Teenlit

SEBUAH KEJUJURAN (Lomba Cerpen Remaja)

SEBUAH KEJUJURAN

            Ah seandainya kamu tahu aku amat menyayangimu Herr, aku ingin berbagi suka dan duka dengan kamu, aku ingin kamu tahu betapa bahagianya ketika aku bisa bertahan di ranking satu IPA, dan aku ingin berbagi duka ketika Mama dan Papaku terus-terusan bertengkar, tapi sudahlah Herr itu hanya bisa kupendam dalam hatiku, biarlah cinta ini hanya aku yang tahu dan hanya bayangmu saja bersamaku. Apa yang kamu berikan padaku sebuah persahabatan yang manis dan sudah terjalin dari awal kita amsuk SMA No more Honey! Dan aku harus merendam segala perasaanku yang berubah berjalannya waktu.Susah sekali Herr! Kenapa aku jatuh cinta denganmu? Dengan wajah indo kamu yang kian hari kian tampan.

            “Honey nanti malam aku ke rumah yah rasanya aku kesulitan nih menyelesaikan tugas kimia sendirian, kamukanjagonya,” pinta Herry mengejutkan, tiba-tiba saja dia sudah menjejeriku dengan vespa antiknya.

            “Honey ayo bonceng, kok pulang duluan sih,” gerutu Herry.

           Yah itulah Herry selalu perhatian dan selalu menolongku, rasanya gak rela kalau dia harus dimiliki cewek lain, tapi apakah dia merasakan apa yang aku rasakan akhir-akhir ini? Tidakah cukup dua setengah tahun kedekatan yang terjalin akan merubah kita untuk lebih dari sekedar sahabat karib? Aku merasa minder, karena aku tidak seperti  Dian yang supel dan lincah, tidak juga Susi yang selalu dikagumi kecantikannya sebagai model, aku adalah “Hany Kusuma Ningrum” yang tenggelam dalam NACl, H2O, Resonansi, Trombosit dan banyak lagi istilah ilmu pasti dan hanya bisa berkhayal menjadi tokoh dalam novel-novel Rosamunde Pilcher penulis favoritku.

            “Honey aku traktir bakso tennis café Hijau yuks, aku lagi ada problem nih, kamukan satu-satunya sobat yang ngertiin aku.”

            “Ok saja buat kamu apa sih yang tidak aku tolak,” batinku berbisik.

Café Hijau ini biasanya rame dikunjungi anak-anak SMA sepulang sekolah tapi hari ini kok tidak seramai biasanya, ah emang aku pikirin, aku juga gak bakalan kemari kalau bukan karena ajakan Herry.

Baso tennis disini top habis, aku yang memang sudah lapar langsung asyik menyantap baso tennis yang sudah terhidang. “Eh Herr, katanya kamu ada masalah, kayanya serius amat sih,” selidik aku.

“Honey kamu janji , gak nyebarin gosip kalo aku sudah cerita semua, janji ya!”

“Janji!” Kataku angakat dua jari .

“Swear!” tegas Herry

“Iya swear! Cerewet amat sih kamu, emangnya aku *Bigos,” kataku kesal.

“Honey kamu kenal dengan Sherly anak II D?” Tanya Herry tiba-tiba.

What!” rasanya selama bersahabat baru kali ini dia bicara soal cewek.

Honey jangan terbengong-bengong gitu dong, I should think this is a normal.

Wait a moment! Sherly…Sherly …ya! Siapa sih yang nggak kenal dengan dia, tinggi, cantik dan model majalah remaja! “ Cerocos aku.

“Correct! Do you know her well?”

“Not really, but what’s going on it’s so surprised looking your face like that?”

“Honey aku mau cerita this is really true, kemarin aku terimasurat dari dia, kamu mau tahu isinya? nih aku bawa kalau kamu ingin tahu.”

Aku menolak.

“It’s not important for me Herry please just tell me what the conclusion this letter?”Ada perasaan sesak dan perih tiba-tiba kurasa.

“Honey memang dia cantik, cantik sekali tapi gimana yah, sebenarnya aku ragu dengan perasaanku. Jadi ceritanya tidak sengaja aku ketemu dan berkenalan di kantin trus dia dulu give this letter and she ask me to became her boy friend, what do you think Honey,Is it a good news?”

“BUUM!!” Rasanya dadaku mau meledak.

“Honey are you ok?”

Otakku berpikir rasanya Sherly terlalu belebihan, masa sih cewek secantik dia nembak duluan seperti tidak  punya temen cowok lain yang cakep-cakep, ah jangan-jangan? Sempat terbesit Shery hanya ingin mempermainkan Herry. OMG* dan Herry tidak akan pernah mengetahui perasaanku yang sebenernya, rasanya tidak adil, tapi apakah aku harus seberani Sherly mengungkapkan perasaanku, rasanya aku tidak punya nyali seperti dia. Aku takut persahabatam yang sudah jalan jadi berantakan..

“Honey gimana menurut kamu,  aku terima nggak?”

“Maaf Herry aku nggak tahu, yang bisa mutusin ya kamu. If you feel she’s good for you, why wait longer!” Rasanya aku sudah gak mampu menahan wajahku yang memanas.

“So do you agree, are you sure? it’s deal! Tegas Herry.

“Yah maybe Herry…” rasanya lagu Vertikal Horison yang baru aku beli kemarin sore benar-benar tercipta buat aku…”Nothing’s quite the same now …I just say your name now…But It’s so bad You’re only best I ever had…”

Aku sudah tepati janji, tanpa harus jadi jadi bigos berita Herry jadian dengan Sherly ternyata cepat menyebar, sudah bukan berita baru lagi dimana ada Sherly pasti ada Herry. Rasanya aku semakin terpuruk saja, cinta tak terbalas, sahabat juga tidak sedekat dulu. Yah so pasti Herry yang ganteng, pinter ehm walau masih sedikit dibawah aku nyaris tidak punya waktu lagi buat aku, tidak ada lagi acara nonton bareng, makan bakso bareng dan ngebahas PR yang sulit bersama. Herry I really miss you…

Di suatu siang

“Honey kenapa kamu berubah?” kapan kamu ada waktu lagi buat aku ?” Tanya Herry sehabis latihan basket.

“Herry aku sibuk, sebentar lagi kita ujian, kamu tahu sendirikan mempertahankan ranking itu berat, dan untuk yang satu ini aku gak mau gagal!sorry yah,” kataku sambil berlalu.

Aku tak peduli apa yang Herry pikirkan tentang aku, rasanya ini lebih baik dari pada aku sakit hati terus melihat mereka jadian sedangkan aku bagaikan pungguk yang merindukan bulan saja…so you sailed away into a gry sky morning…(masih by Vertikal Horison)

“ Papa ceraikan Mama sekarang juga, Mama sudah tak tahan lagi! lebih baik Papa kawinin saja perempuan jalang itu !!” teriak Mamaku histeris.

PLAK!! Tamparan keras Papa mencabik-cabik hatiku.

Please Mah, Pah hentikan!” rasanya aku ingin menjerit melihat mereka bertengkar seperti itu, aku benar-benar sedih, bingung, kepalaku berdenyut, tanpa pikir panjang aku telan saja beberapa obat tidur yang ada di kotak P3K, ah rasanya ini lebih baik karena setelah menelan tujuh, delapan ataukah sembilan aku seperti melayang dan aku tak mendengar suara apa-apa lagi, peace….

Sampai akhirnya entah sudah berapa lama aku tak sadarkan diri terbaring di ruangan yang serba putih dan bersih.

“ Hani anak Mama, sadar sayang. maafkan Mama dan Papa.”Samaraku dengar suara mama, ah rasanya akan lebih baik kalau aku tidur lagi hingga…

“ Honey, ma’afkan aku, Honey sadarlah demi persahabatan kita, jangan pernah kamu berbuat senekat ini, kita masih bisa saling bicara, maafkan aku Honey. Sebenarnya  ada sebuah kejujuran yang harus ungkapkan sedari aku mengenalmu. Aku akan  lebih bersalah bila aku tidak ungkapkan sekarang, sebelum semua terlambat.”

“Sejujurnya aku sangat menyayangimu lebih dari siapapun, bahkan lebih dari Sherly! Selama ini aku tidak berani jujur, aku takut kalau aku ungkapkan perasaanku yang sesungguhnya kamu akan menolakku, you are so smart and kind! Inilah sebuah kejujuran yang aku sembunyikan selama ini, selama hampir tiga tahun kita bersahabat, Please be my girl Honey?” Pinta Herry.

Benarkah kalimat yang barusan aku dengar meluncur dari hati Herry? apakah aku harus sekarat dulu untuk sebuah kejujuran? dan apa yang sebenarnya terjadi? Herry, Sherly, Mama dan Papa akan kah mereka berdamai kembali demi aku ?.

I don’t know, tapi pengakuan Herry rasanya membuat aku sanggup menatap dunia ini dan menempuh segala rintangan yang selalu menghadang and Herry I wants to be yours.

Nomor Keanggotaan Writing Revolution : 26/VI/SMCO/05/2011

Bursa Effek Jakarta, Mei 2011

Advertisements