Write Without Boundaries

Hari ke 9 #13HariNgeblogFF : Menanti Lamaran

Menanti Lamaran

Wedding Tart Boneka

Arini

            Arini tersenyum dari balik jendela kamarnya, melihat sebuah kupu-kupu biru yang asik tengah mengisap madu dari bunga yang satu ke bunga yang lain.

            Entah kenapa melihat kupu-kupu itu terbayang Riki, Riki yang sebentar lagi akan resmi sebagai pendampingnya.

            Riki pria playboy yang sudah berpetualang dari satu bunga ke bunga yang lain akhirnya takluk dengan dirinya. Satu minggu lalu akhirnya Riki dan keluarganya berkunjung secara kekeluargaan untuk berkenalan, bukan lamaran hanya kunjungan biasa.

            Sementara lamaran sendiri dua minggu lagi secara resmi akan dilakukan sekaligus meresmikan hubungan mereka menuju perkawinan. Lamaran sekaligus tunangan.

            Arini masih merasakan lelah jatuh bangun mencoba meyakinkan diri untuk benar-benar bisa bersama Riki. Apalagi mantan-mantan Riki bukan gadis yang biasa-biasa saja. Semua nyaris cantik dan sempurna, tetapi Riki memang playboy entah kenapa dengan mudah dia tinggalkan semuanya dan balik mengejar cintanya.

            “Arini kali ini aku lelah untuk berpindah dari hati ke hati. Aku capai Arin, terutama aku telah menemukan gadis yang sangat special dalam diriku. Gadis yang penuh sederhana, membuka hatinya dengan cinta tulus tanpa syarat…mengingat aku adalah cowok yang berpredikat playboy! “ Teringat kejujuran Riki saat mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya.

            Mudahnya Arini menerimanya apakah karena telah terbius dengan wajahnya yang tampan mempesona dan kekayan orang tuanya yang tanpa seri ?

            Arini merasa enggan mengungkapkan kesungguhan yang dia iyakan pada Riki. Hanya saja Riki memang telah mempesonakan hatinya lama secara diam-diam dan hanya bisa diam dia mencintainya. Sampai kenyataan akhirnya Riki akan dimilik sepenuhnya.

 

Riki

            Bila Arini membayangkan kupu-kupu biru adalah sosok Riki yang selalu berpindah hati wanita satu ke satu lainnya seterusnya. Hingga akhrnya Arinilah bunga yang terakhir saat kenyang dan kebosanan melanda menjadi persinggahan terakhir.

            Apa yang ter-imaginasi Arini beda dengan Riki. Senyum getir Riki teringat saat dia menjadi kupu-kupu berapa bunga telah dihisap madunya tanpa sisa. Semua layu dan mati rasa karena inti sarinya madu telah terenggut begitu cinta yang tersisa hanyalah luka.

            Sebuah senyum getir penyesalan yang terbesit dari wajah Riki bagai fatamorgana. Tidak jelas dan samar sisi hati begitu ada rasa dosa menyeruak bila satu persatu mengingat khilaf yang dia buat.

Riki berharap bersama Arini yang hadir dengan indah berniat mengubah semuanya. Arini bunga terakhir yang akan disunting dan dirangakai menjadi buket bunga tercantik mewarnai sisa hidupnya.

            Arini bukan gadis-gadis yang telah gampang ditiduri. Arini begitu sempurna dengan jilbab hatinya. Tertegun Riki dibuatnya dengan prinsip, tutur kata dan perilakunya yang lembut tapi sekokoh karang.

            Membuat tersadar begitu agung dan mahalnya dia dan menuntutnya pada titik batas perubahan. Begitu cepatkah hidayah itu datang lewat sosok wanita ? hanya penasaran saja-kah berselimut rasa kagum ?  ataukah ini keseriusan untuk segera bertaubat.

            Ada kelegaan ketika mama dan papa sepenuhnya menyetujui niatnya menikah serius! Tidak adalagi main-main dan sungguh-sungguh ingin ber-hijrah. Menutup kisah lama dan membuka lembaran putih hingga akhir hayat.

****

            “ Baby you light up my world like nobody else the way that you flip your hair gets me overwhelmed …“ lagi One Direction memanggilnya

            Sebuah nama yang terlupakan…Mantan – Serena Cantik (semua mantan telah ditandai call name-nya dengan kata mantan)

            “Riki…a..a..ku…sudah melakukan test pack! Dan hasilnya positif! Kamu harus bertanggung jawab! Titik! “

 Sumber ilustrasi : http://houseoftowel.multiply.com/photos/photo/37/5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s