Edukasi

Workshop Menulis Novel Bersama Asma Nadia, Isa Alamsyah & Republika

FOR SHARE BAGUS PUAT PENULIS :

Bersyukur sekali saya diberi kesempatan untuk mengikuti workshop sehari penuh bersama mbak Asma Nadia dan mas Isa Alamsyah yang diprakarsai oleh Republika dalam rangka Ramadhan Fair di masjid At-Tin kemarin (1 Agustus 2011). Selain workshop leaders-nya yang lucu, ramah dan resourceful, suasana workshop juga seru disertai masukan dari mbak Asma dan mas Isa tentang tulisan peserta. Ada role playing untuk ngetes dialog dalam tulisan itu hidup atau tidak. Banyak kuis berhadiah buku dari Asma Nadia Publishing. Hebatnya lagi, acara workshop ini FREE OF CHARGE. Saya bela-belain datang dari Bintaro ke Taman Mini demi mengikuti workshop ini. Luar biasa, saya mendapat ilmu yang tidak sedikit. Kurang lebih 150 peserta memenuhi aula serbaguna mesjid At-Tin kemarin.

Saya mau share beberapa point penting dalam workshop tersebut. Mudah-mudahan bisa berguna juga untuk teman-teman.

Dalam menulis, yang paling penting adalah:

1. Motivasi

Orang yang berbakat menulis tapi tidak memiliki motivasi sama saja dengan pisau tajam tapi tidak pernah dipakai. Kita harus menemukan alasan untuk menulis. Biasakan untuk menulis setiap harinya agar kemampuan kita terasah. Menulis bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Bawa buku notes kecil untuk menuliskan ide jika muncul secara tiba-tiba.

2. Ide

Setelah seseorang temotivasi untuk menulis, biasanya ide akan muncul. Darimana saja sumber ide?

a) Pengalaman

b) Protes-keprihatinan-kepedulian-protes sosial

c) Harapan-obsesi

d) Film

e) Percikan ide – ilham

f) Mimpi

g) Observasi

h) Pembuktian/tantangan

i) Bacaan

j) Permintaan/tawaran

Ide itu seperti rejeki, bisa datang dari mana saja, bahkan tidak kita duga. Sebagaimana juga rejeki, ada orang yang pandai menangkap peluang.

Bagaimana caranya memelihara ide yang datang sendiri?

Mencatat, mencatat dan mencatat. Setiap penulis harus mempunyai buku catatan kecil untuk menuliskan idenya.

Setelah mencatat ide, push the limit. Tulislah jika kita sedang mood, karena pada saat itu otak kita sedang “terbuka”. Jangan batasi hanya dengan satu tulisan. Jika kita stuck, lalu muncul ide lain, maka tuliskanlah. Biarkan saja mengalir.

Bagaimana menggali dan mengembangkan ide?

Buat skema pertanyaan.

3 Hal yang diperhatikan oleh penerbit:

1. Judul: Jangan terlalu singkat, jangan terlalu panjang, dan harus menarik.

2. Opening: Kalimat pembuka harus menarik, kalau bisa langsung menuju inti cerita.

3. Ending: happy atau sad ending tidak menjadi masalah. Buatlah semenarik mungkin sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca. Jangan membuat ending yang klise: hero-nya mati.

3. Sinopsis

Buat sinopsis cerita disertai dengan pohon tokoh.

Sinopsis adalah gambaran untuk mengembangkan setting. Berdasarkan sinopsis, buat rencana untuk research setting.

Buat juga CV para tokohnya agar terlihat hidup.

Buat kerangka bab (awal, ending).

4. Setting

Ada setting tempat dan waktu. Setting penting untuk memperkuat plot. Buatlah setting sesuai kebutuhan crita. Jika berlebihan, akan seperti membaca buku geografi.

5. Karakter

Antagonis (jahat)

Protagonis (baik)

Netral (tokoh yang muncul sekelebat)

Masukkan empati sehingga pembaca bersimpati pada protagonis dan membenci antagonis. Jika tidak ada tokoh yang sa
ngat jahat, maka cerita harus benar-benar kuat dengan menghadirkan peristiwa luar biasa.

Beberapa metode untuk menggambarkan penokohan:

* Secara langsung: Ia adalah gadis tercantik di desa ini.

* Secara tidak langsung: Selama aku mengenal Aisah, ia tidak pernah naik darah.

* Digambarkan melalui tempat/lingkungan tokoh: Ahmad adalah anak pertama dari keluarga pasangan Duloh dan Rohmah. Mereka tinggal di sebuah rumah petak di kawasan kumuh di pinggiran Jakarta.

* Digambarkan melalui dialog tokoh: “Rin, sejak kapan kamu bisa main piano?”

* Digambarkan melalui perbuatan tokoh.

Munculkan tokoh yang dirasa perlu dalam cerita. Jika tidak perlu, buang saja. Hidupkan tokoh, masukkan ruhnya, sehingga kita bisa menggambarkan tokoh secara 3D. Buat CV tiap tokoh sehingga penggambarannya logis. Buatlah karakter yang jauh dari stereoype.

Misalnya: orang yang bertato bukan preman.

6. Sudut Pandang (Point of View/POV)

Sudut pandang orang ketiga (dia, ia, mereka)

Sudut pandang orang pertama (aku, saya)

Sudut pandang orang kedua (aku dan dia)

Bisa juga menggunakan sudut pandang binatang (Cat’s Eye – Stephen King)

Sudut pandang orang meningga (The Lovely  Bones – Alice Sebold)

7. Alur/plot

Penceritaan dari A-Z (kronologis)

Penceritaan dari tengah hingga akhir.

Penceritaan dari akhir hingga awal (flashback).

Atau bisa juga menggunakan plot maju – mundur.

8. Ending

Ada happy ending, sad ending, atau twist ending (unpredictable, unexpected)

Buatlah ending yang membuat pembaca “surprised”.

Catatan tambahan:

Kesalahan-kesalahan umum pada penulisan:

1. Novel harus tebal

Cerita yang dipanjang-panjangkan, bertele-tele dan dibuat untuk menebalkan buku adalah sangat tidak efektif.

2. Ide atau penceritaan tidak baru

Membuat cerita cinta typical: Sajadah Cinta, Tasbih Cinta, etc. Sajikan cerita dengan kisah menyentuh/gaya baru.

3. Memaksakan bahasa “nyastra”

Eksperimen dengan kata-kata itu baik, tapi bijaksanalah menggunakan kata. Kalimat panjang yang tidak ada maknanya membuat pembaca pusing.

4. Judul tidak menarik

5. Opening tidak menarik

6. Terjebak alur A-Z

7. Karakter yang tidak kuat

8. Konflik yang tidak kuat

9. Setting yang salah

10.Cerita mudah ditebak, tidak ada suspense

11.Pesan terlalu verbal

12.Cerita tak berkesan

13.Ending tidak menarik

Satu kunci untuk memperkaya tulisan dan mengasah kemampuan menulis:

banyak membaca.

Diunduh dari : LUSTANDCOFFE

Advertisements

2 thoughts on “Workshop Menulis Novel Bersama Asma Nadia, Isa Alamsyah & Republika”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s