Write Without Boundaries

Percikan Hidup

Percikan Hidup Setetes Tentang Persahabatan.

Tuhanku

Aku ingin menerima segala kegagalan yang sedang aku alami.

Meski hati berkeras untuk tidak memperdulikan sekeliling, tapi hati kecil tetap tidak bisa berdusta.

Di dunia  memang bukanlah suatu yang abadi jadi jangan berharap akan sesuatu yang akan selalu setia dan menemani, demikian dengan sahabat.

Sudah berapa lama kita bersahabat tidak akan menjamin akan memahami kita sepenuh hati dan menjaga hati kita.

Semua selalu ada keterbatasan, yang harus kita sadar bahwa seorang sahabat adalah seseorang yang siap juga jadi sahabat orang lain, yang bukan untuk diri kita sendiri.

Kalau pikiran kita dan perasaan kita sudah seperti itu yang ada kita tak akan mempunyai sahabat dan hanya mempersempit diri saja dan semakin kita terkotak dalam lingkup kecil.

Meski di awal sangat menyakitkan seseorang yang kita anggap sahabat akan selalu mengerti kita sepenenuhnya selama ini, saling share bersama hingga kita sadari awal, ternyata sahabat kita juga harus berbagi dengan orang lain yang kita sendiri sebenernya tidak suka! orang saat dekat itu adalah orang yang telah menyebabkan keterpurukan.

Menyakitkan ? Jujur sesaat sangat menyakitkan dan tidak perlu diungkapkan. Lebih jauh kita memandang itu bukan salah sahabat, tetapi itulah keadaan dan situasi, karena kita juga tidak bisa meraba apa yang ada di hati yang terdalamnya, dan dimanakah sahabat menempatkan kita dalam lemari hatinya.

Apapun itu sahabat kita, tetaplah menjadi sahabat. Rasanya tak penting lagi “sakit yang terpecik” , karena sebenernya “sakit yang nyata” bila kita kehilangan kepercayaannya untuk terbuka dengan diri kita selalu, tetap menganggap kita masilah sahabat yang setia.

Biarlah kita hanya menjadi bagian hati, dan bukan mengusai hatinya.

Biarkan sahabat kita juga menjadi bagian-bagian lain yang dia anggap layak. Dan kita tetap pada posisi yang dianggap nyaman baginya.

Kadang kita dipaksa untuk siap menerima segala perubahan, semua perubahan karena inilah kehidupan yang berputar.

Frendship Forever for Every One…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s