Write Without Boundaries

Kebahagiaanku Bersamamu

Dan The Bay Bali Menyatukan…

the bay bali

 

“Ibu lihat ada Brown di sini…” Icha tampak girang melihat segerombolan kelinci yang ada di kandang dan beberapa ekor lepas.

“Wah iya kenapa Brown ada di sini ya Dhe ?” Kataku menanggapi puteri kecilku yang tengah girang menemukan seekor kelinci berwarna coklat seperti yang dimiliki Naura sahabatnya di kompleks Bukit Golf Jakarta.

Selanjutnya aku menyaksikan pemandangan begitu bahagianya puteriku melihat kelinci-kelinci lain yang merupakan teman-teman Brown.

Dengan girang dia memberikan satu persatu nama,”Wah itu Black! Gold! Polkadot! Snow White! Olaf!” nama-nama asing yang kerap di dengar dari buku cerita yang aku bacakan menjelang tidur malam atau film yang baru saja populer di Desember 2013 kemarin Frozzen dengan tokoh boneka salju bernama Olaf.

Setelah puas bermain-main dengan kelinci berlari dan dipeluknya, dia mulai memperhatikan anak-anak sebayanya yang tengah asik menggambar di bawah pohon rindang. Seorang petugas menyapanya dan langsung membimbing untuk menggambar.the bay bali_2

 Aku duduk agak menjauh menikmati keramahan sekeliling di Sunday Market yang sebelumnya tidak pernah aku rencanakan sama sekali.

Setelah 9.3 tahun aku bekerja mencoba mengaplikasikan ilmu S2 yang aku peroleh dengan kerja keras. Aku menempuh S2 sambil bekerja pada sebuah perusahaan farmasi sebagai seorang detailer. Senin sampai Jumat aku bekerja dengan target-target bertemu dokter untuk menerangkan obat-obat ethical yang aku pegang dan tentu saja satu paket dengan target omset yang kadang membuat aku stres kalau tidak tercapai.

Hari Sabtu dari pagi sampai malam aku kuliah Magister Manajemen di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Aku berusaha keras merampungkan kuliah dengan tepat waktu. Dan berhasil satu setengah tahun aku kelar meraih gelar S2.

Aku mulai loncat mencari pekerjaan lain dan aku diterima di sebuah perusahaan elektronik multinasional sebagai Sales Support.

Dua tahun bekerja aku menemukan jodohku dan menikah. Setahun kemudian aku memiliki seorang puteri Icha. Bukan hal yang mudah memiliki bayi dan bekerja kantoran. Kadang ada perasaan tidak tenang karena Icha hanya dengan bibi di rumah.

Tidak ada pilihan kami berdua harus bekerja demi kelangsungan hidup di kota Jakarta yang serba mahal dalam segala hal.

Dan waktu berjalan bagitu saja sepertinya banyak yang aku lewatkan begitu saja pertumbuhan puteriku yang semakin beranjak besar.

Acara sekolah play group sesekali bisa aku ikuti bila dapat ijin dari pihak kantor yang juga menuntut tinggi akan kehadiran aku di kantor.

Kadang hanya bisa melihat dari foto-foto yang dikirim ibu teman balitaku yang berbaik hati memotret Icha dalam suatu kegiatan sekolah.

Sedih saat dia mulai suka protes,”Kenapa anak-anak lain di antar ibunya, sementara Icha hanya di antar bibi dan mang Dawi (tukang ojek langganan).”

Aku hanya bisa menjawab,”Sabar ya Sayang, Ibu juga ingin selalu dekat denganmu tapi sabar ya suatu saat nanti pasti Ibu pulang ke rumah dan selalu menunggui kamu. Sekarang Ibu kerja dulu mengumpulkan uang untuk biaya sekolah Icha sampai besar.”

***

Dan waktu berjalan hingga tidak terasa suami yang bertugas di luar Jakarta meminta untuk aku mengundurkan diri. Sebuah kesepakatan yang maju satu tahun dari rencana.

Suami mulai keberatan karena load kerjaan aku di Jakarta meninggalkan puteriku, sementara beliau juga tidak bisa dekat kami berdua merasa khawatir akan perkembangan Icha yang dipegang bibi.

Tentu saja bukan keputusan yang mudah 9.3 tahun aku bekerja mencoba mengejar karir tiba-tiba harus mengundurkan diri.

Tapi demi melihat perkembangan buah hati kami dan tidak keurus, apalagi bibi semakin tua sementara Icha juga mulai suka ikut les-les maka tidak ada pilihan atau sebenarnya pilihan terbaik untuk aku kembali ke rumah.

Sejenak mengabaikan S2-ku, karirku semata menjadi ibu rumah tangga utuh untuk keluargaku.

***

Hanya ikhlas yang bisa aku lakukan, aku seorang ibu dan kewajiban utamaku memang mengurus rumah dan menjaga amanat suami.

Untuk mengisi hari-hari di rumah aku kembali menulis agar otak tetap bekerja dan tidak merasa terpuruk.

Nyatanya perlahan aku mulai menikmati menjadi seorang ibu Rumah Tangga apalagi 9.3 tahun tidak mengurus rumah banyak sekali yang harus dibenahi.

Dan saat aku menulis ini setengah tahun aku menjadi Full Time Mother nyatanya kebahagian sederhana adalah bisa selalu dekat dengan puteriku. Mengetahui perkembangan dia menit demi menit, mendengar celoteh dia saat menjemput sekolah dengan kejadian-kejadian yang di alami di kelas.

Saat aku menunggu dia di gerbang sekolah jelang pulang sekolah, kerap tanpa sengaja aku jadi memperhatikan anak-anak lain yang menunggu jemputan. Mata anak-anak balita itu begitu bening dan binar mata mereka berbeda saat yang menjemput ibunya sendiri dengan hanya pembantu.

Binar mata anak yang dijemput ibunya terlihat sangat ceria dan sepertinya banyak hal yang ingin segera diceritakan tetapi sebaliknya kalau yang jemput tukang ojeknya, mbak atau bibi mereka hanya terdiam dan sinar matanya tampak redup.

Aku menjadi trenyuh, kemarin-kemarin Icha mengalami hal seperti itu,”Maafkan Ibu ya Nak, tapi Ibu janji tidak akan meninggalkan kamu lagi. Ibu akan bekerja semampu Ibu di dekatmu. Ibu mungkin hanya menjadi penulis biasa dan mungkin saja tidak memperoleh secara materi lebih seperti waktu Ibu bekerja di perusahaan multinasional tapi Ibu bahagia masih diberi kesempatan mendampingimu di masa emasmu.”

***

Sunday market kuhirup udara segar dan semilir angin di Nusadua Bali dalam kenyaman perut yang terisi makanan dengan bumbu nusantara The Bay Bali bagai surga dunia kurasakan.the bay bali_5

 Aku mengajak puteri kecilku berlibur membayar hampir lima tahun aku tidak mendampinginya karena kesibukan kantor. Hasil kerja 9,3 tahun dengan ijin suami aku alokasikan untuk berlibur bersamanya karena suami tidak bisa ikut beliau harus tetap dinas. Dan memang aku hanya ingin berdua saja dengan puteri kecilku yang sekarang tengah berlari mendekatiku sambil membawa hasil gambarnya.

“Lihat Ibu gambarku, keren-kan ?” katamu percaya diri.

 “Kereeen sekali Nak.”

Dan memang aku terharu akan gambar puteriku, sebuah coretan seorang ibu dan anak perempuannya bergandengan tangan lalu di bingkai dalam gambar love. Di bawahnya bertuliskan” I Love You Mom.”

Aku masih saja terharu dan tiba-tiba Icha sudah menarik aku sambil berteriak,”Ayo Ibu sekarang kita main istana pasir! Lihat pantainya sangat indah dan bersih! Dan lihat Ibu itu sepertinya ada kura-kura! Kereeeeen sekali Ibu! Kapan-kapan kita harus ajak Ayah kemari ya Ibu!”

“Tentu Sayang … Ayahmu harus sesekali disuruh berlibur dan kita bisa bersama-sama menikmati kebersamaan di The Bay Bali yang amazing ini!”

 The Bay Bali dengan segala keindahan dan fasilitas yang ramah membantu aku menyatukan hati dengan Icha yang bertahun-tahun sebelum bangun tidur aku tinggal berangkat kantor dan malam saat pulang dari kantor yang selalu macet dari tol ke tol sudah tidur terlelap.

Makanan di berbagai restoran yang luar biasa. Layanan di pantai, yang fantastis, termasuk buah-buahan segar eksotis yang dibawa dengan es minuman.

Klub anak-anak yang fantastis. Kami mengunjungi dekat candi dan pasar. Staf yang sangat ramah dan orang yang menjalankan hotel adalah orang yang hebat. Untuk kemewahan dan indulgensi, termasuk fab spa, itu adalah untuk tidak boleh dilewatkan.

Dan aku mengejar Icha yang sudah ingin melepas kegembiraannya di pantai Pirates Bay dengan aktivitas yang menyenangkan.

the bay bali_4

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Proyek Menulis Letters of Happiness: Share your happiness with The Bay Bali & Get discovered! www.thebaybali.com 

2 responses

  1. moga menang, mba

    April 17, 2014 at 4:31 am

    • amin amin hai dheee lama bngt gak ngobrol2 yaaa🙂 miss you

      April 17, 2014 at 8:29 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s