Write Without Boundaries

#15HariNgeblogFF2

Sasirangan

               Kain berwarna hijau dari oom Danu yang biasa aku panggil masih tergeletak di meja.

               Ada rasa gamam atau entah apalah yang membuat aku menaggalkan niat untuk membuka-buka.

               Oom Danu seorang pria yang seumuran dengan ayah sudah hampir satahun ini mencoba mendekati aku, tentu saja tujuannya agar aku menyetujui menyetujui hubungan oom Danu dan ibuku.

               Sebenernya tidak ada yang salah dengan kisah cinta di usia senja yang terjalin di antara mereka. Apalagi mendengar kisah tentang oom Danu yang sebenarnya telah mencintai ibu sedari masa SMA. Bahkan hingga perjalanannya menjelang usia terdekat enampuluh tahun cinta itu tidak pernah memudar.

               Menyimak perjalnan oom Danu dari cerita ibuku serasa meemukan cinta abadi dari sepotong hati lelakihanya saja ada rasa khawatir saja ibu salah pilih untuk pria yang akan menemani sisa hidupnya.yang setia pada satu cinta hingga akhir hayat.

               Ibu bercerita tentang oom Danu penuh dengan cinta dan akupun bisa melihat ibu yang menjelang senja seperti Anak Baru Gedhe.

               “Oom Danu demi cinta pertama yang tidak kesampaian karena dulu ibu harus menikah dengan ayah Pandu yang dijodohkan selepas Sekolah Menengah Atas merasa sangat terpuruk.

               Demikian ibu merasa sangat bersalah karena tidak ada pilihan. Demi mengabdi orang tua ibu menerima pinangan ayah Pandu. Dan lahirlah aku sebagai tanda cinta yang akhirnya benar-benar hadir dari sebuah keterpaksaan. Aku tidak mengerti.

               Hingga akhirnya memang harus diakhiri di ketuk palu pengandilan agama. Biduk yang bertahun-tahun dibertahankanpun harus karam karena perlahan-lahan keropos dengan berbgai perbedaan dan pertengkaran.

               Aku gadis remaja yang tengah membutuhkan arti sebuah keutuhan jati diri sempat merasa terpuruk. Aku tidak bisa memilih, mereka adalah orang yang sungguh aku cintai.

               But life must go on! Dan seberat apapun aku harus lalui. Dan mulai berganti-ganti pria-pria mulai dekat dengan ibu. Entahlah sejak berpisah dari ayah karena ayah lebih memilih dengan kehidupan baru aku tidak perduli dengan urusan mereka.

               Sesekali hanya aku dengar dari cerita ibu kalau ayahku akan menikah lagi! Dan aku tidak peduli hatiku sudah terlanjur beku beberapa tahun lalu setelah keputusan mereka.

               Setelah berpisah dengan ayah pandu, ayah kandungku saat aku smp aku melihat bergantia-ganti pria yang mencoba mencuri hati ibu.

               Aku sendiri tidak pernah terpikir kalau cinta terhadap pasangan setelah sekian tahun akhirnya tercerai juga. Dan lebih menarik kisah oom Danu yang masih sendiri di usia senja karena cinta pertama yang tidak bisa lepas. Sungguh nyata! Oom Danu dua kali akan menikah selalu mengalami kegagalan. Semua diluar kendalinya, ada saja yang membatalkan dia ketika akan membina mahligai.

               Setelah berpuluh-puluh tahun terpisah dan usia senja mempertemukan mereka, cinta yang tetap segar tidak lekang dengan waktu. Masih segar dan siap menyambut fajar pagi.

               “Tara nanti dipakai ya baju sesirangan ini, oom Danu ingin segera melamar ibumu…”

               Aku masih terdiam.  

               “Oom tidak memaksa kamu untuk menerima Oom, tapi setidaknya pikirkan kebahagiaan kami di usia senja. Oom mencintai ibumu selamanya dan dalam kondisi apapun…”

*****

               “Hmmm, kain sasirangan ini sangat manis…sepertinya aku akan cari model modern yang cocok dengan badanku yang jangkung…” Tiba-tiba kumerasa hilang semua dendam masa lalu karena sebuah perceraian.  Kalau ini memang yang akan membuat ibuku bahagia mengapa tidak aku setuju ? bukankah Life is always in the beginning ?

 Ilustrasi : skyscrapercity.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s