Info Kompetisi

Penulis Samara : Acara Ramadhan

Ada Agenda Rutin RBA Majalengka membuat buku untuk koleksi rumah baca. Ada yang punya naskah dan minat untuk dibukukan? contohnya seperti ini :

= motivasi remaja = Jagalah senyum mereka

Ada sederet kisah tentang saudara kita yang merana. Meringkuk dalam ruang kotor lagi sunyi. Yang dunia indahnya terhalang batang jeruji kenistaan. Karena kerapuhan keyakinannya akan janji Allah yang menjamin rijkinya:
“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Al Ankabut,60)
Bahkan ada sebagian saudara kita yang bernasib sama. Dengan latar, sebab yang berbeda. Ia bukanlah budak belian. Bukan si miskin papa. Bukan juga peminta-minta. Ia berlimpah harta. Namun dadanya kerontang dari iman. Yang membuatnya terlena. Harta baginya ibarat air laut. Yang semakin banyak ia peroleh maka bertambahkan kerinduan untuk menambahnya. Rezki yang di dapat, hanyalah penambah haus dan dahaga akan harta. Hingga limpahan anugerah yang mestinya disyukuri ia kufuri. Karena kenikmatan yang ada tak terasakan lezatnya. Padahal Allah berfirman, “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah ni`mat Allah jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (An Nahl, 114)
Tak heran. Sebuah penomena. Orang-orang berdasi tak lagi melepas dasi dan sepatu mewahnya saat pulang kantor. Tapi juga saat ia harus masuk jeruji besi. Hanya karena korupsi. Dunia menistakannya. Dan entah kenistaan apa yang akan ia peroleh saat menghadapNya. Dan jawaban apa ketika penduduk akhirat menuntut ganti atas harta yang di amanahkan kepadanya.
Maka, ketololan para koruptor adalah bukan karena sedikitnya ilmu. Justru keilmuan mereka akan harta berlimpah ruah. Hanya ilmunya bagai kerupuk kering di musim penghujan. Yang mengkerut. Musnah. Mengapa demikian? Karena rendahnya iman.
Teman tentu tak menafikan. Bahwa kesedihan ketika azab akibat perbuatan jahat itu ditimpakkan, tidak hanya dirasa oleh si pelaku dosa. namun, ayah ibu mereka, adik-kakak mereka, kakek-nenek mereka, dan handai taulan mereka yang lain, merasakan kegetirannya.
Sama halnya dengan sebuah prestasi yang diukir oleh seorang remaja. Keluarganya, masyarakatnya, bahkan negerinya, menyanjungnya dan merasakan kebahagiaannya. Lantas, langkah apa yang membuat  islam bangga kepadamu?

Yang Minat ikutan silahkan buat dokumen di grup ini.
Temanya jangan jauh dari motivasi untuk remaja.
Ketentuan :
1. Buku dicetak sistem POD (dicetak sesuai pesanan)
2. Keuntungan penjualan untuk pengembangan rumah baca.
3. Penulis dapat 1 buku gratis setiap 10 penjualan buku (Buku gratis diberikan secara acak ke penulis dengan sistem undi, pengundian dilakukan di RBA Majalengka)
4. Event ini berlaku selama bulan ramadhan dan berakhir apabila kuota naskah terpenuhi.
5. Peserta boleh posting naskah lebih dari satu judul.
6. Naskah yang terpilih akan didelet dari Dokumen Grup

Advertisements
Info Kompetisi

Lomba Anak: Foto dan berbagi cerita Ramadhan-Deadline 31 Agustus 2011

Sumber:

http://www.DuniaAretha.com
http://www.facebook.com/dunian

​ya.aretha
Hi SuperMoms & SuperDads…!! Bagaimana kabar SmartKids hari ini..??

Marhaban ya Ramadhan…
Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan tahun 1432H, Dunia Aretha mengadakan Lomba Foto & Berbagi Cerita dengan tema ‘Puasa Bareng Si Kecil’.
Pengen tahu gimana caranya..?? coba Ayah Bunda simak yukk..^_^

# Lomba Foto
•Abadikan moment menarik & unik Ayah Bunda bareng si Kecil ketka sedang Saur atau Buka Puasa
•Upload foto ke fans page ‘Dunia Aretha – Jendela Informasi Buah Hati Kita’ (http://www.facebook.com/dunia​nya.aretha)
•Berikan deskripsi singkat mengenai moment yang Ayah Bunda abadikan
•Ajak keluarga, saudara & teman untuk ‘like’ Foto Ayah Bunda bareng si Kecil
# Berbagi Cerita
•Buat note berupa artikel atau pengalaman Ayah Bunda ketika puasa bareng si Kecil
•Publish note dengan men-tags ‘Dunia Aretha – Jendela Informasi Buah Hati Kita’
•Note boleh dilengkapi dengan foto/gambar sesuai dengan isi materi yang disampaikan
•Ajak keluarga, saudara & teman untuk ‘like’ Note Ayah Bunda bareng si Kecil

Syarat & Ketentuan :
1.Periode lomba tanggal 1 – 31 Agustus 2011
2.Peserta terbuka untuk umum dan sudah menjadi teman/member dari fans page ‘Dunia Aretha – Jendela Informasi Buah Hati Kita’ (http://www.facebook.com/dunia​nya.aretha)
3.Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu Foto atau Artikel
4.Foto & Artikel yang masuk akan dipublikasikan di Website Dunia Aretha (http://www.duniaaretha.com)
5.Isi & materi foto serta artikel di luar tanggung jawab Dunia Aretha dan akan melalui proses seleksi sebelum dipublikasikan
6.Pemenang dari masing-masing kategori adalah peserta dg jumlah ‘like’ terbanyak selama periode lomba
7.Akan ada peserta favorit dari masing-masing kategori sesuai kriteria Dunia Aretha
8.Pemenang akan diumumkan setelah menyambut kemenangan di Bulan Suci Ramadhan yaitu setelah Hari Raya Idul Fitri pada bulan September 2011
9.Hadiah berupa Paket Edukasi dari Dunia Aretha untuk setiap pemenang dan peserta favorit untuk masing-masing kategori
10.Keputusan dari Dunia Aretha bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
Untuk informasi lebih lanjut, Ayah Bunda bisa kirim email keinfo@duniaaretha.com atau tulis pesan di wall fans page ‘Dunia Aretha – Jendela Informasi Buah Hati Kita’

So…tunggu apalagi..? Abadikan moment saur dan berbuka puasa bareng si Kecil serta ceritakan pengalaman seru Ayah Bunda dalam menjalankan ibadah puasa bareng si Kecil.
Jadikan moment special di Bulan Suci Ramadhan menjadi hal positif yang bisa kita berikan untuk sang Buah Hati Kita..^_^

Info Kompetisi

Lomba Puisi Ramadhan – DL 15 September 2011

Oleh : Lily Husain

Tak terasa, sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba…. So, blog Puisi-Cerpenku ini akan mengadakan Lomba Menulis Puisi bagi siapa saja yang ingin menuangkan segala hasratnya untuk berkarya….
Ayo…, kirimkan puisi kamu!!! Dapatkan uang total Rp 500.000,00 untuk karya terbaik!!!

Nah, bagi teman-teman yang tertarik untuk mengikuti Lomba Menulis Puisi ini, baca dulu peraturannya ya:
Ketentuan Umum Peserta:
Laki-laki atau perempuan. Usia 15 tahun – 40 tahun. Berdomisili di wilayah seluruh Indonesia. Tema Puisi: “Seuntai Kata Untuk Ramadhan”. Ketentuan Khusus Peserta:
Setiap peserta harus menuliskan biodata pribadi, alamat, nomor telepon, dan nomor rekening bank. Setiap peserta harus melampirkan dokumen pribadi (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Mahasiswa). Setiap peserta hanya berhak mengirimkan 1 (satu) puisi saja. Tidak boleh lebih. Puisi harus menggunakan tata bahasa yang baik dan benar sesuai dengan kaidah yang berlaku. Tidak ada batasan dalam bait dan baris puisi. Menuliskan garis besar citra puisi yang Anda buat. Puisi yang diikutsertakan adalah asli hasil karya Anda sendiri, sedang tidak diikutkan dalam perlombaan, dan belum pernah dipublikasikan di media manapun, cetak maupun internet. Semua puisi yang sudah masuk, tidak dapat dikembalikan. Syarat-syarat Pendaftaran:
Pendaftaran tidak dipungut biaya sepeserpun, alias gratis!!! Peserta mengirimkan puisinya melalui email: lomba.pucerku@gmail.com​ , dengan melampirkan (Attach Files): Biodata pribadi, alamat, nomor telepon, dan nomor rekening bank. KTP/SIM/Kartu Pelajar/Mahasiswa (scan terlebih dahulu). Bukti tertulis jika puisi yang diikutsertakan adalah asli hasil karya Anda sendiri, sedang tidak diikutkan dalam perlombaan, dan belum pernah dipublikasikan di media manapun dengan membubuhkan tanda tangan Anda (scan terlebih dahulu).
Waktu Pengiriman Puisi:
Sabtu, 9 Juli 2011 sampai dengan 10 September 2011. (Pukul 00.00 WIB).
Pengumuman Pemenang:
Pemenang akan diumumkan di blog Puisi-Cerpenku ini pada hari Sabtu, 24 September 2011 jam 00.00 WIB.
Pemenang Lomba:
Berhubung blog Puisi-Cerpenku ini terbilang baru dan mencoba memberikan ruang bagi para penulis. So, untuk Lomba Menulis Puisi pertama ini pemenang hanya diberikan kepada 1 (satu) karya terbaik dan berhak mendapatkan uang total Rp. 500.000,00. Lumayan kan….

Lain-lain:
Jika peserta tidak mematuhi ketentuan dan persyaratan yang dibuat maka dengan berat hati puisi yang bersangkutan akan ditolak dan tidak diikutsertakan pada Lomba Menulis Puisi ini.
Nah, gak mau ketinggalan kan? Ayo…, buruan kirimkan puisi kalian segera!!! Sebarkan ke teman-teman kalian juga ya….

Sumber : http://annida-online.com/art​ikel-3592-lomba-menulis-puisi.​htm

Info Kompetisi

LOMBA KISAH RAMADHANKU – DL 22 AGUSTUS 2011

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ramadhan adalah bulan yang dinanti oleh setiap umat muslim beriman di seluruh belahan dunia manapun. Ia datang dan pergi silih berganti.

Ramadhan tahun lalu telah pergi dan menjauhi kita dengan meninggalkan berbagai kesan. Ramadhan kini akan datang lagi, dengan membawa beragam hikmah dan keistimewaan-keistimewaan di dalamnya.

Ada banyak kisah terangkum dalam setiap bulan Ramadhan yang sudah kita lewati. Kisah-kisah yang mungkin saja menginspirasi orang lain untuk selalu melakukan kebaikan. Karena itu, di bulan Ramadhan tahun ini kami mengundang teman-teman semua untuk berbagi cerita.

Kami yakin bahwa ada banyak cerita yang tak bijak untuk dinikmati sendiri, ada banyak cerita di luar sana yang mampu menggugah setiap hati insan yang membacanya agar menjadi insan yang lebih bertaqwa dan berkualitas.

Tunggu apalagi? Yuk ikutan lomba ini! Jadilah satu dari sekian banyak orang yang mampu memberi manfaat lewat tulisan, lewat cerita-cerita di bulan Ramadhan.

Syarat dan Ketentuan Lomba:

1. Naskah adalah kisah nyata berisi tentang pengalaman yang tak terlupakan di bulan Ramadhan. Boleh cerita sendiri ataupun orang lain.

2. Naskah diketik di Microsoft.Word 2003/2007 dengan format Arial 11, margin normal, spasi 1,5. Minimal 1 halaman dan maksimal 4 halaman A4.

3. Memakai bahasa Indonesia yang ringan dan mudah dipahami.

4. Naskah dikirim ke email: kisah.ramadhanku@gmail.com dalam bentuk attachment (tidak diletakkan di badan email). Dengan subjek “Kisah Ramadhanku”

5. Peserta, mencantumkan biodata singkat dalam bentuk narasi maksimal 250 kata di akhir naskah. Lengkapi dengan nama lengkap, nama pena, alamat FB, dan sertakan nomor handphone yang bisa dihubungi. Sertakan pula prestasi menulis yang telah dicapai, jika ada.

6. Naskah yang dikirimkan belum pernah di publikasikan di media manapun.

7. Peserta boleh mengirimkan maksimal 3 buah naskah.

8. Memposting info undangan ini di Note FB masing-masing (hanya info undangan ini dan bukan naskah yang dikirim) dengan mentag FB Ben Santoso

(http://www.facebook.com/ben.santoso),

Nurhudayanti Saleh

(http://www.facebook.com/nurhudayanti.saleh), dan minimal 20 teman lainnya.

Ketentuan Lainnya:

1. Lomba ini dimulai sejak tanggal 22 Juli dan berakhir 22 Agustus pukul 23.59 WIB.

2. Naskah terbaik (jumlah mutlak keputusan juri) diusahakan untuk diterbitkan di penerbit major. Atau bila tidak memungkinkan, akan diterbitkan secara indie.

3. Jika naskah akhirnya diterbitkan di penerbit indie, maka kontributor tidak mendapatkan royalti, akan tetapi naskah pilihan terbaik akan mendapat masing-masing 1 eksemplar buku.

4. 5 naskah terbaik utama akan mendapat hadiah berupa bingkisan buku, Sertifikat, dan beberapa hadiah menarik dari panitia.

Pengumuman pemenang akan diumumkan pada tanggal 11 September melalui postingan FB kami maupun pemberitahuan langsung kepada email masing-masing pemenang utama.

Naskah menjadi hak milik panitia. Keputusan juri bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat.

Ayo isi bulan Ramadhan dengan hal-hal yang bermanfaat salah satunya dengan berbagi kisah inspiratif untuk sesama.

Terimakasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Penyelenggara

Ben Santoso dan Nurhudayanti Saleh

Humor

HUMOR: WAKTOE SMP

OH SARUNGKU

Bulan puasa telah tiba. Saatnya akan terawih aku lari terbirit-birit  ke langgar deket rumah ku, karena adzan Isya hampir selesai. Untunglah aku masih mendapat tempat yang siiip.

Cepat-cepat aku mengenakan rukuh yang bagian atas, baru bawahannya kugunakan sarung, maklum aku gak punya rukuh yang lansungan waktu itu. Dengan semangat 45 aku melaksanakan sholat sunnah yang pada biasanya tak pernah aku lakukan.

Ditengah khusuk-khusuknya aku melaksanakan sholat sunah, teman-teman di belakang dan samping cekikikan sehingga membuatku penasaran . Apakah yang terjadi ?

Olala… ternyata sarung yang kugunakan sebagai bawahan sudah melorot . Langsung saja aku bersujud dan bersalaman mengakhiri sholat dan aku pulang dengan rasa malu.

 

Nenny

Jl. Jendral Soedirman 198 (blk)

Pubalingga

 

 

NOTE

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Ceria ed 247 – 92

Jadi saat SMP kelas 1

Kalo gak SMP kali cuek aja nerusin sholat…gak usah pake acara tengsin ??

Ramadhan

Desert of Ramadhan 1431 H

Subject: Bocah Misterius   

Kiriman dari sahabatku : hasan muntahar hasan_muthohar@yahoo.co.id

Bocah itu menjadi pembicaraan dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan.

Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang  melekat diplastik es tersebut.

Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.

Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari dikampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut.

Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap  dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari  kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga! Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.

Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. “Bismillah..  .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu..

Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya. “Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.

“Maaf ya, itu karena kamu melakukannya dibulan puasa,” jawab Luqman dengan halus,”apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..”

Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi. “Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami hidup dibawah garis kemiskinanpada sebelas bulan diluar bulan puasa?

Bukankah kalian yang lebih sering melupakan  kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis? Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan  hingga kematian menjemput ajal..?!

Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?”  Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.

“Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?  Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.

Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang  kecil seperti  kami…!  Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?

Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?

Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan…,jangan  merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….”

Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan. Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu  pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!

Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang! Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional,  tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan  mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.

Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.

Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.. Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang  luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati  mata hatinya.

Sekarang yang ada dipikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.

Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya.

Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah.

Ramadhan

H Minus 1 Ramadhan

Sya’ban sudah di ambang hilang…

Kita jelang ramdahan datang…

Mohon dimaafkan diri ini…

Demi kebersihan hati di bulan suci… (m.rustam)

 Sehari menjelang ramadhan

Syukur aku panjatkan…

Terima kasih Allah masih diberi kesempatan

Untuk mensucikan diri…

 

Begitu banyak khilaf dan alpha

Terhadap orang tua, suami, anak, saudara, sahabat, teman…

Ya Allah beri kami keikhlasan

Beri kami kesabaran

Beri kami hati yang istiqomah

Melalui kesempatan di Ramadhan ini….

 Ya Allah bantulah kami

Yang lemah dan tempat salah

Untuk kembali mensucikan diri…

Kembali ke fitrah Mu

Ya Allah

Doa ini aku panjatkan buat

Orang-orang tercinta

Dan semua sahabat muslim

 Dengan segala kerendahan hati

Maaf atas segala salah dan khilaf

Marhaban yaa Ramadhan

Semoga derajat lebih tinggi

Akan kita raih di bulan yang berkah ini

 Amiiin…….