Write Without Boundaries

Icha’s dream Land

Medio 1 Apri 2011

Dream Land

Plaza Cibubur Lantai 3

Minggu yang cerah, Icha mengajak ke Dream Land salah satu tempat favorit bermain, dengan musik anak-anak yang ramai Icha bermain masuk dari satu labirin ke labirin lain.

Untuk hari biasa masuk Rp.15.000, sedangkan Sabtu Minggu Rp. 17.000,- Setelah membeli tiket tangan Icha di stempel bertuliskan Dream Land.

Pertama di tuju sebuah kolam mandi bola yang terdapat istana plastik dan prosotan, kemudian  memutari labirin yang dihubungkan sebuah jembatan yang gak panjang dan menyambung jembatan lain berujung pada prosotan juga.

Mengulang lagi masuk labirin yang berfondasi busa empuk berlapis plastik full color, berpinadah ke media rumah yang terdapat perlengkapan masak memasak,

Suasana ramai dengan lagu-lagu anak, Icha bersenandung lagu “Water melon water melon  pepaya, pepaya,  strawbery, strawbey, tomato…”

Pindah lagi Icha sudah berlari ke tempat bermain alat musik. Icha mencoba drum sesaat mencoba organ berwarna pink terus bermain gitar. Semua alat musik dicobanya.

Tak henti mata memperhatikan kemana dia berlari, Icha tertarik untuk mencoba naik ke sebuah balok dengan cara memijakan kakinya pada kotakan yang berjenjang hingga mencapai bagian atas balok, dan tiba tiba merosot dengan membalikan badan.

Hingga setelah agak capai bermain yang banyak melatih motorik, Icha bermain pancingan kolam dari ikan, kepiting juga kura-kura dipancing dan Icha masukkan ke dalam tempat yang tersedia berupa jarring-jaring

Bosan dia mulai puterin labirin-labirin dan menyeberangi jembatan juga bermain mandi bola.

Kesempatan ini aku gunakan untuk menyuapi kue gandum isi coklat, dan lahap Icha makan. Banyak bunda-bunda lain sambil mengawasi putra-putrinya sambil menyuapi, dan kulihat anak-anak enjoy sembari makan bermain.

Icha terus berpindah dari satu permainan ke permainan.

Kembali bermain jungkat-jungkit. Yang tersedia dalam bentuk Thomas si kereta api, kuda, rusa dan bola-bola untuk lompat-lompat.

1 jam lebih dihabiskan di Dream Land, tempat impian anak-anak, dan imajinasi bermain di otak mereka.

Terakhir mobil-mobilan yang jalan dengan kedua kaki, memutari arena bermain.

Lelah Icha juga menghabiskan makan siangnya sambil duduk-duduk di pinggir tempat mandi bola. Setelah puas dan capai Icha pun mengajak pulang.

Sent from my BlackBerry®

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s