Write Without Boundaries

Cerita Anak

Kisah di Negeri Sunpride

Kurkur dan Bibi Orin

kurkur-dan-bibi-orin

Kurkur adalah seekor ayam jago yang sudah mulai besar, sehingga dia sekarang mendapat tugas untuk membangunkan orang-orang setiap menjelang matahari terbit. Kurkur tentu saja senang mendapat tugas yang menunjukan sekarang dia bukan lagi hanya seekor anak ayam. Sekarang dia seekor ayam jago yang harus bertanggung jawab dengan membangunkan orang-orang untuk memulai aktivitas dari pagi.

Kurkur sudah mempersiapkan diri untuk besok bisa bertugas pertama kali membangunkan orang-orang di negeri Sunpride.

“Kurkur besok kamu harus bisa mulai bangun pagi menggantikan Ayah ya, karena Ayah sudah semakin tua jadi Ayah berharap kamu bisa bertanggung jawab dengan tugas kamu dengan baik,” malam hari ayah Kurkur sudah mengingatkan pada Kurkur untuk tugas yang akan dimulai pertama kali besok pagi.

“Baik Ayah, Kurkur akan menjalankan tugas dengan baik,”janji Kurkur.

Tapi ternyata subuh menjelang tak ada tanda-tanda kegiatan di negeri Sunpride. Semua mahluk tertidur lelap hingga matahari tiba-tiba sudah menyengat.

Semua baru kelabakan,”Kenapa kita semua terlambat, kenapa tidak ada yang membangunkan kita? Kemana suara kokok ayam yang bertugas membangunkan kita setiap pagi?” seru semua mahluk.

Dan hari itu semua orang, binatang dan tumbuhan menjadi kacau. Semua kesiangan tak ada yang bangun dini hari.

Orang yang bekerja ke kantor dan pabrik datang terlambat. Anak-anak sekolah dan guru-gurunya datang kesiangan. Binatang-binatang juga terlambat mencari makan sementara anak-anak mereka sudah kelaparan. Tumbuhan juga terlambat untuk berbuah dan bunga terlambat bermekaran di pagi hari.

Kekacauan yang luar biasa baru pernah terjadi di negeri Sunpride.

Kurkur tengah ditegur oleh ayahnya,”Kurkur kenapa kamu tidak membangunkan negeri Sunpride, lihat kekacauan yang kamu buat di hari pertama, semua mahluk jadi terlambat dan negeri jadi kacau sekali. Pasti mereka semua jadi harus lembur gara-gara kesiangan!”

“Ayah maafkan Kurkur, Kurkur memang susah untuk bangun pagi, ini karena Kurkur tidak suka makan buah,” keluh Kurkur.

Ayah Kurkur tercengang, dia lupa kalau puteranya kurang menkonsumsi buah padahal Kurkur sempat mengeluh beberapa waktu yang lalu mengakibatkan Kurkur suka lemas dan malas.

Kesibukan dirinya menjadi ayam jago andalan untuk membangunkan negeri Sunpride setiap pagi, ditambah siang harinya menjaga perkebunan Sunpride jadi lupa memperhatikan puteranya yang kekurangan vitamin C dalam tubuhnya.

“Maafkan Ayah Kurkur, Ayah akan meminta tolong Bibi Orin untuk berbagi buah jeruk dari pohonnya agar kamu mulai sekarang memakan buah jeruk dan buah-buah lainnya,” kata ayah Kurkur lanjut.

“Ayah, Kurkur tahu tugas Ayah sudah berat. Biar Kurkur saja yang ke rumah bibi Orin. Kurkur berani kok minta buah jeruknya. Lagipula Kurkur juga salah karena tidak suka makan buah, Kurkur juga jadi malas berusaha untuk mencari buah sendiri. Padahal buah-buahan di negeri Sunpride ini selalu segar, lezat dan membuat tubuh kita sehat,” lanjut Kurkur yang juga menyadari kemalasannya.

“Buah Pasti Sunpride Kurkur! Kamu tahu buah-buahan di negeri Sunpride sudah sangat terkenal ke penjuru dunia sebagai buah yang berkualitas bagus dan sangat menyehatkan jadi jangan malas lagi memakan buah-buahan dari negeri Sunpride lagi ….” nasehat ayah Kurkur.

Kurkur menganguk setuju dalam pikirannya termemori untuk mengingat Buah Pasti Sunpride.

Ayah Kurkur bersyukur karena Kurkur mau memahami kesibukannya dan mau mengakui kemalasan dia memakan buah, tapi sekarang senang sekali karena Kurkur sadar bahwa makan buah akan membantu dia untuk bisa bangun pagi juga.

Kurkur bergegas ke Bibi Orin. Bibi Orin adalah sebuah pohon jeruk yang tengah berbuah lebat. Negeri Sunpride sedang musim buah jeruk. Negeri Supride bagai hamparan permadani oranye saat ini karena banyaknya pohon buah jeruk yang berbuah di musim tahun baru Cina ini. Setiap musimnya akan bergantian berbagai buah akan berbuah lebat.

Bibi Orin senang dengan kedatangan Kurkur dan faham dengan apa yang dialami Kurkur, karena hari inipun dia jadi bangun kesiangan padahal hari ini janji dengan pak tani memanen sebagian buahnya.

“Kurkur setiap hari kemarilah atau dua hari sekali, aku akan dengan senang hati membagi buah jeruk di tubuhku agar kamu bisa mengkonsumsinya. Aku yakin kamu jadi lebih sehat dan segar nantinya, jadi tidak ada lagi ya negeri Sunpride terlambat bangun siang,” kata bibi Orin bijaksana.

Sejak saat itu Kurkur rajin makan berbagai buah, tidak hanya buah jeruk tapi berganti-ganti karena musim berbuah pun juga berganti-ganti datangnya. Dan semua pohonan buah dengan senang hati membagikan buah mereka untuk Kurkur yang tidak pernah lagi terlambat membangunkan mereka setiap menjelang matahari terbit.

kurkur-dan-bibi-orin_logo


Penghujung Tahun Juara 3 Lomba HOKI

Motivasi Menulis Anak

my-kids-book

link : http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=25&jd=Selamat%2C+Inilah+Para+Pemenang+Lomba+Tulis+HOKI+2016%21&dn=20161218232402

http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=5&jd=LOMBA+TULIS%3A+Mengajari+Dengan+Senang+Tanpa+Menggurui&dn=20161207054947

LOMBA TULIS: Mengajari Dengan Senang Tanpa Menggurui
Oleh : Noorhani Dyani Laksmi | 08-Des-2016, 03:13:12 WIB

KabarIndonesia – Resolusi tahun 2017 kali ini adalah kembali pada ketertarikan menulis anak yang sempat banyak tertunda karena di tahun 2016 rasa penasaran bisa menerbitkan tulisan novel-novel remaja dan dewasa. Juga penasaran menulis novel non fiksi jadi aktivitas menulis anak yang sebenarnya menjadi karir awal genre saya terjun di dunia menulis tahun ini tidak terlalu produktif di genre ini.

Dan tahun ini 27 buku yang saya hasilkan 1 novel teenlit, 1 novel romance, 1 novel fiksi, 1 novel romance duet dengan Ariny penulis Kau Begitu Sempurna, 1 buku kumpulan dongeng anak, mengerjakan 2 buku non fiksi tunggal client tentang Buku Pintar Pengurusan Jenasah penulis Suhartini Ashari,S.TH.I.,M.Kom.I. dan buku Basic English penulis Ahmad Juma Khatib,S.S,M.Si, dan 21 buku antologi .

Tahun 2016 ini saya evaluasi untuk menulis anak ternyata hanya 1 buku dongeng yang saya terbitkan dan ada beberapa naskah masih berjuang di meja redaksi media beberapa majalah anak-anak, hanya saja sampai akhir tahun ini sepertinya belum ada khabar baiknya.

Baiklah penghujung tahun 2106 dan akan memasuki tahun 2017 saya rindu ingin kembali meramaikan penulisan anak-anak lagi karena memang anak-anak adalah sosok yang membuat saya menikmati hidup lebih indah.

Kehadiran dua puteri saya menyempurnakan nikmat yang Allah telah limpahakan dalam kehidupan saya. Sejak kehadiran Icha puteri pertama, saya yang dari kelas 3 Sekolah Dasar menyukai hobi menulis cerita anak menjelang anak-anak tidur berusaha untuk membacakan buku-buku cerita anak, dongeng, fabel.

Sampai sekarang kakak Icha yang sudah kelas 3 Sekolah Dasar dan adiknya Fayre kelas 1 Sekolah Dasar setiap jelang tidur maunya didongengin dulu karena memang sudah menjadi kebiasaan sejak mereka balita. Tapi karena mereka sekarang sudah bisa membaca kita bergantian membaca cerita yang menemani jelang tidur.

Sungguh ada kepuasaan tersendiri saat bisa membacakan atau mendongengkan tulisan yang saya buat sendiri, sepertinya mereka lebih menghayati dan terimajinasi dengan cerita hasil karya ibunya dibandingkan jika saya hanya membacakan karya orang lain.

Ada kebahagiaan mengalir di dalam hati, itu hanya bercerita untuk dua puteri saya saja coba bayangkan bila ternyata banyak yang menyukai cerita-ceita menulis anak kita yang berbobot dengan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan? Rasanya tak akan ada habisnya kita mentransformasi pada pikiran anak-anak yang masih bersih dan muat banyak pengetahuan baru diisi dengan mengajari nilai-nilai kehidupan dengan cerita, dongeng dengan cara senang dan tanpa menggurui.

Membuat tulisan anak dan menceritakan secara tidak sadar memberitahu nilai-nilai kebaikan yang ada dalam cerita saat mereka membacanya. Tulian yang kita buat dengan didongengkan atau mereka membaca sendiri akan terserap dalam pikiran mereka.

Saya mencoba kembali ke masa lalu saat saya kecil alangkah senangnya setiap mendapat majalah baru anak-anak, apa yang saya baca seolah saya merasakan sendiri dan tanpa sadar saya praktekan dalam kehidupan.

Kisah-kisah waktu saya kecil dan membekas dalam pikiran adalah seperti serial Si Tini, Deni Manusia Ikan, Grim, HC Andersen disana banyak mengajarkan kasih sayang, cinta teman, persahabatan, kebaikan hati dan itu secara tak langsung menjadi tertanam dalam pikiran saya bahwa Tuhan menyukai hal-hal kebaikan dan setiap kejahatan akan selalu ada akibatnya.

Cerita anak itu sangat efektif untuk membentuk karakter-karakter kebaikan pada anak-anak. Sebagai penulis bisa menulis cerita buat anak dengan baik, cerita disukai anak-anak dan membuat anak-anak senang sekaligus tertanam budi pekerti di pikirannya tentu saja selain amalan yang baik ada banyak kepuasan bathin yang tidak dinilai dengan sekedar materi dalam hati penulis.

Nah untuk menghasilkan buku yang menarik buat anak-anak dan apa yang dibutuhkan anak-anak agar berminat membaca apa yang kita tulis bukanlah hal yang mudah.

Pertama yang pasti penulis anak dia adalah sosok yang menyukai dunia anak, banyak ingin tahu apa yang menjadi trend anak-anak sekarang agar diekspresikan dalam sebuah cerita, dongeng, fabel yang sebenarnya mengacu pada banyak permasalahan, pengajaran, budi pekerti dan pesan moral yang tersirat di dalamnya secara tidak terang-terangan.

Bila sudah memenuhi syarat meyukai dunia anak dan ingin tahu seluk beluk aktivitas anak pasti akan mudah menemukan ide-ide penulisan yang sedang dibutuhkan saat ini.

Seperti yang baru-baru saat ini mungkin secara tidak langsung adanya aksi 212 melihat banyak orang tua menceritakan topik aksi damai yang digelar di Monas juga anak-anak sekarang yang pastinya ikut mendengar secara tidak langsung berbagai polemikk bahkan mungkin sesekali melihat dari gadget orang tuanya jadi ikutan heboh dengan kerumunan orang-orang yang sangat ramai. Sehingga menimbulkan berbagai persepektif susdut pandangan anak-anak sendiri kalau berkumpul seperti apa yang dilhat dan didengar semata itu pasti hal yang baik, hal yang damai dan sesuatu yang harus dicontoh. Dalam kenyataan belum tentu hal yang bergerombol itu juga baik, seperti demo anarkis, protes-protes jalanan yang tidak jelas.

Mungkin kita bisa menjelaskan dengan cerita bahwa bergerombol asalakan mempunyai tujuan yang jelas seperti musyawarah, berdamai tidak ada kemarahan dan bersatu dalam bentuk fabel, cerita anak umum atau bahkan dongeng akan lebih mudah difahami daripada kita menjelaskan ini aksi damai membela sebuah golongan. Anak tidak akan mengerti.

Selain suka akan dunia anak yang kedua untuk menjadi penulis anak juga adanya dorongan dalam hati ini menanamkan hal-hal kebaikan untuk generasi penerus, dengan adanya kesukaan dan niat baik pasti akan mudah kita merangkai kata-kata untuk disampaikan pada anak-anak hal-hal positif kehidupan.

Ketiga adalah terus juga banyak membaca tulisan teman-teman penulis anak, bahkan kalau perlu saling mengenal agar bisa bertukar pikiran segala hal yang sepertinya sedang dibutuhkan oleh pasar, karena pasti penerbit pun banyak melakukan survey untuk mendapatkan naskah anak yang tengah diperlukan sehubungan dengan beragam perilaku anak-anak yang perlu dibimbing dengan dunia litearasi.

Kalau saya pribadi ingin mengikuti workshop penulisan anak, karena selama ini saya belajar otodidak dengan mengamati kedua puteri saya dengan teman-temannya, anak murid saya di sebuah Sekolah Dasar Silaturahim dan anak-anak di Sanggar Rumah Hijau yang saya kelola.

Setiap hari berkumpul dengan anak-anak saya jadi secara langsung bahkan tidak langsung selalu mengamati setiap perilaku anak-anak yang beragam, dari anak yang baik dan anak yang sangat bandel. Tapi itulah anak-anak sebenarnya! Anak-anak yang akan mencontoh apa yang dilihat, didengar, dibaca dalam kesehari-harian. Jadi berilah bacaan anak-anak yang baik yang bisa diterima dengan menyenangkan dan menarik.

Anak-anak bisa diandaikan mereka buku putih yang perlu coretan tangan yang indah dan tepat sehingga akan membantu pembentukan perilaku yang baik buat mereka. Jadi keempat yang dibutuhkan seorang penulis sesekali juga sepertinya workshop untuk lebih mengenal teknis penulisan anak agar kelihatan menarik setelah banyak melakukan survey dan pengamatan terhadap perilaku anak-anak di sekelilingnya.

Saya menyadari menulis anak sepertinya genre penulisan yang akan saya tekuni seterusnya walau genre novel romance, teenlit dan non fiksi masih juga menggoda untuk dikerjakan, tapi 2017 ini saya mempunyai resolusi akan menulis cerita anak lebih banyak dari sebelum-sebelumnya.

Sebuah impian saya di tahun 2017 adalah bisa membuat PicBook, semoga dengan dimuatnya tulisan ini akan ada yang mengajak saya untuk berkolaborasi mewujudkan satu resolusi di tahun 2017 menulis Picture Book atau buku bergambar dan bisa menjadi bahan saat saya mendongeng untuk dua puteri saya menjelang tidur dan anak-anak didik saya di sekolahan SD Silaturahim, anak asuh di SD Sabilina dan Sanggar Hijau.

Dan sepertinya saya tetap ingin menjadi bagian di dunia penulis sebagai penulis anak-anak yang produktif yang bisa mengajari anak-anak dimanapun dengan literasi saya dengan senang tanpa menggurui.

Noorhani Dyani Laksmi_shadow teacher dan penulis.


Tulisanku di Koran Berani dan Majalah Berani Agustus – September 2012

Beberapa tulisan di muat di koran Berani dan majalah Berani Edisi Agustus – September

surat info pemuatan

 

Tim Bersepeda Lingkungan di Berani Magazine

Cerita Anak Bersambung Hitungan Kancil dan Buaya


Cernak Di Muat Di Lampung Post 4 Dec 2011

Ini link nya :

http://www.lampungpost.com/dunia-anak/17555-kisah-sepasang-sepatu-.html

 

Enjoy Reader !


Di Muat Majalah MENTARI – Tahun XXVIII Minggu Ke V Mei 2011

Hitungan Kancil Dan Buaya

“Wah kita  harus cepat mencari tempat baru, semua tanaman sayur dan buah semakin menipis,penghuni di sini terlalu padat. Kita harus mencari lahan baru yang lebih menjajikan.” Pikir keluarga kancil yang mulai dihantui rasa takut akan kelaparan.

Memang Hutan Linggar pada awalnya sangat nyaman bagi kehidupan kancil dan binatang-binatang lain tetapi semakin hari yang menetap di daerah hutan Linggar semakin banyak, sehingga kerap kali terjadi perebutan makanan di antara mereka. Hukum rimba yang berlaku siapa yang kuat dan perkasa dialah yang menang dan menguasai daerah.

cerita selanjutnya bisa dilihat di HKDB


Cernak : Dinda Tidak Bodoh!

Beberapa hari ini nilai-nilai Dinda selalu dibawah angka enam, padahal sebelumnya Dinda selalu memperoleh nilai di atas angka delapan. Bunda Fitri heran dengan merosotnya nilai Dinda.

“Dinda, apakah kamu ada masalah Nak ? ” Bunda Fitri menanyakan apa yang mungkin terjadi dengan putri kesayangannya.

“Tidak Bunda, Dinda tidak kenapa-kenapa hanya saja Dinda memang kurang konsentrasi.”

Beberapa kali Bunda Fitri menanyakan, Dinda selalu menjawab tidak ada masalah dengan dirinya, sehingga Bunda Fitri hanya bisa bersabar dan tetap mencari tahu masalah turunnya nilai putri kesayangannya.

Dinda sebenarnya sudah bisa memahami materi apa yang akan menjadi ulangan di kelasnya, tetapi berkali Dinda mencoba membaca tulisan yang ada menjadi buram, dan Dinda semakin kesulitan bila dia pas kebagian duduk di agak belakang dan samping papan tulis. Dinda hanya bisa meraba soal yang tertulis dan menjawab dengan ragu-ragu setipa pertanyaan yang ada tercatat. Sepertinya ada yang tidak beres dengan matanya.

“Aduh kenapa jadi tulisan buram semua ya? aku tidak bisa melihat dengan jelas, jangan-jangan mataku sakit? Aduh bagaimana ini?” Dinda merasa ketakutan sendiri.

Rasa resah menggelayuti pikiran sepanjang pelajaran sekolah, tiba-tiba “Dinda, coba kamu jawab pertanyaan nomor 11.” Tiba-tiba suara Bu Guru Ani mengejutkan lamunannya.

Dinda terkaget-kaget, dan kembali dia hanya melihat sekumpulan semut putih yang berbaris, tulisa di papan tulis benar-benar menjadi kabur kadang nampak menjadi dua tulisan yang bertumpuk.

Dinda mulai membaca dengan gemetar ” Z aaat h h hijjjau daaaun padaa tangaan…”

“Haaahaaahaaa, haaahaaahaaa…huuu.” Suara murid-murid kelas 3 B menertawakan Dinda yang tergagap-gagap membaca dan salah.

“Ah Dinda malu-maluin kelas kita nih!” Seru Dodo yang memang suka usil di kelas.

“Dinda ternyata nggak bisa baca! Anak bodoh” Seru Dodi yang kembaran Dodo, yang sama usil dengan kembar identiknya.

“Dinda, ayo teruskan no 11.” Bu Ani agak keras, tapi juga agak curiga karena Dinda mengernyitkan matanya dan kebingungan.

Dinda malu dan berlari ke luar kelas, matanya terasa panas dan air mata mengalir perlahan.Kesal dan malu di bilang anak bodoh oleh si kembar Dodo Dodi.

Di taman sekolah Dinda duduk menenangkan hatinya.

“Dinda kamu sakit?” Tiba-tiba bu guru Ani sudah ada di sampingnya.

Dinda menggelengkan kepala, “Pasti bu guru Ani akan menanyakan hal yang sama seperi Bunda.” bisik hati Adinda.

“Ibu tahu, kamu bukan anak bodoh. Nilai kamu merosot hampir 2 minggu ke belakang, dan tadi Ibu memperhatikan setiap gerak-gerik kamu. Saat ulangan dan saat pelajaran Ibu. Sepertinya kamu ada masalah dengan penglihatan ya?” Selidik bu guru Ani.

Adinda tidak bisa membohongi apa yang barusan bu guru Ani katakan, karena memang bu guru Ani tahu persis gerak-geriknya di kelas.

“Sudah hampir 2-3 minggu ini mata saya menjadi sangat buram Bu Guru, tapi saya takut bila harus ke dokter dan memakai kacamata seperti orang tua.”

“Dinda, akan lebih parah bila kamu tidak mau berterus terang ke orang tua kamu akan kondisi kamu yang sebenarnya, kamu bisa tidak naik kelas kalau membiarkan hal ini.” Nasehat bu guru Ani.

“Apa yang kamu takutkan sebenarnya hanya ketakutan sesaat, dengan berkaca mata bukan berarti kamu anak cacat kok! juga bukan berarti kamu seperti orang yang sudah tua sayang, itu hanya proses yang terjadi dari diri kita.”

“Maksud Bu Guru?”

“Dinda harus bilang ke Bunda, dan Bunda akan antar kamu ke optik untuk di periksa, pecayalah itu tidak sakit dan bila memang perlu memakai kaca mata pasti Bunda akan memilihkan yang pas buat kamu, biar tetap cantik.” Panjang lebar bu guru Ani menerangkan.

“Tapi Bu Guru nanti aku di ejek-ejek jadi si ‘Bolooor’, Dinda teringat sepupunya yang pakai kaca mata yang tebal sekali, lalu dipanggil si ‘Bolooor’ duh nama yang nggak keren sama sekali di telinganya, apalagi sampai melekat menjadi ‘Dinda Si Bolor’.

“Dinda, siapa yang berani ngjek-ngejek nanti Ibu Guru nasehati. Ibu rasa kamu tidak akan jadi ‘Si Bolor’ asal kamu dengar saran dokter agar lebih menjaga kesehatan mata.” Kata bu Ani yang ikutan geli dengan sebutan Si Bolor barusan terlontar dari Dinda.

Sesampainya di rumah Dinda menyerahkan surat dari bu guru Ani buat bundanya, dan “Ya ampun Dinda, ternyata selama ini kamu ada masalah dengan penglihatan, kenapa setiap Bunda tanya kamu tidak berterus terang ?”

“Hmmm benar kamu takut dijuliki ‘Si Bolor’, seperti kata bu guru Ani.” tanya Bunda Fitri lanjut.

Dinda mengangguk.

“Dinda, Dinda…sudah ayo tidur siang nanti sore kita ke optik.”

Hari Senin yang cerah, Dinda sudah memakai kaca mata dan sekarang tidak lagi kesulitan membaca tulisan yang ada di papan tulis. Tidak ada lagi sekumpulan semut putih juga tulisan dobel membayang, dan teman-teman kelasnya semua memaklumi. Tidak ada panggilan Si Bolor juga. Ternyata cek kesehatan mata juga tidak sengeri bayangan Dinda sebelumnya.

Ilustrasi : Google.com

link :DUMALANA


Cernak : Perlombaan Menyusun Perangko

PERLOMBAAN MENYUSUN PERANGKO

Fay tidak bisa tidur karena besok adalah waktu untuk mengikuti perlombaan menyusun perangko.

Fay tidak ingin kalah dalam perlombaan besok, apalagi mengumpulkan perangko-perangko bekas adalah hobby Fay.

Fay sudah mengumpulkan perangko bekas sejak kelas 2 Sekolah Dasar dan sudah 1 tahun ini Fay berburu perangko bekas. Berawal dari Mbak Icha,  kakak Fay yang mengikuti Najwa sahabatnya suka membeli perangko bekas di toko buku dan berburu perangko bekas dari bekas-bekas surat Eyang jaman dahulu yang menumpuk di gudang menjadikan kegiatan yang menyenagkan bagi Fay.

Perangko-perangko di mata Fay sangat unik, sebuah kertas kecil dengan sejuta cerita. Perangko yang memuat berbagai foto, Fay mengelompokan perangko dalam negeri menurut jenisnya dan untuk perangko luar negeri dikelompokan per negara.

“Sel tukeran perangko Bung Karno 2 Sen dengan 5 Sen dong, aku belum punya koleksi yang 5 Sen.” Usul Fay.

“Baiklah, kebetulan aku ada 2 dan aku tidak punya Bung Karno yang 2 Sen jadi lengkap koleksi kita.” Gisel sahabat Fay setuju. Jadilah 2 sahabat kecil saling barter perangko bekas.

“Fay minggu depan seri apa yang kamu ikutkan perlombaan menyusun perangko ?” Tanya Gisel mengenai perlombaan filatelis.

“Aku masih bingung juga nih, rahasia dong kamu kan juga ikut lomba kan?” Kata Fay.

Gisel tersenyum, “He he iya ya rahasia juga.”

Dan seminggu tiada terasa, Fay berdebar di arena perlombaan menyusun perangko yang diselenggarakan perkumpulan Filatelis Indonesia.

Perlombaan dimulai, Fay mulai menggunting plastik sampul serapih mungkin, digunting segi empat, dan mulai melipatkan plastik ke perangko-nya sehingga perangko menjadi bersampul plastik dan terlindung. Kemudian bagian belakang direkatkan dengan selotip tapi tidak sampai mengenai kertas perangko. Semua dilakukan hati-hati dan cermat.

Waktu terus berjalan tidak terasa 1 jam yang disediakan panitia akan habis. Fay tergesa merampungkan lipatan terakhir dan menyelesaikan susunan terakhir.

Selesailah seri perangko  bunga-bunga kuno tersusun rapi.

Akhirnya pengumuman pemenang dibacakan Fay berdebar menanti.

” Untuk juara pertama di raih oleh Jasmine dengan perangko serial Bung Karno, juara ke dua di raih oleh Naura perangko serial Hasil Bumi Indonesia, dan terakhir juara ke tiga diraih oleh Fayre dengan serial Bunga Indonesia.” Kata MC Acara Filatelis 2011.

“Bunda aku juara ke tiga.”  Antara kecewa tapi senang Fay maju ke depan menerima piala dan piagam penghargaan.

Bunda bertepuk dan memberi Fay selamat dengan senyum bangga.

“Maaf Bunda Fay belum bisa juara pertama.”

“Fay dalam perlombaan jangan hanya mengutamakan menang, karena menang dan kalah adalah selalu menjadi badian dalam pertandingan, utamakan sportifitas dan membangun kepercayaan diri.”

Fay mangangguk-angguk, tetap bertekad untuk terus menekuni hobby nya, karena dengan filatelis Fay banyak memperoleh pengetahuan.

Selamat Pagi Adik-adik : Tekuni yang menjadi hobby karena dengan tekun dan serius akan menghasilkan suatu prestasi.

ilustrasi : koleksi pribadi dan google.com

Menyimak dan comment cerita lain yuk :

http://dumalana.com/2011/04/14/cernak-hitungan-kancil-dan-buaya/#more-4367

Write without boundaries – https://noorhanilaksmi.wordpress.com/
Noorhani Laksmi

Noorhani Laksmi
View all posts by Noorhani Laksmi