Write Without Boundaries

Catatan Harian

Dears My Daugters…

Dears My Daughters …

Ini bukan tentang prestasi ibu dan kamu sayangku Icha…Ini tentang sebuah kolaborsi atau kerjasama yang kita berusaha untuk bisa lebih baik…melihat perjuangan kamu dan semangat bangun pagi ke sekolah dan belajar adaptasi yang ibu tahu bukanlah hal yang mudah untukmu bertemu dengan banyak orang, perlahan dan besok-besokpun masih bukan hal yang mudah tapi…semoga kita bisa berusaha untuk lebih baik bekerjasama puteriku…sertifikat penulis terbaik anakku inspirasi sd sabilina 2015

Juga sebuah buku Coklat Sang Presiden terbitan SD Sabilina juga banyak bercerita curhatan orang tua, buku yang hadir memberi inspirasi…sebagai salah satu kontributor terbaik ibu di sini ada kebanggaan yang bisa Ibu pendam dalam hati.

Dears Icha dari Ananda, Ibu juga belajar…


Dream Wedding Lit

Warm Family

weddingSebuah Pernikahan adalah acara yang ingin digelar sekali seumur hidup dengan seseorang yang paling pas ada di hati.

Setelah melewati masa pendekatan pernikahan menjadi sebuah komitemen melewati perjalanan hidup tidak sendiri lagi tapi ada seseorang yang menemani kita.

Seseorang yang menemani dalam suka maupun sedih, dia memahami dan menjaga hati kita sampai saatnya Tuhan memisahkan kita dengan alam yang lain. Tapi cinta itu tetap menyala dan tak pernah padam. Love happily ever after.

Dan berbagi konsep pernikahan kami waktu itu adalah “warm family concept” kehangatan…aku dan pasangan berasal dari latar belakang sama-sama Jawa tapi dia dari Solo dan aku Purbalingga. Suami halus sementara aku ngapak-ngapak dengan logat Jawa yang medok.

Persiapan kita lakukan dengan bekerja sama, dari pemilihan gedung yang cukup besar dengan halam luas untuk parkir, konsep bunga-bunga ada taman dan air mancur dengan warna putih mendominasi, kayu-kayu jawa atau rono yang simple membuat tempat resepsi terlihat elegan tapi tetap sederhana dan manis. Kebetulan kita tidak suka hal yang tampak glamour.bentang 2

Sederhana tapi kehangatan satu sama lain walau tidak saling kenal menjadi akrab dan hangat dan kita sukses menciptakan suasana ini. Saudara dari dua keluarga yang baru bersatu, teman-teman sekolah, kantor, bermain aku dan suami berbaur dengan santai, tamu undangan versi kedua orang tuaku dan kedua orang tua suami tumpah ruah di gedung yang cukup banyak menampung tamu. Semua terlihat tertib dan rapi.

Undangan berwarna coklat ornament batik, simple dan manis merupakan buatan rekanan suami, souvenir mug broken white dengan gambar sepasang pengantin jawa berwarna ungu dikemas dalam kertas coklat daur ulang berpita ungu membuat tamu manis saat menjinjingnya.

Ada organ dan banyak tamu-tamu yang maju ikut menyanyi membuat susana rileks apalagi ada om Indro Warkop DKI yang ikut menyanyi.nurilla iryani_yummy tummy marriage

Beliau sepupu ibuku sengaja datang dari Jakarta memenuhi undangan aku sebagai keponakan. Hehehe tapi jadi pengantinnya kalah pamor soalnya para tamu kebanyakan ingin foto dengan beliau, hehehehe tapi gak apa-apa beliau juga ramah dan easy going. Terima kasih ya Om sudah buat tamu-tamu juga senang.

Makanan juga Alhamdulilla tamu dari 350 undangan disebar hampir datang semua meskipun dari luar kota menyempatkan ke acara kami.

Makanan cukup bahkan berlebih, kebetulan ada acara pengajian di rumah eyang dan bisa dihidangkan untuk makan malam yang ngaji.

Baju resepsi juga senada dengan hiasan gedung broken white, aku dan pasangan memang menyukai warna putih. Dan aku lebih suka kebaya rapi tertutup, rasanya nyaman dan sopan.

Jadi itulah dream wedding lit kami yang sudah terealisasi, semoga bisa melanjutkan dengan menciptakan keluarga yang selalu hangat.


Book Trailer : DALAM SEBUAH KLOSET_Nenny Makmun Agustus 2014

Persembahan Grasindo Publisher

DSC_By Me

Grasindo Publisher @grasindo_id 16h16 hours ago

‪#‎RecommendedBook‬ Dalam Sebuah Kloset by @ichandfay | Available @grasindo_id 021-53650110/11 http://bit.ly/klosetbook http://youtu.be/wT3KzgJd1kQ


Yuk Ngabuburit On Line Bincang Novel Bareng Nenny Makmun

Ngabuburit On Line

Ngabuburit dengan Nenny Makmun

Yuk ngabuburit bareng JPIN, ikuti Bincang Kepenulisan Online “Asyiknya Menulis Novel” bersama Nenny Makmun (penulis novel “Ketika Mulai Mencintai”, “Di Sudut Hati”, “Karena Aku Memilihmu”, “Cinta Tanpa Batas”, “Forgotten Angel”, “Pupus”)

Dapatkan tips-tips menarik menulis novel, mengatasi hambatan menulis, dan masih banyak ilmu lainnya melalui Bincang Kepenulisan Online ini. Insya Allah akan dilaksanakan pada,

Hari : Minggu
Tanggal : 20 Juli 2014
Jam : 16:00 (bakda Ashar) s.d selesai (waktu buka)

*Bonus 1 eks buku untuk peserta teraktif


From Concert Day_Jibar Jibur and Black Nastar

Happy Cooking Black Nastar

happy cooking_black nastar 2

Bahagiaku Bersamamu … Beginning from piano concert home day until happy cooking …

Mengikuti kegiatan anak-anak sepertinya tidak ada habisnya, hari ini Mbak Icha ada performance piano di Gedung Sudirman Taman Wiladatika.

Jadi dari pagi kita sudah sibuk bangun pagi persiapan segala sesuatu.

Mbak Icha sangat pemalu sepertinya nurunin emaknya yang lebih suka di balik layar untuk apapun, kalau giliran maju di depan orang langsung grogi.

Aduh mau tampil mbak Icha sempat nervous dan nangis tapi untung teacher-nya baik sekali membimbingnya dan aku berusaha menenangkan kalau ini seperti bermain-main saja.

happy cooking_black nastar 5

Syukurlah mbak Icha mau tampil duet dengan teacher-nya menyanyikan : Concert DaySong.  Alhamdulillah ikutan lega.

Dan sore hari dia ingin bermain dengan teman-temannya, alhasil aku gelar kolam kecil karena berencana berenang sari sabtu hujan terus.

Dan lihatlah mereka asyik bermain air. Aku awasi karena takut licin juga.

happy cooking_black nastar 4

Mangikuti anak benar tidak ada capainya, hampir satu jam bermain air pas 16.30 minta buat kue.

“Ayoo Ibu happy cooking school,” Rengek mereka kompak.

Dan paling gak bisa nolak kalau udah anak-anak yang minta, padahal badan rasanya capai tapi Alhamdulillah malah jadi bugar lagi ngikutin mereka. Walau pada ujungngnya aku kecapaian dan keasikan membersihkan ruangan yang acak-acakan.

happy cooking_black nastar 3

Kelupaan dua loyang masih di oven alhasil agak gosong! Bukannya Nastar cantik menjadi “Black Nastar.”

Tapi anak-anak dan suami “Tetap enaaaak katanya!”

Nah berhubung gak ada nenas, ini nastar asal-asal banget untuk pakai Pondan kali ya jadi tetap renyah.

Berbagi resepnya :

Bahan :

–          Dua kuning telur

–          Butter 125 gr lumerkan

–          Margarin 125 gr lumerkan

Cara :

–          Kocok margarin, butter dan kuning telur selama kurang lebih dua menit. Kemudian masukan Pondan Tepung Kue Nastar Siap Pakai, aduk ringan sampai adonan merata dengan soletan (Jangan aduk kuat-kuat)

–          Ambil adonan sedikit demi sedikit, pipihkan seharusnya isi dengan selai nenas tapi berhubung nggak ada ya langsung dibentuk anak-anak sesuka mereka.bAda yang bentuk olaf boneka salju Frozen, bunga, love, bintang. Lalu taruh di loyang yang diolesi margarin. Sampai adonan habis

–          Panggang pada suhu 140 derajat celcius. Setelah kue dipanggang kurang lebih 30 menit (3/4 matang) plus kue nastar dengan cairan kuning telur (kocok lepas 2 kuning telur 1 sdt gula alus). Panggang lagi hingga matang kurang lebih 15 menit.

Sayangnya keasikan bebenah kayanya kelebihan lima belas menit alhasil jadilah Black Nastar.

happy cooking_black nastar 1

Tapi meskipun black nastar tetap nikmat lho di cemil dengan novel-novel karyaku. Tetap ya sambil promo Novelku Dears ….


Little Kartini Bahagia Bersamamu …

Bahagiaku Bersamamu

my littke kartini

Dan lihatlah para Kartini cilik melenggang di panggung mini dengan beraneka ragam busana daerah. Wajah-wajah anak Indonesia yang masih lugu dengan binar mata menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini bersemangat.

21 April merayakan hari Kartini menjadi hari istimewa karena dua puteriku juga melakukan aktivitas yang sama dengan teman-teman lainnya di TK Gardenia Bukit Golf.my littke kartini 2

Icha dan Fay bangun mereka sudah memilih baju yang akan dipakai di Kartinian.

Icha dengan baju kebaya pink Jawa sementara adik Fay memakai baju hijau kuning Betawi.

Icha sudah sibuk ikutan mendadani Fay, tapi adik ternyata milih-milih juga mana yang di mau.

Fay maunya hanya bedakan, eyes shadow dan blash on. Sementara lipstik dan maskara tidak mau.

Dan mbak Icha lengkap, berhubung Kartini modern rambut dikepang saja dan bukan kondean karena emaknya juga nggak bisa ngonde.

Acara Fay lebih pagi pukul 07.30 jadi anter Fay dulu. Sampai di sekolah banyak teman-teman Fay yang lucu-lucu beraneka ragam Bhineka Tungggal Ika.

Tetep saja udah cantik Fay memilih main-main yang tomboy, lihatlah dia sibuk main umpat di kolong tong besi, lalu menyeberang  jembatan besi dan ayunan kencang.

Acara Fay kelarsetelah maju di panggung untung nggak pakai acara nangis ya dhe! Good job deh Sayang!

Pulang bawa goody bag dan piala. Asiiikkk …

Dan mbak Icha acara pukul 10.00 dan setelah siap menjemput sahabatnya Naura lalu ke sekolah untuk melakukan hal yang sama dengan Fay.

Mbak Icha juga alhamdulillah tampil dengan sedikit malu-malu, yang penting sudah tampil dan berani ya mbak Sayang, good!

Dan hari ini tambah koleksi pialanya di rak. Alhamdulillah.

Kebahagiaan sederhanaku saat bersama kalian bisa menulis buku-buku ini Sayang ….

happy cooking_truffle 4

Semoga Ibu tetap terus berkarya dengan tetap di samping kalian … karena bahagiaanku bersamamu ….


Ulasan About Me Dari Bunda Anisae

Link :

http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html

go to Ritz Carlton_4

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf