Write Without Boundaries

#15HariNgeblogFF2

Biru Jatuh Hati

                     “Kau bahagia bersamaku ?”  kataku mencoba menilik tatap matanya yang sendu.

                       Sarinah hanya tersenyum tipis, tapi genggaman tanganku semakin kencang dia genggam. Dan aku faham memang dia juga mencintai aku. Tuan mudanya yang telah besar bersamanya dari kita balita.

                    “Kamu tidak takut dengan aku kan? Kamu masih percaya aku dengan ketulusan cintaku Sari ?” aku menjadi tidak percaya diri begini sejak kisah cintaku diketahui papa dan mama.

                    Sarinah Maryam adalah saudara, sahabat dan gadis kecil yang sampai dewasa selalu  bersamaku. Bahkan hingga detail tentang kenakalan aku dan masa puberitas aku dia tahu pérsis. Sebaliknya aku juga! Kapan dia mulai endapat haid pertama. Dan kapan dia mulai suka dengan kaum laki-laki, yang sempat membuat aku merasa tersisih. Aku tidak terima ternyata kalau ada pria yang lebih dekat dengan Sari dibandingkan aku. Sungguh aku juga tidak faham sejak kapan pastinya rasa berdebar ini timbul.

                    Semua seperti terjadi saat tiga tahun lalu aku merasa sangat cemburu saat kita bersama-sama dengan teman-teman main di kampus beramai-ramai ke pantai Pengandaran.

                    Aku tidak sadar kalau Arion ternyata suka dengan Sari, bahkan aku sempat melihat mereka berlarian sambil sesekali tertawa riang. Sementara Linda yang aku tahu suka denganku membuat aku merasa tidak nyaman. Ternyata hatiku sudah tercuri oleh Sarinah.

                   Hatiku begitu membiru dan ini membuat papa dan amam emosi. Sari diusir dari rumah kami. “Dasar anak tidak tahu berterima kasih! Dulu Ibunya mengganggu papa-nya Dimas, sekarang anaknya yang coba memikat Dimas yang sudah seharusnya jadi saudara!” mama marah ketika memergoki kami sedang berpegangan tangan diteras. Untung aku tidak jadi mencium Sari, apalagi kalau tahu aku menciumnya, pasti marahnya tambah parah.

                 “Mas kamu nekad ya tetap mau mempertahankan hubungan aneh kita…” akhirnya seiring desiran angin pantai Pengandaran malam yang ikut menjadi saksi pelarian kita pertama ini.

                “Pakai jaketku, kamu menggigil kedinginan…” aku berikan jaket kulitku. Sungguh aku menyukai cinta yang kamu anggap aneh, padahal menurutku ini tidak aneh malah sebaliknya! Ini cinta abadi yang berawal dari kita kecil dan terus bersama hingga dewasa.

                “Iya menurut aku aneh Mas, walau aku akui setelah dua tahun aku memutuskan pergi dari rumahmu dan aku sadar kalau aku hanyalah parasit dalam keluargamu! Tapi memang sulit aku menemukan pria yang lebih baik darimu. Tidak juga pada Arion yang dari awal mencoba mencuri hatiku. Arion tetap berbeda denganmu…”

              Hatiku membuncah melambung tinggi. Sudah kududa kalau Arion memang tidak cocok buat gadis kecilku.

              Dan sementara biarkanlah pantai Pengandaran menjadi saksi mereka dalam pelarian cinta sesaat.

             Karena….

*****

              Di kediaman Dimas, mama dan papa Dimas sedang terlibat perbincangan serius.

              “Pah bagaimanapun kita harus bicarakan pada mereka bedua alasan kita menentang hubungan mereka!” mama Riana, bundanya Dimas merasa khawatir karena putera semata wayangnya sudah tidak bisa pindah ke lain hati.

             “Iya nanti Papa akan bicara baik-baik ke Dimas Mah…” Pak Kenan mencoba tenang, walau dalam hatinya merasa takut juga kalau Dimas nekad berbuat jauh dengan Sari yang sekarang mereka berdua selaku orang tua tidak tahu keberadaan sejoli yang dimabuk asmara. Kenyataan semakin cinta dilarang semakin menggelora dalam episodnya.

               Tapi memang ini adalah cinta terlarang karena sebenarnya mereka saudara persusuan. Dua puluh satu tahun yang lalu Pak Kenan pernah mencintai wanita yang bekerja sebagai pembantu di rumah. Saat itu Tiara bundanya Sari baru saja ditinggal mati suaminya. Karena merasa iba ibu dengan anak berumur tiga bulan yang masih aktif menyusu diijinkan tinggal bersama. Dan Riana juga mempunyai Dimas karena kesibukan sebagai wanita karir sehari-hari Dimaspun ikut ber-ASI bergantian dengan Sari.

 Bursa Efek Jakarta, lelah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s