Write Without Boundaries

Tulisan Ayah Makmun Tentang Almarhumah…

Mbah Thik Dalam Pengabdian Yang Sempurna

               Pusing ngurusin pembantu! Itu kata-kata yang sering suka aku dengar di telingaku di kalangan ibu-ibu, baik itu di kantor maupun dilingkungan tempat tinggalku. Bahkan nggak kalah sadisnya sampai mendengar pembantu menculik anak.

               Setiap habis lebaran, kami memang selalu dipusingkan dengan ulah pembantu. Ada yang sudah ngga mau kerja, ada yang mau balik tapi gaji naik, belum lagi ditambah pembantu ngga mau megang ini itu.

               Tapi pada saat sudah dapat pembantu, selalu saja kita merasa pembantu kita kurang, ngga bisa ini, nggga bisa itu. Teringat komentar salah satu rekan saya : “Kalau mereka pinter, ngga mau jadi pembantu,” hmmmm…benar juga kata rekan saya.

               Terlepas dari hiruk pikuk persoalan pembantu, saya jadi teringat seseorang yang telah kami anggap sebagai bagian dari anggota keluarga kami. Sebut saja mbah Thik, begitu kami memanggilnya. Karena pada saat saya mengenalnya, Mbah Thik saat itu juag sudah seperti simbah. Simbah istilah untuk seorang nenek di Jawa Tengah, tepatnya di Klaten.

               Kami sebenarnya bukan keluarga yang kaya, tapi berhubung bapak dan ibu kami bekerja, kami mencari pembantu.

               Saya kurang tahu bagaimana mbah Thik bisa bergabung manjadi anggota keluarga kami. Karena semenjak saya lahir, Mbah Thik sudah bekerja di keluarga kami. Mbah Thik bukan tipe bekerja yang banyak neko-neko. Bahkan ibu saya terpaksa menaikkan gajinya karena mbah Thik ngga pernah meminta naik gaji.

Mbah Thik termasuk orang nrimo (terima apa adanya). Dia suka cerita kalau gaji yang dia terima langsung dikasihkan ke anak cucunya tanpa dia menikmati sendiri. “Wis sing penting anak putu podo seneng” (Biarin, yang penting anak dan cucu saya senang). Itulah kalimat yang sering saya dengar dari mbah Thik.

               Datang ke rumah kami jam 6 pagi dan pulang jam 5 sore. Maklum rumah mbah Thik nggak terlalu jauh dari rumah kami. Yang unik bagi saya, setiap sore ibu saya selalu menyiapkan makanan untuk dibawa pulang Mbah Thik.

            Menginjak usia yang sudah tua dan kondisi fisik yang tidak lagi memungkinkan untuk bekerja, Ibu saya sebenarnya sudah menyuruh untuk istirahat di rumah. Tapi tetap saja datang dan bekerja. Yang paling sering kejadian adalah, kalau cuaca sedang mendung langsung buru-buru ke rumah.

            Sampai rumah ditanya sama ibu saya :” Lho mbah, ngopo koq mbalik meneh?” (Lho Mbah kenapa balik lagi?).

            Beliau menjawab : “Meh ngentasi memean” (Mau ngambil jemuran*takut basah kehujanan). Padalah jemuran sudah diangkat oleh ibu saya.

               Berhubung usia sudah semakin senja, mbah Thik sudah sering lupa mengingat nama-nama kami. Seringkali saat saya bertemu dengan Mbah Thik, suka bertanya : “Iki Han opo Najat?” Yang disebut kedua nama itu sebenarnya nama-nama kakak saya.

             Lagi-lagi saya menjawab : “Sing ireng dewe Mbah… Sopo hayoo?” (Yang paling hitam sendiri Mbah… Hayooo siapa?), ledek saya.

            Beliau menjawab : “oooooo…. sing njliteng tentong ulih mbah uti” sambil tersenyum.        Yang dimaksud beliau adalah “yang paling hitam, yang suka minta gendong pulang ke rumah Mbah Tuti (nenek saya). Maklum di keluarga kami, saya termasuk anak dengan jenis kulit paling coklat. Jliteng diambil dari hewan jangkrik yang berwarna paling hitam.             

            Pagi ini, aku mendapatkan kabar kalau tadi malam jam 23.00 WIB Mbah Thik telah berpulang ke Rahmatulloh, innalillahi wa innailaihi rojiuun. Lebih dari 40 tahun engkau mengabdi di keluarga kami. Maafkan saya tidak  bisa menghantarkan mu ke tempat perisirahatanmu yang terakhir.

Selamat jalan Mbah….

One response

  1. wa innailaihi rojiuun semoga dimudahkan jalannya. Amin …

    December 7, 2011 at 12:59 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s