Write Without Boundaries

Latest

Terbit Terjebak Dalam Prasangka_Curhatan Hati Terdalam

Buku-buku Terbitan Azkiya Publishing

April 2013

1. Curlam Terjebak Dalam Prasangka

Cover Terjebak Dalam Prasangka

Telah Terbit :

Judul Buku : Terjebak Dalam Prasangka (Curhatan Hati Terdalam)

Penulis : Nanda Ochi, Emma Marliah, Nono Tuhlifi Miadani Dan Sahabat Pustaka Inspirasiku

Penerbit : Azkiya Publishing

ISBN : 978-602-17867-0-3

Tebal : V+109 hal  13 X 19 cm

Harga : Rp. 30.000,- (belum termasuk ongkir)

Harga kontributor : Rp. 27.000,- (belum termasuk ongkir)

Sinopsis :

Yakin dalam hidup kita yang terlewati pasti ada hal-hal yang tersimpan dalam memori tetapi kadang malu atau tabu untuk diketahui oleh orang lain.

Ada yang memutuskan untuk disimpan sendiri hanya sebagai konsumsi pribadi karena dianggap hanya akan memalukan dirinya sendiri dan konsekuensinya apa yang dialami tidak bisa untuk pembelajaran orang lain.

Tapi penulis-penulis di buku curlam ini mereka memilih untuk mengeluarkan rahasia hati dalam buku bertajuk Curahan Hati Terdalamku. Karena peristiwa yang dianggap cukup menguras hati, pikiran, harta bahkan bicara antara dosa dan pengampunan diceritakan secara gamblang.

Banyak hal yang bisa dipetik ketika kita membaca kisah perkisah. Sesungguhnya kejadian yang mungkin pernah menohok hati terdalam dalam perjalanan hidup ini ada kesamaan dari beberapa kisah curahan hati terdalamku. Nyatanya kita tidak sendiri. Jika itu membuat kita bersedih maka sesungguhnya kita tidak pernah sendiri, bersama dengan orang lain kita bisa bercerita.

Curhatan mendalam akan membawa kita dalam arus menghadapi kejadian lebih ringan dan tetap bijaksana menyikapinya, So Enjoy reading …
[CARA PEMESANAN]

Ketik :

# JUDUL #
Nama penerima :
Alamat lengkap :
Kodepos :
Jumlah :

No. HP :

Kirim SMS ke 0816641454 atau inbox Nenny Makmun.

Telah Terbit Bulan July 2013

Cover Cerminku Bicara

Judul Buku : Cerminku Bicara

Penulis : Kamiluddin Azis, Petra Shandi, Asep Fauzi Sastra, dan Sahabat Pustaka Inspirasiku

Desaigner Cover :

Penerbit : Azkiya Publishing

ISBN : 978-602-17867-1-0

Tebal : V+210 hal  13 X 19 cm

Harga : Rp. 42.000,- (belum termasuk ongkir)

Harga kontributor : Rp. 37.800,- (belum termasuk ongkir)

Sinopsis :

setiap cerita punya makna CERMINKU BICARA

Buku ini dipersembahkan : Untuk semua orang yang selalu bercermin, bukan saja untuk menata diri tetapi juga untuk selalu jujur dalam mencinta dan memberi Sahabat Pustaka Inspirasi-Ku.

INI CERMINKU,  MANA CERMINMU

Setiap orang punya kisah. Kisah yang dimulai sejak beranjak dari tempat tidur di pagi hari, hingga malam menjelang kembali ke pembaringan. Beribu kisah tercipta tiada henti, menjadi penghias sekaligus pemberi arahan tentang hidup. Kita tak pernah tahu diantara kisah kehidupan itu, mana yang bisa memberikan hikmah terbesar yang akan mempengaruhi hidup kita, ataupun hidup orang lain. Tentu saja, mereka yang mempunyai kepekaan lebih akan merasakan betapa hidup ini memberikan banyak pembelajaran.

Cermin Diri. Apakah yang kita dapatkan saat bercermin menatap diri? Beribu tanya berkelumit di dalam hati. Sudah layakkah kita hidup di dunia ini? Apa yang sudah kita berikan untuk orang tua kita? Lalu bagaimana dengan alam? Sudah cukupkah kita membalas semua yang alam berikan pada kita? Dan tentu saja: sesama. Bagaimana hubungan kita dengan sesama sebagai makhluk sosial?

Lewat kumpulan kisah Cermin (cerita mini) dalam CERMINKU BICARA ini, kami mengajak para pembaca untuk memahami makna hidup yang kita jalani. Tentang manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam dan manusia dengan manusia lainnya. Betapa banyak nilai yang bisa kita petik hanya dari sebait kisah. Cermin, memberi pelajaran bagaimana menjadi manusia yang lebih baik. Bersyukur dan senantiasa setia berbagi kepada sesama.

Dalam proses pengumpulan cermin ini Grup Pustaka Inspirasi-Ku mengajak teman-teman penulis untuk saling berbagi tentang makna hidup yang mereka jalani sehari-hari.  Mungkin tidak hebat, tetapi ini menyenangkan. Tidak spektakuler, namun sangat mencengangkan. Dan tidak pula ditulis untuk mengajari,  tapi ternyata CERMINKU BICARA mampu memberikan suguhan yang edukatif.

Semua Cermin adalah nyata pengalaman hidup para penulisnya, atau paling tidak mereka pernah menyaksikan dan menjadi bagian dari kisah itu. Hanya 200 kata yang mereka butuhkan untuk memberikan kisah inspiratif yang mengajak kita berpikir lebih jauh tentang hidup, tentang kepedulian terhadap yang ada di sekitar kita dan tentang cinta kasih kepada orang-orang yang kita sayangi.

Buku ini memang tercipta dari kita, untuk kita dan bagi Anda yang sedang mencari inspirasi tentang hidup. Melalui tulisan-tulisan yang tidak lain adalah cermin diri sendiri, kita akan mampu menatap dengan lebih jelas ternyata hidup ini memang indah. Penuh makna.

Dan inilah 100 Cermin persembahan para penulis hebat yang kelak bisa mengubah dunia.

Ada cerminku, yang mana cerminmu?  ( by : Novelis_Petra Shandi)

[CARA PEMESANAN]

Ketik :
# CB #
Nama penerima :
Alamat lengkap :
Kodepos :
Jumlah :

No. HP :

Kirim SMS ke 0816641454 atau inbox Nenny Makmun.

Bukit Golf Arcadia_13 July 2013

3. Sketsa Cinta Buat Abi

Cover Sketsa Cinta Untuk Abi

Judul : Sketsa Cinta Untuk Abi
Penulis : Lavira Az-zahra dan Sahabat
Editor : Lavira Az-zahra
Tata Letak & Layout : Ariny NH & Azkiya Team
Desain Sampul : Hanaf Binkaa, Ariny NH, Yudie1610

Cetakan Pertama, Juli 2013
v + 145 hlm. ; 13 x 19 cm
ISBN 978-602-17867-2-7

Harga Umum : Rp. 34.000,-

Harga Kontributor : Rp. 32.000,-

Sinopsis :

Namun, keyakinan untuk mencintainya adalah satu hal yang pasti. Cinta berjarak 834 km. “Abi, bilakah kita bertemu nanti, bawalah rindu yang tak dapat diduga oleh insan mana pun, karena aku di sini pun demikian.” Impiku yang terindah, saat Hawa bertemu dengan Adam pada tempat yang dijanjikan Allah. Mungkinkah kisah ini berujung pada ‘pelaminan’ cinta kita? Seperti ucapmu dan pertanyaanmu yang sangat mendadak kala telepon sore itu, (13/07/2013 pukul 17 : 06) kuingat sekali. 

Terima kasih atas cinta yang kau beri, terima kasih untuk sayang yang tak terkatakan olehmu, namun aku akan tetap dapat mendengarnya. J Percayakah engkau? Simpan jawabanmu dalam hatimu. Simpanlah kata “percaya” dalam palung hatimu terdalam untukku. Ketahuilah karena aku sangat menyayangimu.

Terbit Funny Pocong & Tuyul Around Us

Ketika Misteri Menjadi Sebuah Humor Yang Menarik

TELAH TERBIT
Judul : Funny Pocong & Tuyul Around Us
Tebal : vi + 89
Isbn : 978-602-19904-6-9
Penulis : Nenny Makmum, Fiyan Arjun, dkk
Harga : Rp. 25.000,- (Belum Ongkir)

DAPATKAN DI TOKO BUKU GRAMEDIA TERDEKAT
————–
Dapatkan Diskon 25% untuk pembelian dan transfer selama bulan Maret
untuk pembelian cukup ketik:
FP#Nama lengkap#alamat lengkap#jumlah#no hape#
kirim ke 08197964001
—————–
SINOPSIS
Dunia lain memang menakutkan dan penuh misteri serta sangat nikmat untuk dijadikan inpirasi dalam menulis. Tak ayal bulu kuduk selalu berdiri ketika makhluk itu ingin membuktikan keberadaannya.

Tapi kisah-kisah di sini menghadirkan sesuatu yang berbeda karena menampakkan dengan cara yang humoris bukan horor. Seperti kisah persahabatan balita dengan hantu casper ataukah pocong yang baik hati.

Semua hadir denga kisah-kisah lain dari berbagai penulis dengan segar. Buku Funny Pocong & Casper Around Us, enak dibaca untuk menikmati waktu senggang tanpa harus bulu kuduk berdiri dan menahan kencing karena ketakutan.

(Persembahan – TERAS Ngumpulnya para penulis yang bahagia dengan berbagi).
————–
PENULIS:
April May My | Dina Wahyuni | Erma Rostiana D
Kardiana Izza Ell Milla | Komalawati Sutawijaya | Juniarmitha Muktia Farid | Niken Suyanti | Suparno | Tri Wiyatun
Citra Vino | Fiyan Arjun | Nenny Makmun
— with Mells Shaliha and 47 others.
— in Jakarta, Indonesia.

Little Kartini Bahagia Bersamamu …

Bahagiaku Bersamamu

my littke kartini

Dan lihatlah para Kartini cilik melenggang di panggung mini dengan beraneka ragam busana daerah. Wajah-wajah anak Indonesia yang masih lugu dengan binar mata menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini bersemangat.

21 April merayakan hari Kartini menjadi hari istimewa karena dua puteriku juga melakukan aktivitas yang sama dengan teman-teman lainnya di TK Gardenia Bukit Golf.my littke kartini 2

Icha dan Fay bangun mereka sudah memilih baju yang akan dipakai di Kartinian.

Icha dengan baju kebaya pink Jawa sementara adik Fay memakai baju hijau kuning Betawi.

Icha sudah sibuk ikutan mendadani Fay, tapi adik ternyata milih-milih juga mana yang di mau.

Fay maunya hanya bedakan, eyes shadow dan blash on. Sementara lipstik dan maskara tidak mau.

Dan mbak Icha lengkap, berhubung Kartini modern rambut dikepang saja dan bukan kondean karena emaknya juga nggak bisa ngonde.

Acara Fay lebih pagi pukul 07.30 jadi anter Fay dulu. Sampai di sekolah banyak teman-teman Fay yang lucu-lucu beraneka ragam Bhineka Tungggal Ika.

Tetep saja udah cantik Fay memilih main-main yang tomboy, lihatlah dia sibuk main umpat di kolong tong besi, lalu menyeberang  jembatan besi dan ayunan kencang.

Acara Fay kelarsetelah maju di panggung untung nggak pakai acara nangis ya dhe! Good job deh Sayang!

Pulang bawa goody bag dan piala. Asiiikkk …

Dan mbak Icha acara pukul 10.00 dan setelah siap menjemput sahabatnya Naura lalu ke sekolah untuk melakukan hal yang sama dengan Fay.

Mbak Icha juga alhamdulillah tampil dengan sedikit malu-malu, yang penting sudah tampil dan berani ya mbak Sayang, good!

Dan hari ini tambah koleksi pialanya di rak. Alhamdulillah.

Kebahagiaan sederhanaku saat bersama kalian bisa menulis buku-buku ini Sayang ….

happy cooking_truffle 4

Semoga Ibu tetap terus berkarya dengan tetap di samping kalian … karena bahagiaanku bersamamu ….

Happy Cooking _Truffle From Chesa

Kebahagiaanku Bersamamu

happy cooking_truffle 4

Nah hari Minggu tiba! Tahu-tahu Icha bawa teman-temannya ke rumah karena tahu kalau hari ini ibunya mau coba-coba buat kue anak.

Salah satu mengurangi acara pergi-pergi ke mall sekarang adalah banyak melakukan kegiatan yang menarik buat Icha dan Fay.

Alhasil sudah agak lama aku asik dengan berkreasi di Dapoer kita.

Kali ini anak-anak antusias terlibat dari buka adonan sampai memasukan adonan pada wadah kertas.happy cooking_truffle 3

Agak ribet dikit karena musti meng-tim coklat agar cair dan jadi topping yang ditambah choco chips yang abis saking banyaknya anak-anak di beberapa kue menaburnya.

Untung ada stok meses warna-warni dan choco chips warna-warni jadi lanjuuut.

Nah ini cara buatnya :

Bahan Yang Diperlukan Pembuatan Truffle :

Trufflehappy cooking_truffle 2

Bahan yang tersedia :

-          Truffle mix

-          Shortening

Bahan lainnya :

-          2 butir telur

Hiasan Coklat happy cooking_truffle 1

Bahan yang tersedia

-          Shortening

-          Coklat compound

Persiapan :

  1. Panaslan oven pada suhu 180 derajat kurang lebih lima belas menit.
  2. Lelehkan 1.5 pack shortening
  3. Diamkan selama satu menit.
  4. Susun paper cup di atas loyang

 Cara Pembuatan :

A. Campur

  1. Kocok satu bungkus truffle mix dan dua butir telur dengan kecepatan rendah kurang lebih satu menit.
  2. Ratakan adonan, lalu kocok kembali dengan kecepatan tinggi hingga mengembang kurang lebih empat menit.
  3. Tambahkan shortening yang telah cair lalu aduk kembali dengan kecepatan rendah kurang lebih satu menit.

B. Panggang

1. Masukan adonan ke dalam piping bag, lalu gunting sedikit bagian ujung palstik tersebut.

2. Perlahan masukan adonan sebanyak setengah paper cup yang telah tersusun.

3. Panggang adonan hingga matang 10-12 menit.

C. Hias

     1. Cairka setengah pack shortening dan cokelat compund dengan cara ditim

     2. Tuangkan ke atas permukaan cake, hias sesuai selera. Biarkan sampai mengeras.

Truffle siap disajikan dan pesta anakpun siaappp.

Aku sendiri bisa menikmati sambil membuka novel-novel karyaku yang sudah beredar di Gramedia dan Tobuk.

Diburu dears : Ketika Mulai Mencintai, Di Sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta tanpa Batas dan Forgotten Angel

Happy Cooking_Cookies Choco Chips

Kebahagiaanku Bersamamu 

happy cookies 3

Akhirnya aku bisa mulai menulis tentang resep-resep praktis hasil kumpul bareng dengan anak-anak. Icha dan teman-temannya yang suka main ke rumah dan kita sama-sama praktek buat sesuatu.happy cookies 1

Nambah katogori di blog ku : “Dapoer”

Dan sore ini jelang buka puasa Senin kedatangan kembali tamu kecil pas aku, mbak Icha dan Fay tengah mencoba buat Cookies Choco Chips.

Langsung ramai dengan kedatangan teman-teman mbak Icha dan Fay ada Bibil,Wawa dan Anes. Biasanya ada Naura dan Anggia tapi kali ini gak ikutan.

Anak-anak asik buat lingkaran dan menempelkan choco chips di adonan yang sudah jadi.

Nah ini resep simpelnya karena memang aku beli udah ada kardusan tinggal campur-campur dan pesta cookis anak sore hari berlansung ceria.

Setelah puas memakan cookies hasil karya masing-masing mereka berpamitan sambil membawa goody bag mini isi beberapa cookies.

Ternyata semakin kemari semakin asik banyak melakukan aktivitas dengan anak-anak jadi kepikiran buat kegiatan yang banyak bersinggungan dengan dunia anak. Pastinya dunia menulis tetap kebahagiaan sederhanaku.

happy cookies 2

Nah ini resep Cookis Choco Chips Ala Koempoel Bocah :

Bahan tersedia :

-          Cookie flour mix

-          Cookie sugar mix

-          Choco chips

Bahan Lainnya :

-          Butter 60 g

-          Minyak Sayur 50 g

-          Kuning Telur 2 butir

Persiapan : Nyalakan oven pada suhi 170 derajat celcius

Cara Pembuatan :

  1. Campur

-          Campurkan butter dan minyak sayur dalam wadah mixer dan kocok kecepatan 1 selama 1 menit

-          Masukkan kuning telur, kocok kecepatan 1 selama 1 menit

-          Tambah cookie sugar mix, kocok kembali dengan mixer kecepatan 1 selama 2 menit

-          Masukan cookie flour mix dan aduk hingga tercampur rata.

  1. Bentuk

-          Bentuk adonan bulat pipih kurang lebih 0.5 cm dalam loyang yang sudah diolesi margarin dan taburan terigu

-          Beri jarak cukup karena adonan mengembang

-          Taburkan choco chips di atasnya agak di tekan untuk melekatkan

  1. Panggang

-          Panggang dalam oven kurang lebih 15 menit hingga matang.

-          Setelah matang keluarkan loyang dan dinginkan sejanak

Dan treteeeeeeet cookis choco chips siap saji di jelang buka puasa bersama novel karyaku kali ini terbitan baru saja bulan Akhir Maret 2014 “Cinta Tanpa Batas” bisa ditemui di Tobuk dan Gramedia.  Ketika rasa cinta itu harus hilang tapi nyatanya tersadar cinta itu masih ada walau waktu lalu telah sangat melukai hati Rhien!

Diburu ya Dears…..

Ulasan About Me Dari Bunda Anisae

Link :

http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html

go to Ritz Carlton_4

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
- See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
- See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
- See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
- See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Berbagi dan menginspirasi

Aku mengenalnya dari facebook. Lebih tepatnya dari sebuah grup menulis Antologi Es Campur yang kubuat (cie …). Yang membuatku tertarik adalah julukannya sebagai ratu antologi. Ya, namanya telah menghiasi ratusan buku antologi yang diikutinya melalui event-event menulis yang sering diadakan di banyak grup. Ternyata dia tak hanya berkiprah pada penulisan di buku antologi saja, tetapi juga pada beberapa novel yang berhasil ditulisnya

Penulis yang sangat produktif ini bernama Nenny Makmun, seorang ibu dari dua anak yang kini berdomisili di Bogor. Berikut ini ada sedikit ulasan tentang jungkir balik beliau dalam menekuni dunia literasi yang dapat menjadi pelajaran bagi kita terutama yang hendak terjun di dunia kepenulisan.

Nenny Makmun merupakan seorang penulis yang cukup produktif mengingat telah hampir 400 buku antologi yang ada karyanya di dalam buku tersebut. Ia mengaku telah tertarik dengan dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku kelas 4 SD dan terus berlanjut hingga duduk di bangku kuliah. Wanita lulusan program pascasarjana jurusan management Universitas Negeri Surakarta ini pernah bekerja di PT. Samsung Elektronik Ind dan mengundurkan diri pada tahun 2013 awalnya ia mulai mengirimkan puisi karyanya di berbagai majalah lokal.

Penulis telah menelurkan lima novel dan delapan buku antologi yang diterbitkan pada penerbit mayor. Sedangkan pada penerbitan indie, penulis berhasil menelurkan hampir 400 buku. Angka yang sangat fantastis, bukan? Untuk judul buku, kita bisa melihatnya di FB My Book atau di blog.

Karya penulis berupa novel yang diterbitkan pada penerbit mayor diantaranya: Ketika Mulai Mencintai, Di sudut Hati, Karena Aku Memilihmu, Cinta Tanpa Batas, dan Forgotten Angel. Sebelumnya, ia juga pernah mengalami “kemacetan” di mana karya-karyanya hanya sebatas menjadi diary.

Sejak kuliah ia tidak pernah mengirim karya ke media dikarenakan kesibukan pada Unit Kegiatan Mahasiswa lainnya. Lalu, ia mulai menulis lagi pada tahun 2011 dan menertbitkan kumpulan Puisi Romans 36 untuk menyeimbangkan kejenuhan kantor dan keterusan sampai sekarang.

Menurutnya, waktu yang tepat digunakan untuk menulis adalah ketika anak-anak sekolah dan pada saat anak-anak tidur. Jika ditanyakan soal dukungan keluarga, tentu saja baik keluarga maupun kerabat dekat sangat mendukung dan menyupportnya dalam berkiprah di dunia kepenulisan.

Bagi Nenny Makmun, menulis adalah suatu panggilan sehingga ia mengaku hampir tidak ada duka, sebab ia melakukannya dengan suka cita meskipun rasanya sedih juga saat karya yang susah payah ia tulis ditolak penerbit atau event. Namun, ia menjalaninya dengan santai. Hal yang menjadikannya suka pada dunia kepenulisan adalah ketika ia tahu bahwa pembaca menyukai tulisan karyanya dan member banyak masukan.
Jadi secara tidak langsung, antara penulis dengan pembaca saling bertukar pikiran.

Berikut ini adalah tips dari Nenny Makmun untuk kita semua terutama yang bercita-cita menjadi seorang penulis.
• Bila ada ide muncul, langsung catat di note biar tidak lupa.
• Disiplin bagi waktu, mengamati dan mendengarkan curhatan juga bisa menambah inspirasi.
• Menulis itu adalah panggilan dan kebahagiaan. Jadi, jalani dengan senang. Jangan terlalu berharap banyak. Yang penting, lakukan terus. Hal yang paling utama adalah semakin banyak yang membaca, maka akan semakin banyak kita mentransfer ilmu. Dan niat kita baik berbagi karya. Jadi tidak terbebani, santai, dan menyenangkan.

Terakhir, ternyata Nenny Makmun sedang menunggu terbitnya dua novel yang telah di acc dan berharap bisa terbit di tahun ini. Ia mengaku tidak memiliki target tertentu, hanya terus melangkah mengikuti setiap event antologi yang kebetulan bisa ia ikuti. Impiannya ke depan adalah bisa terus menulis tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang ibu rumah tangga. Ia menikmati mengurus dua buah hatinya yang bernama Fay dan Icha.
Nenny Makmun bisa dihubungi lewat twitter @ichandfay. Bisa juga add fb Nenny Makmun.
- See more at: http://coretankecilanisa.blogspot.com/2014/04/MenulisTiadaHentiNennyMakmun.html#sthash.gmG5uMZk.FBpy7e2b.dpuf

Terbit April 2014 : Forgotten Angel

Ketika Cinta Yang Terlupakan

Forgotten Angel

cover FA from NR

Judul : Forgotten Angel

Penulis Nenny Makmun

Penerbit : Rumah Oranye

ISBN : 602-1588-54-1

Harga : Rp 35.000,-

Tebal : 170 hal

Sinopsis :

“Sebagian orang mempercayai cinta bisa merubah seseorang yang aslinya bersifat buruk bisa saja berubah menjadi baik, walau mungkin menuju hasil akhirnya dia harus membayar satu persatu dosa yang telah diciptakan di masa lalunya.”

Semua berjalan begitu saja tanpa pernah tersadar apa yang dinamakan karma mulai mendatangi hingga tersadar saat semuanya menjadi sebuah prahara. Dan berasa pada posisi terendah bahkan terhina, semua yang baru saja teraih bagai sia-sia.

Prakasa Aditya seorang fotografer yang mempunyai talenta di bidangnya sangat luar biasa. Karya-karyanya sangat dikagumi oleh pecinta fotografi dan orang awam sajapun bisa menikmati setiap hasil bidikannya yang bernilai seni tinggi.

Karyanya selalu menggunakan inisial FA, hanya seorang gadis yang di-share tentang inisial FA, yang dipertengahan menjadi salah satu masalah ketika hubungan kasih memburuk.

Pras selalu bersikap introvert bertahun-tahun, dia tidak mau ada yang tahu dibalik karya-karyanya hanyalah pribadi yang tidak sempurna. Cacat kakinya juga penyebabnya membuat dirinya merasa sebagai seseorang yang terabaikan. Mama dan papanya sudah tidak memperdulikan dia dari lahir, semua sibuk mengejar egois masing-masing.

Pras cacat karena polio yang menyerangnya, kecacatan yang semakin membuat dirinya dijauhkan dari lingkungan pergaulan. Semua kebutuhan Pras diurus oleh Mang Seno yang kebetulan tidak mempunyai anak. Pras dipenuhi kasih sayang Mang Seno hingga dewasa.

Gadis seorang jurnalis muda yang tidak sadar setiap pagi menjadi objek foto dari sebuah kamar terletak di lantai dua. Siapa lagi kalau bukan Pras pengintai dan pengagum dia dalam bidikan-bidikannya.

Pras jatuh cinta pada pandangan pertama sejak menemukan sosoknya dari jendela kamarnya. Gadis selalu ditunggu di setiap pagi dan malam sepulang dari kantor,

Cinta selalu hadir tanpa diduga, Gadis yang membutuhkan berita sekaligus mengejar rasa penasaran akan fotografer yang mengusik dengan karya-karyanya dan selalu low profile.

Karya yang hanya berinisial FA benar-benar mengalirkan rasa penasaran sebagai pemburu berita, apalagi si empu berinisial FA benar-benar ditelan bumi. Khabarnya dia sangat tidak suka dengan publikasi yang hanya akan memuat latar belakang semua hidupnya dikenal masyarakat. Prakasa Adhitya sangat alergi dengan kaum paparazi.

Tapi apa yang selama ini dihindari tidak bisa dia cegah ketika Gadis yang mengejarnya untuk sebuah interview ringan. Dalam mengejar apa yang diinginkan tidak pernah ada kata menyerah dalam kamus kehidupan Gadis sepanjang hidupnya.

Gadis berhasil menggiring Pras dalam interview yang menyenangkan bahkan menaikan oplah penjualan majalah Fragment tempat Gadis bekerja. Gadis menargetkan untuk bisa terus berkomunikasi dengan Pras agar selalu bisa mendapat berita ter-update segalanya tentang dia.

Tidak bisa dihindari rasa cinta hadir dalam hati mereka. Gadis lelah dengan segala perilakunya selama ini yang telah banyak membuat kaum adam tersakiti dengan sikapnya yang suka mempermainkan mereka.

Gadis ingin berubah setelah mengenal Pras. Pras membuat hidup dan perilakunya tertata. Inilah pertama kali Gadis yakin kalau di dunia masih ada cowok yang baik dan menjanjikan keteduhan dari setiap pandangan matanya. Tidak semua cowok berperilaku seperti bapaknya.

Tidak mudah untuk menjadi baik, karena ada hati yang tersakiti dan sakit itu meninggalkan dendam untuk membalasnya.

Boy partner kerja Gadis yang memendam rasa cinta sangat terluka karena apa yang diprediksikan meleset. Boy menyangka Gadis hanya akan mempermainkan Pras seperti pria-pria sebelumnya. Setelah apa yang diinginkan terpenuhi, tanpa beban akan meninggalkan mereka. Tidak peduli itu sangat menyakitkan hati pria-pria yang terlanjur jatuh cinta dan diperas habis hartanya.

Boy mulai melncarkan aksi balas dendamnya, semua karena bantuan Vicky seorang aktor muda yang coba menjerat Gadis dalam pelukannya. Sebenarnya Vicky lakukan hanya bukan sekedar persahabatan dengan Boy tapi juga rasa cinta yang tidak mungkin Vicky utarakan. Gadis menjadi dendam tersendiri juga buatnya.

Hubungan buruk Gadis dan Pras diawali saat Pras memperkenalkan Gadis pada mama papanya ternyata tanpa pernah diduga kalau papanya adalah salah satu korban permainan Gadis yang di waktu lalu hanya mengejar harta-harta lelaki yang suka padanya.

Semua semakin pelik dengan kehadiran Dyah Ayu yang menjadi wanita setelah Pras kehilangan Gadis karena aksi balas dendam Boy melalu Vicky tidak main-main.

Biarkan waktu berjalan dan Gadis merasa harus membayar satu-persatu karmanya walau harus melupakan Pras selamanya dalam kehidupannya. Pras sampai detik bertemu dengan Gadis tetap tidak bisa menghilangkan sosoknya. Akakah cinta mereka bertemu kembali dalam keruwetan yang tercipta ?

Terbit Maret 2014 : Cinta Tanpa Batas

Persembahan Sebuah Novel 

Cinta Tanpa BatasCover CTB from NR

Judul : Cinta Tanpa Batas

Penulis Nenny Makmun

Penerbit : Zettu

ISBN : 602-7999-96-9

Harga : Rp 37.500,-

Tebal : 194 hal

Sinopsis :

Rhien adalah seorang wanita karier sekaligus single parent yang hidup mandiri di Jakarta. Dalam perjalanan hidupnya saat mulai bekerja dan membawa dirinya pada kesuksesan Rhien melakukan suatu kesalahan.

Kehadiran seorang lelaki telah merubah hidupnya karena dengan cinta Rhien rela menyerahkan segala-galanya. Tetapi Pras, lelaki itu, malah meninggalkan Rhien begitu saja.

Adalah Dimas, lelaki yang kembali hadir setelah hampir setahun terpisah dengannya. Ia hadir sebagai pahlawan yang mau bertanggung jawab atas bayi yang kini tengah berkembang di rahim Rhien. Cinta itu lalu tumbuh lebih besar. Rhien memutuskan Dimas dan Lala buah hatinya adalah tujuan hidupnya hingga akhir hayat.

Hanya saja Tuhan berkehendak lain Dimas meninggal karena sakit yang dideritanya. Rhien harus berjuang mempertahankan pekerjaan demi Lala. Tidak pernah terbesit dalam diri Rhien untuk mencari pengganti Dimas.

Tanpa disangka setelah hampir sembilan tahun Pras kembali mengusik kehidupannya. Rhien berusaha menolak semua perhatian Pras, apalagi mengingat pengkhianatan Pras terhadap cintanya.

Suatu hari Pras menolong Rhien dan Lala yang hendak dirampok, Pras-pun akhirnya tahu kalau Lala adalah puterinya. Pras sangat bahagia. Ia ingin memulai kembali hubungannya dengan Rhien untuk ingin menebus semua kesalahannya. Meskipun masih mencintai Pras, tetapi Rhien tak bergeming dengan rayuan Pras.

Sebuah kesalahan telah mengajarkan Rhien untuk tidak lagi berbuat ceroboh, kesalahan besar yang mengantarkan dia pada cinta penuh gelora dan cinta tanpa batas.

Kebahagiaanku Bersamamu

Dan The Bay Bali Menyatukan…

the bay bali

 

“Ibu lihat ada Brown di sini…” Icha tampak girang melihat segerombolan kelinci yang ada di kandang dan beberapa ekor lepas.

“Wah iya kenapa Brown ada di sini ya Dhe ?” Kataku menanggapi puteri kecilku yang tengah girang menemukan seekor kelinci berwarna coklat seperti yang dimiliki Naura sahabatnya di kompleks Bukit Golf Jakarta.

Selanjutnya aku menyaksikan pemandangan begitu bahagianya puteriku melihat kelinci-kelinci lain yang merupakan teman-teman Brown.

Dengan girang dia memberikan satu persatu nama,”Wah itu Black! Gold! Polkadot! Snow White! Olaf!” nama-nama asing yang kerap di dengar dari buku cerita yang aku bacakan menjelang tidur malam atau film yang baru saja populer di Desember 2013 kemarin Frozzen dengan tokoh boneka salju bernama Olaf.

Setelah puas bermain-main dengan kelinci berlari dan dipeluknya, dia mulai memperhatikan anak-anak sebayanya yang tengah asik menggambar di bawah pohon rindang. Seorang petugas menyapanya dan langsung membimbing untuk menggambar.the bay bali_2

 Aku duduk agak menjauh menikmati keramahan sekeliling di Sunday Market yang sebelumnya tidak pernah aku rencanakan sama sekali.

Setelah 9.3 tahun aku bekerja mencoba mengaplikasikan ilmu S2 yang aku peroleh dengan kerja keras. Aku menempuh S2 sambil bekerja pada sebuah perusahaan farmasi sebagai seorang detailer. Senin sampai Jumat aku bekerja dengan target-target bertemu dokter untuk menerangkan obat-obat ethical yang aku pegang dan tentu saja satu paket dengan target omset yang kadang membuat aku stres kalau tidak tercapai.

Hari Sabtu dari pagi sampai malam aku kuliah Magister Manajemen di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Aku berusaha keras merampungkan kuliah dengan tepat waktu. Dan berhasil satu setengah tahun aku kelar meraih gelar S2.

Aku mulai loncat mencari pekerjaan lain dan aku diterima di sebuah perusahaan elektronik multinasional sebagai Sales Support.

Dua tahun bekerja aku menemukan jodohku dan menikah. Setahun kemudian aku memiliki seorang puteri Icha. Bukan hal yang mudah memiliki bayi dan bekerja kantoran. Kadang ada perasaan tidak tenang karena Icha hanya dengan bibi di rumah.

Tidak ada pilihan kami berdua harus bekerja demi kelangsungan hidup di kota Jakarta yang serba mahal dalam segala hal.

Dan waktu berjalan bagitu saja sepertinya banyak yang aku lewatkan begitu saja pertumbuhan puteriku yang semakin beranjak besar.

Acara sekolah play group sesekali bisa aku ikuti bila dapat ijin dari pihak kantor yang juga menuntut tinggi akan kehadiran aku di kantor.

Kadang hanya bisa melihat dari foto-foto yang dikirim ibu teman balitaku yang berbaik hati memotret Icha dalam suatu kegiatan sekolah.

Sedih saat dia mulai suka protes,”Kenapa anak-anak lain di antar ibunya, sementara Icha hanya di antar bibi dan mang Dawi (tukang ojek langganan).”

Aku hanya bisa menjawab,”Sabar ya Sayang, Ibu juga ingin selalu dekat denganmu tapi sabar ya suatu saat nanti pasti Ibu pulang ke rumah dan selalu menunggui kamu. Sekarang Ibu kerja dulu mengumpulkan uang untuk biaya sekolah Icha sampai besar.”

***

Dan waktu berjalan hingga tidak terasa suami yang bertugas di luar Jakarta meminta untuk aku mengundurkan diri. Sebuah kesepakatan yang maju satu tahun dari rencana.

Suami mulai keberatan karena load kerjaan aku di Jakarta meninggalkan puteriku, sementara beliau juga tidak bisa dekat kami berdua merasa khawatir akan perkembangan Icha yang dipegang bibi.

Tentu saja bukan keputusan yang mudah 9.3 tahun aku bekerja mencoba mengejar karir tiba-tiba harus mengundurkan diri.

Tapi demi melihat perkembangan buah hati kami dan tidak keurus, apalagi bibi semakin tua sementara Icha juga mulai suka ikut les-les maka tidak ada pilihan atau sebenarnya pilihan terbaik untuk aku kembali ke rumah.

Sejenak mengabaikan S2-ku, karirku semata menjadi ibu rumah tangga utuh untuk keluargaku.

***

Hanya ikhlas yang bisa aku lakukan, aku seorang ibu dan kewajiban utamaku memang mengurus rumah dan menjaga amanat suami.

Untuk mengisi hari-hari di rumah aku kembali menulis agar otak tetap bekerja dan tidak merasa terpuruk.

Nyatanya perlahan aku mulai menikmati menjadi seorang ibu Rumah Tangga apalagi 9.3 tahun tidak mengurus rumah banyak sekali yang harus dibenahi.

Dan saat aku menulis ini setengah tahun aku menjadi Full Time Mother nyatanya kebahagian sederhana adalah bisa selalu dekat dengan puteriku. Mengetahui perkembangan dia menit demi menit, mendengar celoteh dia saat menjemput sekolah dengan kejadian-kejadian yang di alami di kelas.

Saat aku menunggu dia di gerbang sekolah jelang pulang sekolah, kerap tanpa sengaja aku jadi memperhatikan anak-anak lain yang menunggu jemputan. Mata anak-anak balita itu begitu bening dan binar mata mereka berbeda saat yang menjemput ibunya sendiri dengan hanya pembantu.

Binar mata anak yang dijemput ibunya terlihat sangat ceria dan sepertinya banyak hal yang ingin segera diceritakan tetapi sebaliknya kalau yang jemput tukang ojeknya, mbak atau bibi mereka hanya terdiam dan sinar matanya tampak redup.

Aku menjadi trenyuh, kemarin-kemarin Icha mengalami hal seperti itu,”Maafkan Ibu ya Nak, tapi Ibu janji tidak akan meninggalkan kamu lagi. Ibu akan bekerja semampu Ibu di dekatmu. Ibu mungkin hanya menjadi penulis biasa dan mungkin saja tidak memperoleh secara materi lebih seperti waktu Ibu bekerja di perusahaan multinasional tapi Ibu bahagia masih diberi kesempatan mendampingimu di masa emasmu.”

***

Sunday market kuhirup udara segar dan semilir angin di Nusadua Bali dalam kenyaman perut yang terisi makanan dengan bumbu nusantara The Bay Bali bagai surga dunia kurasakan.the bay bali_5

 Aku mengajak puteri kecilku berlibur membayar hampir lima tahun aku tidak mendampinginya karena kesibukan kantor. Hasil kerja 9,3 tahun dengan ijin suami aku alokasikan untuk berlibur bersamanya karena suami tidak bisa ikut beliau harus tetap dinas. Dan memang aku hanya ingin berdua saja dengan puteri kecilku yang sekarang tengah berlari mendekatiku sambil membawa hasil gambarnya.

“Lihat Ibu gambarku, keren-kan ?” katamu percaya diri.

 “Kereeen sekali Nak.”

Dan memang aku terharu akan gambar puteriku, sebuah coretan seorang ibu dan anak perempuannya bergandengan tangan lalu di bingkai dalam gambar love. Di bawahnya bertuliskan” I Love You Mom.”

Aku masih saja terharu dan tiba-tiba Icha sudah menarik aku sambil berteriak,”Ayo Ibu sekarang kita main istana pasir! Lihat pantainya sangat indah dan bersih! Dan lihat Ibu itu sepertinya ada kura-kura! Kereeeeen sekali Ibu! Kapan-kapan kita harus ajak Ayah kemari ya Ibu!”

“Tentu Sayang … Ayahmu harus sesekali disuruh berlibur dan kita bisa bersama-sama menikmati kebersamaan di The Bay Bali yang amazing ini!”

 The Bay Bali dengan segala keindahan dan fasilitas yang ramah membantu aku menyatukan hati dengan Icha yang bertahun-tahun sebelum bangun tidur aku tinggal berangkat kantor dan malam saat pulang dari kantor yang selalu macet dari tol ke tol sudah tidur terlelap.

Makanan di berbagai restoran yang luar biasa. Layanan di pantai, yang fantastis, termasuk buah-buahan segar eksotis yang dibawa dengan es minuman.

Klub anak-anak yang fantastis. Kami mengunjungi dekat candi dan pasar. Staf yang sangat ramah dan orang yang menjalankan hotel adalah orang yang hebat. Untuk kemewahan dan indulgensi, termasuk fab spa, itu adalah untuk tidak boleh dilewatkan.

Dan aku mengejar Icha yang sudah ingin melepas kegembiraannya di pantai Pirates Bay dengan aktivitas yang menyenangkan.

the bay bali_4

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Proyek Menulis Letters of Happiness: Share your happiness with The Bay Bali & Get discovered! www.thebaybali.com