A Sia Na

Friends only imagination, a sixth sense or actually a ghost?

Teman Imajiner Balita Kita

Semalam pulang kantor aku bersama dengan teman-teman Bukit Golf yang lama gak bertemu, karena mobil jemputan ‘Boing Pak Adhe’ yang dulu biasa kita tumpangin  sudah tidak beroperasi lagi sajak aku cuti hamil.

Dan semalam beberapa ngumpul lagi, biasa emak-emak cepika-cepiki.

Seperti biasa kita bercerita sepanjang jalan menghabiskan kejenuhan kemacetan Jakarta.

” Mbak pernah ngalamin anak elu malam-malam kebangun terus nangis-nangis dan tatapan matanya seperti melihat sesuatu…., duh aku mau memulai cerita udah merinding dulu nih…” sahabatku ibu Ririn mulai membuka tema perbincangan pulang kantor kali ini.

” Soalnya dua hari yang lalu anakku Luna, tiba-tiba terbangun….itu jam 24.00 an deh sehabis aku pulang nonton konser nya Kla tiba-tiba Luna berbisik …., Mami, Mami Luna takut …”

“Waduhhh aku yakin niy anak pasti ngeliat apa-apa lagi, soalnya di keluargaku memang sebagian besar bisa ngeliat Mbak, aku sendiri dibilang punya bakat, tapi amit-amitlah aku gak mau belajar seperti sepupu-sepupu aku yang bisa liat dunia lain….” Mbak Ririn bercerita berapi-api.

” Terus apa Mbak katanya yang dilihat ?” aku ingin tahu.

“Mami di pinggir kasur ada nenek sihir baju biru,” kata Luna

Lanjut cerita mbak Ririn yang posisinya tidur bersampingan dengan Luna tidak berani menengok, hanya saja bulu kudu serasa berdiri semua.

” Aku bujukin saja ke Luna, sudah Kun gak usah dilihatin, ayo bobo lagi!” Untungnya Luna nurut, sebelumnya aku suruh baca doa dan bobo lagi.

” Dulu waktu Luna masih bayi, kerap kali nangis pas rumah lama kita masih di Bogor kota.  Jadi ceritanya aku menempatin rumah papaku atau kakek Luna yang sebelumnya sempat dikontrakin sama orang lain. Luna waktu itu masih berumur 2 tahun, setiap malam Luna selalu nangis terus dan tangannya  nunjuk-nunjuk ke satu suatu arah …, sepertinya dia liat sesuatu yang di takutin. Nangis, sampe terus lama-lama capai dan bobo lagi,”

Mbak Ririn meneruskan ceritanya kembali,”Pernah juga  lagi tengah malam, hujan rintik-rintik tiba-tiba sepeda Luna di bawah jendela persis kamar Luna tidur berbunyi, iiiih itu aku sudah merinding bukan main, papa Luna menenagkan aku kalau itu berbunyi bisa saja karena ‘kongslet’! Luna juga masih menangis keras-keras, dan aku tidak boleh kelihatan takut di depan Luna, akhirnya aku bopong  Luna ke ruangan lain dan baru berhenti menagis.”

Akhirnya rumah Bogor kota dikontrakan lagi.

” Terus Luna 4 tahun aku pindah ke Bukit Golf , waktu pertama menempati aku sendiri malah yang melihatseperi bayangan , gerakannya cepet sekali. Terus Luna menjelang maghrib pernah bilang,”Mami itu ada nenek-nenek di deket pintu.”

“Aku tengokin ternyata nggak ada.”

“Luna bener ngelihat nenek-nenek..?”

“Iya Mami “

“Emang nenek-nenk itu seperti apa ? “

” Ya seperti yang barusan lewat, rambutnya panjang putih dan jalannya bongkok, pake baju putih,” jawab Luna polos.

“Walah! gimana aku gak  kaget Mbak, ternyata Luna bis melihat diluar mata kita,” kata Mbak Ririn.

Cerita masih berlanjut dengan pengalaman keponakan mbak Ririn sendiri yang mempunyai teman bermain gaib.

Keponakan Mbak Ririn bernama Kania, ternyata setiap hari Kania selalu menyebut-nyebut anak perempuan bernama Rima.

Seakan-akan Rima itu ada dan selalu menemaninya, seperti saat Kania mandi sore.

” Mama …Mama…Rima boleh nggak ikutan mandi di sini ? katanya Rima juga mau mandi bareng dengan Kania,” pinta Kania ke mamahnya.

Mama Kania sudah memahami kalau Kania punya teman main dalam imajinasinya.

” O boleh, boleh saja…”

” Asyiik ayo Rima lepas baju dulu,”

Mama Kania menyaksikan putrinya seperti beneran melepas baju seseorang.

Mama Kania jadi berperan menganggap kalo Rima itu ada juga. Banyak kejadian yang membingungkan sebenarnya, tapi putrinya selalu ngotot untuk selalu berasama-sama Rima. Menurut Pakdhenya, memang ada yang ‘nempel’ dan hanya Kania yang bisa melihat.

Pernah suatu ketika mau pergi, Kania sudah ribut kalau si Rima mau ikutan pergi juga.

Di dalam mobil Kania memerintahkan,“Awas Mama geser,ini buat duduk Rima” menyuruh mamanya bergeser.

Terus, “Sini Rima kamu duduk deket aku.” Pinta Kania terhadap teman imajinernya.

Yang aneh ketika sehari Kania tidak menyebut Rima, mamanya bertanya,”Rima kemana Kan.?”

” Kania hari ini pulang Mah ke rumahnya, Rima ada acara jadi nggak bisa main ke sini hari ini,”  jawab Kania polos.

” Emang rumah Rima dimana? “

“……. (menyebutkan salah satu tanah pemakaman di Bogor, yang mama yakin kalau Kania itu tidak pernah tahu nama tersebut dari siapapun)”.

Mama Kania yakin bahwa Rima itu memang mahluk yang menempel menjadi teman main putrinya.

” Kania, wajah Rima kaya apa…”

” Rima cantik Mama, apalagi kalau pakai bondu,Kania juga mau di beliin bondu kaya Rima.”

Hmmm merinding nggak sih, kalau anak kita mengalami seperti Kania.

Dilanjutkan dengan pengalaman mengenai teman imaginer putra dari sahabatnya Mbak Olga, teman seperjalanan aku juga.

Namanya bunda Via, punya anak cowo namaya Dito.

Kerap kali bunda Via mendengar Dito bercerita serius, tertawa-tawa, terus teriak-teriak dan ngobrol dengan seseorang di kamarnya.

Setiap bundanya bertnaya “Dito ngobrol ama siapa ?”

Ada Bun, temen Dito lucu deh…kita main perang-perang, robot-robot-robotan.

Hingga sautu hari Bundanya membelikan kaset DVD Serial Casper.

Pas diputar kaset DVD Caspernya, Dito teriak-teriak girang ”Bunda itu teman Dito, kok dia masuk TV…?”

Bunda Via langsung paham, ternyata teman Dito yang suka bercanda di kamarnya selama ini sejenis tuyul yang mirip Casper. Meskipun dalam cerita Casper hantu baik hati tapi kan tetap membuat merinding bulu kuduk.

Just Share dari perbincangan sepulang kantor, yang saya baca dari majalah MomDad&I menurut psikolog Ike R Sugianto  penggagas website www.infotrapi.com adalah seseorang yang tidak nyata yang di ciptakan oleh seorang anak berdasarkan imajinasinya untuk memuaskan rasa untuk ditemani. ‘Teman imajiner’ inilah yang menemaninya.

Sebagai orang tua jangan menganggap remeh atau sebaliknya merasa bangga karena si anak memiliki indra ke-enam. Bila ortu tidak tanggap ditakuti akan berlanjut terus hingga anak akan lebih memilih dengan teman imajinernya dibandingkan real teman. Hal ini membahayakan ada kencenderungan anak akan timbul sifat klepto, suka berbohong, membesar-besarkan cerita.

Mengatasi anak yang mempunyai teman imajiner :

1.       Ajaklah lakukan aktivitas positif lain ketika anak lagi asyik ngobrol dengan teman imajinernya.

2.     Jangan dimarahi, kadang kita bersikap mengikuti apa yang anak kita lakukan. Untuk masuk pelan-pelan ke dunia mereka.

3.     Alihkan pelan-pelan jangan kasar, jangan memaksa.Karena pada umumnya seiring anak kita memasuki sekolah dan banyak bertemu kawan pelan-pelan dia akan bosan dengan teman imajinernya.

sumber ilustrasi : Google

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s