Write Without Boundaries

#15HariNgeblogFF2

Sepanjang Jalan Braga

“Nin sudah samapai jalan Braga nih…” Tina mengguncang-guncang punggungku.

Sementara mataku rasanya masih berat untuk dibuka, tapi demi mendengar jalan Braga yang pernah begitu lekat dalam benakku, aku pelan membuka mataku. Samar jalan Braga mulai aku lewati pelan.

Sepanjang Braga hmmm, segurat kenang akan Dimas membuat aku melamun saat  mobil Freed yang tengah di belakang kemudi Diko yang kulihat tetap menyetir dengan tenang ketika Tina membangunkan aku sampai jalan Braga.

Aku yakin masing-masing sibuk dengan kenangan kita akan Dimas.

Tiga tahun lalu…

            Aku Nina sebagai vokalis, Dimas gitar, Tina keyboard, Rama bass dan Diko drum. Kita berlima sahabat sejati dalam grup Band Shine.

            Kami lima sekawan yang tak terpisahkan dan kompak dalam setiap performance kami dari panggung ke panggung. Walau beda fakultas kami bisa saling meluangkan waktu demi kebersamaan. Exsist! Demi Band Shine.

            Semua berubah selepas kami maggung dan diantara kelelahan sehabis festival nge-band universitas dan kami meraih kejuaraan. Sungguh ini sangat berarti bagi kami setelah dua tahun umur band ini terbina.

            Tiba-tiba, “Nina…bagaimana kalau aku tiba-tiba ingin menjadi pacaramu?” suara Dimas memecah keheningan kami yang tengah melewati jalan Braga.

            Semua terdiam sesaat, sepertinya semua terhipnotis dengan kejujuran Dimas yang diantara kami terkenal paling pendiam. Semua tidak percaya kalimat itu meluncur.

            “Eh Mas, kamu ngigau ya!” Rama sambil bangkit dari tempat duduk belakang sambil menjulurkan mukanya ke kursi tengah.

            Tina sempat terbelalak dan menatap wajah Diko sekilas. Sementara aku berubah berdebar dengan pernyataan Dimas barusan. Sekilas sorot mata Diko dari balik setir terasa menegang.

            “Eee…Mas…eee..”aku jadi grogi dengan ucapan Dimas barusan.

Tapi aku teringat kalimat-kalimat yang kemarin Diko sampaikan, “Nin, walau aku sebenernya aku menyayangi kamu. Tapi aku tahu Dimas juga mencintai kamu. Antara kita bersahabat tapi kita sama-sama menyukai gadis yang sama dan aku merasa kalau aku harus mengalah karena Dimas lebih membutuhkanmu…”

            Sungguh aku menjadi bingung, hatiku untuk Diko tapi Diko jugalah yang meminta aku untuk menerima Dimas. Sepanjang jalan Braga menjadi saksi genggaman tangan Dimas dan saksi sahabat-sahabat band Shine kalau kami jadian.

            Demi menjaga perasaan Dimas juga memenuhi permintaan Diko aku tersenyum walau dalam hati aku merasa sakit hati dengan Diko. Aku suka Diko tapi ternyata Diko lebih suka aku jalan dengan Dimas, bagaimana bisa ?

            Hari-hari harus kulewati dengan kebohongan sementara aku merasa cemburu dengan kedekatan Diko dengan Tina. Kumerasa Tina hanya sebagai pelarian atas apa yang terjadi dengan ‘jadian’ aku saat malam di jalan Braga.

            Hmmm jalan Braga tidak terlalu banyak berubah saat tiga tahun lalu. Sejak kita sama-sama lulus kuliah kita bekerja di Jakarta. Berempat kadang-kadang kita ngumpul untuk bereuni, seperti malam ini kita mendapat undangan sebagai band tamu di kampus kami.

            Sepanjang melintas jalan Braga tak terasa mataku meleleh, berbagai perasaan ku bercampur aduk. Semoga Dimas yang sudah tenang di alamnya memaafkan kebohongan yang aku cipta waktu lalu.

            “Kita cari penginapan ya …dan besok pagi kita ke makam Dimas,” suara Diko menyadarkan aku dari rasa yang menyesak tiba-tiba.

            Empat tahun lalu semua tanpa alasan ketika Diko mengalah aku untuk lebih memilih Dimas. Ternyata Dimas mengidap kangker otak, Dimas yang sangat tertutup hanya kepada Diko semua perasaan tentang hatinya padaku dia ceritakan.

            Sampai ajal menjemputnya, tak sekalipun jujur aku ucapkan, kalau sebenarnya aku menyayangi Dimas sebatas sahabat baik tapi hatiku sepenuhnya untuk Diko.

Ilustrasi : putrinolyta.blogspot.com

Cimanggis, 6 Juni 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s