Ramadhan

Desert of Ramadhan 1431 H

Subject: Bocah Misterius   

Kiriman dari sahabatku : hasan muntahar hasan_muthohar@yahoo.co.id

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.

Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang  melekat diplastik es tersebut.

Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.

Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut.

Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap  dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari  kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga! Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.

Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. “Bismillah..  .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu..

Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya. “Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.

“Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..”

Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi. “Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinanpada sebelas bulan diluar bulan puasa?

Bukankah kalian yang lebih sering melupakan  kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis? Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan  hingga kematian menjemput ajal..?!

Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?”  Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.

“Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?  Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.

Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang  kecil seperti  kami…!  Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?

Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?

Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan…,jangan  merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….”

Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu  pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!

Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang! Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional,  tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan  mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.

Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.

Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.. Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang  luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati  mata hatinya.

Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.

Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya.

Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.

Advertisements
Ramadhan

H Minus 1 Ramadhan

Sya’ban sudah di ambang hilang…

Kita jelang ramdahan datang…

Mohon dimaafkan diri ini…

Demi kebersihan hati di bulan suci… (m.rustam)

 Sehari menjelang ramadhan

Syukur aku panjatkan…

Terima kasih Allah masih diberi kesempatan

Untuk mensucikan diri…

 

Begitu banyak khilaf dan alpha

Terhadap orang tua, suami, anak, saudara, sahabat, teman…

Ya Allah beri kami keikhlasan

Beri kami kesabaran

Beri kami hati yang istiqomah

Melalui kesempatan di Ramadhan ini….

 Ya Allah bantulah kami

Yang lemah dan tempat salah

Untuk kembali mensucikan diri…

Kembali ke fitrah Mu

Ya Allah

Doa ini aku panjatkan buat

Orang-orang tercinta

Dan semua sahabat muslim

 Dengan segala kerendahan hati

Maaf atas segala salah dan khilaf

Marhaban yaa Ramadhan

Semoga derajat lebih tinggi

Akan kita raih di bulan yang berkah ini

 Amiiin…….

Ramadhan

Desert of Ramadhan 1431 H (2)

Senin pagi aku udah dapat email dari sahabatku, bagus untuk di share untuk melewati sisa ramadhan ini ….

17 – Panduan Harian Ramadhan (Amalan waktu zhuhur, ashar, maghrib dan ‘isya)

AMALAN WAKTU ZHUHUR
1. Shalat sunnah qabliyyah Zhuhur sebanyak empat raka’at.
Dalam sebuah riwayat dinyatakan:
“Bahwasanya Nabi  shalallohu alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan empat
raka’at sebelum Zhuhur dan dua raka’at sebelum Shubuh.” (HR. al-Bukhari)
Empat raka’at tersebut dikerjakan dengan dua kali salam.
2. Shalat Zhuhur tepat pada waktunya.
Rosululloh shalallohu alaihi wa sallam bersabda:
(( لَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي التَّهْجِيْرِ لاَسْتَبَقُوْا إِلَيْهِ ))
“Seandainya mereka mengetahui pahala yang ada pada tahjīr (bersegera untuk
mendatangi shalat Zhuhur berjama’ah), niscaya mereka akan saling
berlomba-lomba.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
3. Shalat sunnah ba’diyyah(setelah) Zhuhur dua raka’at.
4. Beristirahat sejenak dengan niat yang baik, yaitu agar segar bugar ketika
melaksanakan amal kebaikan dan aktifitas ibadah selanjutnya.

AMALAN WAKTU ‘ASHAR
1. Shalat ‘Ashar berjama’ah.
Rosululloh shalallohu alaihi wa sallam bersabda:
((مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ )). قِيْلَ ِلأَبِيْ مُحَمّدٍ: (
مَا البَرْدَيْنِ؟) قَالَ: ( الغَدَاةُ وَالعَصْرُ ) “Barangsiapa yang menjaga
shalat bardain (dua waktu dingin) niscaya akan masuk surga.” Maka dikatakan
kepada Abu Muhammad (salah se-orang perawi hadits), “Apa itu Bardain?”. Ia
menjawab: “Waktu Shubuh dan ‘Ashar.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
2.Mendengarkan nasehat dan kajian di masjid.
Rosululloh shalallohu alaihi wa sallam bersabda:
(( مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَقرؤُونَ كِتَابَ
اللَّهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ فِيْمَابَيْنَهُمْ، إِلاَّ حَفَّتْهُمُ
الْمَلاَئِكَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ
الرَّحْمَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ )) “Tidaklah suatu kaum
duduk di salah satu rumah Alloh (masjid) sambil membaca al-Qur’an dan saling
mempelajarinya di antara mereka, melain-kan akan dikelilingi malaikat,
diturunkan kete-nangan hati, dinaungi rahmat, dan Alloh akan menyebutkan
mereka kepada (malaikat) yang ada di sisi-Nya.” Dari Abu Umamah radhiallohu
anhu, bahwa Nabi Muhammad  shalallohu alaihi wa sallam bersabda: (( مَنْ
غَدَا إِلَى الَمَسْجِدِ لاَ يُرِيْدُ إِلاَّ لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ
يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ أَجْرُ مُعْتَمِرٍ تَامًا حَجَّتَهُ )) “Barangsiapa
yang pergi ke masjid, tidaklah ia pergi melainkan untuk mempelajari ilmu
atau meng-ajarkannya, maka ia akan mendapapatkan pahala orang yang ‘umrah
lagi sempurna hajinya.” (HR. ath-Thabrani, disahihkan al-Albani)

3. Duduk di masjid untuk membaca Al-Quran dan dzikir, khususnya sore
4.Memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.
5. Membuat halaqah atau kajian keluarga untuk mem-pelajari al-Qur’an dan
as-Sunnah serta hukum-hukum Ramadhan, atau mendengarkan Radio Islami, atau
membaca buku dan majalah Islami.

AMALAN WAKTU MAGHRIB
1. Menyibukkan diri dengan banyak berdoa sebelum datang waktu Maghrib
(berbuka). Rosululloh shalallohu alaihi wa sallam bersabda:
(( ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: مِنْهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ ))
“Ada tiga golongan yang tidak akan ditolak doanya: di antaranya adalah orang
yang puasa sampai ia berbuka.” (HR. at-Tirmidzi dan ia berkata hadits
Shahih) Lalu berbuka puasa dan berdoa:
(( ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ
اللهُ )) “Telah hilang dahaga dan telah basah kerongkong-an, semoga
mendapatkan pahala insya Alloh (jika Alloh menghendaki).” (HR. Abu Dawud dan
ad-Daruquthni, sanadnya hasan) Doa ini dibaca setelah mencicipi hidangan
buka puasa.
2. Menyegerakan berbuka.
Rosululloh  shalallohu alaihi wa sallambersabda:
(( لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ ))
“Umat manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan
berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) 3. Memulai buka puasa dengan kurma,
jika tidak ada maka dengan air.
Rosululloh  shalallohu alaihi wa sallam bersabda:
(( إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلْيُفْطِرْ عَلَى التَّمْرِ، فَإِنْ لَمْ
يَجِدِ التَّمْرَ فَعَلَى الْمَاءِ، فَإِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ )) “Apabila
salah seorang dari kalian berbuka, maka mulailah dengan kurma, bila tidak
ada, maka ber-bukalah dengan air, karena air itu suci.” (HR. Abu Dawud)
4. Berbuka secukupnya dan menghindari makan secara berlebihan hingga
kekenyangan. Sebab hal ini bisa menimbulkan rasa malas dan berat dalam
beribadah. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:
“…Makan dan minumlah kalian dan jangan ber-lebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh
tidak me-nyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. al-‘Araf [7]: 31)
5. Ikut berpartisipasi memberikan hidangan makanan kepada orang yang akan
berbuka puasa. Rosululloh shalallohu alaihi wa sallam bersabda:
(( مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لاَ
يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ )) “Barangsiapa yang memberi makan
kepada orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala-nya (orang yang
puasa), tanpa mengurangi pahala yang berpuasa sedikitpun.” (HR. Ahmad,
dishahih-kan al-Albani)

6. Mengerjakan shalat Maghrib secara berjama’ah dan
bersegera mendatangi masjid.

7. Mengerjakan shalat ba’diyyah Maghrib dua
raka’at.
8. Berkumpul dengan keluarga dan anak-anak untuk menikmati sedikit hidangan
malam.

9. Bersiap-siap untuk Shalat ‘Isya dan tarawih.

AMALAN WAKTU ‘ISYA
1. Shalat ‘Isya berjama’ah di masjid dan bersegera untuk mendatanginya.
2. Mengerjakan shalat ba’diyyah ‘Isya dua raka’at.
3. Shalat tarawih bersama imam hingga selesai.
Rosululloh  shalallohu alaihi wa sallam bersabda:
(( مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ
مِنْ ذَنْبِهِ )) “Barangsiapa yang menyemarakkan Ramadhan dengan penuh
keimanan dan mengharapkan pa-hala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang
telah lampau.” (HR. al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dan
at-Tirmidzi) (( مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، كُتِبَ لَهُ
قِيَامُ لَيْلَةٍ )) “Barangsiapa yang shalat (tarawih) bersama imam sampai
selesai, maka akan dicatat baginya (pahala) shalat sepanjang malam” (HR. Abu
Dawud dan at-Tirmidzi, dan ia berkata hadits hasan shahih) Apabila telah
selesai tarawih dan ditutup dengan shalat witir, maka disunnahkan membaca
doa: (( سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ))
(Dibaca 3 X) (HR. Abu Dawud, dishahihkan al-Albani)
Dan membaca doa:
(( اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ
عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا
أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ )) 4. Segera tidur dan tidak banyak mengobrol
tanpa suatu keperluan.
Abu Barzah al-Aslami rahimahullah berkata:
( وَكَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَهَا وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا )
“Rosululloh membenci tidur sebelum ‘Isya dan mengobrol setelahnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
5. Jangan lupa ketika hendak tidur untuk melaksanakan
Sunnah Nabi , seperti tidur dalam keadaan suci (berwudhu), miring ke bagian
kanan dan ditambah dengan membaca doa-doa sebelum tidur.