Write Without Boundaries

Dream Wedding Lit

Warm Family

weddingSebuah Pernikahan adalah acara yang ingin digelar sekali seumur hidup dengan seseorang yang paling pas ada di hati.

Setelah melewati masa pendekatan pernikahan menjadi sebuah komitemen melewati perjalanan hidup tidak sendiri lagi tapi ada seseorang yang menemani kita.

Seseorang yang menemani dalam suka maupun sedih, dia memahami dan menjaga hati kita sampai saatnya Tuhan memisahkan kita dengan alam yang lain. Tapi cinta itu tetap menyala dan tak pernah padam. Love happily ever after.

Dan berbagi konsep pernikahan kami waktu itu adalah “warm family concept” kehangatan…aku dan pasangan berasal dari latar belakang sama-sama Jawa tapi dia dari Solo dan aku Purbalingga. Suami halus sementara aku ngapak-ngapak dengan logat Jawa yang medok.

Persiapan kita lakukan dengan bekerja sama, dari pemilihan gedung yang cukup besar dengan halam luas untuk parkir, konsep bunga-bunga ada taman dan air mancur dengan warna putih mendominasi, kayu-kayu jawa atau rono yang simple membuat tempat resepsi terlihat elegan tapi tetap sederhana dan manis. Kebetulan kita tidak suka hal yang tampak glamour.bentang 2

Sederhana tapi kehangatan satu sama lain walau tidak saling kenal menjadi akrab dan hangat dan kita sukses menciptakan suasana ini. Saudara dari dua keluarga yang baru bersatu, teman-teman sekolah, kantor, bermain aku dan suami berbaur dengan santai, tamu undangan versi kedua orang tuaku dan kedua orang tua suami tumpah ruah di gedung yang cukup banyak menampung tamu. Semua terlihat tertib dan rapi.

Undangan berwarna coklat ornament batik, simple dan manis merupakan buatan rekanan suami, souvenir mug broken white dengan gambar sepasang pengantin jawa berwarna ungu dikemas dalam kertas coklat daur ulang berpita ungu membuat tamu manis saat menjinjingnya.

Ada organ dan banyak tamu-tamu yang maju ikut menyanyi membuat susana rileks apalagi ada om Indro Warkop DKI yang ikut menyanyi.nurilla iryani_yummy tummy marriage

Beliau sepupu ibuku sengaja datang dari Jakarta memenuhi undangan aku sebagai keponakan. Hehehe tapi jadi pengantinnya kalah pamor soalnya para tamu kebanyakan ingin foto dengan beliau, hehehehe tapi gak apa-apa beliau juga ramah dan easy going. Terima kasih ya Om sudah buat tamu-tamu juga senang.

Makanan juga Alhamdulilla tamu dari 350 undangan disebar hampir datang semua meskipun dari luar kota menyempatkan ke acara kami.

Makanan cukup bahkan berlebih, kebetulan ada acara pengajian di rumah eyang dan bisa dihidangkan untuk makan malam yang ngaji.

Baju resepsi juga senada dengan hiasan gedung broken white, aku dan pasangan memang menyukai warna putih. Dan aku lebih suka kebaya rapi tertutup, rasanya nyaman dan sopan.

Jadi itulah dream wedding lit kami yang sudah terealisasi, semoga bisa melanjutkan dengan menciptakan keluarga yang selalu hangat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s