Biografi

Sang Kahlil Gibran

Kahlil Gibran merupakan sosok yang sangat terkenal di masanya.

Kata kata cinta Kahlil Gibran mampu memberikan suatu perubahan pada diri seseorang karena makna akan kata bijak yang sering ia lontarkan semasa hidupnya. Kahlil Gibran lahir di Basyari, Libanon 6 Januari 1883 dan meninggal di New York City, Amerika Serikat, 10 April 1931 pada umur 48 tahun.

Khalil Gibran banyak menghasilkan karya-karya sastra indah, seperti buku, puisi, prosa dan ungkapan yang penuh kata kata bijak.

Saat kami saling bertukar kata, aku & dukaku, kami jadikan mimpi sebagai sayap bagi hari-hari kami. Kata kata bijak di atas merupakan sebagian kecil dari banyaknya kata kata motivasi yang Kahlil Gibran lontarkan semasa hidupnya. Beliau telah menghasilkan banyak karya seperti bukunya yang terkenal dengan judul “Sang Nabi”. Berikut ini merupakan kata kata bijak kahlil gibran yang populer:

Kata Kata Bijak Kahlil Gibran

Biarkan aku terbaring dalam lelapku, kerana jiwa ini telah dirasuki cinta, dan biarkan daku istirahat, kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.

Aku tidak akan menyiakan waktuku hanya untuk membenci orang-orang yang membenciku, karena aku terlalu sibuk mencintai orang-orang yang mencintaiku.

Dalam cinta, kamu bisa berpura-pura tak peduli, tapi sebenarnya kamu tahu, hal sekecil apapun yang dia lakukan terkadang bisa menyakiti.

Cinta yang terbatas ingin memiliki yang dicintai, tapi cinta yang tak terbatas hanya menginginkan cinta itu sendiri.

Musik adalah bahasa spiritual. Ia membawa rahasia kehidupan dan membawa kedamaian, menghapus perselisihan.

Jangan pernah mencintai seseorang dengan kesempurnaannya, tapi jadikanlah dia sempurna dengan cinta yang kita berikan.

Jangan kau mempunyai impian, kalau masa lalu yang telah terlewatkan kau jadikan cermin untuk masa depanmu, karena masa depan akan menjadi masa lalu sebelum datang pada waktu.

Ketika suatu pertemuan ada pasti suatu saat perpisahan itu terjadi tapi kita pasti bersuara suatu waktu.

Mungkin akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang, bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu. Karena dialah yang mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.

Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan kerana alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta, terus hidup, sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan.

Kebijaksanaan tidak lagi merupakan kebijaksanaan apabila ia menjadi terlalu angkuh untuk menangis, terlalu serius untuk tertawa, dan terlalu egois untuk melihat yang lain kecuali dirinya sendiri.

Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan, dan yang mampu membuka fikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan.

Sebagaimana cinta kasih menghidupkan hati manusia dengan pedih perih, demikian pula kedunguan mengajarinya jalan kearifan.

Biarkan aku terbaring dalam lelapku, kerana jiwa ini telah dirasuki cinta, dan biarkan daku istirahat, kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.

Cinta tidak menyadari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.

Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang.

Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai. Dan, apa yang kucintai kini, akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai. Dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya.

Cinta tidak mengerti kedalamannya serta merasa pada waktu perpisahan tiba. Serta waktu tangan lelaki menyentuh tangan seorang wanita mereka berdua sudah menyentuh hati keabadian.

Manusia tidak bisa menuai cinta hingga dia rasakan perpisahan yang menyedihkan, serta yang dapat buka pikirannya, rasakan kesabaran yang pahit serta kesusahan yang menyedihkan.

Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan kerana alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta, terus hidup, sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan.

Aku mencintaimu kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita.

Itulah kumpulan kata kata cinta Kahlil Gibran yang pernah populer.

Advertisements
Biografi

Tips Menulis Ala Tere Liye

Tips Menulis Novel ala Tere Liye

 Sumber : ANNIDAOL

Annida-Online– Darwis Tere Liye, siapa yang nggak kenal novelis satu ini? Kiprahnya di dunia menulis patut diacungi jempol. Betapa tidak, ia telah menggarap banyak judul novel, di antaranya: Semoga Bunda Disayang Allah (2007), Hafalan Sholat Delisa (2007), Bidadari-bidadari Surga (2008), Rembulan Tenggelam di Wajahmu (2009) dan Pukat (2010).

Novel “Hafalan Sholat Delisa” mengangkat kisah keluarga Delisa yang selamat dari bencana tsunami Aceh. Karyanya itu kini telah difilmkan dan diputar serentak di bioskop-bioskop Indonesia pada 22 Desember 2011 lalu.

Dalam rangka peluncuran dan diskusi novel “Marwah di Ujung Bara” karya Rh. Fitriadi di gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Minggu (8/1/2012) pagi, Tere Liye berkesempatan hadir menjadi salah seorang pemateri dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh itu.

Pria berdarah Palembang tersebut juga menjadi pemateri tunggal dalam workshop menulis yang digelar setelah acara launching dan diskusi novel “Marwah di ujung Bara”. Dalam workshop tersebut, ia menjelaskan beberapa poin penting dalam menulis sebuah novel, sebagaimana yang dirangkum dalam ringkasan di bawah ini:

  • Ide cerita

Ide cerita merupakan salah satu poin penting dalam penulisan novel, namun ide yang baik selalu lahir dari sudut pandang yang spesial. “Ide itu tidak ada yang jelek. Pada dasarnya ide itu sama, hanya saja yang membuat ia menjadi spesial ketika penulis melihat dari sudut pandang yang spesial,” ujarnya.

  • Amunisi

Seorang penulis, khususnya penulis novel haruslah memiliki amunisi yang cukup untuk menyelesaikan “proyek” novel yang telah digarap. Amunisi yang dimaksud Tere adalah kapasitas pengetahuan sang penulis. Lantas bagaimana cara meningkatkan kapasitas pengetahuan? “Ya membaca dong, tidak hanya di buku-buku, sekarang kan sudah ada internet, berita televisi, radio, dan sebagainya. Maksimalkan dari situ,” tuturnya.

  • Tidak ada tulisan yang baik, tidak ada tulisan yang buruk

“Sebutkan satu judul karya yang buruk dan sebutkan satu judul karya yang baik beserta alasannya!” instruksi Tere kepada peserta. Tere menjelaskan tentang status tulisan, pada dasarnya tidak ada yang sangat baik dan tidak ada tulisan yang sangat buruk. Bagus tidaknya tulisan menurutnya adalah relatif, tidak ada karya yang terlepas dari kritik pedas.

Oleh sebab itu, jangan pernah malu dan takut untuk memublikasikan karyamu, karena penulis yang baik adalah penulis yang mau menerima kritikan dan memperbaiki setiap kesalahan.

  • Mulailah dari tulisan kecil

Tere menyarankan kepada setiap penulis pemula untuk “awaliah” (pembuka tulisan, -red) sebuah tulisan, “Mulailah dari tulisan kecil, pendek tapi bertenaga, sederhana tapi bermanfaat,” ungkapnya.

Banyak penulis yang mengeluh dalam memulai menulis. Tere berpendapat, tidak penting dimulai dari mana, cukup ditulis saja. ”Jika susah menulis paragraf pertama, mulai saja dengan paragraf kedua. Paragraf pertama dikosongkan saja,” candanya.

  • Mood jelek adalah anugerah

Adalah hal yang lumrah, ketika seorang penulis dihinggapi oleh mood (perasaan, -red) jelek atau tidak mood. Namun mood yang terus-terusan jelek adalah sebuah masalah. “Mood jelek adalah anugerah, namun ketika mood terus-terusan jelek adalah masalah,” ungkapnya. Cara untuk menghadapi mood yang jelek adalah terus berlatih.”Tidak ada solusi selain berlatih, berlatih, dan berlatih,” tutur Tere.

Berlatih yang dimaksud adalah dengan tidak berhenti untuk menulis. Tere menyarankan kepada setiap penulis untuk menulis 1.000 kata per hari. Hal tersebut dimaksudkan untuk membuat seorang penulis terbiasa dan “efek samping” dari kegiatan itu adalah menurunnya kadar mood jelek yang biasa terjadi.

  • Pantang menyerah

Setelah penulis selesai mengerjakan sebuah novel, kini saatnya ia mengirimkan karya tersebut kepada penerbit. “Setelah diselesaikan, langsung dikirim ke penerbit.” Ia menyarankan untuk mengirimkan karya ke penerbit ternama di tanah air, seperti Gramedia Pustaka Utama, Mizan, Republika, dan sebagainya. Setelah karya dikirim, secepatnya dua minggu, penerbit yang dituju menjawab. Jangan menyerah ketika penerbit tidak bersedia menerbitkan karyamu. “Hafalan Sholat Delisa sendiri sempat ditolak oleh dua penerbit besar Indonesia, namun teruslah mencoba. Sampai ketika novel tersebut diterbitkan oleh Republika, penerbit yang tadi menolak karya saya meminta untuk mengirimkan karya saya,” ujarnya lagi.

bahwa Kesimpulannya, apapun motivasi menulismu, yang terbaik adalah penulis yang menganggap menulis itu teman sejatinya yang selalu menemani saat kesepian, kerinduan, dan segala asa dan rasa. [nurjanah/ http://detak-unsyiah.com%5D

Biografi

Biografi Nurul Fithorini Huda

Detik Yang Ternilai

Setiap hembusan nafas

Adalah angka tanpa ujung

Dalam detik waktu yang terlewati

Dalam hembusan dan tarikan nafas

Yang tidak ada satupun insan bisa memprediksi

Dalam setiap huruf yang mulai engkau rangkai

Menguntai kalimat-kalimat pemikat seni

Untaian inspiratif yang memenuhi rongga hati

Yang tengah teraliri spirit, semangat untuk melewati fase kehidupan

Kau tersadar akan detik yang bernilai bisa saja berhenti

Kesadaran sempurna hingga engkau begitu menghagai tiap detik

Kutak sanggup bila harus menjadi dirimu

Maaf kuhanya bisa mengagumi sejenak diantara pengagummu

Sebuah wajah bersahaja menyimpan penuh duka

Tapi terkemas dalam kado mewangi

Hinggga saatnya tiba kado dibuka

Kita terhenyak dalam suatu realita

Selamat jalan Nurul Fithorini Huda

Jejak cintamu sebuah semangat yang abadi


Menjadi Ibu adalah Anugerah Terindah

Disuatu malam sat insomnia mulai mendera, berselancar dari satu web ke web lain, berpindah dari blog ke blog kutemukan sebuah tulisan untuk mengenag kepergianmu. Tiada unsur apapun kubaca postingan Bunda Pipit Senja yang cukup mengenal dirimu, kuhanya bisa mengagumi dirimu lewat berbagai postingan yang selalu mengisyaratkan sosokmu yang penuh ketegaran dalam menjalani hidupmu. Hanya dalam dunia maya dan beberapa buku yang aku baru tahu juga judulnya 2 lelaki pilihan, mengisahkan lelaki yang hadir dalam kehidupan Bunda Nurul F Huda saat menjelang pernikahan. Buku pertama adengan judul “Bayangan Bidadari”. Merasakan ketakutan akan buku perdana yang akan tidak diterima pembaca, ternyata syukur Alhamdulillah buku terbitan Mizan ini sudah sampai cetakan ke-4.Inilah titik awal Bunda Nurul F Huda mulai meyakini jalan yang telah Allah berikan, seperti sebuah janji untuk menulis, membaca, menulis dalam segala keterbatasan kesehatan yang Bunda Nurul F Huda lalui.

Semanagat yang mengalir dari seorang gadis cilik yang penuh kehangatan ayahandanya yang bercerita saat-saat menjelang tidur malamnya. Tentang fabel, kancil yang penuh tipu daya terhadap gajah dan buaya. “Ayah, kasihan sekali gajah itu. Bagaimana nanti dia keluar dari lubang? Kancil nakal,aku tidak suka. Kemarin dia menipu buaya, terus menipu harimau, sekarang menipu gajah.” Ucap gadis itu dengan mata berkaca. Sang ayah tersenyum dengan kekritisan dan kecerdasan putrinya. “Jadilah anak yang baik, jangan suka menipu seperti kancil, sudah bobo.” Kata sang ayah.

Seiring usia Bunda Nurul, Ayah memperbanyak cerita mengenai Nabi dan kejayaan Islam, semua bersumber dari buku yang membuat aku jatuh cinta dengan benda ini. Selalu Ayah memperoleh sumber cerita dari benda ini. Aku cinta buku sedari kecil..

Kebahagiaan terbesar adalah masa kecil, dari fase ini terbentuk apa yang menjadi ketertarikan diri. Dan memang Bunda Nurul mencintai buku hingga membawa andil dalam perjalanannya menjadi penulis. Saking cintanya akan buku Bunda Nurul rela uang jajan dibelanjakan dalam buku-buku, dari pada dalam bentuk loly pop, chiki-chiki yang menjadi cemilan favorit anak-anak. Uang jajan yang terkumpul Bunda Nurul belanjakan ke pasar demi membeli buku-buku bacaan bekas dari Bobo, Kuncung, Ananda dan Kawanku. Buku itulah teman setia.

Buku teman setia di saat Bunda harus bolak-balik ke Rumah Sakit karena kebocoran jantungnya. Semangat yang terpompa terus menerus dari satu buku ke buku lain. Buku bagi darah yang mengalir dalam jiwanya. Buku yang penuh dengan coretan hati, pemikiran, pengamatan dan catatan hidup yang terlewati dengan setiap detik perjuangan.

Berkunjung ke blog Bunda kukagum dengan buku-buku indah terpasang rapi :

1.Balada Cinta Si Kembar

2.Bayangan Bidadari

3.Story at School

4.Story at Yogyakarta

5.Story at Loji House

6.Story at The Party

7.Story at The Store

8.Story at Dinner

9.Dua Lelaki Pilihan

10.Hantu Pocong

11.Hanya Karena Cinta

12.Hati Pualam Adinda

13.Kisi Hati Bulan

14.La Tansa

15.Menjemput Bidadari

16.Muslimah Apartemen

17.pangeran Impian

18.Parcel Mini Latansa

19.Proses Kreatif Penulis Hebat

20.Sebab Aku Cinta

21.Semua Atas Nama Cinta

22.Sembari Cari Kutu (Panduan Cerdas Ngerumpi)

Semua buku yang penuh dengan proses kreatif dan sarat dengan perjuangan, dimana Bunda Nurul harus bolak-balik berurusan dengan sakit jantung bawaannya. Jantung yang setiap saat akan bisa berhenti berdetak, tapi sungguh Bunda Nurul lewati dengan tagar tiap detik bahkan terus berproduktif mengalirkan buku-bukua yang penuh semangat menghadapi kehidupan ini, menikmati setiap anugerah yang ada, mensyukuri indahnya cinta yang bersemi karena perasaan-perasaan ini adalah anugerah yang terindah Allah berikan pada setiap insan.

Menggelitik tentang Menikah itu amanah ini yang Bunda Nurul  katakan “Pernikahan yang sangat ajaib. Begitu banyak tanda2 keajaiban yang membuat saya memilihnya meski belum pernah mendengar namanya, apalagi melihatnya. Pertamakali bertemu adalah 5 hari sebelum menikah. Itupun, semua sudah tinggal jalan (sudah lamaran, sudah penentuan hari H, dll). But, I always believe HE never gives me the wrong man. HE always gives me the best. So, I call him “Lelaki Pilihan”. Read my book : 2 Lelaki Pilihan (It’s about it).

Hingga dua buah hati hadir dalam blog Bunda Nurul menuliskan. Dua buah hati yang luar biasa. Yang laki-laki bercita-cita menjadi “pedagang senjata” yang perempuan ingin menjadi “perempuan multiperan”. Walah… But, most of their dreams is became “DAD” and “MOM”. Amin….Ah Bunda Nurul begitu besar kecintaanmu terhadap putra putrimu, penuh doa dan harapan “Amin3x Ya Robbal ‘alamin. Mudah-mudahan ketika kita niatkan anak-anak kita sebagai sarana li i’lai kalimatillah, Allah akan membantu kita menjaga mereka, lahir dan bathin.”

Hingga akhirnya engku tersadar pada suatu kenyataan ketika suatu rangkaian kalimat yang tidak bisa terselamatkan “Rasanya, ibu yang bijak akan memilih bertahan (selama masih ada harapan perbaikan) demi anak-anaknya. Pilihan ada di tangan kita. Saya yakin bahwa semua manusia pada hakikatnya membenci perpisahan, termasuk perceraian. Jadi, masih ingin (mudah) memasukkan cerai dalam pikiran kita? Atau, memudah-mudahkan perceraian dalam hidup kita? Jangan ya. “  Sebagai wanita aku bisa merasakan perceraian yang Bunda Nurul hadapi, tapi sungguh dalam setiap ucapannya Bunda Nurul selalu tenang, adem an mengalir. Bahwasannya perceraian bukanlah hal yang dikehendaki, kalaupun itu terjadi memang Allah juga yang telah menggariskan. Satu peristiwa besar yang semakin menempa dirimu untuk menjadi single parents yang tangguh, memayungi kedua buah hati dengan cinta bunda sekaligus ayah.

Kedekatan yang kental antara Bunda Nurul dan Fathin dalam percakapan seolah imajinasi karena Fathin seolah sudah menjelang dewasa dan saatnya menentukan pendamping hidup. Sebuah pembicaraan Bunda tentang menikah, yang semakin jarang terjadi. Mungkin, karena Fathin tetap bersikukuh dengan calonnya, sementara Bunda Nurul juga begitu. Bagaimana lagi? Ini kan menyangkut cucu-cucunya kelak. Yang akhirnya Bunda Nurul tersadar, yang berbicara dengannya adalah anak lelaki yang berumur 6 tahun.

Bunda Nurul selain sosok yang yang istiqomah, penuh semangat, tegar, beliau juga sosok wanita yang pemberani. Dari postingan Bunda Nurul dalam blognya tentang Para Pemberani, “ Bahwa hidup menjadi penuh tantangan Perlu keberanian untuk menempuh setiap pertandingan dan bertanggungjawab terhadap semua pilihan. Hidup seringkali tak ramah pada para pecundang, meski ada juga pecundang yang “berhasil” dengan tampil sebagai “pahlawan”, yang kesiangan. Tetapi, setiap pecundang hanya akan masuk pada kepencundangan berikutnya, tanpa batas. Mungkin hanya mautlah yang mengakhiri, itu pun tetap dengan mati sebagai pecundang. Ia hanya bisa mempecundangi orang-orang bodoh, serakah, dan tak punya prinsip. Ia bahkan mempecundangi dirinya sendiri. Hm, atau jangan-jangan menjadi pecundang pun perlu keberanian, sehingga para pecundang pun layak ditempeli istilah pemberani? Mungkin juga.”

Saya mencoba menelaah setiap kalimat yang Bunda posting dalam suatu blog dan berbagai curhatan tentang Bunda Nurul, hingga akhirnya pada suatu titik kematian menjemput. Bunda saat kau tertidur tulisanmu tetap menjadi insipratif pembacanya, Semangat, ketabahan, istiqomah melekat dalam diri Bunda akan mengalirkan kesejukan bagi setiap pencinta tulisan – tulisanmu. Walau dalam ketidaksempurnaan dan segala keterbatasan bahkan sakit keras engkau terus berjuan. Hal serupa yang disampaikan oleh Sekjen FLP Pusat, Rahmadiyanti Rusdi, “Semasa hidupnya, Nurul merupakan seorang pelopor berdirinya FLP di beberapa daerah. Bagi dia, Nurul merupakan sosok yang sangat bersemangat, tegas dan lugas, istiqomah, mandiri dan jarang mengeluh, sederhana dan penuh terencana.”

Terlebih lagi perjuangan demi perjuangan yang dilakukan Nurul F Huda di Batam dilakukan dengan tekad yang kuat, meskipun ia sendiri dalam kondisi sakit parah.

Walau saya tidak sempat mengenal baik dengan Bunda Nurul semasa beliau hidup, tapi membaca berbagai apresiasi terhadap pribadi dan karya-karya Bunda Nurul dengan kerendahan hati dan kejujuran saya mengagumi sosoknya yang tegar, seorang Bunda yang pada kondisi terlemah sebagai seorang manusia bias, masih tetap memikirkan orang lain, perjuangan demi perjuangan untuk menyadarkan semangat membaca yang baginya adalah jendela dunia, yang tegar dan berani menjadi seorang bunda sekaligus ayah bagi Fathin dan Puteri Azizah. Betapa agung ketika engkau meyakini betapa menjadi ibu adalah anugerah terindah.

Dan “Hingga Detak Jantungku Berhenti” novel terakhir bersampul jingga kombinasi hijau muda yang Pipiet Senja sebagai penyunting hadir menemani pembaca, setelah bidadari yang terlukis sebagai cover terbang ke hadirat Allah.  Pada Dini hari pukul 03.00 di usia 34 tahun, RS dr Sardjito Yogyakarta.

Innalillaahi wainna ilahi rooji’uun, selamat jalan Mbak Nurul Fithorini Huda,semoga seluruh amal kebaikan diterima di sisi Allah SWT dan diampuni dosa-dosanya. Semangat, ketegaran dan istiqomah yang engkau viruskan menjadi inspirasi bagi kami untuk menjalankan langkah yang tersisa.

Note : Untuk pemesanan buku  Sembari Cari Kutu, Panduan Cerdas Ngerumpi berisi tema hot-hot perempuan  dan buku-buku lainnya bisa diorder 081372336336 atau Asriana 085719723200

Sumber Penulisan : http://nurulfhuda.multiply.com

Biografi

Dari Antologi Saleb : Dewi Lestari Wanita Penuh Pesona

DEWI LESTARI  WANITA PENUH PESONA

Berbicara mengenai Dewi Lestari perjalanan karir menulis dan menyanyi dan rumah tangganya, adalah hal yang menarik untuk disimak. Dewi Lestari Simangunsong akrab dipanggi Dee,penyanyi sekaligus penulis kelahiran Bandung 20 Januari 1976.

Orang lebih mengenal dirinya dimulai dengan penampilan trio vocal Rita, Sita, Dewi. Sebelum bergabung dalam group RSD, Dee pernah menjadi backing vocal untuk Iwa K, Java Jive dan almarhum Chrisye. Baru sekitar Mei 1994, bersama dengan dua sahabatnya Rida Farida dan Indah Sita Nursanti bergabung membentuk Trio Rida Sita Dewi (RSD) dengan diprakasai Ajie Soetama di Adrian. Beberapa lagu andalan yang sempat menjadi hits seperti Antara Kita sebagai  Album Perdana, – 1995, Bertiga – 1997, Satu – 1999 dan terakhir mengemas lagu terbaik mereka dalam album The Best Of Rita Sita Dewi dengan 2 penambahan lagu Ketika Kau Jauh ciptaan Stephan Santoso /Inno Daon dan Terlambat Bertemu ciptaan Yovie Widianto pentolan Kahitna.

Didunia menulis Dee mulai dikenal dengan terbitnya Supernova, sebelum novel ini terbit tidak banyak orang tahu kalau Dee adalah sebenarnya seorang penulis yang sudah lama bergelut dengan dunia penulisan. Tulisa Dee yang beberapa kali dimuat di media seperti cerpennya berjudul Sikat Gigi dimuat di buletin seni terbitan Bandung.

Novel Pertama yang sangat sensasional Supernova satu : Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh, dirilis 16 Februari 2001 terjual kurang lebih 75.000 eksemplar banyak menggunakan istilah saints dan cerita cinta. Novel ini masuk dalam nominasi Katulistiwa Literary Award (KLA) yang digelar QB World Books.

Supernova Dua berjudul Akar  16 Oktober 2002, yang sempat mengundang kontroversi karena sampulnya dianggap melecehkan umat Hindu. Umat Hindu menolak lambang Omkara atau Aum yang merupakan aksara susi Brahman Tuhan Yang Maha Esa dalam Hindu sebagai cover dalam buku, yang akhirnya disepakati tidak akan lagi ditampilkan pada cetakan ke 2 dan seterusnya.

Dee boleh berbanga apalagi buku Supernovanya juga masuk ke dalam Modern Library of Indonesia bersama 9 buku lain Never the Twain (Salah Asuhan), Shackles (Belenggu), The Fall and the Heart (Kejatuhan dan Hati), Mirah of Banda (Mirah dari Banda), Family Room, And the War is Over (Dan Perang pun Usai), The Pilgrim (Ziarah), Siti Nurbaya, Telegram.

Supernov akan diterjemahkan dalam bahasa Inggris sehingga akan dinikmati pembaca seluruh dunia.

Buku ketiga setelah Supernova, Akar adalah Petir yang di launching Januari 2005 Kisah di novel ini masih terkait dengan dua novel sebelumnya. Hanya saja, ia memasukkan 4 tokoh baru dalam PETIR. Salah satunya adalah Elektra, tokoh sentral yang ada di novel tersebut.

Lama tidak menghasilkan karya, pada bulan Agustus 2008, Dee merilis novel terbarunya yaitu RECTOVERSO yang merupakan paduan fiksi dan musik. Tema yang diusung adalah Sentuh Hati dari Dua Sisi. Recto Verso-pengistilahan untuk dua citra yang seolah terpisah tapi sesungguhnya satu kesatuan. Saling melengkapi. Buku RECTOVERSO terdiri dari 11 fiksi dan 11 lagu yang saling berhubungan

“Menulis itu hobi yang saya lakukan diam-diam. Itu hobi yang jauh sebelum jadi penyanyi saya sudah suka menulis. Saya rela menghabiskan honor dulu untuk beli laptop saat yang lain belum ada yang beli. Itu demi supaya saya bisa menulis kemanapun saya pergi,” kata Dee saat ditanya kapan mulai suka menulis.

“Cinta saya terhadap sastra itu awalnya di sekolah secara formal. Dan nama-nama sastrawan itu jauh sekali dari imajinasinya seperti apa. Tapi ketika Ayu Utami menulis Saman itu semangat saya jadi menggebu untuk menulis Supernova,” ungkapnya.

Tak mau hanya bertumpu saja pada penulisan buku, Dee mencoba menulis skenario untuk film adaptasi dari bukunya Perahu Kertas.

Perahu Kertas juga ada rencana difilmkan. Saya menulis skenarionya. Saya deg-degan apakah berhasil, karena proses adaptasi buku menjadi film jelas berbeda dengan proses penulisan buku pada awalnya. Saya takut hasilnya tidak sesuai dengan apa yang ada dalam bayangan saya. Makanya selesai menulis skenario saya serahkan kepada produser dan sutradara bagaimana nanti karya saya jadi film,” jelas Lulusan jurusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan Bandung

Dari perkawinannya dengan Marcellius Siahaan, penganut vegetarian ini memiliki buah hati bernama Keenan Sidharta

Selain itu, Dee juga telah meluncurkan sebuah album solo berbahasa Inggris, berjudul Out Of Shell. Album ini menjadikan dirinya sebagai MTV Exclusive Artist.

Dee kembali membuat kejutan di bulan November 2008 ketika dalam blog pribadinya dia mengindikasikan telah menikah lagi. Walau sempat membantah tapi akhirnya Dee mengakui telah menikah dengan pria bernama Reza Gunawan ini di Sidney, Australia, pada 11 November 2008. Reza, yang seorang ahli terapi holistic, telah bertahun-tahun berteman dengan Dee. Jumat, 23 OKtober 2009, Dee melahirkan anak keduanya dengan berat 2,95 kg dan panjang 50 cm. Bayi berjenis kelamin perempuan ini diberi nama Atisha Prajna Tiara.

Baru-baru ini, oleh sebuah survey di internet, blog milik Dewi tercatat sebagai satu dari “100 Blog Terbaik di Indonesia”. Lebih dari 500 orang menjadi pembaca tetap dee-idea dan setiap tulisan di Blog selalu dibanjiri komentar. “Ini di luar ekspektasi saya. Tadinya saya hanya berfikir untuk menyalurkan ide saja, ternyata responsnya luar biasa,”

Di awal tahun 2006, Dewi mulai mengumpulkan seluruh artikelnya dalam sebuah blog. Lembaran blog milik Dewi berisi buah pemikiran dan perenungannya dalam format artikel. Sesekali, bait-bait puisi dan cerita tertulis juga di situ.

Dewi Lestari sosok wanita yang mempesona dengan kecantikannya dipadu dengan kecerdasan dalam menguraikan berbagai aliran hidup dan suara emasnya yang menambah sempurnanya dia dalam sosok wanita Indonesia yang sangat mempesona.

Dewi Lestari putra Indonesia yang mengharumkan nama bangsa ini dengan segala prestasi di atas yang diraih dengan kerja keras, tangis, tawa, berbagai gosip melanda. Tetapi Dewi Lestari tetap tenang, pembawaan yang sangat halus. Ah Dewi Lestari Pesonamu tidak hanya  membius kaum pria tetapi aku kaum wanita pun jatuh hati.