayaran saya yang tanggung semua “ kata Joko kepada Nyai Lipas yang dia kenal mahir ngurut buang bayi.

“Yo yo yo, tapi Mas opo sampeyan* tidak sayang…” sambil menatap Ratmi yang cuma diam membisu.

“ Nggak Nyai…kita tidak berani ambil resikonya…” kata Joko.

“Ladalah ….pie tho bocah sekarang kok pada seneng keblabasan…ya sudah sini Nduk…kamu tak pijit yo…” kata Nyai Lipas.

Ratmi menurut aja ketika Nyai Lipas mulai pelan-pelan tapi pasti mengurut-urut perutnya, pelan-pelan…keringatnya mulai menetes demikian juga Nyai Lipas…sreet sretttt…..darah segar terus mengucur dari 2 paha Ratmi.

Dan tiba-tiba Nyai Lipas ketakutan…” Lho kok banyak banget yang keluar…Mas Joko…Mas Joko…kita harus bawa Ratmi ke Rumah Sakit…saya nggak sanggup menghentikan darahnya…terlalu banyak…” Nyai Lipas teriak ketakutan.

“Lha pie tho…memang bisanya nggak gini tho…” Joko mulai panik, apalagi Ratmi sudah seperti mayat …pucat…

Tanpa banyak kata Joko langsung membopong tubuh Ratmi dan dilarikan ke RS terdekat. Langsung di pasang infus dan transfusi darah.

Tidak berapa lama mamake* dan bapake*  Ratmi datang terseok-seok. Dua orang tua yang semakin renta di makan usia, datang berurai air mata.

“ Mak, Ratmi minta ampun…” dengan nada lirih. Tubuhnya lemah tidak berdaya, rasanya seperti habis darahnya tersedot. Barang kali jika terlambat barang satu menit dia sudah tidak bisa meminta ampun kepada mamake dan bapake.

“Ratmi…Ratmi kok kamu nekat nggugurake anakmu…kok tega …iku dosa …” mamake Ratmi mrebes mili *.

Sementara bapake Ratmi sudah emosi, melihat Joko tanpa ampun dihajar, kalau saja petugas Rumah sakit tidak memegangi mungkin Joko juga bakalan di rawat juga.

“Pokoknya kamu harus tanggung jawab, Ratmi itu anak ku yang paling aku sayangi, anak bontot sing tak gadhang-gadhang, kok kamu rusak!!” murka bapake Ratmi.

“ Saya cuma membantu Ratmi Pak, bukan cuma saya yang meniduri Ratmi…” bela Joko sambil meringis.

“Nggak mungkin! Anakku Ratmi nggak sekotor yang kamu tuduhkan! “ berang, tangan sudah terkepal untuk meninju wajah Joko sekian kali.

“Pokoknya aku minta tanggung jawab kamu, dan orang tua mu harus mengawinkan kamu dengan Ratmi…”

“Saya tidak mau! saya sudah berkeluarga, lagi pula tugas saya sudah selesai…Ratmi sudah kehilangan anaknya!”  teriak Joko.

****

Hampir 1 minggu Ratmi dirawat di Rumah sakit untuk pemulihan, dan sebagai orang tua bapake dan mamake Ratmi bertandang ke orang tua Joko. Ternyata setali tiga uang, ke dua orang tua Joko melindungi anak dan mantunya, tentu saja mereka menyangkal semua.

Apalagi Wening istri Joko tidak mau di madu! Joko tetap tidak mau bertanggung jawab dan tidak mau mengakui semua perbuatannya.

Bapake dan mamake Ratmi sangat malu, masyarakat mencibir mereka, apalagi Ratmi dijuluki perempuan nakal.

Sempat Bapake Ratmi sakit, karena menahan malu. Rasanya bagi seorang bapak sudah tidak ada harganya, terutama Ratmi anak bungsu  yang disayangi tidak berani keluar rumah.

“Apapun caranya aku akan balas perbuatan si Joko…” janji bapake Ratmi.

*****

Joko tidak menyangka, peristiwa kehamilan Ratmi jadi wabah pergunjingan dimana-mana.

Ternyata apa yang dia takutkan terjadi juga, pihak kantornya memutuskan untuk melakukan mediasi hingga akhirnya Surat Pemutusan Keja alias PHK tanpa hormat! turun.

Joko tidak menyangka Bapake Ratmi melaporkan perbuatannya ke kantor.

Orang tua bodoh dan miskin yang tidak mungkin punya nyali! Anggap Joko ternyata salah besar.

Dia tidak menyangka bapake ratmi bisa menghancurkan karir dan keluarganya.

Wening dan anaknya akhirnya  meninggalkan dia, karena Wening yakin kalau Joko memang laki-laki yang menghamili Ratmi, seorang suami yang sudah berselingkuh! dan Wening tidak bisa terima lagi, walau bapak dan ibu mertuanya menahan dia untuk tetap mendampingi Joko.

 Martabat sebagai istri sudah di injak-injak, tidak ada yang perlu di pertahankan.

Wening memutuskan membawa putrinya kembali ke orang tuanya, sambil mengajukan proses cerai.

****Sementara di suatu sore, sepasang mata yang semakin tua di antara kepulan rokok linthingnya kepuasan terpancar di wajahnya. Puas sudah tercapai menghancurkan karir dan memisahkan Joko dari stri anaknya, yang dianggap sebanding dengan kehancuran yang telah dialami Ratmi, anak bontot yang dikasihi. Biarlah sekalian  hancur semuanya, jangan hanya anakku…piker sang bapak tua.

‘Purbalingga, kisah 14 thn lalu  seorang Ratmi….’

 Note Kosa-kata:

Karepmu = keinginanmu

Mewek = nangis

Lanangan = laki-laki

Ra sudi = tidak mau

Sampeyan = kamu

mamake* dan bapake*  = ibu dan bapak

mrebes mili  = menangis

anak bontot sing tak gadhang-gadhang = anak bungsu yang diharap-harap


Nuansa Bening

Bening masih saja tidak bisa terima akan perlakuan Rama yang menampar nya semalam.
Bening tak habis pikir lelaki yang menikahinya 3 bulan lalu ternyata monster yang mengerikan. Setelah bulan madu hari pertama, berikut harinya menjadi begitu suram.
Rama lelaki yang dikenal dalam waktu pendek 3 bulan saat acara pernikahan sahabatnya dan langsung serius ingin menikahinya adalah seorang pria yang lembut diawalnya.
Cakep, mapan dan rajin beribadah sudah cukup buat Bening menerima pinangannya, apalagi usia yang menjelang 30 thn, apa lagi yang Bening cari …?
Hari kedua setelah bulan madu yang romantis ternyata Bening harus melawati hari-hari dengan tamparan dan cercaan kasar. Rama yang lemah lembut sudah berubah menjadi lelaki yang kasar, tukang main tangan dan menuduh Bening yang bukan-bukan, termasuk virginitas! Gila tega-tega nya Rama menuduh dia tidak Virgin, itulah awal tamparan pertama keras yang Bening terima, suatu penghinaan yang membuat harga dirinya tercabik-cabik, bagaimana tidak kesucian yang selalu dijaganya bagai sampah busuk bagi Rama.
”Dasar perempuan murah…sampah busuk! Kau kira aku lelaki bodoh yang bisa kamu tipu! dengan kelembutan mu…” caci maki Rama di malam kedua mereka, bagaimana Bening tidak bingung dengan perubahan drastis yang ditunjukan Rama setelah di malam pertama, dia begitu hangat dan indah.
Sekarang baru terasa benar feelling tidak enak mamanya…
”Sayangku…” itulah panggilan mamanya kepada Bening meski sudah menjadi wanita dewasa …
”Jangan terburu-buru, kamu baru mengenal Rama 3 bulan…memang dia cakep dan sudah mapan…dan mama liat sholatnya juga rajin…tapi kenapa ya persaan mamah ada yang kurang sreg cobalah kau ….”
”Hmmm Mam.. kan pengen punya cucu…jadi ijinin ya Bening menerima Rama … 3 bulan cukup buat Bening mengenalnya mam…dia biasa aja gak macam-macam juga sahabat Mila juga. Mila sahabat bening dari kuliah sampe kerja di perusahaan yang sama.
”Good Recommendation deh…! Mama gak usah cemas.” kata Bening berbinar-binar.
Sekarang terbukti ‘ketidak sregan’ mamanya akan Rama….tapi Bening malu untuk mengungkapkan kekerasan yang dia alami, seakan tidak mau aib ini diketahui semua orang, apalagi akhir-akhir ini kesehatan mamanya tidak baik.
“Lebih baik apapun yang terjadi aku harus bias mengatasinya”…tekad Bening.

****
Nyeri di kapala dan bibir 3 hari yang lalu masih terasa, semalam tamparan dan tendangan harus Bening terima, gara-gara Rama tau siang hari dia lunch dengan mantannya.
”Dasar bodo, kau kira aku tidak mengamati kegiatan kamu sehari-hari…!! bodoh…mau makan dengan laki-laki yang sudah membuang kamu…aku semakin yakin anak yang kamu kandung adalah anak si Vino brengsek!!” umpat Rama tanpa habis.
”Aku lunch gak sengaja dengan Vino, aku hanya ikut bosku untuk meeting dengan klien…yang ternyata Vino..dan kita lunch juga rame-rame…” bela Bening.
Prang…!!”plaak…plaak” dua tamparan mendarat di pipi Bening….hancur sudah piring, gelas dan lainnya…semakin Bening membela diri Rama akan semakin gusar.
Masih perih di pipi tiba-tiba tendangan …dug.. nyaris mengenai perutnya, refleks bening menagkis, seolah melindungi bayi yang dikandungnya…
Kehamilan yang seharusnya membawa kebahagiaan bagi seorang wanita, tidak buat Bening..Rama sudah mencerca dari usia kandungan 2 bulan Bening, jangan harap Rama akan menyayangi bayi yang dikandungnya, terbukti berbagai tamparan, tendangan dan kata-kata yang menusuk selalu dia terima hingga usia kandungannya menginjak usia 8 bulan.
Betapa mirisnya ketika dia harus berjuang sendiri untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan sendiri tanpa suami.
Karena anak ini Bening bertahan kan rumah tangga yang bagai neraka, masih untung dia wanita mandiri jadi walau berat beban hidupnya dan harus mempersiapkan segala keperluan biaya bagi bayi yang tidak diharap kehadirannya.
Kalau mau mengikuti kata setan, mungkin Bening akan menuruti rencana gila Rama untuk menggugurkan kandungan yang di ketahui sudah berusa 8 minggu, tapi entahlah perasaan yang paling dalam menyadarkan untuk tetap berpikir dengan akal sehatnya…anak ini tidak pernah bersalah apa-apa…aku akan menyayangi dengan atau tanpa ayahnya!

Hingga pada suatu malam….
”Bening aku gak tau ya…kenapa kamu keras kepala, kamu tahu aku paling tidak suka kamu masih berhubungan dengan mantan mu itu…si Vino…kamu pasti curhat atas rumah tangga kita…” sentak Rama.
”Aku tidak pernah bilang apa-apa ke Vino, kamu jangan ngacau deh…bukannya kamu yang lagi asyik dengan perempuan baru mu….” balas Bening.
”Tadi siang aku melihat kamu jalan di mall bergandengan…siapa dia…, jujur aku sudah tidak punya rasa cinta apa-apa lagi…jadi jangan sangka aku cemburu! ” teriak Bening.
Entahlah Bening tiba-tiba merasa muak dengan kekasaran, rasanya habis sudah kesabaran Bening….harga diri sudah tidak ada sama sekali di mata Rama, buat apa di pertahankan…!?!
”Eh kurang ajar ya…kamu mematai aku…berani kamu ya” …plak!!…tamparan dan jambakan Rama arahkan tanpa apun bertubi-tubi….bagai kesetanan dia hajar istri yang sedang mengandung besar.
****
Semua terasa gelap!! Bening sadar ternyata sudah terbungkus perban disana-sini dan ruangan yang serba berbau steril….
”Sayang….,Alhamdulillah kamu sadar nak….ini Mama….” suara halus yang selalu Bening rindukan , yang lama tidak Bening sapa karena tidak mau membuat mama tercintanya semakin sakit….akh sakit sekali wajah ini untuk menatapnya, rasanya badan remuk seremuk-remuknya…hanya air matanya perlahan hangat menetes…dan bayi…bayiku? kemanakah dia….??
”Tenang sayang…kamu akan baik-baik saja….”
”A..naku….mana…”
”Anakmu baik-baik…..masih di incubator…., cucu mama yang ganteng sayang….” mama Bening menatap iba, gundah hatinya sudah terjawab, Bening menutupi kekerasaan yang dia alami.
”Tenaglah sayang…, kamu akan memulai semuanya dari awal…anggap Rama mimpi buruk yang sempat singgah dalam hidupmu…” hibur mama
”Kamu wanita yang kuat….mama yakin…semua akan baik-baik…”
****
3 tahun kemudian….
Bunda tadi ada om-om ganteng….katanya papa Rama….katanya ayahnya Azka…celoteh anaku…
Bening terbelalak…sosok Rama yang cool tapi monster, membuat badannya menggigil….bekas luka yang di torehkan baru saja menipis….akankah dia…?

From me :
Akankah Rama kembali dalam kehidupan Bening? Silakan menyelesaikan ending dengan pikiran pembaca.
Yang jelas STOP THE VIOLANCE! FOR WIFE AND CHILD!!
DON’T BE AFFRAID TO SPEAK LOAD !! FOR THE VIOLANCE

Pic Source : thoughtsbydena.blogspot.com


PPH

Pria Penawan Hati…

Pria itu begitu menawan…asli…setelah hampir 7 tahun menikah dan tidak sedikitpun tertarik akan pria lain, pokoknya pasangan hidup saja.

Kenyataan ini hmmm agak terganggu…

Suatu pagi Olga seperti biasa menunggu jemputan sutle yang kearah kantornya, entah kenapa jemputan itu tak kunjung datang.

Tiba-tiba …” Ol ayo ikutan kita aja “, tiba-tiba Kirey nongol dari Avanza Silver, “ Dari pada telat ngantornya…”

“ Ehhh, iya….boleh ya?” kata Olga ragu.

Duduk sesaat, baru nyadar sosok pria di kemudi, diam … tanpa basa-basi.

Sesekali Olga mencuri wajahnya dari spion depan… sepasang alis tebal dan mata elangnya membuat jantungnya berdesir, pria itu mengingatkan sosok lelaki yang sudah sekian lama hilang dalam hidupnya.

Just that! sepanjang perjalanan masing-masing penumpang sibuk dengan aktivitas BBM lah, ada yang cerita, Olga sendiri biasanya enakan tidur…tapi gila aja nih…mo tidur gimana?…rasa kaku masih menyelimutinya…dan entah kenapa Olga merasa terpojok ketika tanpa sengaja mata Olga keatuan mencuri pandang sang pengemudi dan … sadar saling mencuri pandang membuat Olga salah tingkah.

“ Aduhh ada yang salah nih dengan perasaan dan otaku…” jujur kata hati Olga.

“ Tapi apa yang ada pada pria tersebut memang menawan…Olga tidak berani meneruskan khayalannya…takut salah…”

Untunglah rasa kikuk berakhir dengan sampainya di kantor.

Dan esok … kembali Olga menikmati wajah ganteng dengan sesekali mencuri dari kaca spion depan…, lebih rileks walau sedikit canggung.

Dan selanjutnya…Olga sadar…pria penawan hati ini…hanya intermezzo…hanya di pandang dan tak mungkin tersentuh…meski putaran waktu lalu pernah ada pria yang serupa begitu dekaaat dalam hati dan hidupnya…

Karena suatu kesalahan bila terlarut dalam khayalan bodohnya, masing-masing sudah dalam ikatan suci…hanya di pandang sajalah dan hanya intermezzo…si pria penawan hati …


November Rain

November Rain…

Kembali November dengan hujan …menghapus luka walau sesaat…

Setahun laluViennateringat akan hadirnya Aero, lelaki yang menawan yang singgah membawa kesan mendalam.

Di halte bus selepas pulang kantor, udara yang sangat dingin dan Viena melangkah dengan syal yang berkibar-kibar tertiup hembusan angin dan hujan rintikk yang semakin deras.Viennacelingukan mencari temapt duduk sembari menunggu suttle kawasan kantor, …tiba-tiba sosok pria ganteng langsung berdiri dan membiarkanViennauntuk duduk…” Terima Kasih…”

“ Ya..” jawab pria tersebut.

Sesaat suttle bus datang, suttle yang menghantarkan ke halte berikutnya, dan dari halte ke 2 inilahViennaakan naik bus lain untuk mencapai rumahnya.

Dan di hari berikutnya kembali pria itu menawarkan tempat duduknya, bahkan sampe halte 2 duduk bersebelahan.

“ Hmm saya perhatikan setiap sore mbak selalu duduk di tempat dan jam yang sam…” tiba-tiba pria ganteng itu memulai pembicaraan.

“ Hmmm ya, saya selalu pulang tenggo…” jawabVienna.

“Anda…”

“Saya Aero…kayanya kita satu gedung…saya tower 2 lantai 10…, kalo mbak…”

“Vienna, tower 1 lantai 7…, hmmm tapi saya baru jumpa anda ya…padahal hampir 3 tahun saya melakukan aktivitas yang sama…” jawabVienna

“ Ya saya baru 1 bulanlah…pindah dari kantor lama …, dan saya kerap memperhatikan kamu…”

Entah kenapa ada persaaan debar halus di hati Viena ketika Aero mentap matanya.

“ Hmmm, o iya….setelah halte 2 saya akan melanjutkan bus perumahan…kamu kemana…?” Tanya Vienna.

“ Habis ini saya tunggu di jemput, ada teman yang satu arah…”

“ Ok…”

Itulah awal kali perbincangan pendek yang berlanjut di hari-hari berikutnya, berulang seperti dejavu, danViennamenikmati.

Juga saatViennatidak bisa menyembunyikan air matanya…di halte sepulang kantor, ketika tanpa sengajaViennamelintasi sebuah café yang terletak satu gedung kantornya,  menemui kekasihnya tanpa sengaja tengah ber dua dengan wanita lain, dan pegangan tangan Rino terhadap wanita itu lebih mesra bila bersamanya.

“Aku tau…kau menangisi kekasihmu…” ucap Aero.

“Dia bukan kekasihku lagi…..”Viennamenangis…” Ternyata Rino telah menghianatinya setelah 2 thn kebersamaan kami…”

Di halte 2 tanpa sadarViennabersandar di dada Aero yang hangat, sejenak kepedihan hatinya terobati.

“Sudahlah cantik…menagislah…aku selalu ada untuk mu…”

Viennasemakin sesenggukan, tetapi terbesit ketenangan dari seorang Aero.

 ****

Trlinggg…sms masuk “Good Night Vien, met tidur my beautiful angel “

Selalu setiap malam, sms Aero menemani malam-malam menjelang tidurnya, dan semakin lama semakin Vienna tergantung hadirnya, ataukah hanya pelarian diri setelah pengkianatan Rino, Vienna tidak peduli…baginya Aero mengobati luka hatinya…

“ Aku mencintaimu Vien….” Kata Aero, pada suatu hari di kencan yang sekian kali…di sebuah café temaran, sebentuk cincin di selipkan di jari manisVienna.

Dan Vienna membiarkan ketika kecupan manis di tangan dan dahinya…

Seperti anak kecil yang sedang menikamati kebahagiaan, di manja dan menjadi kisah manis yang terurai di setiap pertemuan mereka.

Sudah hampir 1 mingguViennatidak menjumai Aero di halte 1 menunggunya dan memberikan kursi untuknya,  hp juga mati.

Hingga suatu hari….

“Vienna….” Sosok wanita muda memanggilnya ketikaViennaturun dari pintu lift…

“ Ya…., ada apa ya mbak…?

“ Maaf saya mengganggumu….ini mengenai Aero… “ ucap wanita tirus tersebut.

Berdua duduk di sebuah kedai, terlibat dalam pembicaaraan yang serius…

“Vienna….saya Livia, istri Aero…”

Deg…deg…jantungViennaberdegup kencang.Viennatidak bisa berkata sepatah katapun, ia tidak menyangka akan hal ini.

“ Aku tau kamu tidak tau kalo dia sudah menikah, karena pasti dia tidak bercerita hal ini, dia terlalu mencintaimu….aku tau itu…” Livina bicara dengan tenang seperti mencari kekuatan.

“ Aku tidak menyalahkanmu…” lanjutnya.

“Maafkan saya …”Viennatak sanggup berkata-kata, hatinya lebih pedih dibandingkan di khianatin Rino sebelumnya.

“Vienna, Aero mengalami kecelakaan sehabis pulang dari kantor seminggu lalu…dia kritis…tanpa sengaja aku menemukan catatan hariannya … betapa dia sangat menyesal mengenalmu setelah pernikahan kami, dan cincin yang dia sematkan…itu lah tanda cintanya pada mu…” Livina diam sesaat.

“ Aku rela meskipun, hatiku sakit…mungkin ini pengorbanan yang aku harus lakukan demi kembalinya Aero dari tidurnya…” Livina berurai air mata.

Viennamenggenggam tangan Livina, dan memeluknya…betapa  rapuh wanita yang ada di dekapnya…betapa dia sudah melukai istri Aero, walaupun tidak di sengaja.

Dan November dibawah rintik-rintik hujan yang semakin deras,  2 wanita yang sama-sama mencintai Aero berkerudung hitam menghantarkannya ke peristirahatan terakhir.

Setahun lewat….November hadir untuk mengingatkan kenangan Aero….

Med : Nov 2009


Jangan Ngambek Berkepanjangan Terhadap Orang Yang Kamu Kasihi

 Bagi yang sudah pernah baca, kuluangkan waktu untuk sekali baca lagi…

Ini true story (diceritakan oleh Lu Did dan di edit oleh Lian Shu Xiang) kiriman teman Aileen Amanda.

Sebuah salah pengertian yang menghancurkan sebuah rumah tangga. Tatkala nilai akhir sebuahkehidupan sudah terbuka,tetapi segalanya sudah terlambat.  Membawa nenek utk tinggal bersama menghabiskan masa tuanya bersama kami,malah telah menghianati ikrar cinta yg telah kami buat selama ini,setelah 2 tahun menikah,saya dan suami setuju menjemput nenek di kampung utk tinggal bersama .Sejak kecil suami saya telah kehilangan ayahnya,dia adalah satu-satunya harapan nenek nenek pula yg membesarkannya dan menyekolahkan dia hingga tamat kuliah.

Saya terus mengangguk tanda setuju,kami segera menyiapkan sebuah kamar yg menghadap taman untuk nenek,agar dia dapat berjemur,menanam bunga dan sebagainya.

Suami berdiri d idepan kamar yg sangat kaya dgn sinar matahari,tidak sepatah katapun yg terucap tiba-tiba saja dia mengangkat saya dan memutar-mutar saya seperti adegan dalam film India dan berkata :”Mari,kita jemput nenek di kampung”.

Suami berbadan tinggi besar,aku suka sekali menyandarkan kepalaku ke dadanya yg bidang,ada suatu perasaan nyaman dan aman disana.Aku seperti sebuah boneka kecil yg kapan saja bisa diangkat dan dimasukan kedalam kantongnya.Kalau terjadi selisih paham diantara kami,dia suka tiba-tiba mengangkatku tinggi-tinggi diatas kepalanya dan diputar-putar sampai aku berteriak ketakutan baru diturunkan.Aku sungguh menikmati saat-saat seperti itu.

Kebiasaan nenek di kampung  tidak berubah.Aku suka sekali menghias rumah dengan bunga segar,sampai akhirnya nenek tidak tahan lagi dan berkata kepada suami:”Istri kamu hidup foya-foya ,buat apa beli bunga?Kan bunga tidak bisa dimakan?”

Aku menjelaskannya kepada nenek:”Ibu,rumah dengan bunga segar membuat rumah terasa lebih nyaman dan suasana hati lebih gembira.

“Nenek berlalu sambil mendumel,suamiku berkata sambil tertawa:”Ibu,ini kebiasaan orang kota,lambat laun ibu akan terbiasa juga.”

Nenek tidak protes lagi,tetapi setiap kali melihatku pulang sambil membawa bunga,dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya berapa harga bunga itu,setiap mendengar jawabanku dia selalu mencibir sambil menggeleng-gelengkan kepala.Setiap membawa pulang barang belanjaan,dia selalu tanya itu berapa harganya ,ini berapa. Setiap aku jawab,dia selalu berdecak dengan suara keras.Suamiku memencet hidungku sambil berkata:”Putriku,kan kamu bisa berbohong.Jangan katakan harga yang sebenarnya.” Lambat laun,keharmonisan dalam rumah tanggaku mulai terusik.

Nenek sangat tidak bisa menerima melihat suamiku bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk dia sendiri,di mata nenek seorang anak laki-laki masuk ke dapur adalah hal yang sangat memalukan.Di meja makan,wajah nenek selalu cemberut dan aku sengaja seperti tidak mengetahuinya.Nenek selalu membuat bunyi-bunyian dengan alat makan seperti sumpit dan sendok,itulah cara dia protes.

Aku adalah instrukstur tari,seharian terus menari membuat badanku sangat letih,aku tidak ingin membuang waktu istirahatku dengan bangun pagi apalagi disaat musim dingin.Nenek kadang juga suka membantuku di dapur,tetapi makin dibantu aku menjadi semakin repot,misalnya;dia suka menyimpan semua kantong-kantong bekas belanjaan,dikumpulkan bisa untuk dijual katanya.Jadilah rumahku seperti tempat pemulungan kantong plastik,dimana-mana terlihat kantong plastik besar tempat semua kumpulan kantong plastik.

Kebiasaan nenek mencuci piring bekas makan tidak menggunakan cairan pencuci,agar supaya dia tidak tersinggung,aku selalu mencucinya sekali lagi pada saat dia sudah tidur.Suatu hari,nenek mendapati aku sedang mencuci piring malam harinya,dia segera masukke kamar sambil membanting pintu dan menangis.Suamiku jadi serba salah,malam itu kami tidur seperti orang bisu,aku coba bermanja-manja dengan dia,tetapi dia tidak perduli.Aku menjadi kecewa dan marah.”Apa salahku?” Dia melotot sambil berkata:”Kenapa tidak kamu biarkan saja? Apakah memakan dengan pring itu bisa membuatmu mati?”

Aku dan nenek tidak bertegur sapa untuk waktu yg cukup lama,suasana mejadi kaku.Suamiku menjadi sangat kikuk,tidak tahu harus berpihak pada siapa? Nenek tidak lagi membiarkan suamiku masuk ke dapur,setiap pagi dia selalu bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan untuknya,suatu kebahagiaan terpancar di wajahnya jika melihat suamiku makan dengan lahap,dengan sinar mata yang seakan mencemohku sewaktu melihat padaku,seakan berkata dimana tanggung jawabmu sebagai seorang istri?

Demi menjaga suasana pagi hari tidak terganggu,aku selalu membeli makanan diluar pada saat berangkat kerja.Saat tidur,suami berkata:”Lu di,apakah kamu merasa masakan ibu tidak enak dan tidak bersih sehingga kamu tidak pernah makan di rumah?” sambil memunggungiku dia berkata tanpa menghiraukan air mata yg mengalir di kedua belah pipiku.Dan dia akhirnya berkata:”Anggaplah ini sebuah permintaanku,makanlah bersama kami setiap pagi.”Aku mengiyakannya dan kembali ke meja makan yg serba canggung itu.

Pagi itu nenek memasak bubur,kami sedang makan dan tiba-tiba ada suatu perasaan yg sangat mual menimpaku,seakan-akan isi perut mau keluar semua.Aku menahannya sambil berlari ke kamar mandi,sampai disana aku segera mengeluarkan semua isi perut.Setelah agak reda,aku melihat suamiku berdiri didepan pintu kamar mandi dan memandangku dengan sinar mata yg tajam,diluar sana terdengar suara tangisan nenek dan berkata-kata dengan bahasa daerahnya.Aku terdiam dan terbengong tanpa bisa berkata-kata.Sungguh bukan sengaja aku berbuat demikian!

Pertama kali dalam perkawinanku,aku bertengkar hebat dengan suamiku,nenek melihat kami dengan mata merah dan berjalan menjauh suamiku segera mengejarnya keluar rumah.

Menyambut anggota baru tetapi dibayar dengan nyawa nenek.

Selama 3 hari suamiku tidak pulang ke rumah dan tidak juga  meneleponku.Aku sangat kecewa,semenjak kedatangan nenek di rumah ini,aku sudah banyak mengalah,mau bagaimana lagi?Entah kenapa aku selalu merasa mual dan kehilangan nafsu makan ditambah lagi dengan keadaan rumahku yang kacau,sungguh sangat menyebalkan.Akhirnya teman sekerjaku berkata:”Lu Di,sebaiknya kamu periksa ke dokter.”Hasil pemeriksaan menyatakan aku sedang hamil.Aku baru sadar mengapa aku mual-mual pagi itu.Sebuah berita gembira yg terselip juga kesedihan.Mengapa suami dan nenek sebagai orang yg berpengalaman tidak berpikir sampai sejauh itu?

Di pintu masuk rumah sakit aku melihat suamiku,3 hari tidak bertemu dia berubah drastis,muka kusut kurang tidur,aku ingin segera berlalu tetapi rasa iba membuatku tertegun dan memanggilnya.Dia melihat ke arahku tetapi seakan akan tidak mengenaliku lagi,pandangan matanya penuh dengan kebencian dan itu melukaiku.Aku berkata pada diriku sendiri,jangan lagi melihatnya dan segera memanggil taksi.Padahal aku ingin memberitahunya bahwa kami akan segera memiliki seorang anak.Dan berharap aku akan diangkatnya tinggi-tinggi dan diputar-putar sampai aku minta ampun tetapi mimpiku tidak menjadi kenyataan.Didalam taksi air mataku mengalir dengan deras.Mengapa kesalah pahaman ini berakibat sangat buruk?

Sampai di rumah aku berbaring di ranjang memikirkan peristiwa tadi,memikirkan sinar matanya yg penuh dengan kebencian,aku menangis dengan sedihnya.Tengah malam,aku mendengar suara orang membuka laci,aku menyalakan lampu dan melihat dia dgn wajah berlinang air mata sedang mengambil uang dan buku tabungannya.Aku menatapnya dengan dingin tanpa berkata-kata.Dia seperti tidak melihatku saja dan segera berlalu.Sepertinya dia sudah memutuskan utk meninggalkan aku.Sungguh lelaki yg sangat picik,dalam saat begini dia masih bisa membedakan antara cinta dengan uang.Aku tersenyum sambil menitikan air mata.

Aku tidak masuk kerja keesokan harinya,aku ingin secepatnya membereskan masalah ini,aku akan membicarakan semua masalah ini dan pergi mencarinya di kantornya.Di kantornya aku bertemu dengan seketarisnya yg melihatku dengan wajah bingung.”Ibunya pak direktur baru saja mengalami kecelakaan lalu lintas dan sedang berada di rumah sakit.Mulutku terbuka lebar.Aku segera menuju rumah sakit dan saat menemukannya,nenek sudah meninggal.Suamiku tidak pernah menatapku,wajahnya kaku.Aku memandang jasad nenek yg terbujur kaku.Sambil menangis aku menjerit dalam hati:”Tuhan,mengapa ini bisa terjadi?”

Sampai selesai upacara pemakaman,suamiku tidak pernah bertegur sapa denganku,jika memandangku selalu dengan pandangan penuh dengan kebencian.Peristiwa kecelakaan itu aku juga tahu dari orang lain,pagi itu nenek berjalan ke arah terminal,rupanya dia mau kembali ke kampung.Suamiku mengejar sambil berlari,nenek juga berlari makin cepat sampai tidak melihat sebuah bus yg datang ke arahnya dengan kencang.Aku baru mengerti mengapa pandangan suamiku penuh dengan kebencian.Jika aku tidak muntah pagi itu,jika kami tidak bertengkar, jika dimatanya,akulah penyebab kematian nenek.

Suamiku pindah ke kamar nenek,setiap malam pulang kerja dengan badan penuh dengan bau asap rokok dan alkohol.Aku merasa bersalah tetapi juga merasa harga diriku terinjak-injak.Aku ingin menjelaskan bahwa semua ini bukan salahku dan juga  memberitahunya bahwa kami akan segera mempunyai anak.Tetapi melihat sinar matanya,aku tidak pernah menjelaskan masalah ini.Aku rela dipukul atau dimaki-maki olehnya walaupun ini bukan salahku.Waktu berlalu dengan sangat lambat.Kami hidup serumah tetapi seperti tidak mengenal satu sama lain.Dia pulang makin larut malam.Suasana tegang didalam rumah.

Suatu hari,aku berjalan melewati sebuah café,melalui keremangan lampu dan kisi-kisi jendela, aku melihat suamiku dengan seorang wanita didalam.Dia sedang menyibak rambut sang gadis dengan mesra.Aku tertegun dan mengerti apa yg telah terjadi.Aku masuk kedalam dan berdiri di depan mereka sambil menatap tajam kearahnya.Aku tidak menangis juga tidak berkata apapun karena aku juga tidak tahu harus berkata apa.Sang gadis melihatku dan ke arah suamiku dan segera hendak berlalu.Tetapi dicegah oleh suamiku dan menatap kembali ke arahku dengan sinar mata yg tidak kalah tajam dariku.Suara detak jangtungku terasa sangat keras,setiap detak suara seperti suara menuju kematian.Akhirnya aku mengalah dan berlalu dari hadapan mereka,jika tidak mungkin aku akan jatuh bersama bayiku dihadapan mereka.

Malam itu dia tidak pulang ke rumah.Seakan menjelaskan padaku apa yang telah terjadi.Sepeninggal nenek,rajutan cinta kasih kami juga sepertinya telah berakhir.Dia tidak kembali lagi ke rumah,kadang sewaktu pulang ke rumah,aku mendapati lemari seperti bekas dibongkar.Aku tahu dia kembali mengambil barang-barang keperluannya.Aku tidak ingin menelepon dia walaupun kadang terbersit suatu keinginan untuk menjelaskan semua ini.Tetapi itu tidak terjadi, semua berlalu begitu saja.

Aku mulai hidup seorang diri,pergi check kandungan seorang diri.Setiap kali melihat sepasang suami istri sedang check kandungan bersama,hati ini serasa hancur.Teman-teman menyarankan agar aku membuang saja bayi ini,tetapi aku seperti orang yg sedang histeris mempertahankan miliknya.Hitung-hitung sebagai pembuktian kepada nenek bahwa aku tidak bersalah.

Suatu hari pulang kerja,aku melihat dia duduk didepan ruang tamu.Ruangan penuh dengan asap rokok dan ada selembar kertas diatas meja,tidak perlu tanya aku juga tahu surat apa itu.2 bulan hidup sendiri,aku sudah bisa mengontrol emosi.Sambil membuka mantel dan topi aku berkata kepadanya:”Tunggu sebentar,aku akan segera menanda tanganinya”.Dia melihatku dengan pandangan awut-awutan demikian juga aku.Aku berkata pada diri sendiri,jangan menangis,jangan menangis.Mata ini terasa sakit sekali tetapi aku terus bertahan agar air mata ini tidak keluar.Selesai membuka mantel,aku berjalan ke arahnya dan ternyata dia memperhatikan perutku yg agak membuncit.Sambil duduk di kursi,aku menanda tangani surat itu dan menyodorkan kepadanya.”Lu di,kamu hamil?” Semenjak nenek meninggal,itulah pertama kali dia berbicara kepadaku.Aku tidak bisa lagi membendung air mataku yg menglir keluar dengan derasnya.Aku menjawab:”Iya,tetapi tidak apa-apa.Kamu sudah boleh pergi”.Dia tidak pergi,dalam keremangan ruangan kami saling berpandangan.Perlahan-lahan dia membungkukan badanya ke tanganku,air matanya terasa menembus lengan bajuku.Tetapi di lubuk hatiku,semua sudah berlalu,banyak hal yg sudah pergi dan tidak bisa diambil kembali.

Entah sudah berapa kali aku mendengar dia mengucapkan kata:”Maafkan aku,maafkan aku”.Aku pernah berpikir untuk memaafkannya tetapi tidak bisa.Tatapan matanya di cafe itu tidak akan pernah aku lupakan.Cinta diantara kami telah ada sebuah luka yg menganga.Semua ini adalah sebuah akibat kesengajaan darinya.

Berharap dinding es itu akan mencair,tetapi yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.Hanya sewaktu memikirkan bayiku,aku bisa bertahan untuk terus hidup.Terhadapnya,hatiku dingin bagaikan es,tidak pernah menyentuh semua makanan pembelian dia,tidak menerima semua hadiah pemberiannya tidak juga berbicara lagi dengannya.Sejak menanda tangani surat itu,semua cintaku padanya sudah berlalu,harapanku telah lenyap tidak berbekas.

Kadang dia mencoba masuk ke kamar untuk tidur bersamaku,aku segera berlalu ke ruang tamu,dia terpaksa kembali ke kamar nenek.Malam hari,terdengar suara orang mengerang dari kamar nenek tetapi aku tidak perduli.Itu adalah permainan dia dari dulu.Jika aku tidak perduli padanya,dia akan berpura-pura sakit sampai aku menghampirinya dan bertanya apa yang sakit.Dia lalu akan memelukku sambil tertawa terbahak-bahak.Dia lupa,itu adalah dulu,saat cintaku masih membara,sekarang apa lagi yg aku miliki?

Begitu seterusnya,setiap malam aku mendengar suara orang mengerang sampai anakku lahir.Hampir setiap hari dia selalu membeli barang-barang perlengkapan bayi,perlengkapan anak-anak dan buku-buku bacaan untuk anak-anak.Setumpuk demi setumpuk sampai kamarnya penuh sesak dengan barang-barang.Aku tahu dia mencoba menarik simpatiku tetapi aku tidak bergeming.Terpaksa dia mengurung diri dalam kamar,malam hari dari kamarnya selalu terdengar suara pencetan keyboard komputer.Mungkin dia lagi tergila-gila chatting dan berpacaran di dunia maya pikirku.Bagiku itu bukan lagi suatu masalah.

Suatu malam di musim semi,perutku tiba-tiba terasa sangat sakit dan aku berteriak dengan suara yg keras.Dia segera berlari masuk ke kamar,sepertinya dia tidak pernah tidur.Saat inilah yg ditunggu-tunggu olehnya.Aku digendongnya dan berlari mencari taksi ke rumah sakit.Sepanjang jalan,dia mengenggam dengan erat tanganku,menghapus keringat dingin yg mengalir di dahiku.Sampai di rumah sakit,aku segera digendongnya menuju ruang bersalin.Di punggungnya yg kurus kering,aku terbaring dengan hangat dalam dekapannya.Sepanjang hidupku,siapa lagi yg mencintaiku sedemikian rupa jika bukan dia?

Sampai dipintu ruang bersalin,dia memandangku dengan tatapan penuh kasih sayang saat aku didorong menuju persalinan,sambil menahan sakit aku masih sempat tersenyum padanya.Keluar dari ruang bersalin,dia memandang aku dan anakku dengan wajah penuh dengan air mata sambil tersenyum bahagia.Aku memegang tanganya,dia membalas memandangku dengan bahagia,tersenyum dan menangis lalu terjerambab ke lantai.Aku berteriak histeris memanggil namanya.

Setelah sadar,dia tersenyum tetapi tidak bisa membuka matanya aku pernah berpikir tidak akan lagi meneteskan sebutir air matapun untuknya,tetapi kenyataannya tidak demikian,aku tidak pernah merasakan sesakit saat ini.Kata dokter,kanker hatinya sudah sampai pada stadium mematikan,bisa bertahan sampai hari ini sudah merupakan sebuah mukjijat.Aku tanya kapankah kanker itu terdeteksi? 5 bulan yg lalu kata dokter,bersiap-siaplah menghadapi kemungkinan terburuk.Aku tidak lagi perduli dengan nasehat perawat,aku segera pulang ke rumah dan ke kamar nenek lalu menyalakan komputer.

Ternyata selama ini suara orang mengerang adalah benar apa adanya,aku masih berpikir dia sedang bersandiwara. Sebuah surat yg sangat panjang ada di dalam komputer yg ditujukan kepada anak kami.”Anakku,demi dirimu aku terus bertahan,sampai aku bisa melihatmu.Itu adalah harapanku.Aku tahu dalam hidup ini,kita akan menghadapi semua bentuk kebahagiaan dan kekecewaan,sungguh bahagia jika aku bisa melaluinya bersamamu tetapi ayah tidak mempunyai kesempatan untuk itu.Didalam komputer ini,ayah mencoba memberikan saran dan nasehat terhadap segala kemungkinan hidup yg akan kamu hadapi.Kamu boleh mempertimbangkan saran ayah.

“Anakku, selesai menulis surat ini,ayah merasa telah menemanimu hidup selama bertahun –tahun. Ayah sungguh bahagia.Cintailah ibumu, dia sungguh menderita,dia adalah orang yg paling mencintaimu dan adalah orang yg paling ayah cintai”. Mulai dari kejadian yg mungkin akan terjadi sejak TK,SD,SMP,SMA sampai kuliah,semua tertulis dengan lengkap didalamnya.Dia juga menulis sebuah surat untukku.

“Kasihku, dapat menikahimu adalah hal yg paling bahagia aku rasakan dalam hidup ini.Maafkan salahku,maafkan aku tidak pernah memberitahumu tentang penyakitku.Aku tidak mau kesehatan bayi kita terganggu oleh karenanya.Kasihku,jika engkau menangis sewaktu membaca surat ini,berarti kau telah memaafkan aku.Terima kasih atas cintamu padaku selama ini.Hadiah-hadiah ini aku tidak punya kesempatan untuk memberikannyapada anak kita.Pada bungkusan hadiah tertulis semua tahun pemberian padanya”.

Kembali ke rumah sakit,suamiku masih terbaring lemah.Aku menggendong anak kami dan membaringkannya diatas dadanya sambil berkata:”Sayang,bukalah matamu sebentar saja,lihatlah anak kita.Aku mau dia merasakan kasih sayang dan hangatnya pelukan ayahnya”.Dengan susah payah dia membuka matanya,tersenyum anak itu tetap dalam dekapannya,dengan tanganya yg mungil memegangi tangan ayahnya yg kurus dan lemah.Tidak tahu aku sudah menjepret berapa kali momen itu dengan kamera di tangan sambil berurai air mata.

Teman2 terkasih,aku sharing cerita ini kepada kalian,agar kita semua bisa menyimak pesan dari cerita ini.Mungkin saat ini air mata kalian sedang jatuh mengalir atau mata masih sembab sehabis menangis,ingatlah pesan dari cerita ini :”Jika ada sesuatu yg mengganjal di hati diantara kalian yg saling mengasihi,sebaiknya utarakanlah jangan simpan didalam hati.Siapa tau apa yg akan terjadi besok? Ada sebuah pertanyaan:Jika kita tahu besok adalah hari kiamat,apakah kita akan menyesali semua hal yg telah kita perbuat? atau apa yg telah kita ucapkan? Sebelum segalanya menjadi terlambat,pikirlah matang2 semua yg akan kita lakukan sebelum kita menyesalinya seumur hidup.


Menikah Sereeem

Rose termenung di mushola setelah sholat Ashar, rasanya badan ngantuk setelah seharian tadi mengerjakan sistem baru di kantornya, kantor tempat bekerjanya bukan kantor ece-ece tapi perusahaan multinasional yang sedang naik daun produk-produknya di pasaran elektronic.

Sebagai orang yang bergelut di bidang IT untuk development product, Rose harus fokus dan terus belajar mengikuti perkembangan tekhnologi yang terus berkembang. Selama ini atasnnya selalu memberikan kepercayaan penuh padanya. Berbagai training ke manca negara pun dilakoni, secara belum ada tanggungan apa-apa, asyik-asyik aja and easy going aza lah.

Tapi entah mengapa, teguran halus ibunya semalam, kepikiran sampe sholat asar kali ini. ” Boleh kamu belajar sampai ke negeriChinasekalipun, tapi wanita mempunyai kodrat dan agama kita juga mewajibkan kita untuk lebih baik menikah.” halus tutur kata dari ibunya terngiang jelas.

Rose bukannya tidak pernah memikirkan suatu “pernikahan” … baginya sakit hati karena ayah yang meninggalkan ibu dan menikah denga norang lain lagi Cukup!membuat dia tidak percaya akan kaum adam, di tambah perselingkuhan yang dilakukan oleh Donny mantannya di depan matanya, sudah terjawablah semua …laki-laki mahluk yang sangat menyebalkan dan tidak dapat dipercaya! I must independent! No Man No Cry! itu yang selalu ada di benak Rosita Anggraeni.

Tiba-tiba…”Hai Ros, bengong aja mikirin pacar ya….” sapa Opie ibu muda dengan 2 anak sehabis menyelesaikan sholat Asar juga.

“Hmmm, iya sih mbak…aku takut menikah…serem, semua laki-laki itu tidak bertanggung jawab” kata Rose.

“O, ya siapa bilang…., tidak dengan suami ku…” bela Opie sambil tersenyum jenaka.

“Bagaimana tidak, ayah ku meninggalkan ibuku dan mantanku jelas2 selingkuh di depan mataku tanpa perasaan bersalah, tanpa maaf malah menuduh ku yang tidak care hanya mementingkan karir…”

“Ya Rose aku ngerti, umur mu juga di ambang 30 thn pastinya kamu akan lebih seleksi dalam memilih calon pendamping, karir mu mulus bagai jalan tol di tengah persaingan kantor yang semakin tidak sehat, aku sudah mengalami apa yang tengah kamu gelisahkan…” jawab Opie.

Diam sejenak, masing-masing sedang memori percakapan berdua

“Aku juga dulu sempat berpikir, tidak perlu lagi ada lelaki dalam hidup ini, menikah hanya membuat aku terikat,  karena kaum lelaki kadang sangat egois, mereka bisa saja bergaul dengan wanita-wanita yang disukai sedangkan kita dibatasi,masih bersyukur kalau  diperbolehkan  bekerja…”

“ Nah itulah mbak, makanya sereem kalo aku yang bisa bebas lepas tiba-tiba hanya berdiam diri menunggu suami pulang kantor … belum lagi kebebasan yang luar bisa aku punya sekarang harus terampas, belum lagi harus menyesuaikan adaptasi dengan sifat dia yang gak sreg dengan kita.

“Tapi Rose ini hanyalah share ya, mungkin bisa dipertimbangkan…pas dia angka 30 mungkin ini terlambat ya … tapi pas di angka 30 thn ini aku dapat kekuatan tiba-tiba aku siap untuk menikah, tanpa paksaan, tanpa tekanan karena umur, tapi ini datang dari suatu kesadaran aku sendiri…aku tiba-tiba merasa lelah dengan kesendirian, dan berbagai pertimbangan maka aku terima lamaran seseorang yang cukup lama menjadi sahabat dan sudah bisa di tebak sudah cukup  lama dia mencintai aku pastinya…”

“ O, ya…mbak tersadar dengan sendirinya…hmmm…boleh tau apa yang mbak rasakan setelah menikah…”

“Ha ha ha ..Rose .. I’m happy…dengan 2 malaikat kecil ku di rumah…, ambisi untuk karir bukan orientasi lagi, aku bekerja buat mengekspresikan diri aku, 2 malaikat di rumah mengalahkan segala ego yang dulu jadi target utama…dan laki-laki bukan mahluk yang harus jadi virus yang bikin kita alergi….” 

“ Hmm, Mbak tapi kenapa ya aku sangat sakit hati dengan kaum adam…ayahku aja tega sekali..”

“Gini Rose, jangan kita memformulakan apa yang terjadi pada orang lain,  sekalipun itu orang dekat kita, …perceraian ortu mu pasti ada sesuatu..dan kurasa kamu tidak terlalu banyak menyelami secara 2 pihak, kadang kita hanya menyelami dari satu sisi “Ibu” yang biasanya lbh dekat dari kita…”

“ O, ya…mbak pengalaman pribadi ya…”

“ Pribadi atau tidak gak pentingkanRose…”kerling Opie.

“Pastinya aku tidak mau menghabiskan masa tua ku dengan harta berlimpah dari hasil karirku yang menjulang, tapi sepi merana…, aku ingin menjadi istri yang dicintai dan mencintai, juga ingin menjadi ibu yang terbaik buat putra putri ku …itu saja harapanku sekarang…so Rose sudah dulu ya siap2 mo pul teng (pulang tenggo) niy…semoga kamu bisa mempertimbangkan tentang kaum adam dan menikah tidaklah seseram seperti yang terpatri di pikiranmu saat ini…”

Di sepanjang perjalanan pulang…”I’m singgel…I’m verry happy”  kok jadi hambar ya…terlintas wajah Satryo yang 2 tahun kebelakang ini masih menanti jawabnya untuk menerima lamarannya…

Special for :

Jomblowati is only run for career and career  … there is act without reason (this is just a little sharing)


Kulihat Mantanku di TV

Di suatu malam…

Fay tertegun menatap sosok pria yang di depannya, di sekotak layar TV  21 inch … rasanya beberapa tahun yang lalu aku familiar sekali dengan wajah ini … setelah hampir sekian lama waktu bergulir menghilangkan berbagai kenangan semasa kuliah.

Dan berbagai banyak peristiwa penting setelah 13 tahun berlalu tanpa mu.

Kok bisa ya Dimas bisa jadi presenter salah satu acara TV swasta, bawaan tema religi lagi ? hmm kali setelah sekian tahun banyak yang sudah terjadi dengan nya…Hmmm? Apakah aku masih berhak tahu cerita dia?

Dimas 13 tahun lalu sosok yang sempet dekat dengan ku, tanpa sengaja perjalan pulang kampungYogyakarta– Purwokerto menjadikan kita kenal dan berlanjut bertukar nomor. Banyak yang aku suka dari sosok kamu sebenernya cerdas, berambisi dan selalu memunculkan diskusi yang seru seputar aktivitas mahasiswa, band, penyanyi, drama dan “ break..break..di coppy” khas banget pas kamu lagi ngomong di udara.

Sekian lama kita bersahabat, aku berharap kamu menjadi “someone specialku” tapi aku tidak bisa memaksakan, dari sekian kali pertemuan perbincangan kamu tak sedikitpun menyentuh masalah kedekatan kita.

Dan aku juga tidak berani mengusik, aku tahu kamu sedang rapuh dan terluka.

Terluka karena di tinggal gadis yang kamu cintai pindah ke lain hati, orang tua mu yang bertengkar setiap hari, kamu yang merasa dibedakan dengan adik-adikmu yang pandai dan lebih cepat lulus dari kuliah,.

Aku liat kamu yang saat itu sedang brontak dan labil, sebagai sahabat hanya bisa memberi masukan. Dan setiap ada masalah aku senang memberikan solusi-solusi yang ku anggap akan meringankan beban mu, “tulus” hanya itu.

Hingga suatu saat kamu meminta aku untuk menjadi kekasih.

Antara iya dan tidak, aku sendiri bingung karena jujur aku sudah memposisikan hanya sebagai sahabat, aku takut sakit hati!!, aku tidak berani menerima kenyataan hanya sebagai pelarian.

Karena ku tahu gadis yang meninggalkanmu tentu saja sangat berbeda jauh denganku, seorang model, mapan, cantik belum lagi kemana-mana selalu dikawal karena anak pejaabat sedangkan aku hanyalah anak kuliahan yang masih mengejar IP tinggi dan harus banting tulang untuk membantu meringankan orang tua setidaknya untuk bayar kostan dan sehari-hari.

Cukup buat aku sebagai sahabat dan pendengar setiamu.

Hmmmm …dan memang benar meski kamu meminta lbh dari sahabat, tetapi kenyataan aku tetaplah sahabatmu, dan memang dari awal aku tidak bisa menjadi lebih dari sahabat.

Aku hanya sebagai sahabat tempat curhat dan aku tetap bahagia.

13 tahun yang lalu dan semalam aku liat kemabli sosok mu yang hilang sekian lama tanpa kabar , kembali hadir dalam layar tv 21 inc ruang keluarga, ketika aku sedang bersandar di bahu suamiku tercinta…

For someone, we stil frend everwhere you are …


Cintanya Sang Cinta

Kisah “ C I N T A “

Cinta wanita dua puluhan dng kecantikan nya.

“ Bantu Cinta ya Pak jualan, moga-moga Bapak bisa bantu Cinta untuk capai target bulan ini…” kata-kata ini yang buat Hero termehek-mehek.

Bagaimana tidak di depan nya wanita muda berwajah indo sangat segar..hm beda banget dengan bundanya  Syakira putri semata wayangnya. Lho kok jadi membandingkan dengan istri yang hampir 6 tahun mendampinginya…wah setan apa nih berkeliaran di otaku…apalagi Fahira akhir-akhir ini seakan gak peduli dengan penampilannya yang seolah tidak begitu dipentingkan lagi, tidak seperti tahun-tahun di awal pernikahan mereka.

Masih jelas pertemuan 1 jam yang lalu dengan Cinta Sales Promotion Girlnya mobil mewah yang lagi di cari bos expatriatnya, dari beberapa penawar daialah yang memberikan penawaran yang menarik dan plus memang pribadi Cintanya juga yang menarik.

Seputar mobil, harga, spec, asuransi juga karoserinya melenceng ke percakapan yang lebih akrab , latar belakang pendidikan, hobby, status. Dari sini Hero jadi semakin di buat penasaran, hmm bukan dengan mobil mewah yang diincernya tetapi gadis indo lebih menawan hatinya.

Di tengah macetnya perjalanan pulang tiba-tiba …message di BB nya muncul….” Sebagai tanda appreciate kami terhadap bapak, kiranya bapak mau menerima gift dari kami…” CiNtA….

“Hmmm apa yah…” tiba-tiba pikiran Hero jadi penasaran dengan sms yang baru masuk.

Cukup singkat dan jelas reply…” O.K “ jawaban Hero.            

Hmmm bagaimana kalo istrinya tau di BB nya wajah manis Cinta menghias dengan senyum manisnya.

Masih meneruskan  pembicaaraan satu jam berlalu tadi…

“ Hmm jujur aja kamu bekerja di Sales Promotion, wajah cantik pasti banyak sekali ya godaannya…”

“ Yah begitulah pak, mungkin mereka kira dengan bekerja seperti ini sebagai sales mereka kira bisa juga membeli saya…., meski saya tau mereka orang-orang berduit…tapi saya masih bisa jaga diri…” senyum Cinta mengembang mempesona.

“ Hmmm kalo kamu aku tawarin kerja di sini gimana? Kebetulan resepsionis di depan resign ?” tawar Hero.

” Wah saya sih mau pak, tapi saya cuma  lulusan SMU…”  malu-malu Cinta mengungkapinnya.

“Ooo,….” Hero sempet mengernyitkan dahi, recepsionist sebelum-sebelumnya kebanyakan masih kuliahan SI paling tidak D3, beberapa resign mau menyelesaikan skripsi.

“ Hmm …ya sudahlah toh salary kamu di perusahan mobil ini juga udah lumayan, ditambah bonus kalo Cinta bisa jualin dalam sebulan beberapa mobil…kan” jawab Hero yang bingung mendadak karena terlalu berani menawarkan kerjaan yang belum tentu sreg dengan yang bersangkutan.

“Btw kamu ke sini naik apa Cin…”

“Saya naik motor pak…”

“Hah…emang gak ada mobil kantor atau dinas atau…palig gak pacar2 yang bisa antar kamu…” kata Pak Hero memberondong, gak percaya cewe “kinyis-kinyis” secantik Cinta mandiri dan berani dikotaMetropolitan ini bersepeda motor.

“Udah biasa pak, pacar…? Mana ada yang betah sama Cinta…secara kerjaan Cinta nih gak kenal waktu…sabtu minggu pasti pameran di mall dan selalu road show kemana-mana…gak ada yang tahan deh pak!!”

“Hmmm kamu tinggal dimana…?”

Di daerah Bogor….Cinta tinggal berdua ama adhe Cinta…bapak dan ibu udah meninggal waktu Cinta SD, bapak duluan baru kemudian ibu beberapa tahun kemudian.., Cinta dirawat Bude dan sekarang Cinta harus membantu keuangan rumah buat makan kita ber 3.

“Hmmm, hebat kamu Cinta..” puji Hero.

Jabatan selaku manajer General Affair memang kerap berhubungan dengan supplier2 berbagai kebutuhan kantor, hampir 10 tahun Hero mengabdikan dirinya pada perusahaan multinasional, dari bawah merintis karir staf dan susah payah sampai menjadi manajer.

Istri yang cantik dan putri tunggal yang berusia 4 tahun sudah cukup mewarnai hidupnya, kebahgiaan yang alami dan pantas disyukuri.

Ahhh tiba-tiba…hadir sosok wanita muda yang begitu menggoda….hmmm sampe bingung dengan perubahan yang sedang terjadi…hampir 6 tahun usia perkawinannya tak terbesit memikirkan wanita lain selain Fahira…Fahira yang dia peroleh dengan perjuangan, bunga desa yang banyak diincar para tuan Tanah yang mapan di kampungnya. Sampai akhirnya Fahira memutuskan dirinya yang berwajah pas-pasan…hanya saja ada yang bilang simpatik (hmmmm) adalah anugerah terindah….2 tahun dari usia pernikahannya lahirlah Sakira yang lucu dan cerewet….”Papah, papah….main cepeda dulu ya  ama Kira sebelum ke kantol…” pinta putri kesayangannya.

“Oke…princesss” itulah sebutan buat Sakira.

Hero selalu merasa menjadi body guard buat little princesnya.

Rutinitas pagi jam 6.30 udah harus memacu mobilnya ke kantor yang kadang tidak bisa terpredikisi dengan kemacetan Jkt yang semakin parah.

Rasa capai dengan rutinitas, tekanan pekerjan belum lagi permintaan Fahira yang kadang minta beliin ini, itu atau titip ini itu kadang menambah be te setelah seharian berkutat dengan kerjaan dan omelan bos yang memaki tanpa hati nurani….Kalau saja masih bujangan kali udah aku tinggal company ini, Hero pernah bercurhat pada ku…

Dan sekarang…

Bagai intermezzo kehadiran Cinta mengubah kejenuhan, bagai air hujan  yang mengguyurpadangpasir yang gersang …uih lebay !!

 ****

Kembali Hero bercurhat padaku….” Nin … gimana aku gak termehek-mehek…., aku rasanya jatuh cinta dengan Cinta…entahlah aku jatuh hati atau kasihan dengan nya…”

Nine sahabat Hero jadi temapt curhat…sekedar curhat…

“Her…jangan pernah kamu tukar kebahagiaan yang sudah Allah kasih…Fahira, Sakira…, saat ini memang membosankan…dan Cinta? Anggap bunga tidur yang tiba-tiba akan hilang pas kamu terjaga dari tidurmu dan kembali ke hidupan nyata…” nasehat Nine.

“Hmmm bener juga Nin…” gumam Hero.

Tapi Cinta adalah Cinta yang penasaran dengan ketidaktaklukan sang Hero…, bagaimana bisa sudah beberapa pria jatuh ke pelukannya dengan gampang…dan Hero…hmmm pria yang dianggapnya sok cool dan jaim…mau tapi takut!! Dan ini adalah tantangan…tidak gampang ternyata menaklukan pria, seperti yang sudah-sudah bukannya dia yang mengejar tetapi pria-pria hidung belang yang menyambangi.

 ****

Hero berhasil mengarahkan sang Bos untuk membeli dari Cinta, satu mobil mewah dengan angka fantastic nyaris 1 M di beli dari uang perusahaan, fasilitas untuk Director suatu perusahaan multinasional.

Cinta semakin yakin bahwa Hero pria mapan yang mempesona, meski gak ganteng2 amat tetapi simpatik dan yang akrab tapi tidak genit juga membawa kesan sendiri.

“ Pak Hero ini bukan pesan perusahaan, ini dari hati Cinta sendiri…gmana kalo kita ketemu? Cinta pengen diskusi sedikit…, jam 7 malam deh setelah Bapak selesai pulang kantor…café Virgo oce  ;) “.

Hero jadi bimbang…secara persaan ke Cinta memang tidak bisa dibohongi, disisi lain teringat little princesnya yang sedang menanti di rumah, dan  boneka bling-bling pinky yang sekarang ada ditangannya khusus dibeli karena Sakira Ulang Tahun ke 4 tahun.

“Ok…” reply Hero SMS Cinta.

Hmmm Cinta tersenyum berbunga-bunga, kali ini Pak Hero harus jatuh ke pelukan Cinta…apapun caranya…gumam Cinta.

 ****

“Wow….Cinta cantik sekali…” seperti biasa Hero dengan candanya.

“ Iya nih khusus buat Bapak…Cinta berdandan…” katanya malu-malu.

Wah pria mana yang tidak terpesona dengan wajah Cinta yang bak bintang film indo…

“Bapak udah Cinta pesenin minuman khusus, sebagai tanda teima kasih …” senyum mistrius Cinta.

“Ok..ok…”

Berbicara dengan orang yang sebenernya sama-sama saling tertarik tidak terasa jam sudah menunjukan pukul 22.00.

Dan….

“Wah sudah malam Cint, aku harus pulang …anaku hari ini ulang tahun…” tiba-tiba Hero tersadar janji ke Sakira. Ya ampun musik café yang keras membuat tidak sadar adanya miss call telpon rumah beberapa kali.

“Cinta masih kangen sama bapak…” rajuk Cinta tiba-tiba berani.

Deg deg deg….jiwa lelaki Hero bagai terbakar…tiba-tiba Cinta memeluknya ketika akan masuk ke mobil dan menciumnya.

Setelah 6 tahun selain istrinya yang menciumnya, wanita belia di depannya seolah begitu mudah di gapainya..dan begitu gampang …dan begitu berharap!

“ Cinta…maaf…stop …” Hero menghindar ketika Cinta mo mencium lagi…

“ Aku memang sempat jatuh hati, aku suka Cinta…aku lelaki normal…, tapi aku tidak bisa menghianati my litlle princesku di rumah…dan bundanya…” tiba-tiba Hero seolah tersadar akan diskusi panjangnya dengan Nine sahabatnya.

“Aku tidak akan menukar kebahagiaan yang hampir 6 tahun aku jaga dengan seteguk madu Cinta yang sesaat……”

Hero pacu mobilnya untuk senyum Sakira atas boneka pink bling-bling saksi bisu atas ciuman panas Cinta …  : D

 Pic ilustratuion from google


Ketika Aku Mulai Mencintaimu (7)

Part 7

Wah senangnya hari ini,  Zita memang ‘the beautiful princess’ walau hanya melihat dari jauh, menjemput mama sehabis syukuran melepas nya untuk berangkat ke Austi, hatiku tak berhenti berdegup keras.

“I knew I Loved You,  Before I Met You” emang bener banget nih lagu Savage Garden

****

Hampa…

Mama jarang cerita Zita lagi, kalau lancar dia akan selesai 2.5 – 3 tahun di Austi, mudah-mudahan Princess cepat selesai, Miss U

****

Menutut dr tadi siang

Hasil dari lab Limfoma Agresif (intermediate/derajat keganasan tinggi) cepat tumbuh dan menyebar dalam tubuh dan bila dibiarkan tanpa pengobatan dapat mematikan dalam 6 bulan. Angka harapan hidup rata-rata berkisar 5 tahun dengan sekitar 30-40% sembuh.

Terjawab sudah setelah akhir-akhir ini pembengkakan pangkal paha yang aku alami adalah pembesaran kelenjar getah bening . Pembesaran kelenjar inilah yang menyebabkan berat badan turun, demam dan  keringat malam.

Dokter boleh mendiagnosa, tetapi Allah yang berkendak.

Sudah aku pasrahkan semua hidupku pada mu ya Rabb.

****

Aku sedih melihat mama, sudah berulang kali aku bersikeras baik-baik saja, walau jujur, aku capai dengan kemoterapi, terapi anti bodi monoclonal, radiasi yang berulang-ulang.

Maaf mama aku menolak untuk penyembuhan dengan cangkok sum-sum tulang belakang.

Biarlah umur tersisa ini aku jalanin dengan takdir yang akan Allah berikan.

****

Zita pulang, hmmm aneh!! Badanku jadi sehat , padahal aku hanya dengar kalau the Princess akan balik keIndonesia, setelah hampir 2.5 tahun aku tidak mendengar ceritanya, pasti dia semakin cantik? Aku sudah yakin itu…

****

Mama dan Tante Farida menjodohkan aku dengan Zita.

Aku tidak yakin Zita mau menerima aku, tapi ternyata salah…Zita menyetujui, tapi aku sadar diri ini karena dia ‘terpaksa’, agar tante Farida sembuh.

Aku sudah bilang Mama untuk ‘merahasiakan’ sakitku dan aku menerima rencana mama.

****

Bagai mimpi akhirnya aku menjadi pendamping hidupnya … “ Saya terima nikahnya Fazita Rachmani binti Suseno “ ever after my Princess.

****

Cinta memang tidak bisa dipaksa, aku masih bisa membaca cinta dimatanya untuk Fauzi…dan aku tidak berdaya apa-apa, karena aku sadar benar seperti perasaanku yang tidak bisa perpindah ke lain wanita, cinta Zita selamanya …dan aku akan memperjuangkan…

****

Masih saja istriku bertemu dengan Fauzi mau sampa kapankah sandiwara perkawianku ?

Dan bisakah aku bertahan ?

****

Tuhan

Hari ini adalah hari baru bagiku….walau sore kemarin aku hampir tidak bisa menahan emosi setelah mengikuti kemana Zita pergi.

Kembali Zita masih memberikan harapan untuk Fauzi kembali, baru pernah aku rasakan kepedihan ketika aku harus melihat betapa mesranya Zita kepadanya.

Tapi Tuhan terima kasih, akhirnya aku mempunyai keberanian untuk ‘menyentuh’ segenap cinta  dan aku semakin mencintai nya untk selamanya.

Luvvv my Princess

****

Terima Kasih Tuhan, Zita dan anaku masih di beri kesempatan…

Aku sangat bahagia menjadi calon Ayah.

****

Bukan aku mensyukuri kebutaan Zita tetapi aku yakin ini jalan dari Mu…aku semakin bisa dekat dengan nya, rasanya bahagia dia menjadi tergantung dengan ku.

Aku bahagia bisa, mendandaninya, memeluknya dan menemaninya.

Aku bahagia Zita mulai menyayangi anak dalam kandungannya.

Terima kasih Allah.

****

Menurut dokter yang merawatku selama ini  siang tadi, sakitku sudah stadium IV :

Penyebaran Limfoma selain pada kelenjar getah bening setidaknya pada satu organ lain juga seperti sumsum tulang, hati, paru-paru, atau otak.

Meski stadium 10, aku sudah tidak peduli.

 ****

Aku akan jadi ayah, amazing sekali melihat anaku di foto 4 Dimensi …

Zita setuju dengan nama yang aku usulkan : Arkana Putra

****

Aku sudah berjanji, pasti Zita akan bisa melihat Arka dari bayi hingga dewasa.

****

Aku sudah tanda tangani pendonoran kornea mataku untuk istriku tercinta.

Dan bahagianya meski jasad sempurna ku tidak bisa mendamping Zita dan Arka, tetapi mata ini akan selalu ikut menjaga setiap pertumbuhan mu nak…

Sebulan sebelum kelahiran Arka, Zita melakukan operasi karena ada orang yang bersedia mendonorkan kornea matanya, semua telah diatur sebegitu rupa hingga Zita menyadari semuanya setelah kelahiran Arka … Rifki tidak bisa menemaninya lagi.

 The End

Pic Source : usmemorialday.org


Ketika Aku Mulai Mencintaimu (6)

Part 6

Tanpa terasa kandungan Zita semakin mendekati prediksi kelahiran, ternyata sangat membahagiakan menjadi calon ibu.

Apalagi Fikri sangat memanjakan dia dengan hadiah-hadiah baju hamil yang cantik-cantik, ibunya sampai berdecak…” Belum puas juga beli baju hamil dan perlengkapan buat si kecil…”

Fikri hanya senyum-senyum sambil membelai perut Zita yang semakin membuncit.

“ Nak Fik kamu keliatan pucat, istirahatlah…o iya tadi mama mu telephone…katanya kangen sekali dengan mu…pasti mama mu sangat kehilangan anak tunggalnya….” ledek ibu Farida.

Sesekali biarlah Zita bersama ibu, kamu pulanglah ke rumah…kayanya mama mu sangat mengkhawatirkanmu, besok sehabis menemani Zita senam hamil mampir lah ke rumah…”

“ Iya tan eh ibu ….” Fikri tersekat masih suka sebut Tante…

“ Fik, kata suster sudah turun nih si baby…..” kata Zita sehabis mengikuti senam hamil.

“Hmm oiya, wah bisa-bisa dia gak mau lama-lama di kandungan…” timpal Fikri.

“ Fik kok kamu banyak diam sih…” biasanya sepanjang jalan ramai.

“ Ha ha Princess aku tuh diam , tapi ngebayangin kaya apa nanti ya anak kita wajahnya…pastinya sih ganteng kaya aku…”

“Ihhhh GR, emang siapa yang bilang kamu ganteng…”

“ Mama ku lah…dan kamu Princesss…Ngaku! Hayoooo….” ledek Fikri.

“ Ganteng kalo diliat dariLondon…”

Tanpa sepengetahuan Zita, di belakang setir keringat dingin mulai membasahi sekujur bajunya ….

“ Kapan-kapan aja ya mampir ke rumah mama, aku harus mempersiapkan data-data untuk meeting 2 hari kedepan Zit, maaf aku mungkin akan meninggalkan mu barang 1 minggu, sebentar lagi akhir tahun banyak data closing tahunan yang akan di bahas di kantor” ucap Fikri sambil menahan sakit yang bukan untuk sekali dua kali dia alami.

Dan inilah perjalan terakhir Zita, satu mobil dengan Fikri.

Senda gurau yang hangat.

Semua terjawab sudah dalam catatan harian Fikri.

Rasa nyeri selepas melahirkan masih terasa, tapi tak sepedih hatinya sekarang.

Setelah menyusui Arka, Zita memberanikan diri untuk membuka buku rahasia hati Fikri selama ini.

Catatan Harian Fikri

Aku menyukai gadis kecil ini, ‘salah’ memang caraku agar dia mengingat akan diriku dengan cara melempar ular2n dari papah ke dia, ah dia ternyata gadis yag sangat penakut. Aku gak menyangka sangat berbeda dengan fisiknya yang tomboy.

Ternya putri tante Farida itu bernama Zita, aju sudah menyukainya sedari pertama bertemu, ini kali ya yang namanya first love nya monkey…eh masudnya masih SD tapi udah naksir,kankalo kecil di bilangnya “cinta monyet “

****

Aku hanya mengenalnya dari mama, untung mama suka ngobrolin Zita putri tante Farida, hmmm meskipun aku tidak pernah berhubungan dengan dia,  jadi tetap up date tentangnya, gadis yang kelak jadi pendampingku (hmmm ngarep.com).

Untung mama gak curiga kalau aku diam-diam naksir banget, coba kalau mama tau ? yang ada aku suruh maju sendiri.

****

Ternyata dia udah punya pacar, hmm Fauzi namanya

Mudah-mudahan Fauzi terbaik buatnya.

***

Tadi ikutan sedih, tanpa sengaja mendengar tante Farida curhat ke mama.

Akhirnya Zita di putus oleh Fauzi, dasar lelaki ‘bodoh’ apa sih kurangnya Zita ? cantik, baik dan pintar. Andai saja aku punya keberanian.

***

Aku semakin salut dengan Zita “ My Princess “ bodoh! Mana dia tahu ya kalau di negeri seberang ada seorang Pangeran yang mencintainya.

Syukurlah dia berhasil menembus beasiswa, hmm walau untuk sesaat dia akan terbang ke Austi dan mungkin sangat sedikit mendengar beritanya, entahlah aku ikut bahagia mendengarnya, semoga dengan melanjutkan S2 dia akan cepat melupakan Fauzi.

***

Mama ternyata curiga kalau aku tidak tertarik akan wanita! Gila masa anaknya yang ganteng dikatain suka amanya ama cowo! Mama…mama…gimana aku akan berani dekat dengan wanita, kalau setiap ‘teman’ wanita  aja aku cerita sedikit mama langsung curiga, terus banyak sekali nasehatnya “ Fikri pokoknya kuliah selesai dulu…” aduuh baru nganterin Mimi ke toko buku aja pulangnya sudah di ceramahi panjang lebar…”Kalau pergi jangan lama-lama Fik, mama kan sendirian di rumah…”  “

“Aduuuh gmana aku bisa punya pacar?”

Dan Zita selalu tersimpan misterius di hatiku, setiap aku mo dekat dengan yang namanya mahluk ‘hawa’ yang ada di benaku ternyata Zita.

Kadang aku berpikir, jangan-jangan ini “dejavu” dimana milyaran tahun lalu dia memang belahan jiwaku…(ih kembali berkhayal.com).

****

Lets go to the end…

Pic. Source : liputanmakassar.wordpress.com


Ketika Aku Mulai Mencintaimu (5)

Part 5

Hari-hari ternyata dilewati tidak se’ngeri’ yang Zita bayangkan, betapa dia mulai bisa membuka hatinya untuk Fikri, hilang keegoisan yang selama ini dia luncurkan untuk membuat Fikri menceraikannya.” Oh Fik, maafkan aku ya selama ini aku selalu menyakitimu…”  hanya dalam batin Zita berucap, tapi entahlah masih sangat susah untuk berucap secara lisan pada Fikri, Zita takut ini hanyalah cinta sementara, walaupun dalam lubuk hati terdalam, sudah bisa menerima cinta yang di tawarkan Fikri.

“ Zit ada telephone…terimalah dari Fauzi…” tiba-tiba Fikri menyodorkan phone ke tangannya.

“Bicaralah, apapun yang akan kamu putuskan setelah menerima telpon Fauzi, kamu tau yang terbaik…, aku tidak pernah akan menghalangi mu…bagiku cinta adalah kebebasan yang akan membuat kamu bahagia…” ucap Fikri.

Fikri menyingkir untuk sesaat, membiarkan Zita untuk berbicara dengan Fauzi…

“ Bagaimana keadaanmu Zita, maafkan aku atas kecelakaan yang menimpamu…aku tidak bisa memunculkan diri ku…, aku takut akan memperkeruh masalah yang terjadi dalam rumah tanggamu, semoga kamu bisa mengambil keputusan yang bijaksana…” suara Fauzi dari jauh.

“ Aku baik-baik saja dan aku bahagia, jadi tidak perlu lagi ada perasaan khawatir di hati mu..” jawab Zita.

“ Maafkanaku Zita…”

“Entahlah aku sadar, aku buta dan aku yakin kamu tak akan pernah mau direpotin dengan wanita buta seperti aku,…cukup Fauzi aku ingin menjalani hidupku dengan seseorang yang memang seharusnya aku jalani…” click! Zita memutuskan untuk mengakhiri diskusi yang disadari hanya basa-basi, kemana Fauzi selama dia terkapar dalam kegelapan?

Fikri menghapus air mata yang membasahi pipinya,…”Fik mungkin terlambat aku mengatakan hal ini, tapi lebih baik terlambat….aku sedang berusaha mencintaimu…, tolong bantu aku untuk menjaga perasaan ini…”

Sesaat hanya hati yang bicara, …” Hmmm lega aku bisa jujur padamu Fik,…” sembari Zita melepas pelukan dari Fikri.

Fikri tersenyum bahagia….

Masih bersambung

Pic. Source : fotosearch.com


Ketika aku Mulai Mencintaimu (4)

Part 4

Di sisi hati begitu kuat rasa benci pada Fikri, sisi hati lain ingin memaafkan Fauzi untuk mengarungi hidup baru yang dulu di dambakan, tapi hati kecilnya timbul rasa iba terhadap Fikri yang entahlah…dari mana rasa itu datang?

Hari ini Zita pulang cepat, entahlah rasa mual dan pusing tiba-tiba mendera dari pagi, setelah mengajar Metodologi Penelitian Zita merebahkan bentar ke ruang kesehatan untuk sekedar chek up.

“ Bu Zit, cuma masuk angin biasa …saya sarankan bu Zit test pack

kehamilan “ saran dr Aulia.

“ Kehamilan dok…” kata Zita bingung.

“ Iya, dari keterangan ibu,  haids terakhir 2 bulan lalu…buat seorang wanita kalau bukan karena ada yang tidak beres dengan rahimnya pastilah hamil…” dr Aulia senyum-senyum.

Sambil menyetir Zita, terngiang dengan prediksi dr Aulia akan kehamilannya…, bagaimana kalau hal ini benar dan bagaimana aku harus menerangkan ke Fikri…? Lelaki yang masih saja belum bisa aku terima…walau, walau…” Aghhhhh bodoh nya aku….”

Tiba-tiba sorot lampu mobil tajam , menyilaukan pandangan Zita…setelahnya bruuuuk!!! ….Zita tidak sadarkan diri kembali….semua terasa gelap…..

Samar Zita mendengar doa-doa di sekitar tempat berbaring, rasanya berat sekali kepalanya…dan gelap walau mata sudah terbuka.

“ Zit, syukurlah kamu sudah sadar…kamu baik-baik sayang saja….” suara ibu Farida terdengar sangat khawatir akan kondisi putri tunggalnya.

“ Ibu Zita tidak bisa melihat apa-apa, gelap sekali…..” tangan Zita meraba-raba sekitar.

“ Alhamdulillah sabar ya nak…kamu masih belum pulih…, bersyukur nak….Allah sayang kepada mu dan anak di kandunganmu…, ibu bahagia akhirnya ibu akan mempunyai cucu…” ucap Ibu Farida.

“ Anak…” Zita teringat saat terakhir sebelum mengalami kecelakaan, seperti yang di katakan dr Aulia akan kemungkinan hamilnya.

“ Fikri sangat bahagia, dia selalu menjagamu siang dan malam … ibu tidak menyesal menjodohkanmu dengannya…nak Fikri sekarang biar ibu yang jaga Zita ya, dari kmarin kamu gak semapat istirahat.”

“ Tidak ibu, sudah tanggung jawab Fikri, Alhamdulillah Zita… anak kita masih bisa selamat….aku sangat bangga dengan mu…” ucap Fikri dengan rasa bahagia.

Meskipun Zita tidak bisa melihat, dia dapat merasakan kebahagiaan Fikri atas keselamatannya dan janin dalam kandungannya.

Hampir 1 bulan Zita di rawat, kebutaan yang dialami semakin membuat Zita terpuruk.

“Aku lebih baik mati, dari pada jadi manusia yang tidak berguna…” tangis Zita.

“ Astaghfirullah nak, kamu harus nya tidak boleh mengucapkan seperti itu …” ibu Farida mengingatkannya putrinya agar bersabar.

“ Semua orang mengira engkau harusnya tidak selamat, tetapi Allah masih memberi kesempatan kamu dan bayimu untuk hidup, kamu tidak kasihan dengan Fikri yang selalu setia menjagamu…” nasehat ibu Farida.

“ Zita, setiap orang pasti akan mendapat cobaan…betapapun cobaan itu harus kita jalani bersama-sama ya …” ucap Fikri.

“ Grrrhhhh .. rasanya kalo sehat pasti aku udah lawan omongan Fikri barusan, tapi aku sangat lemah, aku sangat tak berdaya…” batin Zita menjerit.

“ Meski mata tidak bisa melihat lagi ! cobalah bicara dengan mata hati mu…tidak selamanya apa yang dilihat itu selalu bagus, aku mempercayai mata hati lebih indah bila kita mau menerima dengan ikhlas, Zita apa pun keadaan kamu…aku selalu mencintaimu…” tulus Fikri ucapkan.

Zita terdiam, tapi tak tahan juga menahan tetesan air matanya yang sudah menggantung mendengar kata-kata lembut Fikri yang menyentuh hatinya, betapa dia wanita yang sangat egois, yang mementingkan kepuasan dirinya.

Dan hangatan peluk Fikri tiba-tiba, saat yang baik untuk menangis sepuas-puasnya…, ternyata pelukan Fikri memberinya kenyamanan, ah kemana selama ini aku?

“Akhirnya kita boleh pulang Princess …” suara girang Fikri, mengagetkan Zita yang tengah menyisir rambutnya yang panjang.

Tiba-tiba Fikri menciumi pipinya … dengan perasaan girang karena Zita sudah di perbolehkan pulang besoknya, Fikri pasti geli melihat wajah Zita yang memerah.

Princess panggilan yang manis dari Fikri untuknya, dan Zita menyukai.

“ Aku ingin jalan-jalan, sore ini segar sekali anginya…”

“ Tentu saja Princess, paduka selalu siap mengantar kemanapun Princess pergi…” Fikri dengan kocak meledek Zita.

Tanpa canggung dibopongnya Zita ke kursi ronda dan di bimbingnya dengan sayang, sore yang sejuk Zita merasakan kenyaman dengan seorang Fikri, menikmati walau dengan mata hatinya.

B e r s a m b u n g

Pic source : uniqueyouinstitute.com


Ketika Aku Mulai Mencintaimu (3)

Part 3

3 bulan dengan pernikahan sah tapi sandiwara sangat menyiksa Zita, perasaan cinta dan sayang tidak bisa di paksakan, biarkan mengalir apa adanya.

Masih tetap Zita dengan kekerasan hatinya,…” Fik, tidak usah berpura-pura deh, aku tidak butuh uangmu dan kamu harus sadar aku tidak suka kamu! apalagi mencintaimu…” hardik Zita kasar.

“ Kenapa sih kamu masih bertahan ? Tunggu saja aku juga yang akan menyudahi pernikahan sandiwara ini..” masih dengan kesal Zita mengumpat.

“ Aku tidak memaksakan diri, aku hanya ingin bersikap selayaknya laki-laki yang telah beristri, terserah kamu suka atau tidak, suatu hari kamu akan mengerti” Fikri menjawab dengan tenang.

“Hahh susah ngomong dengan orang keras kepala!! “ Zita melemparkan buku Eat, Pray and Love yang tengah di bacanya dengan keras dan berlalu ke ruang keluarga, memencet-mencet chanel TV dengan hati yang kesal.

“Derr…” HP nya bergetar …. “ Hanya kamu lah yang bisa menghantarkan tidurku dan menamaniku hingga terlelap, my sweet heart …” sms fari Fauzi membuatnya bahagia.

“ Tidurlah … jadi bsk kita akan bertemu ? “ balas Zita.

“ Pastinya…I miss u …” balas Fauzi.

Zita tersenyum bahagia, besok akan berjumpa dengan Fauzi setelah mengajar mata kuliah Manajemen Perusahaan.

 Esoknya di sebuah resto…

“ Aku tidak ingin melakukan kesalahan untuk ke 2 kalinya Zit, aku bercerai dengan Risma, karna aku tidak tahan dengan sifatnya yang posesif apalagi dengan profesi kita yang menuntut untuk berinteraksi dengan banyak mahasiswi atau sesama dosen, kemanapun aku pergi selalu dimata-matai…” curhat Fauzi.

“ Menurut aku Risma wajar bersikap seperti itu, karena kamu juga tidak bisa di percaya! Kenapa kita putus ? karena kamu berselingkuh dengan dia…”

“ Sayang, sudahlah jangan kamu ungkit masalah kita yang lalu…” pinta Fauzi seperti anak kecil.

“ Berapa kali aku bilang, ternyata hanya kamu yang bisa mengerti aku…” bisik Fauzi sambil menggenggam tangan Zita.

“ Zita , aku mohon cepat ambil keputusan….mintalah cerai dengan Fikri…aku akan melamarmu, papa mama ku sudah sangat menanti kehadiran mu di tengah keluarga kami, kau tahu mama ku sangat setuju ketika aku bercerita tentang kamu dan sangat mendukung kita untuk memulai semua dengan yang baru. Apalagi kita sudah sama-sama mapan dan inilah saatnya kita tebus kesalahan-kesalahan masa lalu….”

“ Beri waktu aku berpikir, betapa dulu aku mencintaimu…tetapi aku bukanlah wanita bebas lagi…” jawab Zita.

“ Aku mohon, pikirkan baik-baik…inilah the one chance for us to be happy sweet heart “ Fauzi mengelus rambut Zita yang panjang.

“ Baiklah, masih banyak yang harus aku pertimbangkan …”

Di dalam taxi sepanjang perjalanan pulang Zita memikirkan perbincangan barusan dengan Fauzi, betapa dia mencintainya sekaligus membencinya, tapi rasa cinta membara masih menyala dalam hatinya mengalahkan luka yang pernah dia torehkan.

“ Zit, kamu dari mana saja…” Tanya Fikri, sesampainya di rumah.

“ Bukan urusan mu…”

“ Ok, apa sih susahnya kamu sms kalo memang tidak mau aku jemput “ jawab Fikri tenang.

“ Ah males aja! aku harus selalu info apapun ke kamu ! jangan pernah pedulikan aku, aku mo minta kita cerai! Aku akan bilang dengan ibu, aku tidak mau melanjutkan pernikahan sandiwara ini…”

“ Silakan saja kalau kamu tega ibu kamu kena serangan jantung lagi…” balas Fikri.

Zita melotot galak, dan seperti biasa Zita meninggalkan Fikri yang terdiam seribu bahasa.

Malam itu Zita tidak bisa tidur, tiba-tiba di keremangan kamar, dia merasa ada yang membelai kepalanya, Zita tau itu Fikri! sekilas dia bisa menangkap bayangan pria yang hampir setiap malam tidur bersamanya tanpa tersentuh.

Entahlah dorongan hasrat membiarkan Zita untuk pasrah akan belain dan sentuhan, demi sentuhan dan seterusnya dari pria yang di bencinya hingga mencapai kebahagiaan penuh sensasi untuk pertama kalinya di alami.

“ I love you “ Fikri dengan lembut mengecup keningnya.

Zita bagai mati kutu! Keegoisan untuk tidak menerima Fikri masih tersisa, “ Fik, aku tetap ingin bercerai…” tetap dengan nada dingin kata-kata tersebut meluncur dari mulut Zita.

Fikri sejenak menghela nafas, “ Aku mencintaimu, apapun yang akan kamu lakukan dan inginkan, asalkan itu membuatmu bahagia… Aku akan terima Zit “ jawab Fikri.

Hari terus berlalu tetap dengan kebekuan dan sesekali ‘keketusan’ dan amarah tetap dilancarkan Zita terhadap Fikri, ditambah desakan Fauzi terus membayangi Zita jadi serba salah melangkah.

B e r s a m b u n g

Pic saurce : shoponline2011.com


Ketika Aku Mulai Mencintaimu (2)

Part 2

 

Akhirnya waktu yang mendebarkan terjadi, nightmare itu datang…Zita akhirnya menerima Fikri untuk jadi suaminya.

Hmmmm kalau mau diakui Fikri sosok pria yang matang, tapi kenapa juga ya dia seperti dirinya, mapan tetapi alergi dengan lawan jenis?

Pesta pernikahan yang cukup mewah, Zita putri tunggal dan Fikri juga putra tunggal seorang anak pejabat, sekilas tamu yang datang menggagap mereka adalah pasangan yang sangat serasi.

“ Fik jangan kamu kira ya aku menerima lamaranmu karena aku suka kamu…, kamu taukanaku benci kamu sedari kecil…lagian ngapain sih, kok kamu setuju aja di jidohin ama aku…” cerocos Zita sengit.

“ Aku gak ada pilihan juga…kamu kira aku suka dengan kawin paksa ini…” balas Fikri.

“ Pokoknya kita sudahin setelah ibu ku sehat dan kamu sendiri sadar kalo ini hanya sandiwara saja! Jadi jangan macam-macam setelah acara resepsi selasai“ ancam Zita sadis!

Fikri hanya diam seribu bahasa.

“ Saya terima nikahnya Fazita Rachmani binti Suseno “ janji akad nikah Fikri ucapkan.

“ Sah…” dan semuanya menjawab “ Sah….”

Hanya hati Zita yang bergemuruh tidak karuan.

Setelah acara resepsi selesai…

“ Aku tidur di sofa aja…” kata Fikri, sambil melihat Zita yang sibuk memagangi tempat tidurnya dengan guling untuk mensekat mereka.

“Jangan!! Nanti ibu ku bertanya-tanya…kenapa kamu tidur di ruang tamu, aku gak mau ibuku kambuh jantungnya lagi…” sengit Zita.

“ Well….” dan Fikri langsung ngeloyor membersihkan diri ke kamar mandi dan tidak banyak cakap langsung tidur.

Tanpa terasa I minggu berlalu dan berlangsung hampir 1 bulan.

Zita terpekur di ruang perpustakaan kampus, tempat inilah yang paling nyaman baginya apabila banyak masalah.

Pagi tadi, ibu nya berkata …” Zit, jadi istri harus sabar dengan suami, harus sayang…seperti ibu dan bapakmu…, kamu harus layani dengan baik…apapun suami itu adalah orang yang akan membawa kita ke surga nantinya…”

Entah kenapa ibu nya bicara panjang lebar di pagi hari ini…”Jangan suka membantah, buatkan Fikri sekali-kali minuman kesukaanya …kan juga cuma the celup hangat yang dia suka…, sesekali kau gorengkan pisang tabur coklat keju cemilan fav-nya,…biar dia tambah sayang ke kamu…kan ibu jadi cepet dapat momongan…” ibu Farida berceramah.

“ Cepet dapat momongan…cepet dapat momongan…” kata-kata itu yang terngiang-ngiang di benak Zita.

Betapa Zita mersa berdosa terhadap keluarga besarnya, kebohongan terbesar tengah dia lakonin dengan Fikri, lelaki yang tidak dia harapkan! Apalagi tanpa sengaja Zita bertemu dengan Fauzi yang baru saja menjadi “duren” …duda keren yang masih single. Fauzi akhirnya bercerai dengan Risma dan tidak di karuniai anak.

Tanpa sengaja Zita bertemu dangan Fauzi dalam sebuah seminar yang memang banyak dihadiri dosen, praktisi juga karyawan-karyawan karena seminar tersebut mengupas masalah system IT baru dan aplikasinya.

Fauzi masih tampan seperti 7 tahun lalu, bahkan semakin matang seiring karirnya di dunia pendidikan, masih hitungan muda untuk dia sudah menjadi Dekan di universitas swasta bergengsi.

“ Zita…kamu masih cantik bahkan tambah cantik…” goda Fauzi.

“ Kamu sangat berubah, dulu mana pernah kamu dandan … hmmm you so beautiful “ bisik Fauzi sambil mencium pipi Zita.

Dan Zita tidak bisa menghindar ciuman dari pria yang pernah singgah putaran waktu lalu, dan debaran cinta itu masih ada, menyulutkan percikan api yang telah dia susah payah padamkan beku  bertahun-tahun untuk tidak tersentuh satu priapun.

Pertemuan yang berlanjut untuk pertemuan berikutnya, beku hatinya mencair kembali dengan cinta pertamanya.

Masih terpekur di perpustakaan kampus, Zita tidak bisa mebohongi hatinya, kalau sikap Fikri sebagai seorang suami 1 bulan ini sangat baik, tidak sekalipun memaksakan apapun terhadapnya, setiap subuh selalu terdengar Fikri membaca ayat-ayat suci Al-Quran demikian juga selepas Isya, dan tetap Fikri mengajaknya untuk berjamaah, ah Zita bisa melihat sorot bahagia di mata ibunya, Ya Allah! Aku sudah menipu ibu yang aku sayang dengan kepura-puraan ini.

Belum lagi Fikri selalu mengingatkan Asni pembantu di rumah untuk menyediakan air panas setiap Zita mau mandi, Fikri juga yang mengantarkan dia ke kantor dan juga menjemputnya. Dan Fikri yang bertindak layaknya suami bertanggung jawab, yang menaruh amplop di meja riasnya berisi uang gaji lengkap dengan slipnya.

Tanpa terasa hal ini berlangsung hampir 3 bulan.

Walaupun Fikri tau amplop tersebut pada akhirnya Zita kembalikan di laci almari tanpa di kutak-katik, Fikri tidak peduli.

Pic source : unitedfamiliesinternatio

B e r s a m b u n g


Ketika Aku Mulai Mencintaimu (1)

Part 1

Ketika Aku Mulai Mencintaimu…

Satu kesalahan besar telah Zita laukan, sungguh bodoh! Aku lulusan laur negeri meski bea siswa, mau-maunya di nikahkan dengan seseorang pria yang jadi pilihan orang tua, ‘stupid to do!’. Tapi Zita tidak ada pilihan usia yang sudah lewat batas dari wanita untuk menikah, bagaimana tidak 30 thn lewat sudah…tapi sampai sekarang belum ada satupun pria yang bisa mengobati hatinya setelah 7 tahun lalu putus dari Fauzi, hmm kisah cinta 4 tahun sia-sia, semua karena pengkhianatan Fauzi dengan mahasiswi yang di bimbingnya.

Fauzi seorang dosen yang membantu mahasiswanya untuk menyelesaikan skripsi, setelah Zita bisa membuktikan ternyata Fauzi memang telah berselingkuh dengan Riska mahasiswi tingkat akhir yang sedang di bimbingnya, Zita memutuskan untuk menyudahi hubungannya dengan dia.

Sakit hati setelah 4 tahun merajut kisah cintanya, kedua orang tua juga sudah saling setuju untuk menyatukan dalam pernikahan setelah Zita wisuda. Semua kandas porak poranda, siang itu dengan mata kepala sendiri, sepulang dari kuliah Bisnis International Zita menyambangi ruang dosen yang terlihat sunyi senyap, maklum hari sabtu memang jarang ada perkuliahan kecuali mata kualih tertentu. Tanpa sengaja Zita menyaksikan sendiri Fauzi tengah memeluk mahasiswi cantiknya.

Pembelaan yang di lakukan Fauzi, kalau itu tidak seperti yang dilihat Zita,…” Sayang…aku dengan Riska tidak ada apa-apa…, pelukan tadi bukan apa-apa!! karena dia sedang mengalami masalah dengan ortunya…, mama dan papa nya hendak bercerai…” bela Fauzi.

“ Truss kenapa musti peluk-pelukan…” Zita emosi.

“ Entahlah…dia yang memeluk aku duluan..” bela Fauzi.

“ Aku bukan gadis SMA lagi mas, yang bisa saja kemarin2 kamu bodohin…aku menyaksikan betapa kamu juga membalas pelukannya!! dan itu cukup mengungkapkan perasaan kamu yang sebenernya ke dia, aku rasa terbaik kita saling koreksi dan berkata jujur akan perasaan kita masing-masing “ .

Beberapa hari setelah peristiwa tersebut.

Clik! telpon mati dan air mata Zita berurai deras setelah Fauzi memang akhirnya memutuskannya.

Dan luka itu masih terasa, sulit untuk Zita menerima pria dalam hidupnya kembali, 1, 2 pria yang mencoba merebut hatinya, tidak bisa dengan mudah mencairkan hati Zita yang telah membeku, beku bagai dinding es yang tidak ingin terusik lagi!

Hingga Zita lulus dari S2 nya tak ada pria yang bisa menaklukan hatinya, hampa!

Dan kini dalam satu tempat tidur, Zita menatap sosok lelaki yang sudah 1 minggu menjadi suaminya.

Fikri lelaki yang tengah terlelap kecapai setelah seharian menyelesaikan pekerjaan date line di kantornya, tidak menyadari Zita sang istri yang sedang menatapnya.

“ Aku harus akhiri sandiwara ini…, aku tidak mencintai lelaki ini, bodohnya aku…mengorbakan diri …” pikiran Zita kembali teringat peristiwa sebulan lalu, mengapa dia harus menikah dengan Fikri?

“ Ibu tidak peduli, walau kamu sudah bisa menempuh S2 dengan beasiswa dan kamu berhasil jadi dosen…tetap Zita! Ibu ingin kamu menikah dan mempunyai anak-anak, ibu ingin cucu …bukan uang atau hadiah yang kamu berikan setiap saat…”

Zita masih bisa tidak memperdulikan permintaan ibunya, hingga suatu ketika sang Ibu terkena serangan jantung dan kritis untuk beberapa hari, permintaan saat beliau sudah membaik adalah…”Ibu ingin engkau menerima lamaran orang tua Fikri, tolong tunjukan baktimu kepada Ibu…, kamu anak satu-satu yang bisa meneruskan keturunan kita…” pinta ibu Farida, ibu Zita.

Zita benar-benar terpojok, apalagi ayahnya juga mendukung keinginan istrinya.

Fikri dalam benak Zita adalah anak cowo yang sempat membuat dia menagis sewaktu SD,  saat ibunya mengajak Zita berkunjung ke rumah ibu Rahma, mama nya Fikri yang juga sahabat baik ibu Farida, Fikri sosok anak yang sangat bandel!!

Gimana Zita tidak menagis kencang dan dendam terhadap Fikri kecil, ketika bermain di rumahnya Zita di lemparin dengan ular-ularan yang sangat mirip dengan ular beneran, Zita yang sudah menangis kencang-kencang, membuat Fikri semakin senang menggodanya.

Hanya itu yang teringat akan sosok Fikri yang puluhan tahun dia tidak mau mengenalnya.

Dan sekarang pria yang tidak jauh beda usiannya akan menjadi pendamping hidupnya, hmmm “No Way…”, tapi di sisi lain dia sudah berjanji kepada ibu dan ayahnya untuk menurut apa keinginan mereka, ditambah Zita tidak berani ambil resiko kalau dia tidak menuruti kemauan ibunya.

Pic source : ussaram.com

B e r s a m b u n g


Jangan Meminta Aku Untuk Sempurna

“ Jangan Meminta Aku Untuk Sempurna”

Leticia termenung di teras rumahnya, hujan masih saja turun dengan derasnya.

Hampir satu jam Leticia menunggu Bagoes untuk pergi ke acara ulang tahun client Bagoes di bilangan High Class.

Sebenernya Leticia sudah ingin menghapus make up dari salon langganan Bagoes, baginya dandanan ini seperti topeng, tapi Leticia tidak mempunyai pilihan dari pada ribut kembali dengan Bagoes.

 *****

Hampir 3 bulan ini semua kebutuhan Leticia dan Andru putra tercintanya terpenuhi dengan keberadaan konglomerat Bagoes, lelaki mapan yang memacarinya sejak perkenalan tak terduga.

Saat Leticia menjaga stand pameran mobil yang memang untuk pangsa pasar ‘kelas atas’ di tempatnya dia bekerja, Bagoes tidak hanya tertarik dengan mobil yang di tawarkan tetapi juga SPGnya.

Lelaki yang sangat matang seiring dengan usia dan materi yang berlimpah, juga sangat simpatik. Terpaut hampir 17 tahun tidak membuat Bagoes mundur untuk meraih hati Leticia.

Leticia akui semenjak berpisah dengan Romi, beberapa lelaki mencoba mendekatinya, tapi semuanya kandas.Adasatu pria yang sebenernya Leticia suka, tetapi ternyata cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan. Ditengah keterpurukanya hadir Bagoes, dengan segenap limpahan kasih sayang dan hartanya.

Dari awal Bagoes sudah menceritakan keadaan dirinya, bahwa dia juga bercerai dengan istrinya dan mempunyai anak-anak yang ikut semua dengan mama nya. Bagoes tidak mempermasalahkan status Leticia juga yang janda dengan seorang putra. Awal yan menyenagkan, Bagoe lelaki yang sangat kharismatik, di hormati dan sayang sekali.

Tapi akhir-akhir ini entahlah Leticia mearasa, Bagoes mulai banyak meminta ini itu untuk menuruti yang dia inginkan.

“Leti, ini bawa kartu kredit aku, besok kamu ke salon Deep Beuty, itu salon langgana istriku dulu, temiu Zara dia tau percis apa yang menjadi selaeraku. Aku yakin Zara akan me-make over kamu sedemikian rupa, pasti akmu akan cantik…” perinta Bagoes.

“ Mas, selama ini aku sudah cukup kok melakukan perawatan, memang kamu gak sayang uang ini hanya buat perawatan gak penting…”

“ Kamu ini aneh, siapa bilang gak penting, penampilan yang sempurna akan enak diliat apalagi oleh pasangannya…sudahlah tak usah kau pikirkan masalah biaya..buatku uang untuk keperluan itu tidak ada apa-apanya Leticia sayang…” rayu Bagoes.

“ Hmm, baiklah…”

Ditemani Honey sahabatnya, Leticia bingnung ternyata Zara banyak sekali merawat ini itu nya, dari ujung kaki samapi ujung rambut di make over, samapi akhirnya semprot ozon, suntik botok, suntik vitamin C dan Leticia Cuma bisa pasrah karena Zara terus on line dengan Bagoes setiap akan melakukan tindakan.

“Grrrrhh”…Leticia sebenernya geram, apalagi perawatan mukanya menyebabkan merah-merah, dan pasti sebentar lagi ngelupas-ngelupas kaya kepiting rebus…ini yang Leticia hindari dari dulu.

Tapi rasanya Bagoes lebih berhak atas badannya ketimbang dia.

“ Gila Leti, Bagoes ngabisin koceknya buat kamu dalam sekali perawatan gini aja ampir 20 juta….wah dia bener-bener sayang dengan kamu ya…” puji Honey yang hanya terbengong-bengong ketika kasir menyodorkan invoice tagihan.

“Hmmm…” Leticia cuma tersenyum simpul.

Besoknya Bagoes memuji habis-habisan, “Wah tidak salah Zara merawatmu, lihat kamu lebih cantik dengan model rambut sekarang…, keliatan lebih sexsi dan high woman” sambil mengelus Leticia.

“Hmm, puas ya…tapi aku tersikas dengan perawatan muka ini…gara-gara perawatan ini aku gak bisa kemana-mana, aku sudah di SP 3 ama bosku…bagaimana aku kan masuk kerja dengan muka yang mengelupas dan tidak boleh kena matahari sedikitpun…” protes Leticia.

“Aku kans udah bilang, berapa sih gaji kamu di perusahaan…aku bayar plus bonus-bonus yang biasa kamu terima, tanpa kamu harus bekerja!Susahamat…!” kata Bagoes agak keras.

Leticia tidak berani protes, entahlah mati kutu di depan Bagoes!

Dan berulang tidak hanya perawatan yang bisa terlihat, bahkan guratan-guratan bekas dari melahirkan pun mulai diprotes…

“Coba deh di laser…aku tau temapat istriku dulu melakukan perawatan habis melahirkan, di jamin kamu akan kembali sempurna…, ok sekarang aku buatin janji dulu dengan Rafel,….” Bagoes langsung memencet nomor yang di tuju.

Leticia kembali tercengang, tanpa bisa memprotes apa-apa…diam mendengarkan Bagoes membuat janji untuk melaser perutnya.

*****

“Ok Leti besok Rafel ada waktu buat kamu…, ok…kita pulang dulu….tak usah khawatir kartu kredit yang kamu pegang tidak akan cukup membiayai kebutuhan mu Leticia manis…” ucap Bagoes sambil meninggalkan tips, setelah berdua makan di bilangan Kemang.

Entah sudah berapa kali Leticia harus mengikuti kemauan Bagoes, perawatan ini lah, itulah sedikit operasi hidung, dagu, alis…lelah Leticia mengingatnya.

Dia sendiri sudah tidak mengenal dirinya lagi, banyak perubahan dia lakukan guna memuaskan Bagoes.

Tapi tidak bisa Leticia ingkari, semua kebutuhan hidup dia dan putranya terpenuhi, hanya saja Leticia semakin merasa menjadi boneka, tepapatnya boneka Barbie.

Tidak punya hak akan tubuhnya dia sendiri.

****

Tapi rasanya Leti capai, Bagoes bukan lagi orang yang bisa memberikan kenyaman baginya, apa yang ada pada dirinya selalu cacat dan kurang di mata Bagoes, selalu Leti lemah tak berdaya, mana harga diri yang di banggakan? Walau mungkin diluaransanapastilah banyak wanita yang mengharapkan lelaki yang gampang untuk mengeluarkan uangnya guna permak ini permak itu, tapi tidak buat Leti yang mencari cinta yang tulus.

Sesaat mungkin bahagia bersama Bagoes, tetapi lama kelamaan bak monster yang menakutkan baginya, sampai terbawa mimpi dalam tidurnya.

Dalam mimpinya Bagoes membawa sebilah pisau dan siap mengoperasi sekujur tubuhnya, tentu saja Leticia lari terbirit-birit ketakutan.

Leticia termenung di teras rumahnya, hujan masih saja turun dengan derasnya.

Hampir satu jam Leticia menunggu Bagoes untuk pergi ke acara ulang tahun client Bagoes di bilangan High Class.

Sebenernya Leticia sudah ingin menghapus make up dari salon langganan Bagoes, baginya dandanan ini seperti topeng, tapi Leticia tidak mempunyai pilihan dari pada ribut kembali dengan Bagoes.

Tiba-tiba….”Din…din…”  Mercy elegan sudah siap, berlari-lari kecil Leticia menghampirinya, gaunnya agak sedikit basah.

“ Wah barbieku yang cantikkk, Perfect! Ficky mendandani mu…!” puji Bagoes, sambil mencium pipi pualam Leticia.

“ Hmm…” Leticia hanya mendengus pelan,…dalam hatinya berteriak “ Enak aja kamu sebut Barbie! Kau kira aku boneka! Liat saja nanti!”

****

Akhirnya pesta yang di hadiri kaum-kaum high class berakhir, “Hgggh berakhir juga pesta yang gak penting ini, capai aku harus berdandan bak topeng monyet …, aku capai mengikutigayahidup Bagoes….”lirih ucap batin Leticia.

Entah dari mana tiba-tiba Leticia ingin mengutarakan segala ketertekanannya selama ini, setengah tahun berjalan dengannya, kali ini dia merasa harus lepas darinya…, walau Bagoes sudah banyak memberi tapi jangan salah Leti juga banyak berkorban. Saat ini dia masih muda tapi beberapa tahun kedepan, kecantikan pasti akan pudar juga…dan Bagoes apakah masih mau mengeluarkan uang-uang tanpa serinya itu untuk terus memvermak ketuaan yang tak bisa dipungkirin kehadirannya, bagaimana kalau dia nanti malah di sia-sia! Bagaimana juga nasib Andru putra kesayangnnya. Apakah Bagoes akan bersikap seperti ini selamanya? Itu-lah  yang menjadi pikiran Leti akhir-akhir ini, semakin terbaca karakter Bagoes tidak bisa meneima fisik dia apa adanya.

Hening di dalam mobil, gerimis tipis masih menerpa dan malam yang beranjak pagi….

 Pk 12.30 saat pesta usai dan Cinderela harus kembali ke paraduan…

Kira-kira begitulah suasana malam Leticia dan Bagoes saat itu.

 Andai ini cerita-cerita putri dan pangeran, selanjutnya yang terjadi….

“Pangeran…apakah kamu mencintai saya….” Tanya sang Putri .

“ Tentu saja calon Permaisuriku….” Jawab sang Pangeran.

“ Sepenuh hati dan apa adanya Pangeran? “ … “ Karena saya bukanlah Putri yang sempurna, yang pasti kecantikan ku akan pudar di telan waktu….”.

“ Akukanmencintaimu, jangan khawatir akan kecantikanmu…selama hartaku melimpah pasti kamu akan cantik selalu, banyak tabib yang pandai menyulap apapun…percayalah…”

“ Bukan saya meragukan Pangeran, maaf saya lancang! Kalau boleh jujur saya tidak merasa nyaman dengan operasi-operasi ini Pangeran…saya merasa seperti monster…walau Pangeran selalu mengagumi saya…” kata sang putri.

Tiba-tiba…

“ Sudah jangan cerewet!! Ikutin aja kemauan aku…jangan banyak mengeluh!! Aku capai … lagian kamu putri yang aneh!! Semua putri di negeri ini pasti menginginkan seperti kamu…dengan mudah bisa ini dan itu agar cantik selalu!!” ternyata sang pangeran menjadi kesal dengan ucapan-ucapan sang putri.

“ Pangeran, hamba bukan boneka yang setiap saat di bentuk ini itu..saya ingin dimanusiawikan! Saya bukan Barbie….” teriak sang putri.

“ Trus mau kamu apa …, perlu kamu tahu!! jangan menghina BERBIE!!…dia itulah satu-satunya Putri yang sangat mengimajinasikan aku, symbol super kecantikan…Bodoohh !!” sang Pangeran benar-benar emosi.

“ Kalau begitu, nikah saja pangeran dengan Barbie…boneka stupid !! …saya tidak sudi menikah dengan pangeran sakit jiwa…” teriak nyaring sang putri.

Sang pangeran bertambah kalap dan di hunusnya pedang berkali-kali tanpa ampun ke sang putri, tak di hiraukan jeritan, rintihan, dan kesakitan sang putri…sambil terus mencerocos kata-kata  “ Putri yang tolol, Barbie itu lah yang membuat aku semangat untuk mencintaimu, huh bodohnya kau!!…sekarang kamu secantik dia, malah ngomong dan nuntut macem-macem…inilah wujud cintaku…!!

 ****

Pagi nan dingin menusuk, di pinggir jalan mobil mercy elegan itu bertengger dengan kaca memercah darah, menetes….

Terbujur malang wanita berusia kurang lebih 30 thn korban kebrutalan yang belum bisa di temukan identitasnya.

Seperti dejavu, kejadian 5 tahun yang silam, pembunuh hanya meninggalkan jejak secarik kertas dengan bertuliskan ‘Barbie addicted’.

Dan masih bergentayangan….

“Somewhere…Somehow…”

Nice Friday……

 Pic source : Google.com

Tags: meminta, sempurna, jangan, google.com, fiksi, barbie, addicted