Biografi

Biografi Nurul Fithorini Huda

Detik Yang Ternilai

Setiap hembusan nafas

Adalah angka tanpa ujung

Dalam detik waktu yang terlewati

Dalam hembusan dan tarikan nafas

Yang tidak ada satupun insan bisa memprediksi

Dalam setiap huruf yang mulai engkau rangkai

Menguntai kalimat-kalimat pemikat seni

Untaian inspiratif yang memenuhi rongga hati

Yang tengah teraliri spirit, semangat untuk melewati fase kehidupan

Kau tersadar akan detik yang bernilai bisa saja berhenti

Kesadaran sempurna hingga engkau begitu menghagai tiap detik

Kutak sanggup bila harus menjadi dirimu

Maaf kuhanya bisa mengagumi sejenak diantara pengagummu

Sebuah wajah bersahaja menyimpan penuh duka

Tapi terkemas dalam kado mewangi

Hinggga saatnya tiba kado dibuka

Kita terhenyak dalam suatu realita

Selamat jalan Nurul Fithorini Huda

Jejak cintamu sebuah semangat yang abadi


Menjadi Ibu adalah Anugerah Terindah

Disuatu malam sat insomnia mulai mendera, berselancar dari satu web ke web lain, berpindah dari blog ke blog kutemukan sebuah tulisan untuk mengenag kepergianmu. Tiada unsur apapun kubaca postingan Bunda Pipit Senja yang cukup mengenal dirimu, kuhanya bisa mengagumi dirimu lewat berbagai postingan yang selalu mengisyaratkan sosokmu yang penuh ketegaran dalam menjalani hidupmu. Hanya dalam dunia maya dan beberapa buku yang aku baru tahu juga judulnya 2 lelaki pilihan, mengisahkan lelaki yang hadir dalam kehidupan Bunda Nurul F Huda saat menjelang pernikahan. Buku pertama adengan judul “Bayangan Bidadari”. Merasakan ketakutan akan buku perdana yang akan tidak diterima pembaca, ternyata syukur Alhamdulillah buku terbitan Mizan ini sudah sampai cetakan ke-4.Inilah titik awal Bunda Nurul F Huda mulai meyakini jalan yang telah Allah berikan, seperti sebuah janji untuk menulis, membaca, menulis dalam segala keterbatasan kesehatan yang Bunda Nurul F Huda lalui.

Semanagat yang mengalir dari seorang gadis cilik yang penuh kehangatan ayahandanya yang bercerita saat-saat menjelang tidur malamnya. Tentang fabel, kancil yang penuh tipu daya terhadap gajah dan buaya. “Ayah, kasihan sekali gajah itu. Bagaimana nanti dia keluar dari lubang? Kancil nakal,aku tidak suka. Kemarin dia menipu buaya, terus menipu harimau, sekarang menipu gajah.” Ucap gadis itu dengan mata berkaca. Sang ayah tersenyum dengan kekritisan dan kecerdasan putrinya. “Jadilah anak yang baik, jangan suka menipu seperti kancil, sudah bobo.” Kata sang ayah.

Seiring usia Bunda Nurul, Ayah memperbanyak cerita mengenai Nabi dan kejayaan Islam, semua bersumber dari buku yang membuat aku jatuh cinta dengan benda ini. Selalu Ayah memperoleh sumber cerita dari benda ini. Aku cinta buku sedari kecil..

Kebahagiaan terbesar adalah masa kecil, dari fase ini terbentuk apa yang menjadi ketertarikan diri. Dan memang Bunda Nurul mencintai buku hingga membawa andil dalam perjalanannya menjadi penulis. Saking cintanya akan buku Bunda Nurul rela uang jajan dibelanjakan dalam buku-buku, dari pada dalam bentuk loly pop, chiki-chiki yang menjadi cemilan favorit anak-anak. Uang jajan yang terkumpul Bunda Nurul belanjakan ke pasar demi membeli buku-buku bacaan bekas dari Bobo, Kuncung, Ananda dan Kawanku. Buku itulah teman setia.

Buku teman setia di saat Bunda harus bolak-balik ke Rumah Sakit karena kebocoran jantungnya. Semangat yang terpompa terus menerus dari satu buku ke buku lain. Buku bagi darah yang mengalir dalam jiwanya. Buku yang penuh dengan coretan hati, pemikiran, pengamatan dan catatan hidup yang terlewati dengan setiap detik perjuangan.

Berkunjung ke blog Bunda kukagum dengan buku-buku indah terpasang rapi :

1.Balada Cinta Si Kembar

2.Bayangan Bidadari

3.Story at School

4.Story at Yogyakarta

5.Story at Loji House

6.Story at The Party

7.Story at The Store

8.Story at Dinner

9.Dua Lelaki Pilihan

10.Hantu Pocong

11.Hanya Karena Cinta

12.Hati Pualam Adinda

13.Kisi Hati Bulan

14.La Tansa

15.Menjemput Bidadari

16.Muslimah Apartemen

17.pangeran Impian

18.Parcel Mini Latansa

19.Proses Kreatif Penulis Hebat

20.Sebab Aku Cinta

21.Semua Atas Nama Cinta

22.Sembari Cari Kutu (Panduan Cerdas Ngerumpi)

Semua buku yang penuh dengan proses kreatif dan sarat dengan perjuangan, dimana Bunda Nurul harus bolak-balik berurusan dengan sakit jantung bawaannya. Jantung yang setiap saat akan bisa berhenti berdetak, tapi sungguh Bunda Nurul lewati dengan tagar tiap detik bahkan terus berproduktif mengalirkan buku-bukua yang penuh semangat menghadapi kehidupan ini, menikmati setiap anugerah yang ada, mensyukuri indahnya cinta yang bersemi karena perasaan-perasaan ini adalah anugerah yang terindah Allah berikan pada setiap insan.

Menggelitik tentang Menikah itu amanah ini yang Bunda Nurul  katakan “Pernikahan yang sangat ajaib. Begitu banyak tanda2 keajaiban yang membuat saya memilihnya meski belum pernah mendengar namanya, apalagi melihatnya. Pertamakali bertemu adalah 5 hari sebelum menikah. Itupun, semua sudah tinggal jalan (sudah lamaran, sudah penentuan hari H, dll). But, I always believe HE never gives me the wrong man. HE always gives me the best. So, I call him “Lelaki Pilihan”. Read my book : 2 Lelaki Pilihan (It’s about it).

Hingga dua buah hati hadir dalam blog Bunda Nurul menuliskan. Dua buah hati yang luar biasa. Yang laki-laki bercita-cita menjadi “pedagang senjata” yang perempuan ingin menjadi “perempuan multiperan”. Walah… But, most of their dreams is became “DAD” and “MOM”. Amin….Ah Bunda Nurul begitu besar kecintaanmu terhadap putra putrimu, penuh doa dan harapan “Amin3x Ya Robbal ‘alamin. Mudah-mudahan ketika kita niatkan anak-anak kita sebagai sarana li i’lai kalimatillah, Allah akan membantu kita menjaga mereka, lahir dan bathin.”

Hingga akhirnya engku tersadar pada suatu kenyataan ketika suatu rangkaian kalimat yang tidak bisa terselamatkan “Rasanya, ibu yang bijak akan memilih bertahan (selama masih ada harapan perbaikan) demi anak-anaknya. Pilihan ada di tangan kita. Saya yakin bahwa semua manusia pada hakikatnya membenci perpisahan, termasuk perceraian. Jadi, masih ingin (mudah) memasukkan cerai dalam pikiran kita? Atau, memudah-mudahkan perceraian dalam hidup kita? Jangan ya. “  Sebagai wanita aku bisa merasakan perceraian yang Bunda Nurul hadapi, tapi sungguh dalam setiap ucapannya Bunda Nurul selalu tenang, adem an mengalir. Bahwasannya perceraian bukanlah hal yang dikehendaki, kalaupun itu terjadi memang Allah juga yang telah menggariskan. Satu peristiwa besar yang semakin menempa dirimu untuk menjadi single parents yang tangguh, memayungi kedua buah hati dengan cinta bunda sekaligus ayah.

Kedekatan yang kental antara Bunda Nurul dan Fathin dalam percakapan seolah imajinasi karena Fathin seolah sudah menjelang dewasa dan saatnya menentukan pendamping hidup. Sebuah pembicaraan Bunda tentang menikah, yang semakin jarang terjadi. Mungkin, karena Fathin tetap bersikukuh dengan calonnya, sementara Bunda Nurul juga begitu. Bagaimana lagi? Ini kan menyangkut cucu-cucunya kelak. Yang akhirnya Bunda Nurul tersadar, yang berbicara dengannya adalah anak lelaki yang berumur 6 tahun.

Bunda Nurul selain sosok yang yang istiqomah, penuh semangat, tegar, beliau juga sosok wanita yang pemberani. Dari postingan Bunda Nurul dalam blognya tentang Para Pemberani, “ Bahwa hidup menjadi penuh tantangan Perlu keberanian untuk menempuh setiap pertandingan dan bertanggungjawab terhadap semua pilihan. Hidup seringkali tak ramah pada para pecundang, meski ada juga pecundang yang “berhasil” dengan tampil sebagai “pahlawan”, yang kesiangan. Tetapi, setiap pecundang hanya akan masuk pada kepencundangan berikutnya, tanpa batas. Mungkin hanya mautlah yang mengakhiri, itu pun tetap dengan mati sebagai pecundang. Ia hanya bisa mempecundangi orang-orang bodoh, serakah, dan tak punya prinsip. Ia bahkan mempecundangi dirinya sendiri. Hm, atau jangan-jangan menjadi pecundang pun perlu keberanian, sehingga para pecundang pun layak ditempeli istilah pemberani? Mungkin juga.”

Saya mencoba menelaah setiap kalimat yang Bunda posting dalam suatu blog dan berbagai curhatan tentang Bunda Nurul, hingga akhirnya pada suatu titik kematian menjemput. Bunda saat kau tertidur tulisanmu tetap menjadi insipratif pembacanya, Semangat, ketabahan, istiqomah melekat dalam diri Bunda akan mengalirkan kesejukan bagi setiap pencinta tulisan – tulisanmu. Walau dalam ketidaksempurnaan dan segala keterbatasan bahkan sakit keras engkau terus berjuan. Hal serupa yang disampaikan oleh Sekjen FLP Pusat, Rahmadiyanti Rusdi, “Semasa hidupnya, Nurul merupakan seorang pelopor berdirinya FLP di beberapa daerah. Bagi dia, Nurul merupakan sosok yang sangat bersemangat, tegas dan lugas, istiqomah, mandiri dan jarang mengeluh, sederhana dan penuh terencana.”

Terlebih lagi perjuangan demi perjuangan yang dilakukan Nurul F Huda di Batam dilakukan dengan tekad yang kuat, meskipun ia sendiri dalam kondisi sakit parah.

Walau saya tidak sempat mengenal baik dengan Bunda Nurul semasa beliau hidup, tapi membaca berbagai apresiasi terhadap pribadi dan karya-karya Bunda Nurul dengan kerendahan hati dan kejujuran saya mengagumi sosoknya yang tegar, seorang Bunda yang pada kondisi terlemah sebagai seorang manusia bias, masih tetap memikirkan orang lain, perjuangan demi perjuangan untuk menyadarkan semangat membaca yang baginya adalah jendela dunia, yang tegar dan berani menjadi seorang bunda sekaligus ayah bagi Fathin dan Puteri Azizah. Betapa agung ketika engkau meyakini betapa menjadi ibu adalah anugerah terindah.

Dan “Hingga Detak Jantungku Berhenti” novel terakhir bersampul jingga kombinasi hijau muda yang Pipiet Senja sebagai penyunting hadir menemani pembaca, setelah bidadari yang terlukis sebagai cover terbang ke hadirat Allah.  Pada Dini hari pukul 03.00 di usia 34 tahun, RS dr Sardjito Yogyakarta.

Innalillaahi wainna ilahi rooji’uun, selamat jalan Mbak Nurul Fithorini Huda,semoga seluruh amal kebaikan diterima di sisi Allah SWT dan diampuni dosa-dosanya. Semangat, ketegaran dan istiqomah yang engkau viruskan menjadi inspirasi bagi kami untuk menjalankan langkah yang tersisa.

Note : Untuk pemesanan buku  Sembari Cari Kutu, Panduan Cerdas Ngerumpi berisi tema hot-hot perempuan  dan buku-buku lainnya bisa diorder 081372336336 atau Asriana 085719723200

Sumber Penulisan : http://nurulfhuda.multiply.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s