Write Without Boundaries

Sukses Mendidik Anak

Kajian MT Sabilina, Jumat 13 November 2015.

Kiat Sukses Mendidik Anak

kajian parenting mom(3)

Oleh Ustadzah Herlini Amran

 Anak Adalah Amanah

Kiat sukses mendidik anak harus didukung oleh dua orang yaitu ayah dan ibunya. Tidak bisa pendidikan itu hanya ibu saja attau ayah saja. Bahkan dalam surat Luqman ayat 12-19 bahwa tanggung jawab pendidikan anak diberikan kepad ayah sebagai kepala keluarga.

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah) maka kedua orang tuanyalah menjadikan anak tersebut Nasrani, Yahudi atau Majusi.” (HR Muttafaqun’alihi)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu : penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(Qs.66:6)

Jadi kalo anaknya nakal, itu bukan semata dari anaknya, tapi ada kesalahan yang berada dalam pendidikan orang tuanya.

Kadang kita berusaha semaksimal mungkin  untuk menjaga harta kita seperti mobil, perhiasan, rumah dan sebagainya Tapi terkadang kita lalai anak yang merupakan amanah dan harta yang tak ternilai tidak dijaga maksimal seperti harta-harta yang disebut. Anak dibiarkan bermain apa saja tanpa pengawasan dan kita merasa aman-aman saja, padahal kita tidak tahu apa yang tengah dilakukan anak.

“Apabila anak Adam telah meninggal dunia, maka putuslah semua amalannya kecuali tiga perkara : yakni shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR Abu Daud, Muslim dan Ahmad)

Al Imam Al-Ghazali dalam Al-Ihya`nya menerangkan “Bbahwa anak adalah amanah bagi orang tuanya. Hatinya yang suci merupakan permata tak ternilai hargany, masih murni dan belum terbentuk. Dia bisa menerima bentuk dan corak apapun yang diinginkan. Jika dia dibiasakan dan diajari kebaikan, maka akan tumbuh pada kebaikan dan menjadi orang yang berbahagia dunia dan akherat. Pahalanya bisa dinikmati orang tuanya, guru dan pendidiknya. Jika dia diabaikan dan dibiarkan maka dia akan menderita dan rusak. Dosanya juga ada di pundak orang yang bertanggung jawab mengurusnya.”

***

Tentang Data dan Fakta :

Data BKKBN

  1. Tahun 2005 (10 tahun lalu) anak remaja SMP dan SMA saja sudah berhubungan sex di luar nikah sebanyak 47,54% (survey kota-kota besar Jabodetabek, Medan, Jakarta, Surabaya, Bandung, Makasar)
  2. Tahun 2008 anak remaja SMP dan SMA berhubungan sex di luar nikah 63%, survey di 33 propinsi.
  3. Jumlah aborsi pertahun 2,4 juta jiwa 800 ribu diantaranya remaja.
  4. Tahun 2010 – Remaja Indonesia yang tidak perawan :
  • Jabodetabek 54%
  • Surabaya 54%
  • Medan 52%
  • Bandung 47%
  • Jogya 73%
  1. Dari PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Tahun 2006 – remaja kecanduan sex bebas usia 13-16 th = 60%, dengan modus remaja melakukan di rumah sendiri
  2. Data Komnas perlindungan anak tahun 2008 : koresponden 4276 remaja SMP dan SMA :

– pernah berciuman, masturbasi, oral sex : 93,7%

– pernah nonton film porno : 97%

– remaja SMP tidak perawan : 62,7%

– remaja pernah aborsi : 21,2%

(Survey di 33 propinsi)

***

Fakta dan Data Tentang Media dan Perilaku Anak

  1. Rata-rata anak pertama kali mengenal pornografi melalui internet pada usia 11 tahun.
  2. Penggemar pornografi internet terbesar adalah kelompok usia 12-17 tahun.
  3. 90% dari kelompok usia 8-16 tahun mengakses situs porno di internet pada saat mengerjakan PR sekolah.

(Source : Top TenReviews.com@2006)

  1. 500+ video porno dengan 100% loal content.
  2. 90%nya dibuat pelajar/mahasiswa kecenderungan pelaku muda.
  3. Merata sampai ke pelosok dengan modus”Exsperimental.”
  4. Pemborosan.Contoh 19,6 juta video ME-YZ di download youtube.com/bulan di tahun 2006. Jika biaya download Rp. 1000,- = 9,6 milyar.

(Source : Gerakajan Jangan Bgil Di Depan Kamera)

Yang dibutuhkan adalah pondasi iman yang kokoh untuk anak. Penting untuk membangun pondasi iman anak saat usia golden age (0-6 tahun).

Ibarat rumah, kalau kita ngebangun rumah pondasi rumahnya tidak kokoh, maka sebentar-sebentar kita akan cape untuk renovasi rumah.

Begitu juga dengan anak. Saat pondasi iman sabagai dasar lemah, maka kita akan semakin lelah dalam mendidik anak saat mereka mulai dewasa.

Kisah musa seorang anak penghafal Quran, saat usia 4 tahun sudah hafal Quran, karena ayahnya sejak musa bayi selalu membaca Quran diusebelah Musa, dan ibunya terus menjaga Quran dengan mbaca Quran sebanyak 10 juz perhari.

Sudahkah kita tanamkan konsep malu, konsep aurat, mahram kepada anak kita?

PENTING : Jangan memperlihatkan aurat anak kita (walau yg msh bayi) di depan orang-orang yang bukan mahram.

***

4 Faktor keberhasilan mendidik anak :

  1. Orang tua/Pendidik
  2. Ilmu
  3. Lingkungan
  4. Doa

Keterangan :

  1. Orang Tua

Sebenarnya dalam menjadi orang tua, yang harus dipersiapkan :

  1. Memilih pasangan yang sholih
  2. Doa saat hubungan
  3. Menjaga kehamilan
  4. Setelah kelahiran :
  5. mengazankan dan mengiqomahkan
  6. mentahnik dan mendoakan
  7. aqiqah,
  8. memberi nama dan mencukur rambut
  9. khitan

Doa saat kelahiran anak : surat Ali Imran ayat 36

Secara umum Rasulullah SAW telah menjelaskan tugas dan kewajiban orang tua terhadap anaknya dalam sabda Beliau SAW yang diriwayatkan oleh Hakim :

  • memberi nama yang baik
  • Membaguskan (mengajar) akhlaknya
  • Mengajar baca tulis
  • Mengajar berenang
  • Mengajar memanah atau menembak (ketrampilan)
  • Memberi makan yang halal, dan
  • Menjodohkannya (menikahkannya) bila telah dewasa dan orang tua mampu.

Hak anak yang harus diberikan oleh orang tua :

  • Mencarikan ibu yang baik
  • Memberi nama yang baik
  • Mengajarkan Quran
  1. Ilmu

Ilmu mendidik anak :

  1. Keteladanan : tidak mungkin anak bisa melakukan kebiasaan baik, jika orang tuanya tidak melakukan kebiasaan baik (sholat tepat waktu, berdzikir, dll)
  2. Adat kebiasaan
  3. Nasehat
  4. Memberikan perhatian
  5. Memberikan hukuman

 Children Leran What They Live (Dorothy Law Nolte)

 Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar membenci.
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah.
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri.
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan rasa iri, ia belajar kedengkian.
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah.
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai.
Jika anak dibesarkan dengan keadilan, ia belajar rasa aman.
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri.
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan.
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan.
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar menemukan cinta dalam
     kehidupan.
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran.
Jika anak dibesarkan dengan keramahan, ia meyakini sungguh indah dunia ini.

  1. Lingkungan

Sebaik apapun pendidikan anak dalam keluarga namun lingkungannya buruk, maka akan berimbas pada perilaku anak begitu juga sebaliknya.

  1. Doa

Dalam mendidik anak tida cukup dengan hanya mengandalkan kekuatan akal dan jasmaninya. Bimbingan ilahiyah sangatlah diperlukan. Kelemahan manusia dalam memandang sesuatu yang baik buat si anak begitu relatif. Terkadang ia berpikir bahwa suatu perbuatan yang menurutnya sudah baik untuk pendidikan si anak, pihak lain memandangnya debagia suatu yang tidak tepat. Maka sehebat apapun manusia berteori, tidak akan terlepas dari kemampuan akalnya yang terbatas.

Para nabi banyak berdoa agar dikaruniai anak-anak yang taat kepada Allah. Perhatikan doa nabi Ibrahim (Surat Al-Baqoroh 128-129 dan surat Ibrahim: 35) dan doa nabi Zakaria (Surat Maryam 5-6) dan doanya hamba-hamba Allah yang saleh (Surat Al-Furqon:74)

Doa Nabi Zakaria As : … maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Robbku seorang yang di ridahai (Qs. 19 :5-6)

Doa orang-orang yang sholih : … “Ya Tuhan anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dengan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa (Qs. 25:74)

Keberhasilan dalam pendidikan anak akan memunculkan generasi yang akan merubah umat manusia dari kegelapan syirik, kebodohan, kesesatan dan kekacauan menuju cahaya tauhid, ilmu, hidayah dan membawa kedaimaian dan rahmatan lil’alamin, sehingga dapat menentukan kesuksesan dan keberhasilannya dalam mengemban amanah sebagai khalifah Allah di muka bumi. Tidak cukup hanya itu saja bahkan untuk orang tuanya yang sudah meninggal (di alam barzah), anak soleha menjadi sumber pahala yang terus mengalir tak putus-putusnya bagi mereka.

kajian parenting mom

Di akherat mereka akan dijaukan dari api neraka dan dimasukan ke dalam syurga serta dikumpulkan bersama syurga Nya dan inilah paradigma SUKSES di dalam Islam seperti yang terdapat dalam Qs 3: 185 (Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukan ke dalam syurga, maka sesungguhnya ia telah sukses). Firman Allah yang artinya : Dan orang-orang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti dalam keimanan Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka. Dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannyaa. (Qs 52:21)

 di share juga di :

https://mefornasabilina.wordpress.com/2015/11/30/kajian-jumat-parenting-kiat-sukses-mendidik-anak/

  • Notulensi by Lathifah Barkah bunda Faiz 2B dan Nenny Makmun bunda Icha 2A

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s