Puisi

Dari Lomba Puisi Ramadhan

Kutangisi Ketika Berlalu

Ketika bulan nan indah hadir

ketika hati berdebu berpeluh dosa

ketika pikiran terselimuti angkara murka

ketika lisan tiada terjaga

ketika mata berkeliaran bebas

ketika prasangka terus menggrogoti nurani

Ketika bulan nan indah pergi

meninggalkan tangis yang masih tersisa

yang telah terkuras dihari-hari suci

ketika hati bertarung antara jujur dan khianat

ketika hati bertahan antara ikhlas dan murka

masihkan bisa bertahan tanpa bulan ini

saat rutinita harus kembali normal?

Sungguh banyak berharap bulan ini terus ada

ketika bertahan dalam alpa

selalu ada kekuatan untuk melawan

ketika amarah membuncah

masih ada kendali yang menjaga

sungguh bulan yang maha besar dan suci

ramadhan berlalu aku tangisi berlalumu

Semoga kumasih diberi kesempatan

untuk memeluk dan mencium wangi sucinya

menyejukan jiwa mewangikan jalan hidup

penuh harapan dan doa ya Rabb

Amiin

 12 September 2011, Bursa Efek Jakarta – Dalam meja kerjaku yang semakin tua

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s