Seputar ASI

Seputar ASI (8) : Tambah Semangat Udah Lulus S1 lanjutkan S2 dan S3

Med : Sep 29,2010


Celeberation My Success giving exclusive ASI for Fayre Azkiya

Share , Alhamdulillah bisa lolos S1 nya – memberikan 6 bulan ASI exclusive ke my angel.

Berlanjut untuk ambil S2 nya tetap memberikan ASI sampai 1 tahun.

Dilanjutkan S3 sampai 2 tahun.

Semoga Bisa!! Tetap Semangat Bunda!!!

Juga buat Bunda-bunda seantero dunia…yang berjuang demi putra-putri nya memberikan yang terbaik 🙂 keep smile, keep patient dan Keep IKHLAS….

Sukses ini adalah bukan sukses bunda dengan Fay, sukses ini juga sukses bersama orang-orang disekitar yang membantu, mendukung dan mensuport selama pemberian ASI exclusive.

Thanks for :

    1. Allah SWT yang telah memudahkan dalam proses pemberian ASI

    1. Ayah, yang selalu memberi solusi dan nasehat kesabaran.

    1. Mama yang tidak memaksakan lagi untuk memberi sofur dan makanan pendamping, dengan alasan cucunya rewel karena kelaparan 🙂

    1. My beautiful Mbak Icha – mbaknya Fay yang sedikit demi sedikit hilang rasa ‘jelausnya’, bunda love you verry much 🙂

    1. Bibi – Yu Ram – Mbak Kas – Teteh yang menjaga Fay sepenuh hati saat bunda bekerja.

    1. Dr Reno – Dr Solihin – Bidan Melani yang banyak memberi masukan mengenai berbagai macam serba serbi laktasi.

    1. Agnes my best frend yang banyak menshare trik-trik memperbanyak ASI.

    1. RS Corolus yang telah mengajarkan memerah dengan tangan, sangat membantu saat bunda bekerja memerah dengan cara ini sangat effektif.

    1. Dan terima kasih buat para bunda-bunda seangkatan yang saling mendukung, mbak Tika dan Kakanya, Mbak Wuwuh dan Zitanya, Mbak Eka dan Kesyanya, Mbak Moel dan Syaya…and others…terus semangat!

  1. Pastinya teman-teman di kompasioner yang semangat mengakses, menshare masalah seputar ASI.

Alhamdulillah!!

Kembali mengingat pentingnya Manfaat nyata ASI adalah :

    1. Memperkuat system kekebalan tubuh. Hal ini karena ASI mengandung prebiotik, dengan kandungan prebiotik ini maka sang bayi tidak mudah terkena penyakit.

    1. Menurunkan terjadinya resiko elergi.

    1. ASI menurunkan resiko terjadinya penyakit pada saluran cerna, seperti diare dan meningkatkan kekebalan pada system cerna.

    1. Menurunkan resiko gangguan pernafasan, seperti flu dan batuk.

    1. Mendukung pertumbuhan kecerdasan anak karena ASI kaya akan AA dan DHA.

    1. Memiliki komposisi nutrisi yang tepat dan seimbang.

    1. Bayi-bayi yang di beri ASI menjadi lebih kuat. Menyusui juga menurunkan terjadinya obesitas saat si anak tumbuh besar kelak.

    1. Memiliki resiko lebih rendah dari penyakit jantung dan darah tinggi kemudian hari.

  1. Menurut penelitian, menyusui telah terbukti dapat menurunkan resiko kanker payudara, kanker ovarium, dan osteoprosis.

Sumber : Mom,Dad&I (sep 2010)

Mari Bunda tetap semangat ya memberikan ASI kita, dan buat Ayah tetap menjadi sponsor utama untuk keberhasilan proses ASI Exclusive…

Salam GO ASI … 🙂

Advertisements
Seputar ASI

Seputar ASI (7) : Daftar Klinik Laktasi

Daftar Klinik Laktasi (dari berbagai sumber) :

1. Sentra LAKTASI Indonesia
Jl. Tebet Utara 1F no.12
Jakarta, 12021
Telp/Fax. (021) 83795168

2. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia
Graha MDS Lt. 3, Duta Mas Fatmawati Blok B1/34
Jl. R.S. Fatmawati No. 39
Jakarta Selatan 12150
Telp: +62-21-72790165

INDONESIA BRESTFEEDING NETWORK

Breast is the Best ! What could be more natural?

Yudhasmara Foundation

Office ; JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 10210

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://supportbreastfeeding.wordpress.com/

JAKARTA

1. PK. St. Carolus
Jl. Salemba Raya No. 41 Jakarta 10440
Telp. (390) 4441 pes. 72

2. RS Husada
Jl. Raya Mangga Besar No. 137-139 Jakarta Barat
Telp. (021) 626 0108

3. RS Pondok Indah
Jl. Metro Duta Kav. VE Jakarta Selatan
Telp. (021) 765 7525

4. RSAB Harapan Kita
Jl. S. Parman Kav. 87 Jakarta Barat
Telp. (021) 566 8284 pes. 1205

5. RS OMC
Jl. Pulomas Barat VI No. 20 Jakarta Timur
Telp. (021) 472 3332

6. RS Pertamina Jaya
Jl. Achmad Yani No.2 By Pass Jakarta Pusat
Telp. (021) 421 1911 ext.4254

7. RSAL Mintoharjo
Jl. Bendungan Hilir Raya Jakarta Pusat
Telp. (021) 574 9037/574 9038

8. RS Medistra
Jl. Gatot Subroto Kav. 59 Jakarta Selatan
Telp. (021) 527 7382 ext.217-222

9. RS Bunda Jakarta
Jl. Teuku Cik Ditiro Jakarta Pusat
Telp. (021) 3192 4917

Bekasi

RSIA Hermina Bekasi
Jl. Kemakmuran No. 39 Margajaya, Bekasi
Telp. (021) 884 2121

Depok

RSIA Hermina Depok
Jl. Raya Siliwangi No. 50 Pancoran Mas, Depok
Telp. (021) 7720 2525

Bogor

1.RS PMI Bogor
Jl. Pajajaran 80 Bogor
Telp. (0251) 324080

2.RS Azra Bogor
Jl. Pajajaran No. 129 Bogor
Telp. (0251) 318456

Banten

1.RS Misi Rangkasbitung Jl. Multatuli No. 41
Rangkasbitung Lebak, Banten 42311
Telp. (0252) 201014

2.RS International Bintaro
Jl. MH Thamrin No.1 Sektor 7 Bintaro Jaya Tangerang, Banten
Telp. (021) 745 5500

3.RS. Siloam Gleneagles Jl. Siloam No. 6
Lippo Karawaci Tangerang, Banten
Telp. (021) 546 0055 pes. 7151

Yogyakarta

RS Panti Rapih
Jl. Cik Ditiro 30 Yogyakarta 55223
Telp. (0274) 514845 pes. 227

Surakarta

Yayasan Kakak (Fajar Yulianta/Sofie)
Jl. Slamet Riyadi No. 534 B
Telp. (0271) 71145

Semarang

RS St. Elisabeth Jl. Kawi No.1
Telp. (024) 831 0076 pes. 7405

Surabaya

1.RS Mitra Keluarga Surabaya
Jl. Satelit Indah II Darmo Satelit Surabaya 60187
Telp. (031) 734 5333

2.RS Islam 1
Jl. A. Yani 2-4 (Wonokromo) Surabaya
Telp: (031) 828 4504, 828 4506
Bukan klinik laktasi, tapi bisa konsul ke klinik ibu-anak dan akan diajarkan.

3.RS Islam 2
Jl. Jemursari 51-57 Surabaya
Telp: (031) 847 1878, 847 1877

Bali

RSB Puri Bunda
Jl. Gatot Subroto VI/19 Denpasar, Bali
Telp. (0361) 437999 Fax. (0361) 433988

Makassar

Poltekkes Makassar (Aswita Amir, Siti Mardiah, SKM) Jurusan Gizi
Jalan Paccerakkane KM 14 Daya Makassar
Telp./Fax. (0411) 510197

Riau

1.RS Awal Bros Pekanbaru
Jl. Jendral Sudirman No.117 Tangkerang Pekanbaru, Riau 28282
Telp.(0761) 47333 ext. 2300

2.RS PT Caltex Pacific Indonesia
Pekanbaru Riau
Telp. (0761) 594297

Medan

1.RSU Dr. Pirngadi
Jl. Prof. H.M. Yamin SH. No.47 Medan 20217
Telp. (061) 453 6022 ext. 267

Batam

RS AWAL BROS BATAM
Jl. Gajah Mada Kav. I Baloi, Batam
Telp. (0778) 431777

Kaltim

RS Pupuk Kaltim

Jl.Oxygen, Bontang Kalimantan Timur 75313
Telp. (0548) 41118 pes. 237

” GO SEMANGAT ASI…”

Seputar ASI

Seputar ASI (6): Selalu Ada Caranya!

Seputar ASI : Share from Dewi Handajani (ayahbunda ed 07/2010)

PUTING DATAR

Penyebab : ada pelekatan yang menyebabkan saluran susu lebih pendek dari biasanya sehingga menarik puting susu kedalam (tied nipples). Selain sulit dibersihkan, puting susu datar itu menyebabkan mulut bayi tidak dapat “menangkap” puting susu Anda dengan benar. Sebenernya bayi tetap bisa mendapat ASI karena “gudang ASI” ada pada areola atau daerah yang berwarna hitam di sekitar puting. Bukan pada puting.

Solusi

1. Tekan bagian belakang areola dengan ibu jari dan telunjuk membentuk bulatan. Tekan sampai puting susu keluar dan tahan beberapa menit. Lakukan 2 kali sehari.

2. Setiap akan menyusui, rendam dulu puting di wadah berisi air matang hangat sambil perlahan-lahan menarik-narik puting ke arah keluar.

3. Bila masih kurang memadai untuk menyusui, gunakan nipple shields dari silikon atau lateks di atas puting setiap kali menyusui. Atau gunakan Niplette. Alat itu mampu mengencangkan bagian pd di sekitar puting dengan cara menyedot nya perlahan dan terus menerus.Agar efektif, konsultasikan ke dokter tentang cara menggunakan alat bantu menyusui ini.

Pengalman pribadi: Saat usia kandungan 7 bulan saya suka di message oleh “dukun bayi” istilah di kampung,  pd di massage dan baru tahu kalo puting  pd yang kanan datar bisa menyebabkan masalah dalam menyusui, ama db di pijat pelan-pelan dan lembut sambil di tarik puting pd yang datar tersebut dengan baby oli, disarankan setiap hari dilakukan. Hasilnya perlahan jadi keluar dan Alhamdulillah gak ada masalah dengan puting datar. Sampai sekarang jadi menonjol dan menyusui tidak ada masalah dengan puting.

PUTING NYERI

Penyebab : posisi menyusui kurang tepat, yaitu sebagian besar aerola tidak masuk ke dalam mulut bayi. Akibatnya bayi yang sulit mendapatkan ASI akan menggigit. Bila rasa sakit tidak parah, bahkan reda setelah menyusui dan hilang beberapa hari kemudian.Anda tidak perlu khawatir. Namun bila puting susu menjadi merah dan pecah-pecah atau kesakitan selama dan setelah menyusui, segera ke dokter. Nyeri puting juga dapat disebabkan adanya jamur Candida albicans yang tumbuh di mulut bayi.

Solusi :

1. Pelajari dan terapkan posisi menyusui yang benar.

2. Sebelum menyusui, kompres puting dengan kain lembut yang sudah direndam air matang hangat.

3. Berikan puting yang tidak sakit dulu kepada bayi. Biasanya, bayi tidak akan menghisap terlalu keras jika ia sudah agak kenyang.

4. Susui bayi sesering mungkin tetapi sebentar-bentar untuk setiap pd. Misalnya kalau biasanya 8 kali sehari, sekarang 12 kali sehari.

5. Seandainya bayi menggigit puting letakan satu jari Anda di antara mulutnya dengan pd bagian samping atau tekan dagunya ke bawah. Biasanya gigitannya akan terlepas.

6. Oleskan ASI pada puting setelah menyusui, lalu biarkan kering terkena udara terbuka. Luka akan lebih cepat sembuh karena ASI mengandung zat penyembuh luka. Selain itu sesekali, biarkan pd terpapar sinar matahari.

7. Untuk mencegah timbulnya jamur,bersihkan pd saat mandi. Namun jangan memakai sabun karena akan membuatnya kering. Selain itu, jaga agar puting dan pd selalu bersih dan tidak lembab.

8. Bila rasa sakit tidak tertahankan boleh minum obat pereda rasa sakit atau obat yang diresepkan dokter.Tanyakan aturan minumnya agar tidak mengganggu kegiatan menyusui. Bila perlu, siapkan ASI perah agar bayi tetap mendapat ASI.

Pengalaman pribadi : dengan posisi pelekatan mulut bayi yang lebar masuk ke dalam areola semua akan terasa lebih nyaman dan tidak iritasi. Pernah lecet dengan diolesi ASI dan diangin-anginkan sangat mengurangi sakit, juga di pijat bagian punggung diolesi minyak kayu putih atau tawon juga lebih merileks-kan dan mengurangi kecapaian. Semakin sering kita menyusukan nyeri akibat luka akan lebih cepat sembuh.

Dan untuk mencegah kuman sering kali mengganti BH yang lembut dan kering.

PAYUDARA BENGKAK

Penyebab : produksi ASI yang berlimpah dalam waktu 72 jam setelah melahirkan. Seiring meningkatkan aliran darah ke pd, beberapa jaringan yang mengelilinginnya juga akan membengkak. Akibatnya pd penuh dan bengkak.

Solusi

1. Susui bayi sesuai kebutuhan dan pastikan ia selalu menyusu di kedua pd.

2. Saat pd bengkak, puting akan tenggelam dan areola mengeras. Untuk membantu bayi menyusu, perah dulu ASI hingga bengkak berkurang dan areola melunak. Ketika bayi menyusu, pijat pd perlahan-lahan untuk merangsang mengalirnya ASI.

3. Kompres pd dengan air dingin selama beberapa menit seusai menyusui. Jangan gunakan air hangat karena akan menambah pembengkakan.

4. Kenakan BH menyusui

Pengalaman pribadi : pernah mengalami bengkak, susui bayi sesering mungkin,apalagi diawal biasanya bayi menyusu dengan kuat bisa perjam, jika masih penuh juga di perah dikit sedikit dengan tangan, alat manual atau electric (yang palaling nyaman mana?) kalo saya pribadi dengan tangan akan lebih cepet membantu keluarnya ASI, lama-lama akan terasa lebih kenyal dan tidak keras. Paling efektif susui ke bayi akan cepat menghilangkan bengkak.ASI yang diperah bisa di simpan di freze sebagai bank ASI.


Seputar ASI

Seputar ASI (5): Mengatasi PD Bengkak dan Mastitis

BEBERAPA PENANGANAN PD BENGKAK & MASTITIS

Adalah Bunda setelah empat bulan menyusui, tiba-tiba ia merasa tak enak badan; tubuhnya mendadak pegal-pegal. Ia pun mengalami demam hingga menggigil. Gejalanya hampir mirip dengan yang dialami penderita flu berat. Bedanya, Bunda merasakan nyeri pada pd kanannya. Puting pd terluka karena cara menyusui yang salah. Bila tersentuh sedikit saja, pd nya langsung cenut-cenut. Apalagi bila harus menyusui, sakitnya luar biasa. Apa yang sebenarnya terjadi?

ASI TAK LANCAR KELUAR

Menurut dr. Ayu Anita, Sp.OG., gejala sakit seperti yang dialami Bunda, dalam istilah medis disebut mastitis. Rasa sakit timbul karena pada pd terjadi suatu proses infeksi yang menimbulkan reaksi sistemik, seperti demam, nyeri, pd berwarna kemerahan dan bila diraba agak keras, serta suhunya terasa hangat ketimbang pd yang tidak terserang infeksi.

Yang perlu diketahui, rasa sakit pada pd di masa menyusui sebenarnya biasa terjadi. Namun sakit yang wajar disebabkan adanya stagnasi/pengeluaran air susu yang tak lancar. “Jadi ini bukan mastitis melainkan bengkak pd biasa,” ujar ginekolog yang akrab disapa Anita.

Dokter dari Jakarta Medical Center ini lalu menjabarkan penyebab terjadinya bengkak pada pd, antara lain:

Bayi tak mau menyusu

Biasanya ada suatu keadaan yang membuat bayi jadi tak suka menyusu. Misalnya, ASI keluar terlalu deras sehingga setiap kali mengisap puting susu ibunya, bayi jadi gelagapan.

Ibu tidak teratur mengeluarkan ASI, karena:

– Terpisah sementara dari si kecil. Misalnya ibu yang bekerja dan tidak mengeluarkan ASI-nya dengan diperah/dipompa.

– Ibu menyelingi pemberian ASI dengan susu botol. Jadi ada jarak waktu di mana ibu tidak mengeluarkan ASI.

– Puting terluka sehingga ibu segan menyusui.

Apa pun penyebabnya, ASI yang tidak dikeluarkan mengakibatkan terjadinya penggumpalan air susu dalam kelenjar susu di pd (ini bisa terlihat dari bengkaknya pd ibu). Makin lama, penggumpalan tersebut akan menyumbat kelenjar susu sehingga volume ASI yang keluar jadi sedikit. Desakan ASI yang tak lancar inilah yang menimbulkan rasa sakit pada pd.

Nah, mastitis terjadi jika ada kuman masuk ke dalam kelenjar susu melalui puting susu. Bisa karena luka akibat posisi mulut bayi yang tidak tepat atau karena kurangnya higienitas puting. Umumnya bakteri yang menginfeksi adalah staphylococcus.

PENANGANAN PD BENGKAK

Pd yang sakit karena ASI tak lancar mengalir biasanya bisa cepat membaik dalam beberapa hari. Penanganan dapat dilakukannya tanpa obat-obatan sama sekali, yakni:

* Pijat daerah pd yang sakit sehari dua kali ke arah puting susu (akan lebih baik bila ibu mempelajari tentang pijat pd). Gunakan baby oil untuk dapat melemaskan dan membuat daerah sekitar pd tidak kaku. Pemijatan juga dapat membantu memperlancar pengeluaran ASI.

* Susui bayi atau perah ASI sesering mungkin. ASI yang tidak dikeluarkan akan menambah rasa sakit apalagi jika ASI terus diproduksi.

* Berikan kompres hangat untuk membantu memperlancar pengeluaran ASI.

* Hindari tekanan lokal pada pd. Jangan tidur dengan posisi yang menekan pd atau jangan menggunakan bra yang terlalu ketat karena pd akan tertekan. Ini bisa membuat pd bertambah sakit.

* Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan banyak-banyaklah minum cairan.

PENANGANAN MASTITIS

Mastitis yang parah dengan gejala seperti demam yang tak kunjung reda atau malah meninggi dan bahkan mencapai 40 derajat Celsius, serta pd semakin terasa nyeri dan terjadi perubahan warna dari kecokelatan menjadi kemerahan, perlu dikonsultasikan pada dokter atau klinik laktasi. Infeksi yang tidak ditangani bisa memperburuk kondisi ibu karena kuman pada kelenjar susu akan menyebar ke seluruh tubuh, kemudian timbul abses (luka bernanah). Namun menurut Anita kasus tersebut jarang terjadi. Berikut penanganan mastitis:

* Jangan lakukan pemijatan karena dikhawatirkan justru membuat kuman tersebar ke seluruh bagian pd dan menambah risiko infeksi.

* Bayi masih boleh menyusu kecuali bila terjadi abses. Kalau demikian keadaannya, untuk mengurangi bengkak, ASI harus tetap dipompa keluar. Bayi sebaiknya tetap menyusu pada pd yang tak terinfeksi.

* Obat-obatan antibiotik, yang aman untuk ibu menyusui, biasanya diberikan untuk mengatasi infeksi. Sementara rasa sakit bisa dikurangi dengan obat-obatan yang mengandung analgesik.

* Bila terdapat abses, cairan nanah akan dikeluarkan dengan insisi abses/tindakan bedah.

* Makanlah makanan bergizi dan banyak minum karena kondisi mastitis membuat daya tahan tubuh ibu menurun. Daya tahan tubuh yang meningkat dapat mengatasi infeksi.

* Banyak istirahat. Cara ini pun bisa meningkatkan daya tahan tubuh karena istirahat dapat memulihkan kondisi tubuh.

PENCEGAHAN MASTITIS

Untuk mencegah mastitis mau tak mau ibu harus menghindari penyebabnya, dengan:

* Susui bayi segera dan sesering mungkin. Bila pd terasa penuh, segera keluarkan dengan cara menyusui langsung pada bayi. Kalaupun bayi belum lapar, keluarkan ASI dengan cara diperah atau dipompa sehingga pengeluaran ASI tetap lancar.

* Jaga kebersihan sekitar puting dan pd. Selesai menyusui, bersihkan puting dengan menggunakan kapas yang dibasahi air matang. Keringkan puting dengan handuk agar suasana di sekitarnya tak lembap. Kelembapan akan memudahkan kuman berkembang biak.

* Jangan membersihkan puting dengan sabun. Kandungan soda pada sabun dapat membuat kulit menjadi kering sehingga mudah terjadi iritasi seperti lecet atau luka bila disusu bayi.

* Puting yang luka harus tetap dibersihkan sehabis diisap bayi.

* Pilih bra khusus untuk ibu menyusui dengan bahan yang menyerap keringat. Jangan gunakan bra yang terlalu menekan pd. Demi menjaga higienitas daerah pd, ganti bra sesering mungkin setiap kali basah karena keringat atau setelah dipakai seharian.

Sumber: Dedeh Kurniasih _ Tabloid Nikita

Seputar ASI

Seputar ASI (4): Sharing from Seminar Braestfeeding RS Meilia

EXPRESSYOUR LOVE THROUGH BREASTFEEDING

(Dr Handarmi SpA-RS Meilia)

Jakarta, 19 Juni 2010

 

Express Your Love Through Breast Feeding?

    1. 1.Mengapa Menyusui penting

    1. 2.Fisiologi Menyusui

    1. 3.Menilai proses menyusui

    1. 4.Bangun percaya diri

    1. Kondisi payudara

    1. BBLR-bayi sakit

    1. meningkatkan produksi ASI dan relaktasi

  1. Mempertahankan menyusui

BAGAIAMANA MENILAI PROSES MENYUSUI

    1. Keadaan ibu

    1. Bayi (kesigapan, kesehatan)

  1. Respon bayi

–          BBL adalah rooting refleks menggerakan kepada mulut terbuka lidah kebawah menggapai pd.

–          Bayi tua : memutar menggapai pd dengan tangan

    1. Bayi santai

    1. cara ibu melekatkan bayi pada pd

    1. Cara ibu memegang pd

    1. Pendekatan bayi – pd

    1. Bayi mengisap efektif

    1. Proses berakhirnya menyusui

    1. Bayi tampak puas

    1. Kondisi pd

  1. Rasa ibu dalam proses menyusui

ANATOMI PAYUDARA

Terdiri dari : jaringan lemak dan penunjang, ductus laktiferus, aerola, kelmontgomery, putting, sinus laktiferus, ductus laktiferus,alveoli.

ASI-PROLAKTIN

    1. Bayi menyusu mengeluarkan ASI dari gudang ASI

    1. Rangsangan sensoris mengalir ke otak

    1. Kelenjar hipofise bagian depan didasar otak mengeluarkan hormon prolaktin

  1. Prolaktin merangsang pabrik untuk memproduksi ASI

Refleks produksi ASI-hormon prolaktin. Prolaktin dikeluarkan setelah menyusui, menghasilkan ASI untuk menyusu berikutnya. Prolaktin lebih banyak diproduksi pada malam hari dan menekan ovulasi.

LOVE REFLEX

ASI-Refleks oksitosin

Oksitosin merangsang rahim kontraksi

    1. Bayi menyusu

    1. Rangsangan sensoris mengalir ke otak

    1. Kelenjar Hipofise bagian belakang mengeluarkan hormone oksitosin

  1. Oksitosin merangsang sel-sel otot mengkerut memerah ASI keluar

Pengaliran ASI-hormon oksitosin. Oksitosin bekerja SEBELUM atau SELAMA proses menyusui agar ASI mengalir dai pabrik ke gudang.

Hisapan bayi -à sensoris ke otak -àoktitosin-àotot rahim-àpendarahan

Oktitosinàpayudara-àkontraksi otot alveoli-àASI keluar

HORMON OKSITOSIN MENINGKAT

    1. Curahan kasih terhadap bayi

    1. Suara bayi

    1. Dukungan ayah

  1. Pijat bayi

HORMON OKSITOSIN MENURUN

    1. Rasa cemas, kesal, sedih, bingung

    1. Cemas terhadap perubahan bentuk payudara

    1. Ibu meninggalkan bayi

  1. ASI kurang

IMD (Inisiasi Menyusui Dini) à keberhasilan IMD juga mendukung keberhasilan ASI juga.

POSISI YANG BENAR

    1. Chin to breast

    1. Chest to chest

    1. Tubuh bayi menghadap ibu

    1. Punggung bayi tersanggah baik

    1. Kontak mata ibu – bayi

    1. Kepala bayi di lengan

  1. Perlekatan benar

CARA BAYI MENGELUARKAN ASI

    1. Membentuk dot jaringan pd

    1. Gerakan peristaltic lidah menekan gudang ASI

  1. Perahan efektif terjadi bila bayi melekat dengan benar

MENILAI KECUKUPAN ASI

    1. Posisi perlekatan benar

    1. BAK (buang air kecil) > 6x

    1. BB (berat badan) > 500 gr/bln

  1. Bayi rileks dan puas

KENDALA PEMBERIAN ASI

Tidak sesederhana yang dibayangkan

    1. Produksi ASI kurang

    1. Faktor psikologis ibu

    1. Faktor fisik ibu

  1. Faktor bayi

MASALAH

    1. Ibu kurang memahami tata laksana laktasi yang benar

    1. Ibu ingin relaktasi

    1. Ibu terlanjur mendapat prelakteal feeding

    1. Kelainan ibu

    1. Ibu hamil saat masih menyusui

    1. Ibu bekerja

  1. Kelainan bayi

KEBERHASILAN MENYUSUI

    1. Memaksimalkan manfaat menyusui 6 bulan pertama-à inisiasi dini 1 jam pertama

    1. Keyakinan ASI makanan pertama (ASI satu-satunya makanan bayi)

  1. Susui bayi sampai puas

MANAJEMEN & PENYIMPANAN ASI

    1. ASI perah 30 menit -à lemari es

    1. 24-48 jam (container dingin dalam transportasi)

    1. Di freezer – 3 bulan

    1. Pasang label tanggal

    1. Rendam air hangat

  1. ASI beku-àke pendingin-àhangatkan

ASI SISTEM KEKEBALAN TUBUH

    1. lekosit, makrotag,imfosit

    1. ASI melindungi saluran cerna

    1. Sel neutrofil – S.lgA (transport LgA ibu – bayi)

    1. Lisozim -à merusak dinding sel bakteri (300x)

    1. Komplemen à bakteri mudah dihancurkan

    1. Sitokin à system imun ASI

    1. Laktoferin – bateriostatik

    1. Peroksidasi

    1. Antivirus

    1. Antiparasit

    1. ASI mengurangi alergi

    1. ASI mencegah penularan infeksi

  1. ASI aktif melindungu BBL dari infeksi

ASI – KECERDASAN ANAK

    1. Nutrisi spesifik terbaik

  1. Pertumbuhan dan perkembangan otak : dimulai dari kehamilan 2 minggu, 5 mg otak besar terbentuk, 25 mg girus/kelelahan, sel syaraf sebagai pengatur semua kehidupan dan sel penunjang

ASI-KECERDASAN ANAK : StimulasiàPembentukan sinapsàJaringan syaraf sangat luasàSemakin cerdasàNutrisiàPembentukan myelin

Faktor yang berpengaruh terhadap kecerdasan :

Faktor Ibu : interaksi ibu dengan bayi, kemampuan menyusui, perilaku pengasuhan, stress

Faktor anak : BB lahir, lama kehamilan,nutrisi setelah lahir, stimulasi OT,gangguan TK intra uters,kesehatan saat lahir

NUTRISI ASI

Terdiri dari : laktosa-galaktosa, lemak AA/DHA, Kolin/sfingomielin, TG/fosfolipid/asam lemak esensial,Protein (sistin, taurin,tirosin,triptofan),Mineral,Yodium,B6

AA/DHA :

–          Penerima rangsang

–          Penghantaran listrik

–          Syaraf mata

Kolin & Sfingomelin :

–          Pembentukan fosfolipid dd sel syaraf

–          Metabolisme sel syaraf

–          Kerja neutron transmitter

*TirosinàNeurotransmitter àNor adrenalin (kewaspaan,pola tidur,atensi,memori,proses belajar,neuroprotektif,plastisitas otak

* TirosinàNeurotransmitter àDophamin (control gerakan respon emosi, persepsi kesenangan,persepsi raba sakit,atensi/deteksi,perilaku adaptasi thd lingkunganà gangguan belajar, gangguan aktivitas motorik

TAURIN

    1. Jaringan otak yang sedang berkembang

    1. Jaringan Syaraf

    1. Syaraf mata

    1. Sebagai neurotransmitter

    1. Penyalur aktivitas sel syaraf

    1. Menstabilkan dinding sel syaraf

  1. Anti oksidan

TRIPTOFAN

TriptofanàNeutransmitteràSerotin (mengontol nafsu makan,pola tidur,memori,proses belajar,pengaturan suhu,mood/perilaku)àgangguan perkembangan syaraf kesekuruhan & Melatonin

FE

    1. Membentuk neuro transmitter

    1. Membentuk oligodendrosit

    1. Kolestrol + lipid à myelin

  1. Kekurangan myelin à perkembangan anak terlambat menetap 2-4 th (suplementasi)

YODIUM

    1. YOD ASI 4 x kebutuhan bayi

    1. T3-T4 proses awal tumbuh kembang otak/berbagai oran

    1. Mengatur metabolosme sel otak

  1. Kekurangan Yodium (gangguan otak minimal, retardasi mental berat, perawakan pendek)

B6

    1. Konsentrasi B6 ASI 12-15 ug/100cc

    1. Membentuk enzim dekarboxilase

    1. Membentuk enzim transaminase (metabolosme syaraf)

  1. Membentuk DNA + serebrosid

ASI compare Susu Sapi

    1. Taurin ASI tinggi – SS sangat sedikit

    1. Tirosin ASI tinggi – SS sangat sedikit

    1. Mineral ASI sedikit – SS tinggi

  1. Fe Absorbsi ASI 5x lbih tinggi dr pd SS

HASIL PENELITIAN

Bayi ASI VS bayi Sofur à IQ > 3.2 point

ASI 4-6 bln jarang keterlambatan bicara + mestronik

Pengaruh lama pemberian ASI

ASI 4-7 minggu : tidak ada perbedaan kecerdasan

ASI 28 minggu > IQ 2.9 pon

Denmark :

ASI 1 bulan IQ 99.4

ASI 2-3 bln 101.7

ASI 4-6 bln 102.3

ASI 7-9 bln 106

Australia :

Bayi premature + ASI à IQ > 5.18 point

Bayi cukup bulan + ASI à IQ>2.66 point

Bayi 1000 gr + ASI à IQ > 5.3 point

Bayi mainutrisi à peningkatan IQ 11.7 point

Kesimpulan : Salah satu penentu kecerdasan adalah nutrisi, ASI sejak lahir untuk waktu yang cukup lama

INFO FROM  RONIN DOCTOR (di seputar ASI-3):

Di Indonesia, ada 2 organisasi yang sangat aktif mempromosikan pentingnya ASI eksklusif, yaitu Sentra Laktasi Indonesia (Selasi) dan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Mungkin bila ada di antara kompasianer yang ingin tahu lebih lanjut mengenai ASI ataupun mungkin tertarik untuk mengikuti pelatihan konseling ASI, silakan saja buka di :

Selasi: http://selasi.net/home.html
AIMI : http://aimi-asi.org/

Seputar ASI

Seputar ASI (2): Semangat Ber-ASI! di Ramadhan

Saya ingin menshare untuk masalah ASI lagi (sebelumnya untuk semangat ASI dapat dilihat di (http://kesehatan.kompasiana.com/group/ibu-dan-anak/2010/08/10/seputar-asi-1-semangat-ber-asi/)

Sebenarnya tulisan ini mau saya publish setelah selasai Ramdhan karena saya merasa belum tentu bisa menyelesaikan sebulan penuh menunaikan ibadah puasa ini secara full (untungnya Bunda yang memberi ASI full biasanya tidak haid, makanya menyusui merupakan KB alami), tapi setelah saya pertimbangkan ini sebagai bahan share untuk bunda-bunda yang sedang menyusui tapi juga ingin menunaikan ibadah puasa (beberapa teman yang sedang menyusui tidak PEDE untuk menuanikan ibadah puasa, takut baby nya kelaparan, takut kurang gizi dan rewel karena ASI nya tidak enak).

Saya ingin berbagi pengalaman setelah hampir setengah dari perjalanan Ramadhan Alhamdulillah bisa menunaikan ibadah puasa juga tetap Meng-ASI dan memerah di kantor ternyata fine-fine saja. Karena pada dasarnya puasa itu tidak harus mengurangi makan kita, hanya merubah waktu atau kebiasaan makan. Untuk masalah Gizi maka kita harus makan yang memang bergizi tinggi (telor, daging, ikan, sayur mayur dan susu).

Beberapa yang ingin saya share selama puasa ini dan ASI Alhamdulillah tidak berkurang banyak hasil perahan di kantor (memang kadang berkurang 50 cc -100 cc) tapi Fay bisa menyesuaikan dan saya juga punya banyak stok, karena 1.5 bln sebelum masuk kantor sudah buat BANK ASI (memang satu persatu keluar juga) tapi Insya Allah sudah di niatin harus bisa puasa dan tetap memberikan ASI (jadi mind set kita pasti bisa).

– Pertama pastilah Niat,selanjutnya tetap minum banyak air putih setelah berbuka puasa diawalai dengan yang manis (biasanya saya masih di perjalanan pulang) sudah membawa teh manis hangat dan berlanjut usahakan setiap 1 – 2 jam kita tetap minum (air putih atau minuman buka puasa yang lain), bukan bermaksud merusak teori makan berlebihan (berhentilah sebelum kenyang) tapi karena kita harus masih menyusui maka minum tetap harus banyak di malam hari. Setelah baby menyusu kita refill lagi dengan segelas air putih (biasanya saya siapkan di deket tempat tidur gelas dan air putihnya) jadi malam bila baby selesai menyusu saya langsung minum lagi jadi teori minimal 8 gelas perhari bisa kita penuhi.

– Kedua, makan karbohidrat juga banyak karena otomatis lapar juga perbanyak sayuran (bayam dan katuk) juga bagus untuk memperbanyak air susu. Dari pengalaman setelah memperbanyak sayur ASI lebih banyak, sempat agak turun di beberapa hari pertama tetapi di pertengahan ini saya pebanyak sayuran (dibuat cap cay, tumis kacang panjang, tumis daun ubi kayu) lancar hasil perahan bisa pulang 300 – 450 cc.

– Ketiga perbanyak buah-buahan, selama puasa ini saya banyak konsumsi buah pir (serat dan airnya banyak) selain buah yang lain seperti mangga. Untuk buah bisa diolah menjadi Soup Buah (berisi berbagai macam buah) ditambah sirup dan susu…hmmm yummmy

– Keempat usahakan semakin perbanyak menyusui, terutama dimalam hari setelah kita berbuka, bila baby tidur bisa kita kitik-kitik bagian bawah kakinya, pinggang atau belakang kuping agar dia menyusu.

– Kelima istirahat tetap cukup, bila baby tidur kita juga ikut tidur jadi tetap segar.

– Yang terakhir saya juga menambah multivitamin, sementara yang saya konsumsi CDR (kalsium) dan madu (ini resep dari teman saya yang lolos exclusive) dan samapi 9 bulan masih terus ASI (belum diberi formula). Mungkin juga bisa dicoba bagi bunda nama madunya TAMR (madu Arab), rasanya manis segar, ini madu sari kurma baik untuk memperlancar ASI dan pencernaan. Aku beli antara Rp. 45.000 – Rp. 60.000, ada juga Klorofil yang diteteskan di air putih juga bagus untuk daya tahan tubuh.

Nah bunda itu beberapa resep yang saya pakai untuk memperlancar ASI dan tetap shaum di Ramadhan ini, mudah-mudahan dari tulisan ini untuk yang belum berani shaum karena menyusui bisa untuk trial siapa tahu bisa … yang penting kita sudah berusaha, kalaupun ternyata tetap tidak sanggup Allah maha pemurah memang kita di kasih “Rukshah’

Allah telah mewajibkan shaum Ramadhan atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat wajib puasa. Namun pada golongan tertentu, Allah juga telah memberikan keringanan (rukshah) untuk boleh tidak berpuasa dan mewajibkan qadha atas mereka pada waktu lain

Ataupun membayar fidyah. Allah berfirman :

فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةُ طَعَامُ مِسْكِينٍ

“Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin” (Al-Baqarah : 184)

Sebagian ulama berpendapat, ibu hamil atau menyusui termasuk kategori golongan orang yang diberi rukhshah, berdasarkan keumuman ayat di atas. (http://www.almanhaj.or.id/content/2809/slash/0)

 

Selamat menunaikan Ibadah Shaum yang masih separuh jalan harus kita tempuh, tetap sabar dan sabar……

Seputar ASI

Seputar ASI (1): Semangat Ber-ASI!

 

SEMANGAT ASI (KETIKA BUNDA BEKERJA)

Anakku ke 2 lahir 29 Maret 2010, Alhamdulillah dikasih cepet dan normal. Selama hamil juga tenang-tenang aja. Sick morning hal yang biasa, terasa parah pas liburan seminggu pas puasa Ramadhan setahun lalu , karena tidak ada aktivitas bekerja jadi malah ngerasain banget, kembali bekerja juga hilang rasa mual yang mendera, karena pikiran terfokus pada dead line2 pekerjaan.

Fayre Azkiya, sebagai Bunda pasti ingin memberikan yang terbaik…ASI adalah yang terbaik buat anak-anak kita, untuk ini Bunda sangat konsen dan niat untuk memberikan exclusife sampai usia 6 bulan. Bagi Bunda ini adalah suatu perjuangan, apalagi di anak pertama Bunda gagal untuk memberi ASI exclusife (hanya 3 bulan) karena harus bekerja kembali ditambah sangat kurangnya pengetahuan mengenai laktasi ini.

Bunda menulis untuk memberi semangat bagi para ibu yang harus bersemangat dan ikhlas berjuang ketika buah hati kita hadir, ASI adalah hak buat anak kita jadi sebisa mungkin berikanlah yang terbaik buat buah hati kita.

Wajib atas seorang ibu menyusui anaknya yang masih kecil, sebagaimana firman Allah yang artinya: Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. (QS AI Baqarah: 233)

Allah berfirman, yang artinya:
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. lbunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkanya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. (QS Al Ahqaf 15).

Dari kegagalan dan rasa bersalah terhadap Filza Azkiya (putri pertama) Bunda ingin banyak menyebarkan semangat mengenai ASI (bukan sebagai guru) tetapi sebagai teman sharing … betapa Bunda menyesal kurangnya mencari informasi mengenai Laktasi.

Alhamdulillah di RS Haji Pondok Gede, Bunda melahirkan juga di beri pengetahuan dari perawat seputar laktasi, pastinya ini merupakan awal yang sangat bermanfaat, Bunda benar-benar berterima kasih terhadap perawat-perawat yang amat care mengenai ASI. Tidak itu saja, secara personal tidak segan berbagi no hp, jadi saat ada masalah mengenai ASI bunda langsung share dengan mereka. Ada satu perawat yang dekat dan Bunda sangat enak bersharing ria mengenai laktasi, salut sekali Bunda dengan keikhlasan berbagi segala informasi.

Walaupun Bunda bekerja seharusnya tidak menjadi halangan untuk tidak memberikan ASI. Tak ada rotan akarpun jadi…banyak diungkapkan, meskipun bayi tidak minum langsung dari PD kita karena kita musti bekerja, masih bisa mereka dapat ASI dengan cara kita perah.

Tulisan ini sebagai mukadimah, untuk mengobarkan semangat memberikan ASI.
ASI!ASI ayo bunda kita berikan pada buah hati kita, meskipun kita wanita pekerja.
Bunda belum bisa banyak menulis karena perjuangan masih 2 bulan lagi untuk memberikan exclusive, tapi Bunda ingin memberi semangat buat bunda-bunda lain yang harus memberi ASI dan juga harus bekerja. Tetap semangat Bunda!!

Kunci utama adalah Bunda sudah mempunyai Niat, bahwa yang terbaik buat buah hati titipan dari Allah adalah ASI, sebagai investasi kesehatan yang terbaik yang tidak ada di sofur.
Air susu pertama kali yang kita keluarkan yang seperti getah bening, biasa di sebut colustrum adalah cairan yang mengandung gizi yang sangat baik buat daya tahan tubuh buah hati kita.
Jadi dari awal dan seterusnya bunda berusaha untuk terus memberikannya.
Bukanlah adalah yang mudah, dari PD perih, lecet dan bengkak pastilah akan dirasakan.
Pelan dan sabar kita harus pecahkan satu persatu masalah dalam laktasi, Bunda jangan capai untuk terus cari informasi dan searching segala tentang laktasi.

3 Bulan cuti besar dari kantor mendekati abis, dari 1.5 bulan sebelum masuk Bunda sudah mulai memerah ASI, kemudian kita kasih tanggal dan simpan di frezer.
Ada beberapa teori Bunda dapat, ada yang mengatakan di frezer ASI akan tahan 3 bulan, tetapi ada juga yang mengatakan 1 bulan, mengatasi ini Bunda ambil langkah tengah saja 1.5 bulan dari Bunda masuk secara perlahan ASI simpanan Bunda berikan , Alhamdulillah Fay (panggilan buah hati) tidak rewel.

Sekarang sudah sebulan bunda menjalankan aktivitas memerah ASI di kantor, sebelumnya Bunda membayangkan Fay akan kelaparan, karena kekurangan ASI. Ternyata ketakutan itu terjawab, selama memerah di kantor Bunda bisa mengumpulkan 300 – 550 cc.
Dan teori laktasi Supply adalah sama dengan Demand memang terbukti, jadi jangan ragu anak kita kekurangan.

Keribetan karena harus menghilang sejenak di kantor untuk memeras adalah sebagian dari seni, kembali Niat dan Keikhlasan (btw ini masukan dari Dr Anak Bunda, yang menyemangati dari awal untuk memberi ASI).
Bismillah…dan kalo mo menyusui diawalai dengan Wudhu juga akan memberi ketenangan…

Persiapan ke kantor untuk selalu membawa tas ASI (banyak dijual di toko baby), blue ice, beberapa botol susu, waslap merupakan piranti yang wajib kita bawa.
Dan sekarang Ramadhan hadir…. Tetap Semangat!! Insya Allah untuk tetap meng ASI selama Ramadhan, jujur Bunda belum berpengalaman, dari tulisan ini mungkin bisa share untuk menghadapi bulan Ramdhan dan sebagai Bunda juga yang harus meng ASI. Kepenginnya bisa puasa tetapi juga bisa memberi ASI ditambah sebagai Bunda yang KANTORAN … (BISAKAH??)….Bunda belum bisa share hal ini karena belum mengalami….
Tulisan ini sebagai awal Bunda untuk mencoba sharing dan menyebarkan SEMANGAT ASI, semangat untuk menciptakan anak-anak yang sehat, jangan tajut PD jadi jelek, itu tidak benar.

Bunda meskipun Bekerja, tetap semangat untuk memberikan ASI ….

Tulisan Bunda persembahkan buat : Buat semua Bunda, Suster Melanie, dr Reno Spog, dr Solihin Spa – RS Haji

Seputar ASI

Seputar ASI (3): Serba-serbinya Saat Kita Harus Kerja

Seputar ASI ke 3 saya ingin menshare masalah :

Bank ASI di rumah : Ibu bekerja tetap bias memberikan ASI ekslusif dengan cara menyimpan ASI kedalam freezer. Beberapa teori saya dapat untuk ketahanan menyimpan ASI: Di dalam freezer tahan samapi 6 bulan (selama listrik stabil) atau 3 bulan jika kondisi voltage turun naik dan diluar freezer 24 jam

 

Blue ice

Bolpoint & Freezer

Memerah dan meyimpan : Setidaknya 1 – 1,5 sebelum masuk kerja, mulailah memerah ASI dengan tangan

Cara :

perah areola (bagian gelap sekitar putting) dengan ibu jari kurang lebih 1 cm dari areola, telunjuk dan jari tengah, lalu tekan areola pelan-pelan, dengan ritme persis seperti ritme bayi yang menghisap. Arahkan ke putting pd maka ASI akan menetes pelan-pelan, aliran ASI ke gelas bersih (yang ukurannya kecil seperti gelas dari arab) atau bisa juga belajar di RS Coroulus – Salemba, disini akan diajarin berbagai hal mengenai laktasi termasuk cara memerah dengan tangan (dari pengalaman dibandingkan dengan alat manual atau electric memerah dengan tangan lebih banyak hasilnya dan pd tidak sakit juga lebih cepat dikosongkan sehingga akan cepat berproduksi lagi) atau bisa search : http://www.breastfeeding.com/helpme/helpme_video_hand_expression.html . Usahakan pikiran santai, tidak stress dan yakin bahwa ASI kita banyak dan cukup untuk baby, sambil membayangkan senyum dan teriakannya akan menjadi semangat buat bunda.
Tuliskan tanggal pemerahan pada kantong plastic gula/plastic clip, dengan bolpoint. Masukkan ASI ke dalam kantong plastic, ikat dan simpan dalam freezer. Saat Ibu kembali bekerja, usahakan memerah dari kedua belah payudara minimal 4 jam sekali sebanyak 3 kali selama jam kerja (bahkan saya diawal-awal masuk kerja setiap 2 jam saya memerah) Setiap 50 cc saya simpan di plastic, kenapa saya buat per 50 cc soalnya mempermudah bibi yang menjaga anak saya kasih dan langsung habis (tidak tersisa terbuang). ASI yang sudah dikeluarkan dari bank asi (freezer atau di kulkas sudah tidak boleh di dinginkan lagi , bisa menyebabkan diare).Jadi pulang kantor biasanya bawa 8 – 10 kantong plastic clip (400 cc – 500 cc).Simpan ASI perahan dengan plastic didalam freezer. Atau botol-botol ASI yang banyak dijual di apotik (saya memperoleh di apotik RS Corolus) waktu itu beli 1 botol harganya Rp. 3000,-.
Saat pulang masukan ke tas ASI (banyak dijual di toko bayi merk dan besar kecilnya macam-macam) yang berisi blue ice. 1 – 1.5 Bulan sebelum masuk mulailah melatih memberikan ASI perahan dengan sendok, agar mencegah bayi bingung puting (dari pengalaman saya sendiri ketika berumur 4 bulan disendokin sudah kurang sabar jadi pas saat dia tenang, ok pakai sendok tapi pas kondisi haus biasanya langsung pakai dot, Alhamdulillah malam hari dia tetap mau menyusu. Ada pendapat dari suster yang membimbing saya mengenai laktasi biasanya kalo udah 3-4 bulan bayi udah lebih pinter jadi tidak bingung puting).

Pola penyusuan ibu bekerja : Malam hari susui bayi sesering mungkin dan selama dia mau. Jika bayi sudah memasuki 6 bulan, berikan makanan pendamping semi padat saat ibu bekerja dan hentikan makanan atau minuman apapun pada pukul 17.00.

Pkl 06.00 : Susui bayi sekenyang-kenyangnya

Pkl 07.00 : Ibu berangkat bekerja

Pkl 08.00 – 17.00 : Bayi di beri ASI perahan di rumah

Pkl 10.00-14.00&16.00 : Ibu memerah ASI di knt atau per 2 jam

Tepat 17.00 : Ibu meninggalkan knt.

Mencairkan ASI beku :

Siapkan air hangat suam kuku di dalam rantang atau panci kecil
Taruhlah plastic berisi ASI beku dalam air hangat tersebut.
ASI akan mencair dalam waktu kurang 5 menit.

Catatan : Jangan biasakan memberi susu formula sebab ia akan kenyang dan kurang menghisap ASI. Jika hisapan berkurang otomatis produksi ASI menurun.
Jangan khawatir jika bayi yang diberi ASI tidak buang air setiap hari. Sebab hampir seluruh bagian ASI bermanfaat dan tidak banyak yang harus dibuang. Toleransi tidak PUB karena ASI (menurut Dr Syarif Rohimin Spa, dari pengalaman anaku Fay yang gak pub udah 4 hari karena ASi ekslusif adalah 10 hari tenggangnya, kalau sudah di tambah formula 4-5 hari).

Sumber : Berbagai sumber, Pengalaman Pribadi