Write Without Boundaries

Kajian @Sabilina Bagaimana Mendidik Anak Kita Dunia Akhirat

Kajian @Sabilina 05 Febuari 2015

Ustadz : Arifin Nugroho LC

Tema : Bagaimana Mendidik Anak Kita Dunia dan Akhirat

Dalam Al_qu’an sebagai panutan orang tua yang sangat baik dalam usahanya mendidik anak adalah Luqman dan dijadikan dalam surat Al-Luqman.

Tetapi Al-Qur’an tidak menceritakan siapakah Lukman dalam pekerjaan, isterinya dan anak-anaknya. Yang ditekankan dalam hal ini Allah ingin menceritakan perjuangan Lukman dalam mendidik anaknya untuk masalah hasil akhir itu sudah hak prerogratif Allah (makanya tidak ada pembahasan jadi apa anak-anaknya Lukman sukseskah atau tidak).

Subhanallah karena semata Allah ingin menunjukan siapa saja orangnya entah itu direktur, manajer,petani sekalipun pembantu sebenarnya mempunyai kesempatan atau peluang yang sama untuk mendidik anak-anaknya, jangan kita melihat hasil akhi karena hasil akhir haqiqi bukan di dunia tapi setelah kita dicabut nyawanya.

Yang menjadi fokus kita sebagai orang tua adalah : U s a h a

***

Dan bagaimana usaha Lukman (tentu saja beserta isterinya), diceritakan oleh Allah :

  1. Dimulai Surat Al-Luqman ayat 12 :

Luqman sosok yang bijaksana, dalam halini beliau orangnya adil, orang yang menempatkan segala sesuatu sesuai porsinya.

Dalam kehidupan ada cerita tentang orang tua bijaksana :

Kisah : Ayah dan Puteranya

Tokoh NN (No Name) seorang ayah pejabat di daerah terpenci yang setiap minggu sekali harus ke kota karena rapat. Dia selalu mengajak bergantian dari 4 anaknya dan isterinya setiap ke kota untuk rapat. Suatu ketika beliau mengajak puteranya yang ke 3, tentu saja sekalian ke kota banyak titipan belanja ibunya, kakak dan adiknya.

Sampai di kota pukul 08.00 ayahnya berkata,”Nak Ayah rapat sampai jam 17.00 nanti kamu pukul 17.00 tunggu Ayah saja di depan gedung ya. Sekarang kamu bisa belanja dulu membelikan semua titipan dan men service mobil kita.”

Sang anak menurut tapi pukul 15.00 urusan belanja dan service mobilnya sudah kelar, masih ada waktu tersisa 2 jam. Sang anak memutuskan untuk menonton film yang tanpa di sadari selesai pukul 17.15 makanya sampe ke tempat ayahnya 17.30.

Sang ayah bertanya,”Nak kenapa telat 30 menit?” dan sang anak menjawab,”Iya habis tempat service nya lama jadi telat, lagian cuma 30 menit aja Ayah,” jawabnya.kajian sabilina 05022015

Dan jawaban sang ayah,”Maafkan Ayah ya Nak, Ayah telah salah mendidik kamu jadi biarkan Ayah pulang ke rumah jalan kaki saja. Kamu naik mobil saja karena ini salah Ayah mendidik kamu.”

Sang anak bingung, seharusnya dia yang dihukum karena berbohong tapi kenapa malah ayahnya yang merasa bersalah bahkan menghukum dirinya sendiri.

“Ayah, ayolah naik mobil saja kita pulang…” Anaknya masih belum paham.

“Nak…biarkan Ayahmu pulang jalan kaki saja, karena Ayah telah salah mendidik kamu. Tadi Ayah selesai rapat lebih cepat dan pukul 16.00 Ayah sudah ke bengkel mobil tapi kamu tidak ada. Nak kamu dengan Ayah kamu saja berani berbohong, bagaimana dengan orang lain? Jadi ini salah Ayah mendidik kamu jadi pembohong. Ayah harus menghukum diri Ayah dengan pulang jalan kaki,” sang ayah bersikap semua akibat kesalahan dirinya dalam mendidik.

Padahal jarak rumah mereka ke kota berkilo-kilo jauhnya, tapi sang ayah bersikeras tetap berjalan.

Sadarlah sang anak, sejak itu sampai sekarang sang anak menulis sebuah buku akan kisah hidupnya tidak berani berbohong lagi. Sikap bijaksana ayahnya menyadarkan hatinya.

Kisah : Ayah, Isteri dan Puteranya

Diceritakan seorang suami yang harus melayani isterinya yang sakit dan tidak bisa melakukan apa-apa. Dari makan, membuatkan minum, mandi bahkan istinja suaminya yang urus. Berlangsung lima tahun.

Banyak yang mendorong si suami untuk menikah lagi karena memang diijinkan karena isterinya sudah tidak bisa melayani sama sekali.

Sang anak bertanya kenapa ayah tidak menikah lagi? Melihat ibunya yang tidak bisa apa-apa lagi.

Dan jawaban sang ayah,”Ayah ingin membuktikan pada ibu kalau Ayah adalah orang yang paling tepat dipilih Allah buat ibu kamu.

Sang anak merasa trenyuh dan anak ini masih hidup, dia menjadi suami yang tidak pernah bisa melihat isterinya menderita. Semua ini karena ajaran bijaksana ayahnya terhadap ibunya.

Dari dua kisah itu dapat kita tarik sebuah benang merah: Kebijaksanaan butuh pengorbanan.

  1. Mampu Bersyukur Kepada Allah

Barang siapa orang tua yang bersyukur akan anaknya sesungguhnya dia mensyukuri dirinya sendiri dan seandainya dia kufur Allah Maha Terpuji.

Dalam kehidupan ada cerita tentang orang tua bersyukur :

Kisah : Imam Buchori dan Ibunya

Siapakah Imam Buchori? Beliau dikenal sebagai ahli Al-Hadits, Fiqih dan ulama yang mempunyai kemampuan mengingat luar biasa.

Kisah beliau saat kandungan ibunya menunggu kelahiran, ayahnya meninggal. Imam Buchori lahir dengan normal dan bisa dijadikan pelipur kesedihan ibunya yang ditinggalkan suaminya yang seorang hakim.

Tapi beberapa hari dari kelahiran Imam Buchori tiba-tiba matanya buta. Ibunya sudah berusaha mengobati kemana saja karena mereka cukup berada tapi divonis buta selamanya. Ibunya tetap bersyukur dan berkeyakinan Allah tengah mempersiapkan sesuatu….

Dan ketika Imam Buchori balita selalu diejek,dicaci maki karena tidak bisa melihat apa-apa oleh temannya, sang ibu terus memotivasi kalau ini karena Allah tengah memprsiapkan sesuatu.

Dan benar saat usia 10 tahun sehabis sholat Maghrib, Imam Buchori menjadi imam ibunya tiba-tiba bisa melihat lagi. Alangkah bersyukurnya mereka, tapi kembali saat sekolah Imam Buchori diejek dan ditertawakan teman-temannya karena tidak bisa baca.

Imam Buchori agak marah lalu menantang semua teman dan gurunya untuk membuka semua buku dan memberi kesempatan semua bertanya apa saja, ternyata Imam Buchori bisa menjawab sekaligus memberitahu semua pelajaran yang diterima dari awa masuk sekolah sampai sekarang.

Subhanallah memang Imam Buchori buta tapi Allah menganugerahi beliau ingatan hafalan yang luar biasa, dan sekarang terbukti kesabaran ibunya telah banyak membawa manfaat bagi umat Islam. Hadits Imam Al Buchori menjadi hadits yang kuat dan banyak jadi panutan.

Kisah : Pembuka Pintu Gerbang Konstantinopel (Istambul)

Disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa akan ada yang membuka pintu ini, Dia adalah panglima terbaik. Awalnya yang merasa bisa membuka pintu gerbang ini adalah Khalid Bin Walid panglima perang, ahli pedang yang dekat dengan nabi Muhammad tapi ternyata bukan, setelah 900 tahun baru terungkap adanya Erdine ibu kota Daulah Utsmaniyah agak jauh dari Konstantinopel tempat Muhammad Al-Fatih sang pembuka pintu gerbang Konstantinopel lahir.

Kakeknya yang selalu mengajak Muhammad Al-Fatih ini untuk melihat Konstatinopel yang megah. Sang kakek bersyukur dengan kerajaan kecil mereka, tapi juga mempersiapkan cucunya untuk menjadi panglima besar. Terbukti Muhammad Al-Fatih satu-satunya panglima yang memipin perang dengan membuat kapal berjalan di darat, taktik beliau menaklukan lawan.

Juga ada kisah lain Syaikh Sudais sang Imam Masjidil Haram, ini juga karena sang ibu yang bersyukur atas puteranya ini walau awalnya Syaikh Sudais dimasa anak-anaknya merasa tidak yakin bisa menghafal Al-Qur’an, tapi karena sang ibu selalu berpikir positif dan memotivasi puteranya akan jadi imam di Masjidil Haram. Dan ini membuat Syaikh Sudais penasaran, kenapa sih ibu menginginkan aku jadi imam di Masjidil Haram. Tapi memang akhirnya menjadi kenyataan.

  1. Surat Al-Luqman ayat 13 :

Komunikasi bersifat nasehat (bukan maksiat), dalam hal ini saat berbicara, muamalah, perilaku jadikan sebagai nasehat buat anak-anak kita.

Sebagai contoh : Walau kita sedang sangat marah mungkin dengan orang tua kita, suami atau orang lain sebisa mungkin dipendam dalam hati, jangan diperlihatkan pada anak-anak karena akan membuka pemikiran pada anak-anak akan sikap negatif kita ini bisa dicontoh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s