Mudik

Mudik 15 : Habis dari Taman Reptil Sanggaluri ke Bale Apoeng

RM. BALE Apoeng
Jl Raya Bojongsari Km 5 (selatan pertigaan Owabong)
Purbalingga tlp 0281 7600747

Sepulang dari taman reptile Sanggaluri, rasa lapar menyerang kami sekeluarga. Kuliner kali ini menuju ke Rumah Makan dengan setingan gubuk-gubuk diatas air pemancingan, ada juga tersedia dalam kursi-kursi duduk di jumpai pertama kita masuk.

Menu yang kami pesan : udang telur asin, gurame bakar, mie goreng, ca kangkung. Dengan minuman es jeruk.

Suasana lingkungan yang sejuk dengan semilirnya angin berhembus menambah kenikmatan kita menyatap makanan serasa di tengah danau.Icha sambilmakan, bias member ikan-ikan makanan juga, ikan yang gemuk ramai berebut nasi yang di lempar di air atas gubuk.

Icha juga bermain ayunan, plorotan, jungkat-jungkit dan naik-naik ke tali yang disiapkan selain selain tangga menuju plorotan. Ada yang menarik adanya kursi panjang kayu mengingatkan kursi tua di taman.

Untuk harga masih relative terjangkau. Jadi jangan ragu untuk berkuliner di temapat Bale Apoeng (tempat yang terapung).

Advertisements
Mudik

Mudik 14: Masih Berkuliner di RM Djoglo Kanoman

Satu lagi RM baru di Purbalingga berdiri 2009

RM Djoglo Kanoman 3-5 Khas Alami Jawa

Malam hari kesini disambut dengan pelayan yang sederhana dan ramah, “njwani” banget.Mbak Mas yang langsung menawarkan mau lesehan atau duduk. Kami memilih untuk duduk lesehan, dengan di gelar tiker yang empuk sehingga anaku bisa leyeh-leyeh.Kita pesan :soup jagung, ikan gurami bakar (yang khas sini), gurami goreng my fav, tempe penyet, ayam goreng, cak kangkung dan berbagai minuman yang siap saji dari teh tarik, coklat susu, wedang jahe juga ada.

Tempat nya begitu lapang dan sejuk tepat di pinggir jalan Kanoman,terdapat ayunan untuk tiduran bisa juga bermain si kecil.

Untuk makanannya hmmm yummy dan tidak terlalu mahal …

Jadi berkuliner kesini bisa di coba…monggo lho…

Mudik

Mudik 13 : Masjid Darussalam ‘e’ wong Purbalingga

Masjid Darussalam : masjide wong Purbalingga – Perwira

Di masjid ini kami menjalankan ijab kabul…jadi teringat waktu acara pernikahan…nostalgia dikit sewaktu smp (saat mudik purbalingga) 🙂

Masjid kebanggaan masyarakat Purbalingga ini semakin kokoh berdiri dengan agungnya. Masjid yang terletak dekat dengan alun-alun dan pendopo kabupaten Purbalingga merupakan bangunan yang luas bisa menampung beberapa ribu jamaah.

Beberapa kali renovasi dengan mencotoh seperti masjid di negeri Arab dengan domonasi hijau, abu-abu dan biru muda menambah keagungan dan ketenangan masjid Darussalam.

Banyak aktivitas sore yang dilakukan disini seperti pengajian anak-anak dan orang tua, belajar tabuh bedug dan adzan. Di hari tertentu untuk acara pernikahan ijab qobul.

Di depan masjid besar kebanggan Purbalingga ini juga kita menjalankan sholat Id bersama.

Gema Takbir dan tahmid berkumandang pertanda hari yang fitri telah tiba, bila ada kesalahan mohon kiranya untuk dimaafkan. Selamat Idul fitri mohon maaf lahir dan bathin 1431 H (Eko Fam)

Mudik

Mudik 12: Stadion Goentoer Daryono Dilengkapi Lampu Tembak

Saat Mudik Lebaran, sekilas mengenai Stadion baru Purbalingga :

 

Guna mengurangi kerawanan pada malam hari, tepatnya di halaman depan Stadion Goentor Daryono yang ada di Kelurahan Purbalingga Kidul akan dibangun menara lampu tembak (shotlight). Dua lampu masing-masing berkekuatan 1000 watt ini akan dibangun disisi timur dan barat depan stadion.

Diharapkan dengan dua menara lampu ini akan mampu menerangi halaman depan stadion yang sering digunakan masyarakat pada malam hari. Tinggi menara yang akan dibangun mencapai 30 meter.

Pembangunan dua menara tersebut akan dibiayai dengan APBD Perubahan tahun 2009. Pihaknya mengharapkan usulan tersebut dapat disetujui dewan. Pasalnya setelah pembangunan selesai, semua kegiatan kemasyarakatan akan dipusatkan di stadion tersebut

Saat ini, pemkab berencana membangun 5 lokal kelas untuk SD Purbalingga Kidul yang terkena dampak pembangunan. Karena dalam pelaksanaan pembangunan stadion tersebut, sempat membongkar 4 lokal. Pembangunan 5 lokal ini juga menunggu diputuskannya APBD Perubahan 2009 dari dewan.

Masyarakat setempat sempat mengusulkan penggunaan stadion karena selama ini tidak ada lokasi lain untuk kegiatan desa setempat, dan pemkab memfasilitasi pembuatan empat lapangan volley ball disisi barat stadion.

Stadion Goentoer Daryono salah satu perubahan yang memoles wajah Purbalingga lebih maju… 🙂

Link :

http://www.purbalinggakab.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1930&Itemid=62

Mudik

Mudik 11: Usman Janatin City Park

Usman Janatin City Park

 

Area ini 2 tahun yang lalu merupakan pusat pasar traditional atau pasar gedenya Purbalingga.

Sekarang sudah berubah menjadi taman kota yang sangat menarik. Tempat ini biasa anak muda-mudi bisa berkumpul, duduk-duduk di taman kota yang luas.

Di tempat ini dilengkapi dengan LCD yang berukuran besar menayangkan serba serbi kota Purbalingga dengan perkembangannya. Ada gedung Entertainment yang di gunakan acara-acara kesenian.

Sore dan pagi hari duduk-duduk disini sambil menikmati lalu lalang kendaraan lumayan enak.

Usman Janatin tepatnya terletak di :

Taman Kota
Jl. A. Yani
Purbalingga, Jawa Tengah
Jadi tidak ada salahnya untuk berkunjung ke sini sekedar melepas penat sejenak.

Salam Braling!

Sekilas tentang Usman Janatin :

Usman Janatin bin H. Ali Hasan (Dukuh Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, 18 Maret 1943 Singapura, 17 Oktober 1968) adalah salah satu dari dua anggota KKO (Korps Komando Operasi; kini disebut Marinir) Indonesia yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia.

Bersama dengan seorang anggota KKO lainnya bernama Harun, ia dihukum gantung oleh pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan tuduhan meletakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang padat pada 10 Maret 1965 (lihat Pengeboman MacDonald House). Ia dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.

Minal aidin wal faidzin…mohon maaf lahir bathin,…tulus dari hati yang terdalam (by Imam & fam)

link : http://www.indonesiaindonesia.com/f/4391-pahlawan-nasional-usman-janatin/

http://foursquare.com/venue/5473983

http://id.shvoong.com/travel/destination/2057599-usman-janatin-city-park/

Mudik

Mudik 10 – Pasar Segamas – Purbalingga (Pasare Segala Masalah)

Purbalingga – Jawa Tengah

Jajanan Pasar di Pasar Segamas

Mudik kali ini kembali ke Purbalingga yang banyak mengalami perubahan beberapa tahun kebelakang, diantaranya Pasar Gede Purbalingga setahun lalu masih terletak di pusat kota sekarang sudah berdiri dengan megah di tempat yang dulunya GOR Wasesa.

Pasar traditional ini kelitan lebih modern dengan bangunan yang kokoh.

Namanya : Pasar Segamas

Pagi  yang sejuk jam 7 Sabtu 11 Sep 2010,aku menemani mama ku untuk mencari sayur ke pasar baru Purbalingga – Segamas, pedagang terlihat lebih rapih dan teratur kios-kiosnya, halaman juga terlihat lebih bersih dibandingkan pasar lama.

Pasar lama telah berubah menjadi taman kota yang bernama Taman Kota Usman Janatin.

Sedangkan GOR sendiri pindah ke daerah pegedangan dengan nama Gelora Goentoer Darjono.

Pasar di bangun 2 kali lipat luasnya dari pasar sebelumnya terdiri dari : fasilitas bisnis dan perdagangan, area food courts, perbankan dan butik ATM.

Pemkab Purbalingga mambangun kawasan bisnis SEGI TIGA MAS atao SEGAMAS yang akan menjadi pasar termodern di wilayah Jawa Tengah bagian barat.

Tetapi banyak yang menjuluki pasar ini pasar “ LENJEH” atao pasar “CEWE” karena dinding catnya berwarna pink.

Tetapi ada juga yang mengatakan Segamas dengan istilah Segala Masalah ada disini dan Segala Masalah juga bisa di selesaikan di pasar ini.

Keterangan :

Lenjeh : genit

” Taqobalallahu minnaa wamin kum…syiamana wasiamakum…selamat Idul Fitri 1431 H, minal aidin wal fa idhin …Mohon maaf lahir batin “ (by Dasye & fam)

Link : http://purbalingga-mbangun.blogspot.com/

Mudik

Mudik 9 – Nendangnya Soto Jl Bank – Purwokerto

Nendangnya Soto Jalan Bank – Purwokerto – Jawa-Tengah

Soto Jalan  Bank – Purwokerto – Jawa-TengahPurwokero kota Satria, ada soto yang gak lepas dari kuliner bila pul kam.
Soto yang terletak sepanjang Jl. RA Wiriatmaja  no 15 Purwokerto.

Dulu Cuma 1 warungnya ternyata terakhir pulang mudik September 2010 jadi berkembang 2 – 3 warung lagi untuk antisipasi lonjakan customer.

Tapi tetap yang saya kunjungi warung  soto yang sudah berdiri dari awal, Soto H Loso terkenalnya, dengan bumbu tauco dan dimasak dengan kayu plus sambel kacangnya yang “buket” dahsyattt….

Dengan porsi yang “sedang” cukup nendang di perut, tapi biasanya buat adekku yang cowok 2 mangkok lebiiih mantabb!!

Banyak terpasang foto orang-orang terkenal singgah di warung sederhana ini. Seperti Alm Gus Doer, Pres Megawati, Jaduk, and others.

Soto Ayam JALAN BANK  (ASLI AYAM KAMPUNG)  HAJI LOSO
Perporsi  Rp. 8.000,- Rp. 9.000
Ph : 0281 – 639353
Jadi Monggo mampir kalo pas ke Purwokerto – Banyumas J

KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN :

Selamat Hari taya Idul Fitri 1431 H (From Aileen, Benny & Levon)

 Link : http://www.tript.com/site/Purwokerto

        http://id.shvoong.com/travel/destination/2055082-nendangnya-soto-jalan-bank-purwokerto/

Mudik

Mudik 8 – Sanggaluri Park – Purbalingga – Jateng

Tempat Wisata Sanggaluri

Purbalingga (desa Kutasari) – Jawa Tengah


 1. Taman Reptil & Insect

Pertama masuk akan dijumpai kolam ikan yang di manfaatkan orang-orang berendam dan ikan-ikan tersebut mengkrubutin (fungsinya menyembuhkan kecapaian). Di dalam gedungnya sendiri berbagai macam ular, reptile, kupu-kupu.

2. Rumah Boneka Lintang

Merupakan sumbangan dari Lintang P Perwira Januari 2010 (putra bungsu dari bapak Bupati Triyono Budi Sasongko). Berisi berbagai boneka juga ditempel berbagai tokoh-tokoh penemu dunia.

3. Museum Oeang (Uang)

Sumbangan dari Kel Triyono Budi Sasongko didukung Bank Indonesia 18 Desember 2008 (bertepatan dengan ulang tahun Kabupaten Purbalingga).Dari Awal masuk sudah terpasang istilah-istilah yang berhubungan dengan keuangan (seperti : apakah uang, uang kertas, uang giral, uang logam, bank, bank sentral, deflasi, inflasi). Didalamnya banyak di jumpai berbagai jenis mata uang logam dan kertas dari tahun ke tahun. Selain uang juga ada perangko kuno baik dalam negeri maupun luar negeri dan bendera dari berbagai bangsa.

4. Museum Perangko

Satu gedung dengan museum uang. Berbagai peranko kuno, manca negara terpasang dengan susunan yang rapi dan terorganisir. Yang menarik buat saya perangko  Lady Diana yang sangat cantik.

5. Rumah Prestasi

Berisikan piala-piala., piagam-piagam penghargaan yang telah dicapai oleh kabupaten Purbalingga. Tersusun dengan sangat rapi.

6.Wahana Iptek (Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan)

Tempat sebagai media berkarya mengenai teknologi yang sangat bermanfaat bagi anak-anak kita mengembangkan ilmu pengetahuan alam.

7. Taman Bermain

Terdapat kereta-keretaan, boneka mesin isi coin.

Bagi anak-anak balita disinalah tempat yang paling ramai dikunjungi.

8. Museum Wayang & Artefak

Berbagai patung wayang dari bagong (khas Banyumas), Semar, Wayang golek,Wayang Tegal berjejer rapi.Dan artefak-artefak peninggalan sejarah.

9. Kebon Buah dan Sayuran

Kebon menambah kesejukan daerah wisata ini.Berbagai tanaman buah seperti jeruk, mangga rambutan dan sayuran seperi cabai.

Buka :

Senin – Minggu jam 09.00 WIB – 17.00 WIB

Tiket Hari biasa Rp. 10.000

Hari Besar Rp. 15.000

Informasi :

Ph (0281) – 6599238

Fax (0281) – 6599296

E-mail : reptile_insectpark@yahoo.co.id

Mudik

Mudik 7 – Jajanan Nang Pasar Gede Segamas Purbalingga

Purbalingga – Jawa Tengah

Jajanan Pasar di Pasar Segamas

Mudik kali ini kembali ke Purbalingga yang banyak mengalami perubahan beberapa tahun kebelakang, diantaranya Pasar Gede Purbalingga setahun lalu masih terletak di pusat kota sekarang sudah berdiri dengan megah di tempat yang dulunya GOR Wasesa.

Pasar traditional ini kelitan lebih modern dengan bangunan yang kokoh.

Namanya : Pasar Segamas

Pagi yang sejuk jam 7 Sabtu 11 Sep 2010,aku menemani mama ku untuk mencari sayur ke pasar baru Purbalingga – Segamas, pedagang terlihat lebih rapid an teratur kios-kiosnya, halaman juga terlihat lebih bersih dibandingkan pasar lama.

Tiba-tiba mataku tertuju pada penjual jajanan pasar yang dikrubutin banyak orang, bener-bener antri.

Tanpa sadar aku jadi ikutan antri sambil memperhatikan orang-orang dengan bahasa “ngapak” nya beli jajanan tersebut.

Dari cenil yang berwarna pink, gatot, oyek, jiwel, ketan hitam&putih, grontol, lupis, ketan, kalimba, ditaburi parutan kelapa dan diguyur dengan gula jawa cair, hmmm nikmat sekali.

Harga perbungkus Rp. 1000,-

Jadi monggo mapir jangan terlewatkan!!

Slamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H Semoga Allah SWT slalu melimpahkan Rahmat-Nya kepada kita. Minal Aidzin Wal Faiidzin. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

(by Linda & Taufik)

Mudik

Mudik 6 – Kali Klawing Riwayatmu Kini

Kali Klawing Riwayatmu Kini…

Suara Merdeka 21 Januari 2008

Surat Pembaca

Jembatan Klawing

Mengkhawatirkan

Saya mengamati keadaan jembatan Klawing Bancar di Purbalingga mengkhawatirkan. Konstruksi jembatan memang kokoh, tapi semua tepi jembatan mengkhawatirkan. Tepi atas, tepi bawah, kiri-kanan sering ambrol, sebab tanah tidak kuat menahan arus deras. Jembatan yang dibangun 18 tahun lalu sudah mengalami perbaikan beberapa kali tetapi tetap ambrol.

Dulu anggaran jembatan sekitar Rp 1,8 miliar. Saya kira anggaran untuk perbaikan malah banyak dari itu. Apakah ini malah bisa memberatkan anggaran pembangunan daerah? Jadi jembatan Klawing Bancar sudah berbiaya tinggi.

Tahun 1986 sudah ada survei pembuatan jembatan Klawing yang lokasinya di Desa Kalikajar Wirasana karena dianggap cocok. Bahkan di Pemkab Banyumas sekarang masih ada arsip jembatan Klawing. Sebaiknya arsip itu dibuka kembali agar DPR dapat mempertimbangkan hal tersebut.

Mundiyat

Wirasana RT 6/RW 2, Purbalingga

Kali Klawing – Kaline Wong Purbalingga

Kali klawing – Purbalingga – Jawa Tengah
Kali ini dulu tempat aku bermain, rasanya dulu belum seluas dan segarang sekarang.
Terakhir abrasi yang terjadi semakin lebar dari sudut pandang jembatan Klawing yang ada di Bancar (Kodim) jadi semakin meranggas ke Jalan Jendral Sudirman.
Sabtu pagi medio 11 Sep 2010 udara yang masih sejuk, terbentang back ground Gunung Selamet yang berkabut, derasnya aliran air kali Klawing yang mengalir deras membelah daratan yang terbentang, merupakan panorama yang indah dan menyejukan.
Beberapa orang menjadikan media refreshing dengan memancing dan mengantuk-ngantuk terkena semilirnya air, tapi ada juga orang yang sedang bekerja keras dengan menggali pasir dan batu dengan dikumpulkan di pikulan lalu di panggul dinaikan ke daratan.
Pasir dan batu akan di jual sebagai bahan bangunan.
Ada juga para ibu dan anak kecil yang sedang mandi dan mencuci pakain.
Kali Klawing kebanggaan wong Purbalingga, semoga tetap seger dan tidak tercemar.
Dan yang paling penting tetap menyangga kehidupan orang-orang yang menjadikan kali ini sebagai sumber mata pencaharian.

Monggo kita jaga sareng-sareng kemurnian air kali Klawing.

Go green !

Ket :
Wong : orang
Kali : sungai
Pikulan : tas kayu
Sareng-sareng : Bersama-sama 

Link:

http://www.free-books.us/Others/281175/Kondisi-Limnologis-Sungai-Klawing-Purbalingga-Jateng

http://id.shvoong.com/travel/adventure/2055103-kali-klawing-kaline-wong-purbalingga/