Write Without Boundaries

#15HariNgeblogFF2

Aku Kembali

“Diana kemari ada yang perlu saya bicarakan..” suara berat pak Dorman yang kerap dianggap suara berat penuh bijaksana buat para orang yang memujanya. Orang-orang yang memiliki berbagaimacam muka pasti menyembah-nyembah. Ada yang ingin dapat bantuan, ada yang ingin dapat tender bahkan ada yang ingin ikutan top.

Jujur aku muak! Setelah hampir sembilan tahun mendampingi beliau menjadi asisten pribadinya. Aku kali ini benar-benar muak dan jenuh!

Bukan karena gaji, fasilitas yang aku dapatkan. Jujur dengan menjadi asisten pribadi seorang petinggi aku yang meniti karir dari freesh graduated Hubungan International hingga tidak terasa usiaku sudah kepala tiga lebih tiga.

Dan aku terlalu asik, sudah banyak yang aku langgar hampir sembilan tahun. Walaupun aku tidak langsung berperan tapi aku ada andil. Pak Dorman, isteri dan keluarga yang tampak begitu harmonis dari luar tentu saja tidak dalam pandanganku.

Pak Dorman sudah berpuluh tahun aktif dalam kancah politik. Karir politiknya melejit dengan mulus. Kekayaan, kejayaan dan fasilitas Negara sepertinya sudah tidak terhitung digit. Belum lagi bisnisnya dengan berbagai colega dan berbagai kolusi, korupsi dan nepotisme semua harus aku tutup rapat.

Diawal aku benar-benar menikmati semua apalgi dengan penghasilan double tripel diluar gaji resmi aku terima. Entahlah aku masih tutup mata dengan statys keuangan aku yang melimpah.

Money laundry sudah bukan hal yang awam buat aku. Memutar aliran uang dengan alasan tender, bisnis rakyat atau perjalanan trip business bahkan  hitungan mark-up, transfer ke bank –bank yang tidak terdeteksi kaum penyelidik aku pakarnya.

Hilang semua janji-janji aku saat menjelang keberangkatan ke Metropolitan. “Diana, Emak menyekolahkan kamu tinggi bukan berarti kamu berpikiran cepat balik modal. Emak ikhlas lahir bathin walau sekarang tanah buat kamu dan adik yang tadinya akan Emak wariskan buat bekal kamu selanjutnya tandas. Emak berharap kamu bisa mencontoh almarhum Bapak yang tetap jujur dalam hidupnya. Ingat di atas langit ada langit harta tidak akan pernah bisa memuaskan bathin bila kita mendapatkannya dengan tidak halal. Yang ada malah akan buat badan kamu sakit. Emak memang bodoh tapi Emak tahu kamu sangat tertarik dengan politik atau apalah. Hanya saja dengan pekerjaan yang sekarang kamu terima. Emak hanya berharap agar kamu hati-hati dan tetap istiqomah.”

Sembilan tahun lalu itulah nasehat Emak, bahkan sampai aku merasa sukses atas segalanya Emak tidak habis dan lelah terus menasehati dan setelah sembilan tahun aku baru menemukan semua uang, perhiasan, baju bahkan berbagai pernak-pernik yang aku dapatkan dari Bapak Dorman disimpan dalam kotak beras kayu yang Emak simpan di bawah tempat tidur. Beserta selembar kertas :

Untuk puteriku Diana :

Emak tidak tahu harus sedih ataukah bahagia dengan kesuksesan duani yang engkau raih. Emak tidak pernah berniat menyekolahkan kamu untuk menjadi orang pintar yang penuh kebohongan.

Emak memang sudah tua tapi Emak bisa membaca dengan hati, maaf semua pemberian kamu tidak bisa Emak terima. Emak lebih suka kamu berikan pada orang yang membutuhkannya.

Diana Emak hanya ingin mengingatkan kembali tetap seperti yang sembilan lalu saat Emak melepas kamu menjadi orang kepercayaan seorang pejabat. Tetap istiqomah bila engkau telah salah melangkah. Kembalilah Nak…

Emak

            “Emak Diana kembali ke Surabaya, Emak Diana merasa hampa. Apa yang Emak selalu nasehati adalah benar adanya. Diana akan kembali menjadi Diana yang dulu. Maafkan Diana Emak hingga akhir hayat Emak begitu terbebani dengan aktivitas Diana…Aku kembali….”

Bursa Efek Jakarta, sembunyi-sembunyi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s