Write Without Boundaries

Berbagi Dunia Penulisan Dengan Anak Asuh SD Sabilina

Bahagia Sederhana Dengan Menulis

 share tulisan

Menulis adalah kegiatan yang menyenangkan bagi pribadi yang menemukan kebahagiaan dan kepuasaan dengan apa yang ditulis.

Tentu saja mendatangkan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri karena buat saya pribadi dengan menulis bisa menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Yang berlanjut dari sebuah karya tulisan, bisa saja tulisan ini dikirim ke media, diikutkan dalam kompetisi lalu bisa juga dibukukan.

Rasanya senang bila melihat tulisan kita sudah dalam bentuk buku dan bisa dibaca banyak orang karena secara tak langsung kita sudah berbagi ilmu dengan orang lain.

Kreatif Dengan Menulis

Segala sesuatu bisa menjadi materi menulis atau biasa disebut ide. Apapun bisa menjadi materi penulisan, makanya kebiasaan menulis buku harian merupakan salah satu cara yang bagus untuk kita konsisten menekuni dunia menulis.

            Terkadang saat menulis apa yang terjadi hari ini juga memunculkan ide-ide untuk menulis yang lain. Menulis ini menimbulkan sifat kreatif secara otomatis otak diajak untuk terus berpikir dan menggali banyak ide untuk dijadikan kegiatan sehari-hari.

            Proses menulis akan berjalan baik jika memang kita melakukan dengan rasa senang biasanya akan timbul rasa penasaran untuk menciptakan tulisan-tulisan baru dari ide yang bermunculan dan menyelesaikan karya tulisan menjadi satu tulisan utuh yang bisa dinikmati.

Tak Ada Yang Tak Bisa!

Banyak yang mengeluh sulit menulis, alasannya tak ada ide! Susah menuangkan dalam kata-kata dan terkadang juga males ngomong dalam tulisan lebih enak ngomong langsung atau lisan.

Nah kalau sudah males ini paling hal yang sulit untuk menjadi kreatif dengan menulis, jangankan menulis apapun hal kalau sudah males bakalan enggak jalan.

 Apa saja yang diperlukan untuk bisa menulis?

  1. Kemauan

Kemauan menjadi kekuatan yang utama kalau kita ingin bisa menghasilkan karya dalam sebuah tulisan.

  1. Belajar dan Berlatih

Belajar dan berlatih tanpa mengenal putus asa akan melatih kita semakin bagus dalam menulis.

  1. Membaca

Dengan banyak membaca karya orang lain kita secara tidak langsung banyak belajar dari karya-karya tersebut.

  1. Berani Menunjukan Karya Kita

Setiap karya pasti memiliki nilai tersendiri, jadi jangan takut dikritik atau dianggap jelek karya kita oleh orang lain. Tak ada karya yang jelek karena menurut saya pribadi setiap karya pasti mempunyai nilai kebaikan atau positif yang harus dihargai.

  1. Menulislah Dengan Hati

Menjalankan aktivitas menulis lakukan dengan hati maka akan menemukan kepuasan tersendiri terlebih karya kita juga bermanfaat menambah ilmu pembaca lain.

Langkah Awal Penulis

  1. Menulis Sederhana

Coba menulis kegiatan sehari-hari dalam buku harian atau hal yang teristimewa dialami. Ini akan melatih kita menuangkan apa yang ada dalam hati dan pikiran dalam bentuk tulisan.

Terus menulis jangan ragu, apakah ini tulisan bagus atau tidak. Tapi dari pengalaman menuliskan sesuatu yang istimewa setiap hari membuat hati merasa puas saat sudah tertuang dalam tulisan. Bahkan beberapa waktu kemudian bila kita baca akan menjadi sesuatu yang membuat kita tersenyum walau mungkin itu cerita kesedihan yang kita tulis.

  1. Menulis Genre

Nah akan mulai mendetail genre yang dimaksud adalah kesukaan, jadi jenis tulisan yang kita sukai. Atau kadang disebut aliran.

Beberapa genre :

  1. Genre Cerita Anak : tentu saja seputar cerita-cerita dunia anak, dongeng, puisi anak.
  2. Genre Teenlit : seputar cerpen fiksi atau non fiksi kisah remaja dengan dunianya.
  3. Genre Romace : certa-cerita romantis.
  4. Genre Fantasi : cerita-cerita yang sifatnya fantasi, murni dunia khayalan salah satunya Harry Potter.
  5. Genre Inspiratif : cerita-cerita yang penuh dengan inspiratif , sangat luas cakupannya bisa cerita otobiografi, memorial, tips-tips, semangat perjuangan.
  6. Genre Religi : tulisan seputar keagamaan.
  1. Proses Menulis

Menulis melewati beberapa proses. Nah apa sajakah proses itu?

  1. Menuangkan apa yang jadi ide utama dalam pikiran kita, mulailah menyusun secara rapi dari awal penulisan sampai akhir.
  2. Tulislah apa yang ada dalam pikiran kita, setelah dirasa cukup proses penulisannya kita harus baca ulang.

Manfaat membaca ulang maka kita akan tahu tulisan kita bisa difahami oleh diri kita dan berharap juga orang lain juga faham, maka disinilah perlu ketelitian dan kehati-hatian (karena belum tentu yang kita tulis bisa dipahami orang lain).

Ada memang aturan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) tapi jangan gara-gara karena EYD yang memang rumit membuat kita putus asa. Belajar EYD sambil terus menulis, ada beberapa penulis jadi malas menulis kembali kalau sudah dikritik dengan EYD karena jujur saya pribadi tidak ahli juga masalah EYD, menulis ya menulis saja tapi tetap berusaha menulis yang benar setidaknya dalam pemakaian huruf besar kecil, pemenggalan kalimat, tanda baca yang sederhana saya fahami. Makanya saya juga salut dengan para kerjaan editor yang pastinya harus sangat detail menyempurnakan tulisan untuk bisa menjadi sebuah buku yang sangat menarik.

  1. Tulis bab per bab secara berkesinambungan dan baca ulang setiap selesai menulis.
  2. Self editing adalah mengedit sendiri tulisan menuju kesempurnaan. Tulisan jadi sepenuhnya dan bisa dinikmati pembaca lain.
  1. Saatnya Menulis

Sekarang saatnya buat adik-adik mencoba menulis, apapun …

@Copyrigth By Nenny Makmun_Bukit Golf 22 Juni 2015

(silakan diperbanyak untuk siapapun)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s