Write Without Boundaries

Hari ke 10 #13HariNgeblogFF : Bangunkan aku Pukul 7!

Bangunkan aku Pukul 7 ! Cintaku Di Ujung Tanduk Plaese!

            “Teet ! teet !”

            “Din! Din! “

            “Hiiii pasti Fadli masih tidur! Ihhh dasar cowok pemalas!” Nita menggerutu tidak karuan setelah tidak berhasil membangunkan dengan meng-klakson mobilnya, lalu memencet bel rumahnya.

            Nita dengan high heel-nya melangkah ke samping kamar Fadli dari kaca nakonya Nita mengetuk dengan keras.

            “Diiii….Diiii….kamu mau berangkat kuliah nggak! Pagi ini ada quiz lho!”

            Fadli tengah asik bermimpi indah tiba-tiba bagai terjaga mendengar teriakan Nita sahabatnya yang kesal, pastinya gara-gara acara membangunkan dirinya yang terkenal tukang bangun siang, tukang ingkar janji gara-gara tidak bisa memenuhi jam janji dan pemalas.

            Julukan negative semuanya yang melekat dalam dirinya, untung Nita sahabat kecilnya masih mau memafkan segala kelemahnnya. Bahkan Nita masih saja mau menjemput dirinya untuk ke kampus bareng dalam mobil sport-nya.

            “Adu Nita! Quiz hari ini…!” bagai kesetanan Fadli berlari ke kamar mandi entah mandi bersih atau nggak yang penting gosok gigi biar nggak bau saat minta maaf ke Nita.

            “Yukksss, aku udah selesai! Mana kuncinya…!”bubble gum

            Nita melempar kunci mobilnya danditangkap Fadli dengan lincah walau satu tangannya sedang berusaha memakai sepatu kets-nya.

            Riak rambutnya yang ikal loncat-loncat mengikuti irama siempunya yang gerubak-gerubuk nggak karuan.

            Nita udah hapal banget adat sahabatnya. Tanpa basa-basi minta maaf kek langsung tancap mobilnya dan menyetir tunggang langgang gak karuan.

            “Aduuuh Diiiiii pelan-pelan dong!” kali ini Nita ketakutan karena biasanya walau mengebut Fadli nggak kesetanan banget kaya pagi ini.

            “Huhhhhh orang rumah nih sudah aku pesenin untuk bangunin aku paling telat pukul 7! tak ada satupun yang peduli! Padahal aku udah pesan banget! Kacau nih bisa-bisa kacau semua!” Fadli ngedumel tidak karuan.

            Nita hanya bisa menghembus nafas panjang sambil menyilangkan kedua tangannya. Dari kecil bersahabat dengan Fadli, tau adatnya mau ditegur kaya apa tetap cuek! Gara-gara cowok yang jadi sahabatnya ini, Nita samapi tidak tertarik untuk menerima beberapa tembakan mengajaknya jadian.

            Fadli dengan segala kekurangannya seakan menyatu dalam kehidupannya. Tidak ada amarah yang bisa di lontarkan lagi buat cowok yang sekarang lebih tenang berkonsentrasi menyetir.

            “Nittt lagian kamu juga aku minta tolong bangunin jam 7! Jam 7! Biar nggak terlambat semuanya nggak juga! Payah deh kamu nggak bisa diandelin!” ternyata Fadli masih melanjutkan mengomel atas kelalainnya sendiri.

            “Tenaang Di, masih bisa kok kita masuk dan mengerjakan quiz. Biasanya juga telat kok!”

            “Jangan hari iniiii pleaseeeee…..” Fadli tancap mobil sport Nita lebih kencang.

****

Perpustakaan Kampus Sejarah

            “ Iyaaaa maaaf maaaaf Anggi….bukan maksud aku mempermainkan kamu menunggu aku lama-lama…maaf!” Fadli berusaha meraih tangan Anggi.

            “ Kamu pasti memang niat mempermainkan aku! Aku sudah bela-belain dari jam setengah tujuh menunggu kamu, ternyata baru jam segini kamu datang! Liat Dii jam sekarang berapa?!? Alasan apalagi kamu ? pasti gara-gara kamu harus jemput cewek gatel sahabat kecil kamu kan ?” Mau alasan apa lagi ?”

            Secara otomatis Nita yang ada di balik rak buku mereka bertengkar melirik Alexandre Christi-nya, jam 13.00 berarti Anggi sudah menunggu Fadli  hampir tujuh jam.

            “Anggi sekali ini aku minta maaf, iya aku tadi  harus jemput Nita dulu soalnya nyokap Nita udah wanti-wanti kalau Nita kurang sehat tapi kita ada quiz Pak Darjo dosen killer yang gak ada ampunnya. Jangan cemburu sama Nita ya dia bukan siapa-siapa kok…”

****

            Rasanya Nita ingin menampakan diri dan memprotes kalau selama ini dia selalu dijadikan kambing hitam oleh Fadli untuk menyelamatkan hubungannya denagn Anggi.

           Tapi Nita tak bisa….”Aku yakin, Diiii kamu tidak akan pernah bisa bersama cewek lain kecuali aku! Karena akulah yang memahami kamu seutuhnya….aku tunggu saatnya….” 

Ilustrasi : mylot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s