Write Without Boundaries

Resensi : Menciptakan Keajaiban Finansial

Resensi  

me and buku menciptakan keajaiban finansial

Judul Buku : Menciptakan Keajaiban Finansial

(Sesuatu yang membuat batin sejuk dan mendekat pada Allah)

Pengarang :  Innuri

Penerbit: Indah Setya

ISBN : 978-602-17304-1-6

Hal : 217

 

Resensi :

Membaca buku menciptakan keajaiban finansial di awal saya kira hanya berisi hitungan-hitung logika atau matematika ternyata salah besar. Dalam buku yang di tulis ibu Indah Nur Qoriah atau dikenal ibu Innuri lebih banyak menghadapi hutang yang kita punya dengan pendekatan pada Allah.

Membaca tulisan-tulisannya seperti diary yang dimulai 13 November 2011 saat dia mengalami keterpurukan secara pandangan manusia karena terbelit hutang ratusan juta, tapi ternyata beliau melihat dari sisi yang tidak terduga sebuah keterpurukan yang berarti membawa diri beliau lebih dekat dengan Allah.

Dengan bantuan Allah sajalah semua akan berjalan dengan semestinya, langkah yang beliau ambil antara lain tidak pelit dengan keterbatasan harta yang dimiliki untuk berbagi dengan fakir miskin, dari beliau kita belajar menjadi dermawan adalah wajib karena hitungan matematika Allah sungguh ajaib bila hitungan manusia 1 X 10.000 = 10.000 maka hitungan Allah 1 X 10.000 X ikhlas = 7 X 100 X 10.000 = 7.000.000 semua adalah sesuai dengan kemurahan Allah.

Membaca halaman demi halaman dan pada suatu kesimpulan setelah mencoba menyelesaikan masalah hutangnya dengan logika manusia malah tidak menguntungkan akhirnya kembali pada pertolongan Allah, Allah yang punya gudang solusi yang tak tergambarkan oleh pikiran kita yang sempit ini.

Bersedekalah menjadi salah satu cara yang ampuh mengatasi masalah keuangan. Tadinya bersedekah karena mengharap dilipat gandakan sama Allah, lalu lama jadi kebutuhan dan akhirnya karena kasih sayna pada sesama dan mengharap ridha-Nya semata.

Di lembaran terakhir ada perenungan yang sungguh bijaksana ,”Bila kemewahan itu bisa mengikis kepekaan hati kita akan penderitaan orang lain, bisa jadi harta kita adalah cobaan…menjadi dermawan saja tidak cukup, kita juga musti menjaga hati orang miskin untuk tidak silau dengan harta yang kita punya.”

Harta memang bisa datang dan pergi sesuka hatinya, saat dia pergi terlihatnya seperti sedang mengkhianati kita padahal dia hanyalah mahluk Allah yang patuh. Harta hanyalah alat untuk membuktikan ketaatan dan pengabdian kita padaNya. Sebagai sebuah alat, dia dipakai sebagai sarana untuk pendekatan kita pada Allah.

 Roemah Cinta_Boekit Golf 30 Desember 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s