Write Without Boundaries

Creative Writing Anak Asuh Sabilina (3)

Enjoy Dears

sabilina cw anak asuh (3)

Alhamdulillah terlaksana di hari Minggu pertama bulan November 2015, kembali ketemu dengan anak-anak asuh untuk belajar bersama seputar duania penulisan. Dan kali ini bahasan temanya adalah menulis Ceriita Pendek. Boleh disimak ….

Langkah-Langkah Menulis Cerita Pendek Sederhana

Cerita pendek biasanya lahir dari seorang penulis yang memilki banyak cerita dan senang bercerita. Biasanya juga lahir dari peristiwa yang terjadi disekeliling penulis atau berasal dari khayalan dan impian penulis itu sendiri. Cerita pendek juga merupakan karya yang terjadi di saat senggang, kegalauan kesediahan bahkan kebahagian. Cerita pendek hadir disaat ada inspirasi yang datang dan ditulis langsung oleh penulis.

Sangat susah menulis suatu cerpen jika tidak memiliki ide atau inspirasi. Dengan menulis cerpen, bisanya penulis akan merasakan ketenangan atau lega dan bisa disebut sebagai salah satu obat mujarab untuk menghilangkan rasa suntuk atau stress. Nah berikut ini adalah langkah-langkah sederhana untuk menulis suatu cerpen.

  1. Tema

Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita dimana Anda menggantungkan alur, karakter, setting cerita dan lainnya. Ketika Anda menulis, yakinlah bahwa setiap kata berhubungan dengan tema ini. Ketika menulis cerpen, bisa jadi kita akan terlalu menaruh perhatian pada satu bagian saja seperti menciptakan penokohan, penggambaran hal-hal yang ada, dialog atau apapun juga, untuk itu, kita harus ingat bahwa kata-kata yang berlebihan dapat mengaburkan inti cerita itu sendiri.

Cerita yang bagus adalah cerita yang mengikuti sebuah garis batas. Tentukan apa inti cerita Anda dan walaupun tema itu sangat menggoda untuk diperlebar, Anda tetap harus berfokus pada inti yang telah Anda buat jika tidak ingin tulisan Anda berakhir seperti pembukaan sebuah novel atau sebuah kumpulan ide-ide yang campur aduk tanpa satu kejelasan.

  1. Tempo Waktu

Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya menampilkan sebuah tempo waktu yang pendek. Hal ini bisa berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama Anda atau berupa cerita tentang kejadian yang berlangsung dalam sehari atau bahkan satu jam. Dan dengan waktu yang singkat itu, usahakan agar kejadian yang Anda ceritakan dapat memunculkan tema Anda.

  1. Konflik

Certita pendek anda setidaknya harus memunculkan konflik, baik konflk hati dari tokoh, konflik antar tokoh dan konflik tokoh dengan lingkungan. Tujuannya adalah memberikan kesan pada cerita pendek anda lebih hidup dan menarik.

  1. Perbanyak Deskripsi

Cerita pendek akan lebih hidup dengan deskripsi yang banyak dan akurat. Deskripsi yang baik itu adalah deskripsi dari suatu keadaan yang nyata. Deskripsi dari khayalan tidak diharamkan namun pendeskripsian berdasarkan khayalan dituntut untuk lebih hati-hati dalam bentuk tulisannya karena jika tidak, pembaca akan sulit membayangkan apa yang anda tulisan

  1. Setting

Karena Anda hanya memiliki jumlah kata-kata yang terbatas untuk menyampaikan pesan Anda, maka Anda harus dapat memilih setting cerita dengan hati-hati. Disini berarti bahwa setting atau tempat kejadian juga harus berperan untuk turut mendukung jalannya cerita.

Hal itu tidak berarti Anda harus selalu memilih setting yang tipikal dan mudah ditebak. Sebagai contoh, beberapa setting yang paling menakutkan bagi sebuah cerita seram bukanlah kuburan atau rumah tua, tapi tempat-tempat biasa yang sering dijumpa pembaca dalam kehidupan sehari-hari mereka. Buatlah agar pembaca juga seolah-olah merasakan suasana cerita lewat setting yang telah dipilih tadi.

  1. Perencanaan Cerpen

Taruh seseorang di atas pohon: munculkan sebuah keadaan yang harus dihadapi tokoh utama cerita.

Lempari dia dengan batu: Dari keadaan sebelumnya, kembangkan suatu masalah yang harus diselesaikan si tokoh utama tadi. Contoh: Kesalahpahaman, kesalahan identitas, kesempatan yang hilang, dan sebagainya.

Buat dia turun: Tunjukkan bagaimana tokoh Anda akhirnya mengatasi masalah itu. Pada beberapa cerita, hal terakhir ini seringkali juga sekaligus digunakan sebagai tempat memunculkan pesan yang ingin disampaikan penulis. Contoh: Kekuatan cinta, kebaikan mengalahkan kejahatan, kejujuran adalah kebijakan terbaik, persatuan membawa kekuatan, dsb.

Ketika Anda selesai menulis, selalu (dan selalu) periksa kembali pekerjaan Anda dan perhatikan ejaan, tanda baca dan tata bahasa. Jangan menyia-nyiakan kerja keras Anda dengan menampilkan kesan tidak profesional pada pembaca Anda.

  1. Penokohan

Untuk menjaga efektivitas cerita, sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja, karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. Jangan terlalu terbawa untuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. Tentukan tokoh mana yang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan diri padanya. Jika Anda memang jatuh cinta pada tokoh-tokoh Anda, pakailah mereka sebagai dasar dalam novel Anda kelak.

  1. Dialog

Jangan menganggap enteng kekuatan dialog dalam mendukung penokohan karakter Anda, sebaliknya dialog harus mampu turut bercerita dan mengembangkan cerita Anda. Jangan hanya menjadikan dialog hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh Anda. Tiap kata yang ditaruh dalam mulut tokoh-tokoh Anda juga harus berfungsi dalam memunculkan tema cerita. Jika ternyata dialog tersebut tidak mampu mendukung tema, ambil langkah tegas dengan menghapusnya.

  1. Alur

Buat paragraf pembuka yang menarik yang cukup membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Pastikan bahwa alur Anda lengkap, artinya harus ada pembukaan, pertengahan cerita dan penutup. Akan tetapi, Anda juga tidak perlu terlalu berlama-lama dalam membangun cerita, sehingga klimaks atau penyelesaian cerita hanya muncul dalam satu kalimat, dan membuat pembaca merasa terganggu dan bingung dalam artian negatif, bukannya terpesona. Jangan pula membuat “twist ending” (penutup yang tak terduga) yang dapat terbaca terlalu dini, usahakan supaya pembaca tetap menebak-nebak sampai saat-saat terakhir. Jika Anda membuat cerita yang bergerak cepat, misalnya cerita tentang kriminalitas, jagalah supaya paragraf dan kalimat-kalimat Anda tetap singkat. Ini adalah trik untuk mengatur kecepatan dan memperkental nuansa yang ingin Anda sajikan pada pembaca.

Sumber : Irwan Sahaja

http://irwansahaja.blogspot.co.id/2014/08/langkah-langkah-menulis-cerita-pendek.html

Contoh Cerpen: Maaf Terakhir di Akhir Tahun

2 bulan belakanan ini, ia sulit memejamkan mata di malam hari. Matanya selalu terjaga seolah tak bisa dipejamkan. Tak jarang ia paksakan untuk meminum obat tidur agar matanya terpejam, dan ia memang tertidur namun harus kembali pada mimpi yang mengharuskannya melihat gelap dan kehancuran. Dalam mimpinya ia melihat bumi dalam kepingan-kepingan darah yang sudah beku, badai yang begitu dasyat.

Ketika itu malam begitu gelap, tanpa bulan, tanpa bintang. Yang ada hanya suara angin, begitu dingin, hingga ke tulangtulang. Tak kuasa malam itu begitu cepat, membawa Sri Wulandari ke hangatnya selimut. Saat matanya mulai tepejam, samar-samar dihadapannya tampak sosok wanita tua yang tak pernah dikenalnya, sedang asyik membelai rambutnya. Entah apa yang di ucapkan wanita tua itu, suaranya yang mulai parau akibat usia senjanya, tampak berkomat kamit dengan nada suara yang begitu pelan, namun dapat masih didengar Sri.

***

3 Maret 2008, hari itu dimulai. Sri ialah seorang wanita pendiam, yang selalu patuh kepada orang tua. Ia jarang keluar rumah, hari-harinya hanya diisi dengan belajar dan belajar. Dari kecil ia juga jarang memiliki teman.

Orang tuanya begitu galak. “Sebagai anak wanita, kamu tidak boleh sering keluyuran, gak baik,” kata ibunya suatu hari, saat teman-temannya mengajaknya bermain.

Saat itu umur Sri baru berinjak 10 tahun, masa anak-anak yang kurang menyenangkan. Hingga umurnya berinjak 17 tahun pun, ia masih dijaga ketat oleh orang tuanya, ia tumbuh menjadi anak yang pendiam dan kurang pergaulan. Kadang ia iri dengan temantemannya yang lain, bisa bebas, jalan-jalan ke mall, saling curhat, tapi hanya buku harian kecil yang setia setiap saat menemaninya. Ia muak dengan kehidupannya yang begitu monoton.

Hingga suatu hari, timbul ide gila dibenaknya. “bagaimana jika aku keluar rumah diam-diam pada malam hari,” pikirnya.

Bukan hanya sebuah ide, keinginannnya begitu bulat, tenyata berbuah hasil. Saat sepulang sekolah, ia berhasil menceritakan ide gilanya dengan salah satu temannya. Temannya yang selama ini juga kesal dengan orang tua Sri menyetujui untuk membantunya. Orang tua Sri pernah marah padanya karena pernah mengenalkan Sri pada seorang cowok.

Kegilaan Sri terus berlanjut, di depan orang tuanya, ia begitu hormat dan menjadi anak yang manis, namun siapa sangka ketika malam tiba ia berubah 180 derajat. Berbulan-bulan peristiwa itu berlanjut. Hingga suatu hari akhirnya Sri yang sembunyi-sembunyi lewat jendela, kepergok ayahnya.

Haripun berubah menjadi hari yang paling menyeramkan. Sejak peristiwa itu, Sri dijaga ketat orang tuanya, tapi sayang anak pendiam dan hormat orang tua itu, sudah tak ada lagi, Sri menjadi anak yang pembangkang. Kemarahan orang tuanya tak dihiraukannya lagi. Bahkan tak peduli waktu, siang dan malam ia habiskan bersama teman-temannya, wanita maupun pria.

Bukan hanya pembangkang, obat-obat terlarangpun sudah menjadi dunianya. Seperti hari-hari sebelumnya, Sri keluar rumah berpakaian seksi, membawa uang yang didapatnya dari laci ibunya. Ia sudah tak ingat pada dunia. Yang penting senang.

Tiba-tiba kendaraan yang digunakannya mengalami kecelakaan, tepat tanggal 30 November 2008. kendaraan yang dibawanya melanggar sebuah tiang listrik dipinggir jalan. Saat itu ia masih dikuasai minuman keras. Kecelakaan itu mengantarnya pada koma, hingga beberapa minggu.

Dalam koma ia bertemu kembali nenek tua yang ada dihadapannya beberapa bulan lalu. Nenek itu bercerita banyak, tentang kehidupan, tantang, harapan, dan tentang kematian. Nenek itu membawanya ke sesuatu tempat, disana diliatkan orang-orang yang hanya hidup untuk menyakiti orang yang telah membesarkan mereka, orang-orang yang pemabuk. Semua orang-orang yang pernah melakukan kesalahan.

“Mereka sama seperti kamu, pembangkang sama oran tua, pemabuk,” kata nenek tua itu.

Nenek itu bercerita panjang lebar, bagaimana tersiksanya mereka disana. Sebelum nenek itu menghilang, nenek itu memberi pilihan buat Sri.

“Apakah kamu ingin menjadi seperti mereka? Atau kamu mau tetap hidup dan menjadi anak manis yang kureng pergaulan?”.” aku…., tolong beri aku kesempatan nek, untuk meminta maaf kepada orang tua ku dan menebus dosa-dosa-dosa ku,” jawab Sri terbata-bata.

Tepat pukul 23.31, Sri tersadar dari komanya. Betapa keluarganya begitu senang, dan menciumnya berkalikali. Dilihat wajah ayah dan ibunya, mereka tidak marah, padahal begitu banyak kesalahan yang pernah dilakukannya kepada mereka. Tanpa pikir panjang lagi Sri yang belum begitu kuat. Langsung memeluk ibu dan ayahnya dengan erat.

Puluhan kali kata maaf terlontar dari mulutnya. “maafkan aku ibu, ayah, aku berjanji akan menjadi anak yang baik,”. Tepat pukul 12.00, menjelang pergantian tahun, nenek tua itu datang dan membawa Sri terbang, tinggi. Hingga Sri benar-benar bermimpi. (Penulis: TINA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s