Catatan Harian

Masih Dengan Resolusi 2017

Optimis

resolusi-2017

Ketika banyak sekali petasan berbunyi dan menari di angkasa sementara aku masih dalam perenungan dan pengharapan. Datang hari adalah sama … hanya seperti ada penggalan yang membuat kita untuk melihat mundur berlari kebelakang untuk melompat pada sebuah pertambahan yang berharap lebih baik.

Meskipun sepertinya susah untuk diraih, tapi harus tetap berusaha dalam hal kebaikan. Mencari rezeki halal dan juga berkah karena membawa manfaat buat orang-orang di sekitar kita.

Semangat, percaya Allah itu tidak “Sareh” … Allah tidak tidur, Allah tahu bagaimana kita telah berusaha untuk menjadi yang terbaik bukan hanya untuk diri sendri tapi lebih pada orang-orang yang kita sayangi, walau mereka tidak pernah tahu atau tidak mau tahu bagaiamana sekeras kita berusaha memenuhi dan membantu mereka. Walau mungkin tidak dipercaya tapi kembali Tuhan tidak tidur, Dia tahu segalanya … berusahalah selalu jujur dengan apapun … sederhanalah karena dengan sederhana kita bahagia … berdiri tegak dengan apa yang kita punya, tidak perlu melihat orang di atas kita karena semua sudah diatur sebaik-baik Allah.

Welcome 2017 Insya Allah tahun ini tahun penuh berkah, optimis dengan resolusi-resolusi penuh berkah. Aamiin … aamiin … YRA …

catatan 01012017 feeling absurd …

Advertisements
Catatan Harian, Cerita Anak, Fiksi

Penghujung Tahun Juara 3 Lomba HOKI

Motivasi Menulis Anak

my-kids-book

link : http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=25&jd=Selamat%2C+Inilah+Para+Pemenang+Lomba+Tulis+HOKI+2016%21&dn=20161218232402

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=5&jd=LOMBA+TULIS%3A+Mengajari+Dengan+Senang+Tanpa+Menggurui&dn=20161207054947

LOMBA TULIS: Mengajari Dengan Senang Tanpa Menggurui
Oleh : Noorhani Dyani Laksmi | 08-Des-2016, 03:13:12 WIB

KabarIndonesia – Resolusi tahun 2017 kali ini adalah kembali pada ketertarikan menulis anak yang sempat banyak tertunda karena di tahun 2016 rasa penasaran bisa menerbitkan tulisan novel-novel remaja dan dewasa. Juga penasaran menulis novel non fiksi jadi aktivitas menulis anak yang sebenarnya menjadi karir awal genre saya terjun di dunia menulis tahun ini tidak terlalu produktif di genre ini.

Dan tahun ini 27 buku yang saya hasilkan 1 novel teenlit, 1 novel romance, 1 novel fiksi, 1 novel romance duet dengan Ariny penulis Kau Begitu Sempurna, 1 buku kumpulan dongeng anak, mengerjakan 2 buku non fiksi tunggal client tentang Buku Pintar Pengurusan Jenasah penulis Suhartini Ashari,S.TH.I.,M.Kom.I. dan buku Basic English penulis Ahmad Juma Khatib,S.S,M.Si, dan 21 buku antologi .

Tahun 2016 ini saya evaluasi untuk menulis anak ternyata hanya 1 buku dongeng yang saya terbitkan dan ada beberapa naskah masih berjuang di meja redaksi media beberapa majalah anak-anak, hanya saja sampai akhir tahun ini sepertinya belum ada khabar baiknya.

Baiklah penghujung tahun 2106 dan akan memasuki tahun 2017 saya rindu ingin kembali meramaikan penulisan anak-anak lagi karena memang anak-anak adalah sosok yang membuat saya menikmati hidup lebih indah.

Kehadiran dua puteri saya menyempurnakan nikmat yang Allah telah limpahakan dalam kehidupan saya. Sejak kehadiran Icha puteri pertama, saya yang dari kelas 3 Sekolah Dasar menyukai hobi menulis cerita anak menjelang anak-anak tidur berusaha untuk membacakan buku-buku cerita anak, dongeng, fabel.

Sampai sekarang kakak Icha yang sudah kelas 3 Sekolah Dasar dan adiknya Fayre kelas 1 Sekolah Dasar setiap jelang tidur maunya didongengin dulu karena memang sudah menjadi kebiasaan sejak mereka balita. Tapi karena mereka sekarang sudah bisa membaca kita bergantian membaca cerita yang menemani jelang tidur.

Sungguh ada kepuasaan tersendiri saat bisa membacakan atau mendongengkan tulisan yang saya buat sendiri, sepertinya mereka lebih menghayati dan terimajinasi dengan cerita hasil karya ibunya dibandingkan jika saya hanya membacakan karya orang lain.

Ada kebahagiaan mengalir di dalam hati, itu hanya bercerita untuk dua puteri saya saja coba bayangkan bila ternyata banyak yang menyukai cerita-ceita menulis anak kita yang berbobot dengan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan? Rasanya tak akan ada habisnya kita mentransformasi pada pikiran anak-anak yang masih bersih dan muat banyak pengetahuan baru diisi dengan mengajari nilai-nilai kehidupan dengan cerita, dongeng dengan cara senang dan tanpa menggurui.

Membuat tulisan anak dan menceritakan secara tidak sadar memberitahu nilai-nilai kebaikan yang ada dalam cerita saat mereka membacanya. Tulian yang kita buat dengan didongengkan atau mereka membaca sendiri akan terserap dalam pikiran mereka.

Saya mencoba kembali ke masa lalu saat saya kecil alangkah senangnya setiap mendapat majalah baru anak-anak, apa yang saya baca seolah saya merasakan sendiri dan tanpa sadar saya praktekan dalam kehidupan.

Kisah-kisah waktu saya kecil dan membekas dalam pikiran adalah seperti serial Si Tini, Deni Manusia Ikan, Grim, HC Andersen disana banyak mengajarkan kasih sayang, cinta teman, persahabatan, kebaikan hati dan itu secara tak langsung menjadi tertanam dalam pikiran saya bahwa Tuhan menyukai hal-hal kebaikan dan setiap kejahatan akan selalu ada akibatnya.

Cerita anak itu sangat efektif untuk membentuk karakter-karakter kebaikan pada anak-anak. Sebagai penulis bisa menulis cerita buat anak dengan baik, cerita disukai anak-anak dan membuat anak-anak senang sekaligus tertanam budi pekerti di pikirannya tentu saja selain amalan yang baik ada banyak kepuasan bathin yang tidak dinilai dengan sekedar materi dalam hati penulis.

Nah untuk menghasilkan buku yang menarik buat anak-anak dan apa yang dibutuhkan anak-anak agar berminat membaca apa yang kita tulis bukanlah hal yang mudah.

Pertama yang pasti penulis anak dia adalah sosok yang menyukai dunia anak, banyak ingin tahu apa yang menjadi trend anak-anak sekarang agar diekspresikan dalam sebuah cerita, dongeng, fabel yang sebenarnya mengacu pada banyak permasalahan, pengajaran, budi pekerti dan pesan moral yang tersirat di dalamnya secara tidak terang-terangan.

Bila sudah memenuhi syarat meyukai dunia anak dan ingin tahu seluk beluk aktivitas anak pasti akan mudah menemukan ide-ide penulisan yang sedang dibutuhkan saat ini.

Seperti yang baru-baru saat ini mungkin secara tidak langsung adanya aksi 212 melihat banyak orang tua menceritakan topik aksi damai yang digelar di Monas juga anak-anak sekarang yang pastinya ikut mendengar secara tidak langsung berbagai polemikk bahkan mungkin sesekali melihat dari gadget orang tuanya jadi ikutan heboh dengan kerumunan orang-orang yang sangat ramai. Sehingga menimbulkan berbagai persepektif susdut pandangan anak-anak sendiri kalau berkumpul seperti apa yang dilhat dan didengar semata itu pasti hal yang baik, hal yang damai dan sesuatu yang harus dicontoh. Dalam kenyataan belum tentu hal yang bergerombol itu juga baik, seperti demo anarkis, protes-protes jalanan yang tidak jelas.

Mungkin kita bisa menjelaskan dengan cerita bahwa bergerombol asalakan mempunyai tujuan yang jelas seperti musyawarah, berdamai tidak ada kemarahan dan bersatu dalam bentuk fabel, cerita anak umum atau bahkan dongeng akan lebih mudah difahami daripada kita menjelaskan ini aksi damai membela sebuah golongan. Anak tidak akan mengerti.

Selain suka akan dunia anak yang kedua untuk menjadi penulis anak juga adanya dorongan dalam hati ini menanamkan hal-hal kebaikan untuk generasi penerus, dengan adanya kesukaan dan niat baik pasti akan mudah kita merangkai kata-kata untuk disampaikan pada anak-anak hal-hal positif kehidupan.

Ketiga adalah terus juga banyak membaca tulisan teman-teman penulis anak, bahkan kalau perlu saling mengenal agar bisa bertukar pikiran segala hal yang sepertinya sedang dibutuhkan oleh pasar, karena pasti penerbit pun banyak melakukan survey untuk mendapatkan naskah anak yang tengah diperlukan sehubungan dengan beragam perilaku anak-anak yang perlu dibimbing dengan dunia litearasi.

Kalau saya pribadi ingin mengikuti workshop penulisan anak, karena selama ini saya belajar otodidak dengan mengamati kedua puteri saya dengan teman-temannya, anak murid saya di sebuah Sekolah Dasar Silaturahim dan anak-anak di Sanggar Rumah Hijau yang saya kelola.

Setiap hari berkumpul dengan anak-anak saya jadi secara langsung bahkan tidak langsung selalu mengamati setiap perilaku anak-anak yang beragam, dari anak yang baik dan anak yang sangat bandel. Tapi itulah anak-anak sebenarnya! Anak-anak yang akan mencontoh apa yang dilihat, didengar, dibaca dalam kesehari-harian. Jadi berilah bacaan anak-anak yang baik yang bisa diterima dengan menyenangkan dan menarik.

Anak-anak bisa diandaikan mereka buku putih yang perlu coretan tangan yang indah dan tepat sehingga akan membantu pembentukan perilaku yang baik buat mereka. Jadi keempat yang dibutuhkan seorang penulis sesekali juga sepertinya workshop untuk lebih mengenal teknis penulisan anak agar kelihatan menarik setelah banyak melakukan survey dan pengamatan terhadap perilaku anak-anak di sekelilingnya.

Saya menyadari menulis anak sepertinya genre penulisan yang akan saya tekuni seterusnya walau genre novel romance, teenlit dan non fiksi masih juga menggoda untuk dikerjakan, tapi 2017 ini saya mempunyai resolusi akan menulis cerita anak lebih banyak dari sebelum-sebelumnya.

Sebuah impian saya di tahun 2017 adalah bisa membuat PicBook, semoga dengan dimuatnya tulisan ini akan ada yang mengajak saya untuk berkolaborasi mewujudkan satu resolusi di tahun 2017 menulis Picture Book atau buku bergambar dan bisa menjadi bahan saat saya mendongeng untuk dua puteri saya menjelang tidur dan anak-anak didik saya di sekolahan SD Silaturahim, anak asuh di SD Sabilina dan Sanggar Hijau.

Dan sepertinya saya tetap ingin menjadi bagian di dunia penulis sebagai penulis anak-anak yang produktif yang bisa mengajari anak-anak dimanapun dengan literasi saya dengan senang tanpa menggurui.

Noorhani Dyani Laksmi_shadow teacher dan penulis.

Catatan Harian

Dears My Daugters…

Dears My Daughters …

Ini bukan tentang prestasi ibu dan kamu sayangku Icha…Ini tentang sebuah kolaborsi atau kerjasama yang kita berusaha untuk bisa lebih baik…melihat perjuangan kamu dan semangat bangun pagi ke sekolah dan belajar adaptasi yang ibu tahu bukanlah hal yang mudah untukmu bertemu dengan banyak orang, perlahan dan besok-besokpun masih bukan hal yang mudah tapi…semoga kita bisa berusaha untuk lebih baik bekerjasama puteriku…sertifikat penulis terbaik anakku inspirasi sd sabilina 2015

Juga sebuah buku Coklat Sang Presiden terbitan SD Sabilina juga banyak bercerita curhatan orang tua, buku yang hadir memberi inspirasi…sebagai salah satu kontributor terbaik ibu di sini ada kebanggaan yang bisa Ibu pendam dalam hati.

Dears Icha dari Ananda, Ibu juga belajar…

Catatan Harian

Dream Wedding Lit

Warm Family

weddingSebuah Pernikahan adalah acara yang ingin digelar sekali seumur hidup dengan seseorang yang paling pas ada di hati.

Setelah melewati masa pendekatan pernikahan menjadi sebuah komitemen melewati perjalanan hidup tidak sendiri lagi tapi ada seseorang yang menemani kita.

Seseorang yang menemani dalam suka maupun sedih, dia memahami dan menjaga hati kita sampai saatnya Tuhan memisahkan kita dengan alam yang lain. Tapi cinta itu tetap menyala dan tak pernah padam. Love happily ever after.

Dan berbagi konsep pernikahan kami waktu itu adalah “warm family concept” kehangatan…aku dan pasangan berasal dari latar belakang sama-sama Jawa tapi dia dari Solo dan aku Purbalingga. Suami halus sementara aku ngapak-ngapak dengan logat Jawa yang medok.

Persiapan kita lakukan dengan bekerja sama, dari pemilihan gedung yang cukup besar dengan halam luas untuk parkir, konsep bunga-bunga ada taman dan air mancur dengan warna putih mendominasi, kayu-kayu jawa atau rono yang simple membuat tempat resepsi terlihat elegan tapi tetap sederhana dan manis. Kebetulan kita tidak suka hal yang tampak glamour.bentang 2

Sederhana tapi kehangatan satu sama lain walau tidak saling kenal menjadi akrab dan hangat dan kita sukses menciptakan suasana ini. Saudara dari dua keluarga yang baru bersatu, teman-teman sekolah, kantor, bermain aku dan suami berbaur dengan santai, tamu undangan versi kedua orang tuaku dan kedua orang tua suami tumpah ruah di gedung yang cukup banyak menampung tamu. Semua terlihat tertib dan rapi.

Undangan berwarna coklat ornament batik, simple dan manis merupakan buatan rekanan suami, souvenir mug broken white dengan gambar sepasang pengantin jawa berwarna ungu dikemas dalam kertas coklat daur ulang berpita ungu membuat tamu manis saat menjinjingnya.

Ada organ dan banyak tamu-tamu yang maju ikut menyanyi membuat susana rileks apalagi ada om Indro Warkop DKI yang ikut menyanyi.nurilla iryani_yummy tummy marriage

Beliau sepupu ibuku sengaja datang dari Jakarta memenuhi undangan aku sebagai keponakan. Hehehe tapi jadi pengantinnya kalah pamor soalnya para tamu kebanyakan ingin foto dengan beliau, hehehehe tapi gak apa-apa beliau juga ramah dan easy going. Terima kasih ya Om sudah buat tamu-tamu juga senang.

Makanan juga Alhamdulilla tamu dari 350 undangan disebar hampir datang semua meskipun dari luar kota menyempatkan ke acara kami.

Makanan cukup bahkan berlebih, kebetulan ada acara pengajian di rumah eyang dan bisa dihidangkan untuk makan malam yang ngaji.

Baju resepsi juga senada dengan hiasan gedung broken white, aku dan pasangan memang menyukai warna putih. Dan aku lebih suka kebaya rapi tertutup, rasanya nyaman dan sopan.

Jadi itulah dream wedding lit kami yang sudah terealisasi, semoga bisa melanjutkan dengan menciptakan keluarga yang selalu hangat.

Catatan Harian

Yuk Ngabuburit On Line Bincang Novel Bareng Nenny Makmun

Ngabuburit On Line

Ngabuburit dengan Nenny Makmun

Yuk ngabuburit bareng JPIN, ikuti Bincang Kepenulisan Online “Asyiknya Menulis Novel” bersama Nenny Makmun (penulis novel “Ketika Mulai Mencintai”, “Di Sudut Hati”, “Karena Aku Memilihmu”, “Cinta Tanpa Batas”, “Forgotten Angel”, “Pupus”)

Dapatkan tips-tips menarik menulis novel, mengatasi hambatan menulis, dan masih banyak ilmu lainnya melalui Bincang Kepenulisan Online ini. Insya Allah akan dilaksanakan pada,

Hari : Minggu
Tanggal : 20 Juli 2014
Jam : 16:00 (bakda Ashar) s.d selesai (waktu buka)

*Bonus 1 eks buku untuk peserta teraktif

Catatan Harian, Dapoer

From Concert Day_Jibar Jibur and Black Nastar

Happy Cooking Black Nastar

happy cooking_black nastar 2

Bahagiaku Bersamamu … Beginning from piano concert home day until happy cooking …

Mengikuti kegiatan anak-anak sepertinya tidak ada habisnya, hari ini Mbak Icha ada performance piano di Gedung Sudirman Taman Wiladatika.

Jadi dari pagi kita sudah sibuk bangun pagi persiapan segala sesuatu.

Mbak Icha sangat pemalu sepertinya nurunin emaknya yang lebih suka di balik layar untuk apapun, kalau giliran maju di depan orang langsung grogi.

Aduh mau tampil mbak Icha sempat nervous dan nangis tapi untung teacher-nya baik sekali membimbingnya dan aku berusaha menenangkan kalau ini seperti bermain-main saja.

happy cooking_black nastar 5

Syukurlah mbak Icha mau tampil duet dengan teacher-nya menyanyikan : Concert DaySong.  Alhamdulillah ikutan lega.

Dan sore hari dia ingin bermain dengan teman-temannya, alhasil aku gelar kolam kecil karena berencana berenang sari sabtu hujan terus.

Dan lihatlah mereka asyik bermain air. Aku awasi karena takut licin juga.

happy cooking_black nastar 4

Mangikuti anak benar tidak ada capainya, hampir satu jam bermain air pas 16.30 minta buat kue.

“Ayoo Ibu happy cooking school,” Rengek mereka kompak.

Dan paling gak bisa nolak kalau udah anak-anak yang minta, padahal badan rasanya capai tapi Alhamdulillah malah jadi bugar lagi ngikutin mereka. Walau pada ujungngnya aku kecapaian dan keasikan membersihkan ruangan yang acak-acakan.

happy cooking_black nastar 3

Kelupaan dua loyang masih di oven alhasil agak gosong! Bukannya Nastar cantik menjadi “Black Nastar.”

Tapi anak-anak dan suami “Tetap enaaaak katanya!”

Nah berhubung gak ada nenas, ini nastar asal-asal banget untuk pakai Pondan kali ya jadi tetap renyah.

Berbagi resepnya :

Bahan :

–          Dua kuning telur

–          Butter 125 gr lumerkan

–          Margarin 125 gr lumerkan

Cara :

–          Kocok margarin, butter dan kuning telur selama kurang lebih dua menit. Kemudian masukan Pondan Tepung Kue Nastar Siap Pakai, aduk ringan sampai adonan merata dengan soletan (Jangan aduk kuat-kuat)

–          Ambil adonan sedikit demi sedikit, pipihkan seharusnya isi dengan selai nenas tapi berhubung nggak ada ya langsung dibentuk anak-anak sesuka mereka.bAda yang bentuk olaf boneka salju Frozen, bunga, love, bintang. Lalu taruh di loyang yang diolesi margarin. Sampai adonan habis

–          Panggang pada suhu 140 derajat celcius. Setelah kue dipanggang kurang lebih 30 menit (3/4 matang) plus kue nastar dengan cairan kuning telur (kocok lepas 2 kuning telur 1 sdt gula alus). Panggang lagi hingga matang kurang lebih 15 menit.

Sayangnya keasikan bebenah kayanya kelebihan lima belas menit alhasil jadilah Black Nastar.

happy cooking_black nastar 1

Tapi meskipun black nastar tetap nikmat lho di cemil dengan novel-novel karyaku. Tetap ya sambil promo Novelku Dears ….

Catatan Harian

Little Kartini Bahagia Bersamamu …

Bahagiaku Bersamamu

my littke kartini

Dan lihatlah para Kartini cilik melenggang di panggung mini dengan beraneka ragam busana daerah. Wajah-wajah anak Indonesia yang masih lugu dengan binar mata menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini bersemangat.

21 April merayakan hari Kartini menjadi hari istimewa karena dua puteriku juga melakukan aktivitas yang sama dengan teman-teman lainnya di TK Gardenia Bukit Golf.my littke kartini 2

Icha dan Fay bangun mereka sudah memilih baju yang akan dipakai di Kartinian.

Icha dengan baju kebaya pink Jawa sementara adik Fay memakai baju hijau kuning Betawi.

Icha sudah sibuk ikutan mendadani Fay, tapi adik ternyata milih-milih juga mana yang di mau.

Fay maunya hanya bedakan, eyes shadow dan blash on. Sementara lipstik dan maskara tidak mau.

Dan mbak Icha lengkap, berhubung Kartini modern rambut dikepang saja dan bukan kondean karena emaknya juga nggak bisa ngonde.

Acara Fay lebih pagi pukul 07.30 jadi anter Fay dulu. Sampai di sekolah banyak teman-teman Fay yang lucu-lucu beraneka ragam Bhineka Tungggal Ika.

Tetep saja udah cantik Fay memilih main-main yang tomboy, lihatlah dia sibuk main umpat di kolong tong besi, lalu menyeberang  jembatan besi dan ayunan kencang.

Acara Fay kelarsetelah maju di panggung untung nggak pakai acara nangis ya dhe! Good job deh Sayang!

Pulang bawa goody bag dan piala. Asiiikkk …

Dan mbak Icha acara pukul 10.00 dan setelah siap menjemput sahabatnya Naura lalu ke sekolah untuk melakukan hal yang sama dengan Fay.

Mbak Icha juga alhamdulillah tampil dengan sedikit malu-malu, yang penting sudah tampil dan berani ya mbak Sayang, good!

Dan hari ini tambah koleksi pialanya di rak. Alhamdulillah.

Kebahagiaan sederhanaku saat bersama kalian bisa menulis buku-buku ini Sayang ….

happy cooking_truffle 4

Semoga Ibu tetap terus berkarya dengan tetap di samping kalian … karena bahagiaanku bersamamu ….

Catatan Harian

Ulasan About Me Dari Bunda Anisae

Link :

http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html

go to Ritz Carlton_4

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
– See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf